cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 59 Documents
Dampak Covid-19 Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat (Studi Di Kampung Sidoluhur Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah) Muhammad, Nasrudin
Socio Religia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i2.12994

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit  akibat virus corona  jenis baru  yang  muncul  pada  akhir  tahun 2019 di  Wuhan Cina yang  saat  ini  menyebabkan  pandemi  hampir  diseluruh  dunia, dengan adanya pandemi tersebut menjadikan kehidupan keagamaan masyarakat tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya, kegiatan-kegiatan yang bersifat berkerumun tidak diperkenankan karena dapat meningkatakan angka penularan virus Corona, seperti dalam melaksanakan sholat berjamaah, puasa ramadhan, tahkziyah, tahlilan, pengajian dan peringatan hari besar Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bagaimana perubahan perilaku keagamaan masyarakat dimasa pandemi Covid-19 dan bagaimana dampak Covid-19 terhadap perilaku kegamaan masyarakat di kampung Sidoluhur. Penelitian ini dilaksanakan di kampung Sidoluhur kecamatan Bangunrejo kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan teologis normatif. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan temuan-temuan yang diteliti di lapangan bahwa perubahan perilaku keagamaan masyarakat kampung Sidoluhur dimasa pandemi Covid-19 tidak terjadi secara signifikan tetapi lebih pada proses pelaksanaannya, seperti dalam aspek sholat berjamaah masyarakat dianjurkan memakai masker, dan menjaga jarak namun terdapat masyarakat yang enggan memakai masker  dan tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid disebabkan khawatir terpapar virus Corona. dalam aspek puasa ramadhan kegiatan sholat tarawih dilaskanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan kegaiatan tadarus bersama tidak dilaksanakan di masjid, dalam aspek pengajian, dan tahlilan sempat difakumkan pada awal adanya pandemi, dalam aspek takziyah terjadinya penurunan jumlah petakziyah, kemudian dalam aspek perayaan hari besar Islam tidak terlaksana sepenuhnya namun hanya hari raya Idul Adha dan Idul Fitri yang masih dilaksanakan. Adapun dampak Covid-19 terhadap perilaku keagamaan masyarakat kampung Sidoluhur dalam aspek dimensi keyakinan menjadikan masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah, dalam dimensi praktik agama menjadikan terjadinya perubahan dalam proses pelaksanaanya, dalam dimensi pengalaman agama menjadikan pandemi Covid-19 sebagai pengalaman oleh masyarakat mengenai pentingnya kekhusu’an dalam melaksanakan perilaku keagamaan, dimensi pengetahuan agama lebih memperdalam mengenai pengetahuan ajaran agama yang dianut masyarakat dan dalam dimensi konsekuensi menjadikan masyarakat lebih terjalin perilaku tolong menolong antar sesama.Kata Kunci : Pandemi Covid-19, Perilaku Keagamaan, Masyarakat
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN MAHASISWA Ayu, Nanda Laras
Socio Religia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i2.12996

Abstract

Perilaku keagamaan merupakan suatu bentuk perilaku yang mana mencerminkan nilai-nilai agama yang terkandung didalamnya. Dalam diri manusia terdapat dua unsur yaitu usur jasmani dan unsur rohani. Unsur jasamani bisa didapatkan melalui makanan dan minuman sedangkan unsur rohani berupa nilai-nilai spiritual keagamaan. Perkembangan globalisasi membuat mahasiswa menjadi akarab dengan smartphone sehingaa membuatnya menjadi jauh dengan nilai-nilai keagaman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh media sosial terhadap perilaku keagamaan pada mahasiswa di Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media sosial (X) terhadap perilaku keagamaan mahasiswa (Y). Hipotesis dalam penelitian ini ialah terdapat hubungan antara media sosial dengan perilaku keagamaan mahasiswa. responden dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa aktif tahun ajaran 2020 semester ganjil Strata 1 Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama-Agama Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, dengan jumlah populasi 2.608 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proposionate stratified random sampling, sehingga diperoleh jumlah 96 orang yang digunakan sebagai sample. Skala media sosial dalam penelitian ini mendapatkan nilai reabilitas sebesar 0,802 dengan kolerasi aitem validitas total antara 0,366-0,688. Sementara untuk skala perilaku keagamaan mahasiswa mendapatkan nilai reabilitas sebesar 0,851 dengan kolerasi aitem validitas total antara 0,376-0,675. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan antara media sosial terhadap perilaku keagamaan mahasiswa yaitu sebesar 0,416 dan dengan uji linieritas diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05. Hasil nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,173. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel penggunaan media sosial terhadap perilaku keagamaan mahasiswa sebesar 17,3% sedangkan sebesar 82,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya.Kata kunci: media sosial, perilaku keagamaan mahasiswa
PENGARUH MODERNISASI TERHADAP TRADISI BERAGAMA MASYARAKAT ISLAM DESA KARANG ANYAR LAMPUNG SELATAN Nita, Ermyla
Socio Religia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i2.12997

