cover
Contact Name
Achmad Syaichu
Contact Email
syaichu07@stt-pomosda.ac.id
Phone
+6282143738676
Journal Mail Official
cyber-techn@jurnal.stt-pomosda.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.stt-pomosda.ac.id/index.php/cybertechn/about/editorialTeam
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
CYBER-Techn(Jurnal Informatika dan Industri)
ISSN : 19079044     EISSN : 2614882X     DOI : -
CYBER-TECHN merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan olehSekolah Tinggi Tekologi Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa Nganjuk yang terbit dua kali dalam satu tahun yakni April dan Nopember dengan P-ISSN: 1907-9044 E-ISSN: 2614-882X, yang menyajikan sejumlah tulisan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan penerapan aplikasi sistem dan teknik informatika, ilmu teknik dan manajemen industri, berdasarkan hasil penelitian dengan didukung data yang besifat kuantitatif dan kualitatif, yang dapat memberikan solusi, mempermudah, membantu dan menjadi katalisator dalam meningkatkan analisa, pemikiran umat manusia khsusnya lingkungan akademisi
Articles 249 Documents
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LABORATORIUM TEKNIK MESIN POLITEKNIK KETAPANG BERBASIS HUMAN COMPUTER INTERACTION(HCI) Epriyandi
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Ketapang merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu laboratorium yang dimiliki oleh Politeknik Ketapang yaitu Laboratorium Teknik Mesin. Laboratorium tersebut berada di bawah naungan Jurusan Teknik Mesin. Di dalam Laboratorium Teknik Mesin terdapat berbagai macam jenis peralatan yang sering digunakan pada saat praktikum. Dengan kondisi tersebut, data-data tentang aset yang meliputi peralatan sangatlah kompleks, dimana dalam mengelola data-data tersebut, Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Ketapang masih menggunakan dokumen kertas yang disimpan dalam filling cabinet, sehingga terdapat kendala dalam penyediaan informasi atau laporan-laporan yang mendukung dalam pengambilan keputusan serta pengecekan persediaan peralatan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada mahasiswa. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Ketapang bebasis Human Computer Interaction(HIC), dimana dalam implementasinya menggunakan software Microsoft Access 2007. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain tahap perencanaan, analisis, perancangan, implementasi. Pada bagian akhir, dilakukan tahap pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan laporan-laporan yang dihasilkan yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan, dan aplikasi sistem informasi lebih baik dibanding dengan sistem yang telah berlaku. Hal tersebut salah satunya dapat dilihat dari segi efisiensi waktu dalam hal pencarian data serta pembuatan laporan.
PENGARUH VARIASI ISOLATOR PANAS PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LOGAM YANG DIHASILKAN Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penyambungan logam merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia konstruksi saat ini dan yang akan datang. Dan dengan pengetahuan manusia tentang teknologi yang semakin bertambah maju dan modern, teknik penyambungan itu semakin kompleks dipelajari untuk menemukan solusi perbaikan terhadap kekuatannya guna menghasilkan suatu konstruksi yang layak demi keselamatan dalam penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan/kekuatan logam sambungan pada proses pengelasan SMAW dengan menggunakan metode isolator panas (serbuk kapur dan gips) sebagai pengatur laju pendinginan logam. Dimana nilai konduktivitas termal kapur sebesar 3.897 W/mºC, gipsum memiliki nilai konduktivitas termal sebesar 1.39 W/mºC. Dari eksperimen yang dilakukan, nilai kekerasan dalam skala Rockwel untuk Raw material baja karbon yang digunakan adalah sebesar 51.4 HRB, dengan nilai kekerasan logam las yang dihasilkan tanpa perlakuan 46.8 HRB, kekerasan logam las dengan perlakuan kapur sebesar 48.2 HRB, perlakuan gipsum sebesar 46.5 HRB. Untuk nilai kekerasan pada bagian HAZ; perlakuan kapur sebesar 46.1 HRB, perlakuan gipsum sebesar 49.1 HRB dan HAZ raw material tanpa perlakuan sebesar 50.4 HRB. Hasil diatas menunjukan bahwa semakin tinggi konduktivitas termal isolator maka proses pendinginan menjadi semakin cepat, yang berdampak pada semakin tingginya nilai kekerasan logam las pada sambungan. Sedangkan pada HAZ pengaruh konduktivitas termal kapur dan gips sebagai isolator memberikan pengaruh sebaliknya, dan cenderung lebih rendah bila dibanding pengelasan tanpa perlakuan.
PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN MESIN RUSTON TIPE 16 RKC DI PUSAT LISTRIK SUKAHARJA KETAPANG Ismael Marjuki
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin maju maka memerlukan banyak energi terutama energi listrik. Salah satu untuk menghasilkan listrik adalah mesin diesel. Tujuan dalam penulisan ini adalah mencari tahu cara perawatan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC dan mencari tahu cara perbaikan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC. Metode yang digunakan mulai dari pengamatan langsung kelapangan tentang gejala, penyebab dan penanganan gejala kerusakan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC kemudian melakukan Interview, studi pustaka, bimbingan dosen, dan diskusi dengan rekan-rekan. Tempat dan waktu saat penulisan Tugas Akhir ini dilaksanakan di Pusat Listrik Sukaharja Ketapang. Perawatan pada sistem pendingin mesin Ruston Type 16 RKC ialah membersihkan Core Radiator yaitu kisi-kisinya setiap 1.500 jam dan Tube setiap Top Overhaul (6.000 jam operasi mesin), kemudian pada Pompa Water Jacket dan Secondary Water yaitu pengecekan Bearing pompa, Impeller dan Mechanical Seal setiap 1.500 jam dan pada Motor radiator yaitu pengecekan Support Motor dan Bearing motor setiap 1.500 jam. Perbaikan pada sistem pendingin mesin Ruston type 16 RKC yaitu memperbaiki pondasi Core Radiator dan mengganti Core Radiator yang bocor karena sudah korosi dan penggantian komponen apabila sudah aus.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON (1-3%) PADA PRODUK KOPEL TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Wisma Soedarmadji; Febi Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cast Iron adalah merupakan jenis besi paduan yang mengandung karbon, belerang, mangan, silisium, dan fosfor. Besi cor merupakan salah satu meterial yang paling banyak digunakan dalam industri logam baik sebagai bahan dasar rangka hingga produk-produk lain seperti komponen-komponen kendaraan bermotor, pump casing, sistem perpipaan maupun komponen generator. UKM yang bergerak dibidang pabrikasi logam telah memproduksi berbagai macam benda-benda coran seperti pulley, kopel, as mobil dan lain-lain. Benda-benda tersebut diproduksi sesuai job order dari konsumen sehingga tidak dapat diproduksi secara continue. Hasil produk yang dihasilkan UKM ini mengalami permasalahan dalam mengukur tingkat kekerasan suatu produk dan tidak menggunakan standarisasi pengecoran yang baik untuk melihat tingkat kekerasan dari produk yang dihasilkan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan silikon terhadap kekuatan tarik, tingkat kekerasan dan perubahan struktur mikro yang terjadi pada besi cor dari produk yang dihasilkan. Hasil dari penelitian pada pengujian kekerasan disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar penambahan komposisi silikon pada batas tertentu, tingkat kekerasannya semakin menurun, pada pengujian tarik menunjukkan bahwa makin tinggi kadar penambahan komposisi silikon maka kekuatan tariknya juga semakin menurun, hasil pengujian pada besi cor kelabu dengan penambahan komposisi silikon yang bervariasi yaitu 1%, 1,2%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3% disimpulkan bahwa pada komposisi 1,2% silikon adalah merupakan penambahan komposisi yang paling sesuai dengan keunggulan sifat-sifat yang telah diharapkan, tingkat kekerasannya sebesar 145,47 BHN dengan kekuatan tarik maksimum sebesar 0,302 Kg/mm2.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI WOOD FLORING PADA CV. X M. Imron Mas’ud; Muhammad Hermansyah
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi yang semakin kompetitif sekarang ini menuntut pelaku usaha untuk lebih inovatif dalam menjalankan usahanya salah satunya dengan pengendalian kualitas proses produksi, seperti pada CV. X yang hasil produknya di pasarkan diluar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengndalian kualitas proses produksi wood floring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak perusahann dalam implementasi pengendalian kualitas proses produksi sudah berjalan dengan baik, hal ini di tandai dengan minimnya produk cacat. Keyword: , ,
