CYBER-Techn(Jurnal Informatika dan Industri)
CYBER-TECHN merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan olehSekolah Tinggi Tekologi Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa Nganjuk yang terbit dua kali dalam satu tahun yakni April dan Nopember dengan P-ISSN: 1907-9044 E-ISSN: 2614-882X, yang menyajikan sejumlah tulisan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan penerapan aplikasi sistem dan teknik informatika, ilmu teknik dan manajemen industri, berdasarkan hasil penelitian dengan didukung data yang besifat kuantitatif dan kualitatif, yang dapat memberikan solusi, mempermudah, membantu dan menjadi katalisator dalam meningkatkan analisa, pemikiran umat manusia khsusnya lingkungan akademisi
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn"
:
12 Documents
clear
PENYUSUNAN HIRARKI UNTUK MENENTUKAN ASPEK PRODUKTIVITAS KERJA PADA KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH
M. Imron Mas’ud;
Ayik Pusakaningwati
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prinsip dasar dalam Analytical Hierarchy Process (AHP) salah satunya yaitu penyusunan hirarki. Pada dasarnya, penyusunan hirarki mencerminkan kecenderungan alami suatu pikiran untuk menyeleksi setiap elemen sistem pada setiap tingkat. Penelitian ini bertujuan menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja pada koperasi peternakan sapi perah yang merupakan langkah awal dalam metodologi AHP. Hasil penelitan didapat bahwa menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja tersusun atas tiga level hirarki yaitu level pertama hirarki berupa tujuan (goal) aspek produktivitas kerja, dan level kedua hirarki berupa objek kriteria terdiri dari karyawan tetap dan karyawan tidak tetap, serta level ketiga hirarki berupa Keterampilan, disiplin kerja, gaji, kinerja, fasilitas pendukung, pengalaman kerja, prestasi kerja, dan pelatihan.
SEGMENTASI CITRA WAYANG DENGAN METODE OTSU
Misbach Munir;
M. Ikmal Farih;
Lukman Hakim
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wayang merupakan warisan budaya nusantara sekaligus warisan budaya dunia. UNESCO yang menetapkan wayang sebagai world herritage pada 7 Nopember 2003. Namun, pengakuan tersebut belum direspon oleh negara dalam mengembangkan dan melestarikan wayang sebagai budaya tradisi. Alhasil, wayang semakin ditinggalkan generasi muda yang lebih gandrung dengan budaya massa. Dibutuhkan pelestarian Wayang Kulit dengan mengembangkan media yang menarik dan mendidik, salah satu proses penting dalam mengembangkan media adalah segmentasi. Segmentasi adalah adalah salah satu teknik pengolahan citra digital yang mendasari berbagai aplikasi nyata, seperti pengenalan pola, penginderaan jarak-jauh melalui satelit atau pesawat udara, dan machine vision. Segmentasi memiliki beberapa metode salah satunya metode otsu. Metode Otsu merupakan salah satu metode segmentasi dengan menggunakan nilai ambang secara otomatis, yakni mengubah citra digital warna abu-abu menjadi hitam putih berdasarkan perbandingan nilai ambang dengan nilai warna piksel citra digital. Penelitian ini segmentasi dengan metode otsu pada 10 citra wayang kulit dengan ISO berbeda, mampu melakukan segmentasi citra wayang kulit dengan baik, yaitu dengan akurasi rata-rata 94,43%.