Abstract

Modernisasi merupakan suatu perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan tradisional atau masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Masyarakat rentan akan pengaruh modernisasi yang terjadi dari lingkungannya sehingga dapat berpengaruh terhadap suatu tradisi beragama masyarakat Islam di Desa Karang Anyar tersebut. Karena modernisasi merupakan bentuk nyata dari perubahan sosial, yang pada dasarnya setiap individu dan masyarakat lainnya pasti akan mengalami suatu perubahan. Sebab, manusia mempunyai kepentingan yang tidak terbatas. Ada atau tidaknya suatu perubahan, masyarakat mau tidak mau harus siap terhadap perubahan yang terjadi tergantung bagaimana masyarakat desa dalam menyikapi suatu perubahan tersebut. Unsur yang kuat didalam menentukan gerak dan tindakan masyarakat Islam di desa tersebut adalah tradisi. Tradisi biasanya selalu diidentikan sebagai suatu kebiasaan, yang dikenal dengan istilah adat-kebiasan yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat. Peneliti tertarik melakukan penelitian di desa Karang Anyar karena desa Karang Anyar merupakan salah satu wilayah yang letaknya berbatasan dengan kota, dan masyarakat penduduknya mayoritas bersuku Jawa. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana modernisasi yang terjadi di Desa Karang Anyar Lampung Selatan? 2) Bagaimana pengaruh modernisasi terhadap tradisi beragama masyarakat Islam desa Karang Anyar?. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan metode prosedur pengumpulan data observasi, wawancara atau interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi yang terjadi pada masyarakat Islam desa Karang Anyar berawal dari perubahan pola pikir masyarakatnya yang semakin praktis untuk lebih mempermudah suatu pekerjaan atau kegiatan mereka. Lalu perubahan perilakunya, perilaku seseorang dapat saja berubah-ubah sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakatnya. Serta perubahan teknologi, yang mampu memberikan banyak manfaat dan kemudahan masyarakat Islam dalam melakukan suatu aktivitasnya. Kemudian modernisasi yang dirasakan saat ini sangat berpengaruh terhadap tradisi beragama dan nilai-nilai budaya yang ada di dalam masyarakat desa Karang Anyar, yaitu modernisasi yang secara perlahan mengalami pergeseran terhadap tradisi beragama masyarakat Islam desa Karang Anyar karena adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku, dan perubahan teknologi yang semakin maju mengubah cara pandang masyarakat dulu dan sekarang mengenai suatu tradisi yang ada. Terlihat jelas, orang-orang dlu sangat mengutamakan tradisi yang ada sejak dulu, kompak, dan solidaritas nya tetap terjaga. Sedangkan sekarang, dengan adanya modernisasi yang masuk didesa Karang Anyar, masyarakat desa menjadi individualisme dan menganggap bahwa tradisi sebagai suatu kebiasaan yang tidak harus dilakukan.Kata Kunci : Modernisasi, Tradisi Beragama, Masyarakat Muslim
Budaya Pingitan Pada Masyarakat Kampung Pasar Batang Kecamatan Penawar Aji, Tulang Bawang fardita, mutia
Socio Religia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i2.12998

