WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Articles
294 Documents
PENERAPAN INOVASI DESAIN STICKER DAN BANNER SEBAGAI BRANDING UMKM DI DESA LUMBU
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.208
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian nasional dan juga penyerapan tenaga kerja, oleh karena itu gebrakan inovasi harus dilakukan agar UMKM mampu bersaing. Inovasi dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi, riset dan menggali ide kreatif. Tim pengabdian masyarakat bersinergi dengan pelaku UMKM berinovasi dalam pembuatan desain kreatif seperti desain sticker dan desain banner sebagai upaya pengenalan produk ke jangkauan yang lebih luas agar mampu bersaing. Dalam pelaksanaanya terdapat metode yang digunakan diantaranya adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan instruksional dialog. Dari hasil pengabdian masyarakat ini terciptalah desain sticker beserta banner yang diterima dengan baik oleh pelaku UMKM di Desa Lumbu. Inovasi yang diberikan harapannya mampu membantu UMKM di Desa Lumbu dalam meningkatkan pendapatan dan produk UMKM di Desa Lumbu dapat dikenal masyarakat luas.
SOSIALISASI MARKETPLACE DALAM MENGEMBANGKAN MINAT WIRAUSAHA IBU RUMAH TANGGA DI DESA LUMBU
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.209
Peran ibu rumah tangga dalam penguatan ekonomi salah satunya adalah dengan membuka usaha agar tercukupinya kebutuhan rumah tangganya. Akan tetapi, pengelolaan usaha yang selama ini dilakukan masih dengan cara yang sederhana, sehingga diperlukan upaya bagaimana cara memasarkan produknya sehingga dapat bertahan dalam persaingan dagang. Hasil kegiatan menunjukan antusiasme peserta sosialisasi, tim sosialisasi juga memberikan beberapa pertanyaan diskusi dengan tujuan untuk memastikan bahwa peserta memahami apa yang telah disampaikan. Kemudian kesimpulan yang dapat diambil menunjukan bahwa potensi ibu rumah tangga di Desa Lumbu, Kecamatan Kutowinangun sebenarnya mempunyai pengaruh terhadap perekonomian rumah tangga agar tetap terjaga. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu ibu rumah tangga yang mempunyai usaha dalam mengoptimalkan teknologi serta media sosial untuk memperlancar usaha dalam membantu perekonomian rumah tangga.
KEKERASAN SEKSUAL DALAM BERPACARAN DI ERA GENERASI Z
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.214
Artikel ini berfokus mengenai kekerasan dalam pacaran dikalangan generasi Z. Kekerasan seksual dalam hubungan berpacaran merupakan fenomena serius yang dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan psikologis dan fisik korban. Faktor-faktor seperti ketidaksetaraan gender, kurangnya pendidikan seksual, dan norma budaya dapat memperkuat perilaku tersebut. Korban kekerasan dalam berpacaran cenderung Perempuan. Temuan kualitatif menunjukkan alasan Perempuan menjadi korban kekerasan dalam berpacaran mempertahankan hubungannya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis, tetapi juga non psikologis, termasuk faktor sosiologis, khususnya terkait cost dan benefit dalam relasi pacaran. Dalam Catatan Tahunan Komisi Nasional Perempuan 2017, disebutkan bahwa 19% kekerasan di ranah rumah tangga/relasi personal adalah kekerasan dalam pacaran, menempati peringkat ketiga dengan jumlah 1.873 kasus. Angka tertinggi kategori pelaku kekerasan seksual dalam ranah relasi personal merupakan pacar dengan pelaporan sebesar 1.528 kasus. Besar jumlah angka tercermin dalam kasus yang nyata terjadi di lingkup masyarakat. Kasus dan data yang ada membuktikan bahwa kekerasan dalam pacaran adalah permasalahan serius yang harus segera ditangani. Perempuan korban KDP cenderung menjadi makhluk irasional dengan mempertahankan relasi pacarannya dengan pertimbangan berupa terhindar dari sosial bullying melalui prestige dari status pacaran, dan terpenuhinya kebutuhan afeksi meskipun harus mengorbankan waktu dan terjebak dalam hubungan kekerasan. Pertanyaan utama artikel ini adalah bagaimana jenis-jenis yang bisa dikatakan sebagai kekerasan seksual dalam berpacaran? Bagaimana perlindungan menurut hukum yang berlaku di Indonesia terhadap korban kekerasan seksual? Serta bagaimana menghindari terjadinya kekerasan seksual dalam generasi?. Pentingnya pendidikan dan kesadaran untuk mencegah kekerasan seksual dalam konteks pacaran perlu ditekankan guna menciptakan hubungan yang sehat dan aman.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MELALUI ECOBRICK
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.219
Sampah merupakan penyebab terjadinya pencemaran lingkungan seperti pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. Salah satu permasalahan lingkungan yang utama adalah adanya sampah yang tidak dikelola, tergantung dari sifat sampahnya,sampah dibedakan menjadi dua antara lain sampah yang gampang terurai seperti sisa makanan dan sampah yang tidak dapat terurai seperti plastik. Sampah plastik dapat terurai dalam beberapa dekade. Hal ini menyebabkan timbulnya limbah yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut dan sebanyak 85 ribu ton diantaranya dibuang ke lingkungan yang menyebabkan Indonesia menjadi penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Sampah plastik mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencegahnya. Strategi yang tepat yaitu kita harus menggunakan 3R Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang) dalam mengelola sampah plastik. Namun, tidak semua lokasi memiliki tempat pengelolaan sampah yang baik. Salah satunya di Desa Mekarsari yang fasilitas pembuangan sampahnya sangat buruk, sehingga masyarakat Desa Mekarsari terus menerus membuang sampah di kebun dan membakarnya sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto memaparkan ide solusi pengelolaan sampah plastik melalui Ecobrick kepada masyarakat desa Mekarsari melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah plastik., dengan harapan masyarakat Desa Mekarsari menyadari bahwa hal tersebut dapat memberikan dampak positif dalam membersihkan lingkungan dan mengembangkan ekonomi kreatif melalui peluang penerapan dalam kehidupan bermasyarakat.