PENGARUH PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN MIKRO STRUKTUR PADA PIPA HEAT EXCHANGER
Wisma Soedarmadji;
Febi Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengelasan Tungsten Innert Gas adalah proses pengelasan busur listrik antara elektrode tungsten yang tak terumpan pada bahan material. Parameter sambungan las selalu berhubungan dengan kekuatan, ketangguhan dari material itu sendiri. Jenis las ini dapat digunakan dengan atau tampa bahan penambah. Hasil pengelasan dapat menyebabkan hasil atau kualitas dari pengelasan buruk seperti sambungan yang kurang menyatu sehingga mengakibatkan sambungan gampang lepas juga dapat terjadi keretakan. Keretakan merupakan cacat las, namun keretakan halus disebut juga keretakan mikro yang tidak mempunyai pengaruh yang sangat berbahaya. Proses pengelasan dengan kuat arus 110 Ampere pada material Stainless Steel SA 240 memiliki kekuatan tarik 38,50 Kg/mm2. Hal ini disebabkan bahwa pada kuat arus 110 Ampere tidak mengalami perubahan signifikan pada nilai regangan, nilai regangan yang terjadi cenderung mengalami kenaikkan stabil. pengujian kekerasan untuk material Stainless Steel SA 240 terlihat bervariasi bahwa semakin tinggi kuat arus yang dipakai pengelasan maka kekuatan tarikya semakin berkurang. Pada proses pengelasan untuk material Stainless Steel SA 240 bahwa pengelasan didaerah HAZ memberikan pengaruh struktur mikro yang terjadi dengan pembesaran 500x hal ini terlihat bahwa telah terjadi pemuaian pada butir base metal sehingga mempengaruhi struktur base metal yang mencapai temperatur pada daerah austenit, sehingga stuktur ferit berubah menjadi besar.
ANALISIS KEMAMPUAN KARYAWAN MAKARTI POMOSDA MENGGUNAKAN METODE WAI (WORK ABILITY INDEX)
Widhy Wahyani;
Fatimatuz Zulfa
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Profesionalisme tenaga kerja serta kemampuan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas dapat memberikan kontribusi pada suksesnya sebuah perusahaan dan organisasi. Work Ability Index yaitu bagaimana para pekerja dapat bekerja dengan baik pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang, dan bagaimana para pekerja mampu menghormati pekerjaannya sesuai dengan tuntutan pekerjaan, kesehatan, dan sumber daya fisik & mentalnya. Work Ability Index (WAI) dapat digunakan sebagai salah satu dari beberapa metode yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan kerja karyawan dan juga dapat digunakan untuk mengkaji dan menganalisa tingkat kesehatan pekerja. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan didapatkan besarnya poin rata-rata untuk tiap divisi karyawan UPT Makarti Pomosda adalah 38 poin yang berarti bahwa kemampuan rata-rata karyawan UPT Makarti Pomosda berada pada level good (baik), dengan batas usia 18–51 tahun. Kemudian tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling tinggi yaitu sebanyak 1 orang yaitu usia karyawan 29 tahun dengan poin WAI sebesar 47, sedangkan tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling rendah atau untuk kategori poor sebanyak 1 orang yaitu pada usia 19 tahun dengan poin WAI sebesar 21. Dari penelitian ini didapat kesimpulan untuk jumlah karyawan tiap kategori dalam work ability index yaitu 9.8% (5 orang) untuk kategori excellent, 39.2% (20 orang) untuk kategori good, 49% (25 orang) untuk kategori moderate,dan untuk kategori poor sebanyak 2% (1 orang).