Abstract

Budaya merupakan seperangkat keberagaman bentuk sosial, seperti ras dan keturunan berasal asli dari lingkungan sosial tersebut atau hasil adopsi dari nilai luar yang lain, diserap dan ditanamkan didalam keyakinan tiap individu dalam lingkungan tersebut sebagai norma atau aturan yang dipahami satu sama lain, dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui bahasa atau sarana komunikasi. Pingitan yaitu tradisi dimana calon pengantin tidak diperbolehkan keluar dari rumah sampai saat pelaksanaan pernikahan. Masyarakat pada dasarnya memiliki sifat yang dinamis, perkembangan ilmu pengetahuan dan modernisasi mendorong masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga adat istiadat banyak yang ditinggalkan dan muncul penerapan makna dari praktik-praktik tradisi yang mulai bergeser. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses sosial dalam praktik tradisi pingitan serta pergeseran budaya pingitan dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Islam Jawa di Kampung Pasar Batang. Teori yang digunakan yaitu Interaksionisme Simbolik oleh Herbert Blumer yang menjelaskan interaksi dilalui oleh penggunaan simbol, penafsiran, dan penemuan makna tindakan orang lain.         Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian field research dan desain penelitian etnografi yaitu menjelaskan kondisi masyarakat dengan budaya tertentu dalam situasi natural dan apa adanya dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.         Hasil penelitian ini menunjukkan proses pewarisan tradisi pingitan di kampung Pasar Batang dapat diidentifikasi melalui kepercayaan-kepercayaan yang menjadi landasan kehidupan orang Jawa yang kemudian menjadi landasan pula bagi para orang tua dan sesepuh mengharuskan anaknya yang akan menikah melaksanakan tradisi pingitan, sebagai bentuk hormat dan menghargai tutur nenek moyang, proses sosial yang terjadi yaitu adanya proses asimilasi dan difusi yaitu adanya peleburan kebudayaan sehingga beberapa pihak dari dua pemahaman yang berasimilasi merasakan adanya budaya yang dapat menyatukan mereka secara terintegrasi. Bentuk pergeseran budaya pada pingitan meliputi waktu dipingit, praktik dan prosesi pingitan mengalami dinamika seiring perkembangan zaman, perkembangan pola pikir masyarakat, dan faktor ekonomi yang mempengaruhi pertimbangan masyarakat untuk melakukan tradisi pingitan. Pergeseran pada pingitan menunjukkan bahwa adanya perbedaan persepsi dalam  masyarakat Islam Jawa di Pasar Batang membentuk integrasi sosial dalam masyarakat. Kata Kunci: Budaya, Pingitan, Masyarakat Islam   
Gerakan Sosial Keagamaan Majelis Annur Bandar Lampung Dalam Mewujudkan Kesadaran Beragama Remaja Yulianti, Reva tri
Socio Religia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i2.12999

Abstract

Modernisasi yang terjadi pada setiap aspek kehidupan manusia, menjadikan manusia cenderung bersifat materialis, dan mengabaikan hal-hal yang sifatnya immateri atau spiritual. Fenomena ini terjadi pada semua kalangan, baik tua maupun muda bahkan anak-anak. Majelis Annur Bandar Lampung adalah salah satu bentuk gerakan sosial keagamaan yang konsen terhadap kegiatankegiatan sosial keagamaan seperti pembacaan maulid simtudduror karangan Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, gebyar yatim 10 Muharrom, dan maulid akbar Annur 1030 dan banyak rutinitas-rutinitas keagamaan lainnya yang notabene jamaahnya adalah remaja. Gerakan sosial keagamaan ini sedikit banyaknya memberikan pengaruh terhadap kesadaran beragama remaja. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini yaitu bagaimana upaya dari gerakan sosial keagamaan Majelis Annur Bandar Lampung dalam menumbuhkan kesadaran beragama remaja dan bagaimana pengaruh dari keberadaan gerakan sosial keagamaan Majelis An Nur Bandar Lampung terhadap kesadaran remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan juga pengaruh dari gerakan sosial keagamaan Majelis Annur Bandar Lampung terhadap kesadaran beragama remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang merupakan suatu fenomena penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan psikologis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah remaja yang masih aktif mengikuti kegiatan dan pengurus majelis Annur Bandar Lampung. Partisipan atau narasumber dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial keagamaan yang dibangun majelis Annur Bandar Lampung memiliki upaya dan pengaruh untuk menumbuhkan kesadaran beragama remaja melalui kegiatan sosial keagamaan, diantaranaya adalah maulid akbar, rutinan pembacaan maulid simtudduror dan santunan yatim 10 Muharrom. Melalui aktivitas sosial keagamaan pada majelis ini, secara tidak langsung telah melakukan tahapan sosialisasi nilai-nilai keagamaan yang kemudian di internalisasi oleh remaja dan selanjutnya di manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Manifestasi nilai-nilai ini berupa tindakan sosial remaja, yang kegiatan ini berorientasi pada nilai-nilai seperti bersedekah kepada fakir- yatim dan bersikap takdzim kepada guru, dalam hal ini dapat menumbuhkan kesadaran beragaman dalam diri remaja dan menjadikan remaja sadar akan nilai keagamaan yang menjadikan remaja menjadi pribadi yang lebih religius. Kata Kunci: Gerakan Sosial Keagamaan, Kesadaran Beragama, dan RemajaKata Kunci : Gerakan Sosial Keagamaan, Kesadaran Beragama, dan Remaja
FUNGSI SOSIAL KOMUNITAS JENDELA TERHADAP PEMBINAAN RELIGIUSITAS ANAK PEMULUNG (Studi Di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung) Fadila, Eka
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13000

