cover
Contact Name
Hanifah Mardhotillah
Contact Email
hnfhmardhotillah@gmail.com
Phone
+6281231723960
Journal Mail Official
lppmpoltekeskmckuningan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pramuka No 65, Blok Manis RT. 11 RW. 03 Tunas 2 Kel. Purwawinangun, Kec. Kuningan, Kab. Kuningan Jawa Barat
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Of Therapeutic
ISSN : 30646499     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.70476/jmk
The Journal of Therapeutic is one of the journals at Poltekkes KMC Kuningan, focusing on advancing knowledge in the field of therapeutic sciences, including clinical research, therapeutic interventions, and innovative practices in health and wellness. This journal serves as a platform for academics, practitioners, and researchers to share original studies, reviews, case reports, and commentary that contribute to the development and improvement of multidisciplinary therapeutic approaches.
Articles 18 Documents
OPTIMASI FORMULA ABON IKAN CAKALANG KOMPOSIT JANTUNG PISANG MENGGUNAKAN APLIKASI DESIGN EXPERT METODE MIXTURE D OPTIMAL Dzikri, Al Rivan Marsyah; Ekawati, Fitriani; Hidayat, Taufik
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 2 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i205

Abstract

              Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi abon ikan cakalang dengan penambahan jantung pisang menggunakan metode Design Expert Mixture D - Optimal. Metode penelitian dilakukan melalui dua tahap, yaitu pembuatan abon ikan cakalang dan optimasi formulasi dengan variasi komposisi ikan cakalang dan jantung pisang. Hasil penelitian menunjukkan formulasi optimal dengan komposisi 44% ikan cakalang dan 10% jantung pisang memiliki karakteristik kimia dan organoleptik yang optimal, dengan nilai desirability 0,956. Analisis kimia menunjukkan kadar air 7,665%, protein 37,887%, lemak 6,442%, dan karbohidrat 32,334%. Uji organoleptik menghasilkan penilaian positif pada parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam inovasi produk perikanan dan diversifikasi pangan lokal.
PERBANDINGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PRIMAKU DAN TANPA MEDIA BERDASARKAN USIA ANAK Anugerahwati, Dwi Lestari
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 2 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i206

Abstract

Penggunaan smartphone sangat membantu dalam layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan. Media aplikasi pada smartphone dapat digunakan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) meluncurkan aplikasi Prima dengan tujuan untuk membantu memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan anak usia 0-18 tahun demi terwujudnya generasi prima mengingat 37,2% kasus stunting terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak dengan media dan tanpa media. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment pre-test post-test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang pada kelompok Aplikasi dan 40 orang pada kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu sesudah diberikan aplikasi prima dengan rata-rata pengetahuan post-test 88,05 pada kelompok aplikasi dan 57,43 pada kelompok non aplikasi (p= 0,005, α=0,05). Berdasarkan usia anak terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dengan nilai p=0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa Aplikasi prima berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah menyempurnakan aplikasi prima sehingga dapat digunakan sebagai media baru dalam proses penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat agar dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak secara terus menerus.
Fruktosa dan Obesitas : Analisis Literatur Terbaru tentang Mekanisme dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mardhotillah, Hanifah
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.001