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE GENERASI 3.0 MELALUI APLIKASI INSTAGRAM
Jarwo
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Strategi komunikasi pemasaran online merupakan aktivitas pemasaran dengan menggunakan semua fasilitas yang disediakan oleh internet dengan tujuan meningkatkan hasil penjualan dan menjalin komunikasi yang lebih baik kepada pelanggan. Di dunia pemasaran online generasi 3.0, konsumen menjadi semakin kritis dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mereka terima melalui berbagai bentuk komunikasi. Komunikasi pemasaran generasi 3.0 telah menggunakan media sosial sebagai media yang efektif untuk memasarkan produk, salah satu diantaranya menggunkan aplikasi Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran online yang menggunakan aplikasi Instagram sebagai salah satu trend media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Instagram yang berbasis foto dan video, penggunanya banyak dari kalangan anak muda, yang didominasi oleh perempuan yang aktif berkomentar dan berbagi yang mempunyai ketertarikan tinggi dengan kecenderungan follow dan membeli. Dengan trend fashion dan teknologi yang banyak dicari dalam melakukan filter dan serach menjadikan Instagram menjadi media komunikasi pemasaran online yang menjanjikan bagi pebisnis untuk mempromosikan produknya. Jika peluang ini ditangkap oleh pebisnis, maka tidak mustahil Instagram menjadi media mode trend dalam pemasaran online generasi 3.0
MEMBANGUN KONEKSI INTERNET DI PESANTREN TERPADU DARU ULIL ALBAB MENGGUNAKAN ANTENA SEKTORAL PANEL DENGAN METODE POINT TO POINT
Anang Efendi;
Nur Fuad
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan akan internet di Indonesia semakin lama semakin berkembang. Bukan daerah perkotaan saja yang membutuhkan internet akan tetapi daerah pedesaan yang belum dijangkau provider juga membutuhkan fasilitas internet seperti di pesantren terpadu daru ulil albab. Daerah pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi saat ini sangat membutuhkan fasilitas internet. Jumlah penduduk Indonesia yang padat di berbagai daerah yang berbeda, membuat pembangunan jaringan internet semakin sulit khususnya di daerah pedesaan yang tertinggal. Hal ini mengakibatkan jaringan internet yang ada, belum bisa memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia akan fasilitas internet. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah teknologi jaringan data tanpa kabel ( wireless). Dalam Penelitian ini akan dilakukan studi pembangunan koneksi internet di pesantren terpadu daru ulil albab menggunakan antena sektoral panel dengan metode point to point untuk daerah yang belum dijangkau provider. Membangun jaringan wireless ini disesuaikan dengan studi kasus di Pondok Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab yang lokasinya berada di pelosok kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan kabupaten Kediri. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan panduan dalam membangun jaringan wireless di daerah-daerah yang belum dijangkau provider lainnya.
PENYUSUNAN HIRARKI UNTUK MENENTUKAN ASPEK PRODUKTIVITAS KERJA PADA KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH
M. Imron Mas’ud;
Ayik Pusakaningwati
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prinsip dasar dalam Analytical Hierarchy Process (AHP) salah satunya yaitu penyusunan hirarki. Pada dasarnya, penyusunan hirarki mencerminkan kecenderungan alami suatu pikiran untuk menyeleksi setiap elemen sistem pada setiap tingkat. Penelitian ini bertujuan menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja pada koperasi peternakan sapi perah yang merupakan langkah awal dalam metodologi AHP. Hasil penelitan didapat bahwa menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja tersusun atas tiga level hirarki yaitu level pertama hirarki berupa tujuan (goal) aspek produktivitas kerja, dan level kedua hirarki berupa objek kriteria terdiri dari karyawan tetap dan karyawan tidak tetap, serta level ketiga hirarki berupa Keterampilan, disiplin kerja, gaji, kinerja, fasilitas pendukung, pengalaman kerja, prestasi kerja, dan pelatihan.
SEGMENTASI CITRA WAYANG DENGAN METODE OTSU
Misbach Munir;
M. Ikmal Farih;
Lukman Hakim
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wayang merupakan warisan budaya nusantara sekaligus warisan budaya dunia. UNESCO yang menetapkan wayang sebagai world herritage pada 7 Nopember 2003. Namun, pengakuan tersebut belum direspon oleh negara dalam mengembangkan dan melestarikan wayang sebagai budaya tradisi. Alhasil, wayang semakin ditinggalkan generasi muda yang lebih gandrung dengan budaya massa. Dibutuhkan pelestarian Wayang Kulit dengan mengembangkan media yang menarik dan mendidik, salah satu proses penting dalam mengembangkan media adalah segmentasi. Segmentasi adalah adalah salah satu teknik pengolahan citra digital yang mendasari berbagai aplikasi nyata, seperti pengenalan pola, penginderaan jarak-jauh melalui satelit atau pesawat udara, dan machine vision. Segmentasi memiliki beberapa metode salah satunya metode otsu. Metode Otsu merupakan salah satu metode segmentasi dengan menggunakan nilai ambang secara otomatis, yakni mengubah citra digital warna abu-abu menjadi hitam putih berdasarkan perbandingan nilai ambang dengan nilai warna piksel citra digital. Penelitian ini segmentasi dengan metode otsu pada 10 citra wayang kulit dengan ISO berbeda, mampu melakukan segmentasi citra wayang kulit dengan baik, yaitu dengan akurasi rata-rata 94,43%.