Abstract

Komunitas Jendela Lampung hadir di dalam kehidupan anak-anak pemulung guna menjadi wadah bagi anak-anak pemulung dalam sektor pendidikan, keagamaan, mengembangkan potensi diri, membuka wawasan, mendapatkan pengalaman, menumbuhkan kepercayaan diri, memotivasi dan mendukung anak-anak belajar secara gratis terkhusus anak-anak pemulung yang kurang dalam sektor pendidikan yang berada di sekeliling Bandar Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pembinaan religiusitas komunitas jendela terhadap anak pemulung di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung? Apa faktor pendukung dan penghambat pembinaan yang dilakukan komunitas jendela Studi di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembinaan komunitas jendela terhadap pembinaan religiusitas anak pemulung di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunitas jendela di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung. Peneliti ini menggunakan metode jenis penelitian lapangan atau field research, Peneliti memilih batasan pemilihan informan dan tempat penelitian. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisa data ada 3 yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Metode penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian ini Fungsi sosial komunitas jendela dalam membina religiusitas anak pemulung yakni suatu pengaruh yang di berikan komunitas jendela terhadap anak-anak pemulung dalam pembinaan religiusitas seperti belajar sholat dengan menjelaskan apa itu sholat, seberapa pentingnya sholat di kehidupan sehari-hari, mengenalkan bacaan sholat, belajar berpuasa dan buka puasa bersama dengan diawali kultum dari komunitas jendela, mengaji dengan belajar membaca iqro, Al-quran, juzamma, dan muroja’ah, serta peringatan hari besar Islam. Faktor pendukung pembinaan religiusitas yang dilakukan komunitas jendela yakni orang tua dari anak-anak dan faktor pendukung dari luar seperti membuka donasi kemudian hasil dari donasi tersebut di realisasikan kepada anak-anak. Sedangkan Faktor penghambatnya yaitu volunteer kurang membackup karena kegiatan di komunitas jendela disini hanya satu minggu sekali, adanya pandemi covid-19, minimnya pengetahuan keagamaan dari orang tuanya, dan faktor lingkungan, sehingga kegiatan mereka tidak bisa berjalan dengan maksimal.
PERAN PENGURUS PAC PENCAK SILAT NU PAGAR NUSA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DI KECAMATAN NGAMBUR KABUPATEN PESISIR BARAT ., Halimah
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13001

Abstract

Pagar Nusa merupakan satu-satunya pencak silat dibawah naungan Nahdatul Ulama namun pada faktanya anggota Pagar Nusa sendiri kurang mengetahui nilai-nilai religiusitas. Peran pengurus PAC pencak silat Nu pagar nusa memberikan pelatihan, pengembangan serta menanamkan nilai-nilai religiusitas berupa nilai keagamaan (keagamaan), nilai ibadah (syari’ah) dan akhlak yang diwujudkan dalam bentuk materi keagamaan, dzikir manaqib, shalat berjama’ah. Latihan rutin  sehingga atas upaya tersebut  dengan beriringnya waktu anggota Pagar Nusa semakin memahami nilai-nilai religiusitas tersebut yang menjadikan anggota Pagar Nusa bukan hanya anggota Pagar Nusa yang fasih akan beladiri saja tetapi juga menjadi insan yang bertaqwa. Fokus penelitian ini bagaimana peran pengurus PAC dan apa hambatan dari pengurus PAC dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas. Metode penelitian menggunakan field reaserch dengan pendekatan sosio-antropologis. Batasan informan yaitu informan kunci, utama dan tambahan serta tempat penelitian di Kecamatan Ngambur kabupaten Pesisir Barat. Jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran pengurus PAC adalah memberikan pelatihan dan pengembangan serta berperan dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas dengan mengadakan kegiatan yang didalamnya mengandung nilai-nilai religiusitas berupa manaqib, materi keagamaan dan shalat serta latihan rutin yang diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik. Hambatan yang dialami oleh pengurus PAC dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas adalah tingkat pendidikan, profesi serta usia anggota pagar nusa yang berbeda-beda, lokasi diadakannya kegiatan sulit dijangkau, serta adanya Covid-19.
Peran Organisasi Garuda Kali Balau Kencana Dalam Meningkatkan Solidaritas Masyarakat Kota Melalui Kegiatan Sosial Dan Keagamaan (Studi Di Kelurahan Kali Balau Kencana Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung) Saputri, Anggi
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13002