RANCANG BANGUN ALAT DAN APLIKASINYA DENGAN PENGARUH SUHU DAN WAKTU PROSES PADA FOOD GRADE GREASE BERBASIS MINYAK SAWIT CRUDE PALM OIL (CPO) SKALA KECIL Anto Susanto; Akhdiyatul
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengantisipasi melimpahnya produksi crude palm oil (CPO), maka diperlukan usaha untuk mengolah CPO menjadi produk hilir. Pengolahan CPO menjadi produk hilir memberikan nilai tambah tinggi. Produk pangan berbasis CPO terutama minyak goreng dan margarin, sedangkan produk non pangan salah satunya adalah food grade grease sebagai pelumas yang ramah lingkungan, dapat diperbaharui dan aman ketika kontak dengan bahan pangan. Penelitian bertujuan mendapatkan rancangan alat pembuatan food grade grease skala laboratorium yang efektif dan ekonomis serta aplikasi alat tersebut dalam pembuatan food grade grease dengan mengambil perlakuan terbaik suhu dan lama waktu yang optimum untuk menghasilkan kualitas terbaik food grade grease, sesuai standar mutu diantaranya : kadar rendemen minyak (%), daya tahan korosi (modifikasi ASTM D 4048), uji titik leleh (dropping point) (ASTM D 2265, 1984),tekstur pelumas (tingkat penetrasi dengan metode ASTM D 217), dan pH (Sudarmadji et all., 1996), sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri yang memerlukan pelusmas berbasis minyak nabati dan aman bagi produk pangan. Hasil penelitian menunjukan alat cukup baik, tetapi masih perlu disempurnakan, khususnya dalam desain pengaturan suhu/panas pada alat. Perlu di tingkatkan pengaturan panas dan pengaturannya, sedangkan pada proses pembuatan produk terbaik dapat di gambarkan hasilnya perlakuan penambahan konsentrasi bahan kimia pengental/thickening agent (LiOH) 1% dengan suhu pemanas berkisar antara 250-300oC, selama 2-3 jam, merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan kualitas food grade grease baik kualitas nilai daya tahan korosi 12.0, nilai titik leleh /dropping point 1300C, nilai tekstur pelumas 1, nilai pH 9.45, dan nilai redemen sebesar 90.03%.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PLYWOOD DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. MANUNGGAL INDOWOOD INVESTINDO) Siti Ila Maufiroh; Yustina Suhandini Tjahjaningsih; Mustakim
CYBER-TECHN Vol. 19 No. 01 (2025): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri mengalami perkembangan yang semakin pesat, menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat di pasar global yang terus berubah. Hal ini membuat setiap perusahaan akan senantiasa berusaha untuk mencapai keunggulan, salah satunya yaitu melalui produk. Produk berkualitas tinggi tidak hanya menjadi penentu kesuksesan di pasar, tetapi juga menjadi cerminan dari reputasi dan komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan. PT. Manunggal Indowood Investindo merupakan entitas yang beroperasi dalam bidang industri manufaktur dan memproduksi produk plywood. Saat ini, perusahaan menghadapi masalah dengan tingginya tingkat waste jenis defect dalam proses produksi. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan analisis pengendalian kualitas produk guna mengidentifikasi dan mengkategorikan pemborosan yang terjadi selama produksi menggunakan metode lean six sigma. Selain itu, metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) digunakan untuk mengidentifikasi penyebab potensial kecacatan produk dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Melalui penerapan lean six sigma, diketahui bahwa waste paling signifikan dalam produksi plywood adalah defect, dengan jenis defect tertinggi yaitu ripping, mencapai 5.530 lembar (24,03%). Sementara itu, dengan menggunakan MAFMA, penyebab potensial defect yang paling berpengaruh adalah faktor mesin, khususnya suhu plate yang terlalu panas, dengan bobot nilai 0,345. Untuk mengatasi penyebab utama ini, direkomendasikan bagi perusahaan untuk menetapkan standar waktu yang tepat untuk proses pengepresan, sehingga dapat dilakukan dengan lebih konsisten dan efisien, serta mengurangi risiko suhu plate mencapai tingkat yang terlalu tinggi.