PENGARUH PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN MIKRO STRUKTUR PADA PIPA HEAT EXCHANGER
Wisma Soedarmadji;
Febi Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengelasan Tungsten Innert Gas adalah proses pengelasan busur listrik antara elektrode tungsten yang tak terumpan pada bahan material. Parameter sambungan las selalu berhubungan dengan kekuatan, ketangguhan dari material itu sendiri. Jenis las ini dapat digunakan dengan atau tampa bahan penambah. Hasil pengelasan dapat menyebabkan hasil atau kualitas dari pengelasan buruk seperti sambungan yang kurang menyatu sehingga mengakibatkan sambungan gampang lepas juga dapat terjadi keretakan. Keretakan merupakan cacat las, namun keretakan halus disebut juga keretakan mikro yang tidak mempunyai pengaruh yang sangat berbahaya. Proses pengelasan dengan kuat arus 110 Ampere pada material Stainless Steel SA 240 memiliki kekuatan tarik 38,50 Kg/mm2. Hal ini disebabkan bahwa pada kuat arus 110 Ampere tidak mengalami perubahan signifikan pada nilai regangan, nilai regangan yang terjadi cenderung mengalami kenaikkan stabil. pengujian kekerasan untuk material Stainless Steel SA 240 terlihat bervariasi bahwa semakin tinggi kuat arus yang dipakai pengelasan maka kekuatan tarikya semakin berkurang. Pada proses pengelasan untuk material Stainless Steel SA 240 bahwa pengelasan didaerah HAZ memberikan pengaruh struktur mikro yang terjadi dengan pembesaran 500x hal ini terlihat bahwa telah terjadi pemuaian pada butir base metal sehingga mempengaruhi struktur base metal yang mencapai temperatur pada daerah austenit, sehingga stuktur ferit berubah menjadi besar.
ANALISIS KEMAMPUAN KARYAWAN MAKARTI POMOSDA MENGGUNAKAN METODE WAI (WORK ABILITY INDEX)
Widhy Wahyani;
Fatimatuz Zulfa
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Profesionalisme tenaga kerja serta kemampuan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas dapat memberikan kontribusi pada suksesnya sebuah perusahaan dan organisasi. Work Ability Index yaitu bagaimana para pekerja dapat bekerja dengan baik pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang, dan bagaimana para pekerja mampu menghormati pekerjaannya sesuai dengan tuntutan pekerjaan, kesehatan, dan sumber daya fisik & mentalnya. Work Ability Index (WAI) dapat digunakan sebagai salah satu dari beberapa metode yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan kerja karyawan dan juga dapat digunakan untuk mengkaji dan menganalisa tingkat kesehatan pekerja. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan didapatkan besarnya poin rata-rata untuk tiap divisi karyawan UPT Makarti Pomosda adalah 38 poin yang berarti bahwa kemampuan rata-rata karyawan UPT Makarti Pomosda berada pada level good (baik), dengan batas usia 18–51 tahun. Kemudian tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling tinggi yaitu sebanyak 1 orang yaitu usia karyawan 29 tahun dengan poin WAI sebesar 47, sedangkan tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling rendah atau untuk kategori poor sebanyak 1 orang yaitu pada usia 19 tahun dengan poin WAI sebesar 21. Dari penelitian ini didapat kesimpulan untuk jumlah karyawan tiap kategori dalam work ability index yaitu 9.8% (5 orang) untuk kategori excellent, 39.2% (20 orang) untuk kategori good, 49% (25 orang) untuk kategori moderate,dan untuk kategori poor sebanyak 2% (1 orang).