PERAN DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM KERIPIK JAMUR DESA BABADSARI KOTA KEBUMEN
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.222
Tujuan dari program pengabdian dan masyarakat ini ialah untuk membantu mitra UMKM dalam mengatasi permasalahan mitra untuk meningkatkan penjualan dengan menggunakan strategi pemasaran. Keterbatasan mitra dalam menggunakan social media dalam memasarkan produk, menjadi salah satu penghambat dan menurunnya penjualan produk Kripik Jamur Pangestu. Dengan adanya solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian masyarakat, harpaannya nanti dapat meningkatkan penjualan dan memperluas pemasaran produk tersebut. Mitra Digital marketing adalah jenis pemasaran yang dicari oleh para pelaku usaha saat ini. Pemasaran digital memungkinkan pelaku usaha untuk menjual produknya ke luar kota, negara bagian, bahkan negara. Jamur crispy masih dijual dengan konvensional, door to door. Misalnya, simpan di Warung terdekat. Karena itu KKN Kelompok 8 Universitas Wijayakusuma Purwokerto mendukung praktik pemasaran UKM. Teknik pemasaran digital marketing merupakan upaya untuk meningkatkan produksi, terutama dalam hal produk berkualitas tinggi, karena masyarakat umum lebih mengetahui produk yang dijual melalui pemasaran digital. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 35 hari, adapun program yang dilaksanakan adalah pemasangan banner pada workshop Pangestu Snack, pembuatan brosur produk, kartu nama produk, barcode produk, desain packaging produk, dan memanfaatkan media social dalam proses promosi produk serta pendampingan dalam pembuatan desain produk terbaru kepada mitra.
PENGEMBANGAN PROSES PENGEMASAN KRIPIK PISANG MAMAKE DALAM MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.224
Artikel ini berkaitan dengan salah satu program kerja unggulan Tim KKN kelompok 11 Universitas Wijayakusuma Purwokerto, yang berkaitan dengan pengembangan UMKM di Desa Klapasawit. Tim KKN kelompok 11 mengambil beberapa UMKM dalam program kerja, salah satunya yaitu UMKM Keripik Pisang “Mamak”. Keripik pisang menjadi kegemaran sebagian besar masyarakat Indonesia karena rasanya yang gurih dan enak. Di Desa Klapasawit sendiri terdapat rumah produksi keripik pisang yang diberi nama Keripik Pisang “Mamak”, dengan potensi yang dimiliki oleh rumah produksi tersebut dalam cita rasa keripik pisang yang lebih gurih dibandingkan dengan kebanyakan keripik pisang yang beredar dipasaran, menjadikan Tim KKN kelompok 11 melakukan usaha pengembangan pada UMKM ini, agar dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas dan dikenal oleh banyak orang. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa studi Pustaka dan wawancara secara lisan. Hasil dari pengembangan UMKM ini diharapkan rumah produksi keripik pisang “Mamak” dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KULINER UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA DI DESA AMPIH KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.226
Desa Ampih memiliki banyak potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bersumber dari bidang kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan menyusun strategi dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Ampih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen, sebagai salah satu sektor unggulan dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat Desa Ampih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan disajikan dalam bentuk data, kemudian analisa menggunakan analisis matrik SWOT untuk mengetahu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat permasalahan pada setiap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Ampih yaitu belum mempunyai legalitas produk sehingga pengembangan UMKM di Desa Ampih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen belum bisa terlaksana dengan baik. Sedangkan strategi yang tepat dilakukan dalam pengembangan UMKM yang ada di Desa Ampih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen adalah Strategi SO (Growth). Strategi SO (Growth) merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan yang ada untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya.
