Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI FAILURE TRACKING MATRIX BERBASIS HOUSE OF QUALITY DAN FAILURE MODES EFFECT ANALYSIS UNTUK PELACAKAN KEGAGALAN PROSES PADA SISTEM PEMELIHARAAN YUSTINA SUHANDINI TJAHJANINGSIH; MUSTAKIM MUSTAKIM
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 13, No 1 (2019): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.854 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pelacakan kegagalan proses pada sistem pemeliharaan sehingga  kelancaran produksi terjamin dan  menghasilkan produk yang berkualitas. Model dibangun dengan mengembangkan model pengendalian kualitas Defect Tracking Matrix (DTM) yang dikembangkan oleh Wang & Ling (2007) yang menjadi dasar pengembangan model Failure Tracking Matrix (FTM). Untuk mencegah/mengurangi resiko kegagalan proses terulang kembali dilakukan analisis dengan metode FMEA. FTM juga bisa menjadi masukan pembuatan model Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dari Penerapan studi kasus di Divisi Produksi 2 PT KTI dengan analisis FTM didapatkan 21 jenis Failure Mode (FM) dan 19 fuctional failure component (FC) pada 3 modul produk rangka piano Kawai yang mempunyai defect terbesar dalam 6 bulan terakhir. Hasil FTM setelah diintegrasikan dengan FMEA didapatkan 10 prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN dan saran perbaikan dilakukan untuk menghindari terulangnya kegagalan proses produksi pada 5 mesin di Divisi produksi 2 yang digunakan untuk memproduksi rangka piano Kawai.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PLYWOOD DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. MANUNGGAL INDOWOOD INVESTINDO) Siti Ila Maufiroh; Yustina Suhandini Tjahjaningsih; Mustakim
CYBER-TECHN Vol. 19 No. 01 (2025): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri mengalami perkembangan yang semakin pesat, menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat di pasar global yang terus berubah. Hal ini membuat setiap perusahaan akan senantiasa berusaha untuk mencapai keunggulan, salah satunya yaitu melalui produk. Produk berkualitas tinggi tidak hanya menjadi penentu kesuksesan di pasar, tetapi juga menjadi cerminan dari reputasi dan komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan. PT. Manunggal Indowood Investindo merupakan entitas yang beroperasi dalam bidang industri manufaktur dan memproduksi produk plywood. Saat ini, perusahaan menghadapi masalah dengan tingginya tingkat waste jenis defect dalam proses produksi. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan analisis pengendalian kualitas produk guna mengidentifikasi dan mengkategorikan pemborosan yang terjadi selama produksi menggunakan metode lean six sigma. Selain itu, metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) digunakan untuk mengidentifikasi penyebab potensial kecacatan produk dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Melalui penerapan lean six sigma, diketahui bahwa waste paling signifikan dalam produksi plywood adalah defect, dengan jenis defect tertinggi yaitu ripping, mencapai 5.530 lembar (24,03%). Sementara itu, dengan menggunakan MAFMA, penyebab potensial defect yang paling berpengaruh adalah faktor mesin, khususnya suhu plate yang terlalu panas, dengan bobot nilai 0,345. Untuk mengatasi penyebab utama ini, direkomendasikan bagi perusahaan untuk menetapkan standar waktu yang tepat untuk proses pengepresan, sehingga dapat dilakukan dengan lebih konsisten dan efisien, serta mengurangi risiko suhu plate mencapai tingkat yang terlalu tinggi.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PLYWOOD DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. MANUNGGAL INDOWOOD INVESTINDO) Siti Ila Maufiroh; Yustina Suhandini Tjahjaningsih; Mustakim
CYBER-TECHN Vol. 19 No. 01 (2025): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri mengalami perkembangan yang semakin pesat, menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat di pasar global yang terus berubah. Hal ini membuat setiap perusahaan akan senantiasa berusaha untuk mencapai keunggulan, salah satunya yaitu melalui produk. Produk berkualitas tinggi tidak hanya menjadi penentu kesuksesan di pasar, tetapi juga menjadi cerminan dari reputasi dan komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan. PT. Manunggal Indowood Investindo merupakan entitas yang beroperasi dalam bidang industri manufaktur dan memproduksi produk plywood. Saat ini, perusahaan menghadapi masalah dengan tingginya tingkat waste jenis defect dalam proses produksi. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan analisis pengendalian kualitas produk guna mengidentifikasi dan mengkategorikan pemborosan yang terjadi selama produksi menggunakan metode lean six sigma. Selain itu, metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) digunakan untuk mengidentifikasi penyebab potensial kecacatan produk dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Melalui penerapan lean six sigma, diketahui bahwa waste paling signifikan dalam produksi plywood adalah defect, dengan jenis defect tertinggi yaitu ripping, mencapai 5.530 lembar (24,03%). Sementara itu, dengan menggunakan MAFMA, penyebab potensial defect yang paling berpengaruh adalah faktor mesin, khususnya suhu plate yang terlalu panas, dengan bobot nilai 0,345. Untuk mengatasi penyebab utama ini, direkomendasikan bagi perusahaan untuk menetapkan standar waktu yang tepat untuk proses pengepresan, sehingga dapat dilakukan dengan lebih konsisten dan efisien, serta mengurangi risiko suhu plate mencapai tingkat yang terlalu tinggi.