Abstract

Latar Belakang : Obesitas menjadi masalah kesehatan global yang terus mengalami peningkatan dan berkaitan erat dengan konsumsi modern termasuk tingginya konsumsi fruktosa yang bersumber dari high fructose corn syrup (HFCS). Fruktosa memiliki jalur metabolik unik yang hampir seluruhnya dimetabolisme dihati tanpa bantuan insulin yang memicu gangguan keseimbangan energi Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur terkini mengenai hubungan antara konsumsi fruktosa dan kejadian obesitas serta mekanisme biologis yang terlibat. Metode : Metode yang digunakan ialah tinjauan literatur sistematis dari berbagai database (PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar) yang mencakup publikasi dalam kurun waktu 2019–2024 dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil : Hasil tinjauan menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa tambahan dalam jumlah tinggi berkontribusi signifikan terhadap obesitas melalui berbagai mekanisme, termasuk metabolisme hati, disregulasi hormon lapar, dan perubahan mikrobiota usus. Sebaliknya, fruktosa dari buah-buahan tidak menunjukkan efek serupa karena disertai serat dan senyawa bioaktif yang bersifat protektif. Simpulan : Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pembatasan konsumsi fruktosa tambahan dalam makanan olahan serta promosi konsumsi fruktosa alami sebagai bagian dari strategi pencegahan obesitas yang berbasis bukti.
Kajian Literature : Peran Ketahanan Pangan Dalam Mencegah Stunting pada Anak di Indonesia Mardhotillah, Hanifah
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.002

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menghadapi tantangan triple burden malnutrition dengan prevalensi stunting 21,6%, wasting 7,7%, dan 23 juta orang tidak mampu memenuhi asupan gizi seimbang. Ketahanan pangan rumah tangga berperan penting dalam menentukan status gizi anak, terutama pada periode emas pertumbuhan usia 6-59 bulan. Tujuan: Mengkaji peran ketahanan pangan dalam mencegah malnutrisi pada anak di Indonesia melalui analisis literatur komprehensif untuk memberikan rekomendasi berbasis bukti dalam perbaikan kebijakan dan program penanggulangan malnutrisi. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelusuran sistematis artikel ilmiah periode 2020-2025 dilakukan melalui database Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect, Scopus, Garuda, Sinta, dan Neliti. Analisis tematik dilakukan mengikuti alur PRISMA untuk mengidentifikasi faktor-faktor ketahanan pangan dan hubungannya dengan status gizi anak. Hasil: Terdapat korelasi kuat antara ketahanan pangan dengan status gizi anak, dimana rumah tangga dengan ketahanan pangan rendah berisiko 2,5 kali lebih tinggi mengalami stunting. Faktor determinan meliputi status sosial ekonomi, pendidikan orang tua, aksesibilitas pangan, geografis, dan budaya. Program intervensi pemerintah seperti BPNT dan Perpres No. 72/2021 menunjukkan keberhasilan dengan penurunan stunting dari 21,5% (2023) menjadi 19,8% (2024). Simpulan: Ketahanan pangan rumah tangga efektif mencegah malnutrisi anak melalui pendekatan multisektoral terintegrasi yang menggabungkan aspek ketahanan pangan dengan program gizi spesifik.
PERAN TIK DALAM TRANFORMASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN Handayani, Putri; Iskandar, Yogi
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.003