Abstract

Organisasi Garuda Kali Balau Kencana adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan yang berkembang di bidang kesejahteraan sosial, dibentuk untuk menumbuhkan dan mengembangkan setiap anggota masyarakat yang berkualitas, terampil, cerdas, agamis, inovatif dan berkarakter khususnya generasi muda. Dan berperan dalam meningkatkan solidaritas sosial setiap anggota dan masyarakat di Kelurahan Kali Balau Kencana secara terpadu, terarah, menyeluruh, serta berkelanjutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peran organisasi Garuda Kali Balau Kencana dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana? Apakah faktor pendorong dan penghambat organisasi Garuda KBK dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran organisasi Garuda Kali Balau Kencana dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana dan untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat organisasi Garuda KBK dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana. Peneliti ini menggunakan metode jenis penelitian lapangan atau field research. Peneliti memilih batasan pemilihan informan dan tempat penelitian. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisa data ada 3 yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Metode penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini Peran organisasi Garuda KBK Dalam meningkatakan solidaritas masyarakat kota melalui kegiatan sosial dan keagamaan terhadap masyarakat di Kelurahan Kali Balau Kencana adalah dengan memprogram kegiatan sosial dan keagamaan seperti bergotong-royong, bakti sosial, memperingati hari besar nasional, Bimbingan belajar anak-anak, Senam aerobik. Dan dalam kegiatan keagamaan yaitu yasinan, tadarusan, takziyah, memperingati hari besar Islam. Terciptanya solidaritas antar masyarakat disebabkan mereka terlibat dalam aktifitas yang sama yang tidak hanya melibatkan secara material saja melainkan secara fisik masyarakat terjun langsung ke lapangan berbaur menjadi satu. Faktor pendorong dalam meningkatkan solidaritas  masyarakat yakni dukungan masyarakat dan orang tua. faktor pendukung dari luar seperti membuka donasi kemudian hasil dari donasi tersebut direalisasikan dalam menjalankan kegiatan. Sedangkan faktor penghambat yaitu adanya pandemi covid-19 sehingga kegiatan dibatasi, sulitnya mengajak masyarakat karena memiliki sifat individualistis, kurangnya wawasan karena para anggota masih berpengetahuan minim, kehadiran anggota organisasi yang sedikit karena sibuk dengan kesibukan masing-masing.
AGAMA DAN TRADISI TEKEBAYAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN DI DESA PANARAGAN JAYA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Yuniasari, Ella
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13003