PREDIKSI LUAS AREA KEBAKARAN HUTAN DI PORTUGAL BERDASARKAN KONDISI CUACA MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Ardath Prahara Setyan; Lilis NurAnnissa
CYBER-TECHN Vol. 19 No. 01 (2025): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana kebakaran hutan merupakan suatu peristiwa serius yang sering terjadi dan perlu diwaspadai. Selain ekosistem kawasan hutan itu sendiri, pemukiman yang berada di dekat area terbakar juga akan merasakan dampaknya. Pada kasus ini ada beberapa faktor yang memicu tingkat luasnya area kebakaran seperti suhu, angin, kelembapan, dll. Penelitian ini menerapkan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan algoritma Backpropagation untuk memprediksi luas area yang terbakar agar dapat dilakukan pencegahan serta mitigasi kebakaran hutan. Data yang digunakan berasal dari UCI Machine Learning Repository, berisi 517 data yang memuat informasi seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan lainnya. Langkah awal dilakukan praproses seperti normalisasi data dan mengubah data angka menjadi kategori, lalu data dibagi menjadi data latih dan uji. Dilakukan metode algoritma backpropagation dengan menyesuaikan bobot dalam jaringan berdasarkan yang terjadi untuk memahami pola yang ada. Kemudian pengujian data, hasilnya menunjukkan bahwa metode JST mampu memberikan prediksi yang cukup akurat, dan kinerja model dinilai menggunakan nilai RMSE dan korelasi.
PENILAIAN PRESTASI KINERJA PIMPINAN KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) STUDI KASUS PADA KSPPS TUNAS ARTHA MANDIRI CABANG NGANJUK Dwi Wibowo; Widyastuti Andriyani; Bambang P.D.P
CYBER-TECHN Vol. 19 No. 01 (2025): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) adalah suatu proses yang memungkinkan organisasi mengetahui, mengevaluasi, mengukur dan menilai kinerja anggota-anggotanya secara tepat dan akurat. Kegiatan ini sangat terkait dan berpengaruh terhadap keefektifan pelaksanaan aktivitas-aktivitas sumberdaya manusia dalam perusahaan, seperti promosi, kompensasi, pelatihan (training), pengembangan manajemen karir dan lain-lain.Hal ini disebabkan karena fungsi penilaian kinerja dapat memberikan informasi penting kepada perusahaan untuk memperbaiki keputusan dan menyediakan umpan balik kepada para karyawan tentang kinerja mereka yang sesungguhnya. Implementasi penilaian prestasi dan kinerja pimpinan KCP pada KSPPS Tunas Artha Mandiri Cabang Nganjuk selama ini masih manual dan belum menggunakan sistem pendukung keputusan sehingga data yang di hasilkan tidak akurat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akibatnya jika digunakan dalam pengambilan keputusan tidak sesuai dan menimbulkan masalah seperti pengelolaan yang tidak transparan, penurunan kualitas dan kinerja pimpinan KCP.Penulis menerapkan dan mengimplementasikan metode Additive Weighting methods (SAW) untuk mengukur penilaian prestasi dan kinerja pimpinan Kantor Cabang Pembantu pada KSPPS Tunas Artha Mandiri Cabang Nganjuk. Dengan tujuan sistem pendukung keputusan ini dapat memberikan informasi dan rekomendasi serta data penilaian kinerja yang akurat dan efisian.