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi katalis utama dalamtransformasi sistem pelayanan kesehatan global, termasuk di Indonesia.Di era digital di manakecepatan dan akurasi diperlukan, data adalah fondasi utama untuk keputusan klinis dan konduktivitasyang efektif. Artikel ini membahas secara komprehensif bagaimana pemanfaatan TIK, terutamamelalui sistem digital seperti Rekam Medis Elektronik (RME), Sistem Informasi Manajemen RumahSakit (SIMRS), dan Clinical Decision Support System (CDSS), berkontribusi terhadap peningkatankualitas data dan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.TIK memungkinkan pencatatan data pasien yang lebih akurat, real-time, dan terstandar, sehinggamengurangi kesalahan akibat pencatatan manual serta meningkatkan kontinuitas informasi antarfasilitas kesehatan. Selain itu, integrasi data dari berbagai sumber memungkinkan pendekatanpelayanan yang lebih holistik, prediktif, dan preventif. Misalnya, dengan memanfaatkan analitik bigdata, institusi kesehatan dapat mengidentifikasi tren penyakit, mengantisipasi wabah, danmerumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran. Telemedicine pun menjadi solusi inovatif dalammenjangkau layanan kesehatan ke wilayah terpencil dan memperluas akses masyarakat terhadappelayanan medis tanpa batas geografis.Namun, artikel ini juga menggaris bawahi sejumlah tantangan dalam implementasi TIK di sektorkesehatan, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan digital antar wilayah, serta rendahnyaliterasi digital di kalangan tenaga medis. Di samping itu, isu privasi dan keamanan data pasienmenjadi sorotan penting, mengingat data kesehatan bersifat sangat sensitif. Risiko kebocoran akibatserangan siber atau pengelolaan data yang kurang tepat dapat berdampak pada etika, hukum, dankepercayaan publik terhadap sistem kesehatan digital.Ketergantungan berlebih pada teknologi juga dikhawatirkan dapat mengurangi peran analisis klinismanusia, serta menimbulkan tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi dan empatidalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi sistem TIK dirancang sebagai alat bantukeputusan, bukan sebagai pengganti fungsi kritis tenaga kesehatan.Artikel ini juga mengeksplorasi strategi implementasi yang diperlukan untuk memastikan integrasiTIK yang optimal dan berkelanjutan dalam sistem kesehatan. Strategi tersebut mencakup penguatankapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan peningkatan literasi digital, pengembanganregulasi yang mendukung keamanan data, serta pembangunan infrastruktur yang merata, khususnya didaerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Keterlibatan aktif lintas sektor, termasuk pemerintah,akademisi, dan masyarakat, menjadi prasyarat penting dalam membangun ekosistem kesehatan digitalyang inklusif dan adil.Pemanfaatan TIK juga berperan dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan.Dashboard kinerja berbasis data, sistem pelaporan online, dan pelibatan pasien melalui aplikasikesehatan digital menjadi bagian dari transformasi tata kelola kesehatan yang lebih modern. Konseppatient-centered care pun semakin terealisasi melalui layanan digital yang dipersonalisasi, yang memfasilitasi keterlibatan aktif pasien dalam proses perawatan mereka sendiri.Sebagai kesimpulan, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) bukan lagi sekadar pilihan, melainkankebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan kompleks di bidang kesehatan, baik dalam kontekspenyakit menular, penyakit tidak menular, hingga krisis sistemik seperti pandemi. Dengan dukungankebijakan yang kuat, kapasitas SDM yang memadai, dan kolaborasi lintas sektor yang sinergis,pemanfaatan TIK memiliki potensi besar dalam membentuk sistem kesehatan yang cerdas, tangguh,dan berorientasi pada pasien. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik danpraktis dalam mendorong pemahaman serta penerapan TIK secara menyeluruh di sektor kesehatan,khususnya bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan di bidang teknologi informasi kesehatan.
Tinjauan Literatur : Potensi Kacang Kedelai Sebagai Intervensi Gizi Dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular Dzikri, Al Rivan Marsyah; Mardhotillah, Hanifah
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.004

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) menyumbang 71% kematian global dan prevalensinya meningkat di Indonesia, sehingga memerlukan strategi intervensi gizi yang efektif dan berkelanjutan. Kedelai (Glycine max) mengandung protein berkualitas tinggi, isoflavon, serat, dan mikronutrien, yang berpotensi sebagai intervensi gizi dalam pencegahan dan penanganan PTM. Tujuan: Mengidentifikasi kandungan gizi dan senyawa bioaktif kedelai, menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari efek perlindungannya, mengevaluasi bukti ilmiah efektivitas konsumsi kedelai terhadap PTM, dan menjelaskan potensi penerapannya sebagai strategi intervensi gizi praktis. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka menggunakan basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Scopus, dengan menggunakan kata kunci seperti kedelai, isoflavon kedelai, protein kedelai, dan penyakit tidak menular. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi, termasuk penelitian yang diterbitkan dalam bahasa Inggris atau Indonesia antara tahun 2015 dan 2025, dianalisis menggunakan kerangka kerja PRISMA. Hasil: Kedelai mengandung 35-40% protein, 1-4 mg isoflavon, dan serat serta mikronutrien penting lainnya. Mekanisme biologisnya meliputi modulasi metabolisme glukosa dan lipid melalui aktivitas SERM isoflavon, efek hipokolesterolemik protein kedelai, dan aktivitas penghambat ACE. Bukti klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi 25-30 g kedelai per hari dapat menurunkan HbA1c sebesar 0,25%, kolesterol total sebesar 0,33 mmol/L, tekanan darah sistolik sebesar 3,2 mmHg, dan risiko kanker payudara hingga 29% pada populasi Asia. Kesimpulan: Kedelai menunjukkan potensi besar sebagai intervensi gizi yang praktis, ekonomis, dan berkelanjutan dalam pencegahan dan pengelolaan PTM, dengan dosis efektif 25-30 g protein kedelai per hari melalui konsumsi produk kedelai tradisional.
Ketidakseimbangan Mikrobiota Usus (Dysbiosis) dan Dampaknya Terhadap Metabolik pada Individu Obesitas : Tinjauan Literatur Dzikri, Al Rivan Marsyah; Mardhotillah, Hanifah
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.005

