cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 64 Documents
Posisi Perempuan dalam Komunitas Islam: Analisis Sosiologi Agama dan Stratifikasi Sosial Tjang, Yanto Sandy
Socio Religia Vol. 7 No. 1 (2026): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/h7qd3f41

Abstract

Penelitian ini menganalisis posisi perempuan dalam komunitas Islam menggunakan pendekatan multidisipliner, yang mengintegrasikan perspektif teologis, sosiologi agama, dan stratifikasi sosial. Secara normatif, Islam menegaskan kesetataan spiritual dan moral antara laki-laki dan perempuan, serta memberikan hak dan tanggung jawab yang adil bagi keduanya. Namun, dalam praktik sosial, posisi perempuan sering dipengaruhi oleh budaya patriarkal, tradisi lokal, dan intepretasi keagamaan yang kontekstual, sehingga peran mereka dapat berbeda dari prinsip normatif. Dari prospektif sosiologi agama, praktik keagamaan berfungsi ganda sebagai pedoman moral sekaligus instrumen sosial yang membentuk struktur gender dan identitas sosial, sementara stratifikasisosial berbasis gender membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan ruang publik. Dinamika kontemporer, termasuk gerakan feminis Islam dan reintepretasi teks keagamaan telah membuka ruang partisipasi perempuan yang lebih luas dan mendorong pergeseran struktur sosial. Sintesis analitis menunjukkan bahwa posisi perempuan dalam masyarakat Muslim merupakan kontruksi sosial yang kompleks, terbentuk melalui interaksi antara ajaran Islam, praktik budaya, hukum, dan perubahan sosial-politik. Dengan demikia, kesetaraan, keadilan, dan pembagian peran gender bersifat dinamis, kontekstual, dan terus berkembang, mencerminkan interdependensi antara prinsip normatif dan realitas sosial yang terus berubah.
Makna Simbolik Dalam Tradisi Pengobatan Tradisional Bebubus Suku Sasak Di Lombok: Analisis Teori Clifford Geertz Zerin Amalina
Socio Religia Vol. 7 No. 1 (2026): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/pb5ge052

Abstract

Tradisi pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga mengandung sistem nilai, simbol, dan makna spiritual. Salah satu tradisi yang masih dipraktikkan adalah bebubus, yaitu pengobatan tradisional masyarakat Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bebubus tidak sekadar meracik ramuan herbal, tetapi melibatkan ritual, doa, dan simbol-simbol spiritual yang mencerminkan pandangan dunia masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik dalam praktik bebubus dengan menggunakan pendekatan antropologi interpretatif Clifford Geertz, yang memandang budaya sebagai sistem simbol yang dapat “dibaca” layaknya teks. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah jurnal, buku etnografi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam bebubus seperti air doa, ramuan herbal, mantra, sesajen, dan peran dukun merepresentasikan upaya harmonisasi antara manusia, alam, dan kekuatan transenden. Ritual bebubus tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyembuhan, tetapi juga mekanisme sosial untuk memulihkan keseimbangan spiritual dan menjaga keteraturan kosmis. Penelitian menyimpulkan bahwa bebubus merupakan praktik budaya yang kaya simbol dan makna, sekaligus mencerminkan integrasi antara kesehatan, kepercayaan, dan identitas kultural masyarakat Sasak. Pendekatan interpretatif memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika simbolik ini dan menegaskan pentingnya pelestarian nilai-nilai lokal di tengah modernisasi.
Analisis Wacana Foucault Pada Pendisiplinan Tubuh Dan Wacana Agama Dalam Dokumenter Dancing For The Devil: The 7m Tiktok Cult 2024 ZASKIA, Farah Zahrotun Zaskia; Ahmad Ridwan; Muhammad Faruki, Faruki
Socio Religia Vol. 7 No. 1 (2026): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/fbajpc25

Abstract

Transformasi kekuasaan religius di era digital menunjukkan intensifikasi mekanisme kekuasaan pastoral melalui integrasi teknologi algoritmik dan wacana keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kekuasaan penggembalaan dalam disiplin tubuh dan produksi wacana keagamaan pada kasus 7M Films, yang memanfaatkan platform TikTok untuk kendali sistematis atas para penari digital. Dengan menggunakan metode analisis wacana Foucauldian terhadap dokumenter Dancing for the Devil: The 7M TikTok Cult (2024), penelitian ini membedah formasi diskursif, relasi kuasa-pengetahuan, subjektivasi, dan genealogi kekuasaan pastoral digital. Temuan penelitian mengungkapkan tiga mekanisme utama: pertama, disiplin tubuh melalui doktrin pengorbanan diri yang mengakibatkan pemutusan hubungan keluarga dan monopoli otoritas epistemik; kedua, normalisasi eksploitasi ekonomi hingga 70–80% dari penghasilan melalui wacana persembahan iman dan teknologi pengakuan dosa; ketiga, teknologi digital sebagai panoptikon yang mengintegrasikan metrik algoritmik dengan penilaian moral spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekuasaan pastoral di era algoritmik beroperasi melalui produksi subjektivitas yang secara sukarela mendisiplinkan diri dalam mengejar keselamatan spiritual dan kesuksesan profesional. Rekomendasi mencakup pengembangan literasi digital kritis, penguatan regulasi platform, perlindungan hukum terhadap eksploitasi berbasis spiritual, serta penelitian lanjutan mengenai dampak psikologis dan strategi pemulihan korban.  Kata Kunci: Algoritma, Disiplin Tubuh, Panoptikon Digital, Analisis Wacana Foucauldian, Kekuasaan Pastoral
Transformasi Sosial Pesantren Dalam Pendidikan Islam Kontemporer: Kajian Sosiologi Pendidikan Berbasis Literatur Fatoni, Muhammad Mauludi Kurniawan
Socio Religia Vol. 7 No. 1 (2026): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/gpa12275

Abstract

Transformasi sosial pesantren dalam pendidikan Islam kontemporer merupakan fenomena yang menunjukkan dinamika adaptasi lembaga pendidikan Islam tradisional terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, faktor, dan implikasi transformasi sosial pesantren dalam konteks pendidikan Islam modern melalui pendekatan sosiologi pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis library research, dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah yang relevan seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mengalami transformasi dalam berbagai aspek, meliputi kurikulum, sistem pembelajaran, manajemen kelembagaan, serta integrasi teknologi digital. Transformasi ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepemimpinan kiai dan kebutuhan santri, serta faktor eksternal seperti globalisasi, modernisasi, dan tuntutan masyarakat. Implikasi dari transformasi tersebut menunjukkan bahwa pesantren mampu mempertahankan nilai-nilai tradisional sekaligus beradaptasi dengan sistem pendidikan modern, sehingga tetap relevan dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik di era kontemporer.