Abstract

Di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat  juga merupakan salah satu desa kecil yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan masih menjalankan tradisi. Sehingga tak jarang ketika akan mengadakan acara pernikahan masih menggunakan kebudayaan daerah setempat,seperti halnya ketika akan mengadakan acara pernikahan, akan banyak hal yang harus di persiapkan seperti undangan, tarub, dan lain sebagaianya.  Tradisi Tekebayan merupakan sebuah tahapan dalam prosesi adat pernikahan sebambangan pada masyarakat Lampung Pepadun, tradisi ini diperuntukkan bagi wanita untuk menunggu sejak masa dilarikan hingga pelaksanaan akad nikah. Tekebayan yang dimaksud dalam penelitian  ini adalah proses menunggu menjelang dilaksanakannya akad nikah bagi seorang wanita yang dilarikan dari rumah orang tuanya dan diharuskan tinggal dalam satu rumah dengan pihak laki-laki yang melarikannya. Tradisi tekebayan  dalam masyarakat Desa Panaragan Jaya tersebut memang sudah turun temurun dari zaman nenek moyang karena dibuat dari hasil bumi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana nilai-nilai ajaran Islam pada tradisi Tekebayan  Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Bagaimana faktor-faktor yang menyebabkan tetap berlangsungnya pelaksanaan tradisi Tekebayan  pada Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data: Primer dikumpulkan melalui interview, observasi, maupun dokumen, dan Sekunder dikumpulkan melalui dokumen-dokumen resmi, buku-buku ilmiah, hasil penelitian dan karya ilmiah yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif digunakan untuk menganalisa data kemudian  mengambil sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan tradisi tekebayan  adat Lampung Pepadun di desa Panaragan Jaya ada yang terdapat nilai Islam karena kesepakatan untuk melakukan sebambangan yakni tekebayan. Pelaksanaan tekebayan yang dilakukan di Desa Panaragan Jaya sudah sesuai dengan ajaran Islam karena Perkawinan tetap dilangsungkan dengan ijab dan qabul sebagaimana yang telah diajarkan dalam ajaran Islam serta dilangsungkan di hadapan pegawai pencatat nikah. Adapun nilai-nilai Islam yang terdapat dalam tradisi tekebayan dapat dilihat dari praktek pelaksanaannya adalah antara lain: (1) Nilai moral, (2) Nilai kerjasama, (3) nilai  kasih sayang dan (5) nilai Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.. Faktor-faktor penyebab masyarakat desa Panaragan Jaya tetap melaksanakan pernikahan dengan kawin lari yang mengakibatkan adanya tekebayan adalah karena rencana pernikahan bujang dan gadis tidak mendapat persetujuan dari orang tua, alasan yang di kemukakan antara lain: (a) Tidak direstui orang tua, (b) Mahar yang terlalu tinggi, (c) Laki-laki dan perempuan telah melakukan perbuatan zina (perempuan hamil duluan), (d) Faktor adat atau tradisi adat.
PERAN MODERASI BERAGAMA PADA KOMUNITAS SENI TAMAN SUROPATI JAKARTA Romlah, Listiyani Siti; Purnama, Rahmad; Khofipah, Nuzzulul
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13004

Abstract

Indonesia memiliki masyarakat yang multibudaya, Modernisasi beragama adalah kehidupan umat manusia yang berhubungan dengan kewjiban menjalankan ajaran agamanya dimana terpengaruhi oleh perubahan sistem politik, keagamaan, ekonomi psikologi, ilmu pegetahuan, kemajuan teknologi dan informasi.Sebagai bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyaksikan adanya bentrok sosial akibat banyak perbedaan cara pandang baik dalam  segi budaya, bahasa maupun masalah keagamaan. Bentrok sosial seperti ini tentunya dapat mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Tanah Air kita Indonesia, ada umat beragama yang memperkeruh pandangan keagamaannya dengan ritual budaya lokal seperti sedekah laut, sesajen, festival kebudayaan, atau ritual budaya lainnya sehingga Agama tidak murni lagi karena disebabkan tercampur oleh kebudayaan. Dalam kasus  lain kita  menjumpai adanya penolakan pembangunan rumah ibadah di suatu daerah, meski syarat dan ketentuannya sudah di penuhi namun,Karena umat mayoritas di daerah itu tidak menghendaki, masyarakat pun jadi berkelahi dan Alhasil tidak dapat terlaksana dengan baik. Konflik kemasyarakatan dan pemicu ketidak harmonisan  masyarakat yang pernah terjadi dimasa lalu berasal dari kelompok ekstrim kiri (komunisme) dan ekstrim kanan (Islamisme). Yudi (2014 : 251) menyebutkan  ancaman disharmoni dan ancaman negara kadang berasal dari globalisasi dan Islamisme, disebut dua fundamentalisme : pasar dan agama[1].Dalam hal  fundamentalisme agama, maka penting menghindari disharmoni perlu ditumbuhkan  cara beragama yang moderat, atau cara ber-Islam yang inklusif atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. hal yang dapat kita tanamakan dalam setiap diri adalah jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang namun jadikanlah sesuatu yang wajib kita syukuri sebagai keindahan yang akan mewujudkan suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Komunitas Taman Seni Suropati Jakarta sebagai salah satu wadah yang dapat mempersatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang menjungjung tinggi moderasi beragama sehingga toleransi di dalamnya tetap terjaga.[1] Faisal Ismail, Islam, Droktin dan Isu-Isu Kontemporer. (Yogyakarta: IRCiSoD, 2016) h.58-59