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang mendesak dengan prevalensi yang terus meningkat. Mikrobiota gastrointestinal berperan penting dalam perkembangan obesitas dan gangguan metabolik. Disbiosis, atau ketidakseimbangan mikrobiota gastrointestinal, berkaitan dengan peningkatan gangguan metabolik dan sistem imun melalui interaksi molekuler yang menghubungkan mikrobiota dengan metabolisme energi, akumulasi lipid, dan respons inflamasi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara disbiosis mikrobiota gastrointestinal dan mekanisme regulasi metabolik pada individu obesitas, mengidentifikasi peran spesies mikrobiota spesifik, dan mengkaji potensi pendekatan intervensi berbasis mikrobiota. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka dengan pencarian sistematis melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Scopus. Kata kunci yang digunakan meliputi mikrobiota usus, disbiosis, obesitas, regulasi metabolik, dan inflamasi. Literatur dibatasi pada tahun publikasi 2015-2024, dengan kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang membahas disbiosis dan regulasi metabolik pada obesitas. Hasil: Disbiosis memicu perubahan kompleks termasuk peningkatan ekstraksi energi, aktivasi jalur inflamasi kronis, dan gangguan regulasi metabolisme glukosa-lipid, yang ditandai dengan peningkatan rasio Firmicutes/Bacteroidetes pada individu obesitas dengan spesies pro-obesogenik seperti Clostridium XIVb dan Enterobacter cloacae. Intervensi berbasis mikrobiota, termasuk probiotik, prebiotik, dan transplantasi mikrobiota feses, menunjukkan potensi terapeutik. Kesimpulan: Disbiosis memainkan peran kunci dalam patogenesis obesitas melalui mekanisme metabolik yang kompleks, dengan pendekatan intervensi mikrobiota yang menunjukkan potensi sebagai strategi terapi yang inovatif.
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri di Kecamatan Kuningan Dzikri, Al Rivan Marsyah; Mardhotillah, Hanifah
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 3 (2025): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i3.006

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan faktor krusial dalam perkembangan reproduksi remaja putri, dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama status gizi. Status gizi memengaruhi waktu menarche melalui mekanisme hormonal yang kompleks. Tujuan: Menganalisis hubungan antara status gizi dan usia menarche pada remaja putri di Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 180 remaja putri berusia 10-15 tahun yang telah mengalami menarche di Kabupaten Kuningan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan dianalisis menggunakan analisis chi-square. Hasil: Status gizi normal berkorelasi dengan menarche (68,3%), dengan risiko 3,2 kali lipat lebih tinggi. Gizi kurang meningkatkan risiko menarche terlambat sebesar 4,8 kali lipat (31,1%), sementara gizi lebih/obesitas meningkatkan risiko menarche dini sebesar 5,6 kali lipat (26,1%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan usia menarche pada remaja putri, yang menekankan pentingnya keseimbangan gizi yang optimal bagi perkembangan reproduksi yang sehat.

Page 2 of 2 | Total Record : 18