PEMBUATAN DAN PENGOLAHAN ALOEVERA (LIDAH BUAYA) SEBAGAI MINUMAN SEHAT
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.227
Dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga, meningkatkan keberagaman pangan untuk kesehatan keluarga, dan meningkatkan kemandirian perempuan, ditawarkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mengajarkan cara mengolah tanaman lidah buaya menjadi nata de aloe vera. Karena sebagian besar ibu rumah tangga bisa menyulap tanaman di pekarangan rumahnya menjadi tanaman yang bernilai ekonomis, instruksi ini sangat menjanjikan. Aloe vera merupakan tanaman dengan banyak manfaat kesehatan dan estetika. Meski demikian, tanaman lidah buaya belum diolah secara maksimal. Selain itu, pada saat instalasi juga dilakukan demonstrasi cara mengolah daun salam menjadi nata de aloe vera yang menunjukkan bagaimana daun salam dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk menghasilkan uang tambahan bagi keluarga. Setelah menyelesaikan program ini, peserta akan mampu membuat nata de aloe vera dan pilih bahan organik untuk pengawetannya. Pengamatan menunjukkan bahwa masyarakat umum hanya mengetahui manfaat lidah buaya sebagai tanaman penyubur rambut. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat akan memiliki lebih banyak pengetahuan dan keahlian, khususnya dalam pemanfaatan tanaman lidah buaya untuk pembuatan nata de aloe, yang merupakan produk pangan berserat tinggi. Selain itu, individu akan dapat mengenali dan memahami manfaat tanaman lidah buaya bagi kesehatan. Mereka juga bisa membuat nata de aloe untuk menambah pendapatan rumah tangga. Upaya ini telah menghasilkan peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat mengenai tata cara pembuatan nata de aloe yang dapat menghasilkan produksi barang dan keuntungan yang lebih banyak.
INOVASI PENGEMBANGAN SABUT KELAPA DALAM UPAYA MENCIPTAKAN DAYA JUAL PRODUK
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.228
Artikel ini berkaitan dengan salah satu program kerja unggulan Tim KKN Universitas Wijayakusuma Kelompok 11 yang berkaitan dengan pengembangan UMKM. Dengan banyaknya limbah sabut kelapa yang berada di Desa Klapasawit Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen dan tidak dikelola dengan baik, maka kelompok 11 melakukan inovasi pengembangan sabut kelapa menjadi sebuah kerajinan tangan yang berbentuk tatakan. Sabut kelapa merupakan salah satu komponen buah kelapa yang bila diolah dan diurai dapat menjadi produk yang dibutuhkan bagi pasar domestik dan bahkan menjadi produk bernilai ekspor tinggi, sabut kelapa dapat diolah manjadi berbagai macam kerajinan, salah satunya adalah tatakan. Tatakan dari sabut kelapa menghadirkan daya tarik tersendiri terhadap konsumen karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kain perca sebagai tatakan serta berdampak lebih positif terhadap pemanfaatan limbah sabut kelapa. Artikel ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa studi pustaka dan wawancara secara lisan. Hasil dari inovasi pengembangan ini adalah masyarakat Desa Klapasawit mampu melakukan inovasi baru dari sabut kelapa sehingga dapat menumbuhkan kreativitas dan menambah nilai jual produk.
STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN GIZI MELALUI “ISI PIRINGKU” PADA SISWA-SISWI SDN AYAMPUTIH
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i2.229
Masalah gizi buruk merupakan suatu hambatan bagi perbaikan kesehatan di berbagai negara. Penanggulangan masalah kesehatan mengenai gizi buruk sekaligus pencegahan stunting pada anak dapat bisa dimulai dari tingkat paling bawah seperti memberikan pemahaman tentang Pedoman Gizi Seimbang (PGS) pada anak Sekolah Dasar (SD). Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi sosialisasi pedoman gizi seimbang melalui program "Isi Piringku" pada siswa dan siswi SDN AyamPutih, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Banyumas Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai keadaan atau dimaksudkan untuk klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan yang ada. Implementasi metode penelitian ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN berupa edukasi mengenai Pedoman Gizi Seimbang dengan mengangkat tema “Isi Piringku” kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) AyamPutih, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen. Bentuk pengedukasian yang dilakukan yaitu melalui media pembelajaran video animasi kartun yang bersumber dari salah satu channel youtube kejarcita.id kepada siswa-siswi mengenai pengenalan gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KKN dalam memberikan materi mendapat respon dan antusias yang besar dari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswi membutuhkan dan tertarik dengan edukasi mengenai gizi seimbang. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program sosialisasi pedoman gizi seimbang melalui "Isi Piringku" merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi pada siswa-siswi SDN Ayamputih, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, dengan potensi untuk berdampak positif lebih luas pada kesehatan masyarakat setempat