Journal of Islamic Economics and Finance
Journal of Islamic Economics and Finance is a national journal as a scientific study media results of research, thinking, and critical-analytical studies on research in the fields of Islamic economics, Islamic microfinance, Islamic philanthropy (zakat and waqf), Halal economy, Islamic Banking, Islamic Finance, Islamic Macroeconomics, Islamic Monetary Economics, Islamic Social Finance, Islamic Microfinance, Islamic Fintech, Islamic Economic Thoughts, Islamic Political Economics, Integrated Islamic Commercial and Social Finance, Islamic Macro and Micro Prudential, Islamic Public Finance, Islamic Ethics, Islamic Economics: Micro and Macro, Islamic Economic Thought and History, Islamic Business, Islamic Banks and Non-Bank Islamic Financial Institutions, Islamic Accounting, Muamalah / Islamic Economic Law, Jurisprudence and ZISWAF Management, slamic Jurisprudence, Islamic Microeconomy, Islamic Monetary Economy, Zakah, Waqf and Sadaqoh, Economics of Natural Resource and Environment in Islamic Economics, Fundamentals, trends, and opportunities in Islamic finance, Islamic banking and financial markets, Risk Management, Corporate finance, Investment strategy, Islamic Sosial Finance, Financial Planning, Housing Finance, Legal and regulatory issues.
Articles
125 Documents
PENGARUH ARUS KAS OPERASI, LEVERAGE, SALES GROWTH DAN EARNING PER SHARE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS
Nuroniyah Solihah;
Hari Setiono;
Syaiful Bahri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4418
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasi, leverage, sales growth, dan earning per share (EPS) terhadap financial distress pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi mencakup seluruh perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di BEI, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu sehingga diperoleh 37 perusahaan selama periode 2022–2025 dengan total 148 observasi. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sales growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, dan EPS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperluas pemahaman mengenai faktor-faktor penentu financial distress di sektor properti Indonesia, serta menjadi rujukan bagi manajemen dan investor dalam pengambilan keputusan keuangan.
PENGARUH PENGUNGKAPAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS), GREEN ACCOUNTING, DAN ENVIRONMENTAL COST TERHADAP KINERJA KEUANGAN
Syahrani Bintang Prameswari;
Hari Setiono;
Muhammad Bahril Ilmidaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4419
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan pengungkapan SDGs, green accounting, dan environmental cost terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2025. Dalam penelitian ini kinerja keuangan diproksikan menggunakan return on asset (ROA). Perusahaan pertambangan pada sektor energi dan sektor bahan baku yang berfokus pada sub-sektor mining and metals yang terdaftar di BEI periode 2022-2025 dengan total 123 perusahaan menjadi cakupan populasi dalam penelitian. Sampel penelitian ini sebanyak 64 ditentukan secara purposif sesuai kriteria. Menggunakan analisis regresi linier berganda pada data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan keberlanjutan, dan laporan tahunan yang diakses melalui laman resmi BEI dan perusahaan. Hasil pengujian model menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,491, yang berarti pengungkapan SDGs, green accounting, dan environmental cost mampu menjelaskan 49,1% variasi kinerja keuangan perusahaan dan model regresi sudah tepat dengan diperolehnya nilai signifikansi 0,000. Penelitian ini menemukan pengungkapan SDGs dan green accounting secara signifikan berkontribusi pada meningkatkannya kinerja keuangan. Hanya environmental cost yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai kinerja keuangan hubungannya dengan lingkungan
PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BTKL DAN BOP TERHADAP BEBAN POKOK PENJUALAN DIMODERASI VOLUME PENJUALAN
Marischa Anindia Rosanti;
Nur Ainiyah;
Hari Setiono
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4420
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biaya bahan baku, BTKL, dan BOP terhadap beban pokok penjualan dimoderasi volume penjualan pada perusahaan subsektor home and personal care yang terdaftar di BEI periode 2022–2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dan teknik purposive sampling, terpilih sampel 9 perusahaan dengan analisis data menggunakan IBM SPSS 26. Seluruh data ditransformasi kedalam logaritma natural (Ln) untuk menstabilkan varians skala nominal nominal miliaran rupiah. Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal, terbebas dari multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil regresi linier berganda menunjukkan model fit () dengan . Biaya bahan baku tidak berpengaruh terhadap beban pokok penjualan (), sedangkan BTKL () dan BOP () berpengaruh positif terhadap beban pokok penjualan. Hasil MRA menunjukkan volume penjualan tidak memoderasi pengaruh biaya bahan baku (), namun terbukti memoderasi BTKL () dan BOP (). Efek moderasi terjadi karena BTKL dan BOP bersifat semi-variabel/tetap yang sensitif terhadap skala produksi, berbeda dengan bahan baku yang bersifat variabel murni. Implikasinya, efisiensi bahan baku tidak bergantung pada volume penjualan sehingga manajemen harus berfokus pada pengadaan material dan negosiasi harga pemasok. Penelitian ini bermanfaat untuk evaluasi efisiensi biaya manajemen serta referensi keputusan investasi
PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN ESG DISCLOSURE SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Dwi Ananta Femi Saputri;
Syaiful Bahri;
Nurdiana Fitri Isnaini
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4421
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan ESG Disclosure sebagai variabel moderasi pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, serta laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 23 perusahaan dengan 115 observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. ESG Disclosure tidak mampu memoderasi pengaruh profitabilitas maupun likuiditas terhadap nilai perusahaan. Implikasi hasil ini mengindikasikan bahwa investor cenderung memprioritaskan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan tingkat likuiditas dan pengungkapan ESG dalam menilai perusahaan pada sektor food and beverage. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi manajemen perusahaan, investor, dan peneliti selanjutnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan.
DETERMINAN PROFITABILITAS: PERAN LIKUIDITAS, AKTIVITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR CONSUMER SERVICE
Nia Rahmadani;
Syaiful Bahri;
Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4438
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh likuiditas, aktivitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan sub-sektor consumer service yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 31 perusahaan dengan 155 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang diproksikan dengan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan yang diukur berdasarkan Ln total aset tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R-Square sebesar 0,108, yang menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 10,8% variasi profitabilitas. Nilai signifikansi uji model sebesar 0,000] menunjukkan bahwa model regresi signifikansecara simultan
PERAN PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN
Rian Wahyuda Pratama;
Syaiful Bahri;
M. Bahril Ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4442
Penelitian menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada subsektor minyak, gas, dan batu bara di BEI. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder laporan keuangan dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena investor lebih mempertimbangkan faktor eksternal seperti harga komoditas, prospek industri, dan stabilitas produksi. Likuiditas juga tidak berpengaruh karena kemampuan jangka pendek bukan fokus utama pada industri padat modal. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh, menunjukkan aset besar tidak selalu mencerminkan penciptaan nilai. Sebaliknya, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan utang yang optimal memberikan sinyal positif kepada investor dan meningkatkan nilai perusahaan sesuai signaling theory dan trade-off theory. Dengan demikian, struktur modal menjadi faktor dominan dibandingkan variabel lainnya. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen dalam menentukan kebijakan pendanaan yang lebih efektif. Investor juga disarankan mempertimbangkan faktor makroekonomi dalam menilai perusahaan sektor energi serta dinamika harga komoditas global yang sangat fluktuatif saat ini.
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PERUSAHAAN PERTUMBUHAN TINGGI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN
Ainun Malik;
Nur Ainiyah;
Muhammad Bahril Ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4443
Penelitian ini menganalisis pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman berpertumbuhan tinggi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Kebijakan utang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER), yang menggambarkan proporsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal, dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan. Melalui purposive sampling, diperoleh 22 perusahaan sebagai sampel sehingga total observasi selama lima tahun berjumlah 110 data, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan dividen dan profitabilitas masing-masing berpengaruh signifikan, dengan arah positif untuk kebijakan dividen dan negatif untuk profitabilitas, terhadap kebijakan utang, sementara ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pendanaan internal melalui pembagian dividen dan kemampuan menghasilkan laba lebih menentukan kebijakan utang dibandingkan skala perusahaan. Penelitian ini memperkaya literatur struktur modal pada konteks perusahaan berpertumbuhan tinggi di pasar berkembang.
PENGARUH TINGKAT PENERAPAN DAN PEMAHAMAN SAK EMKM TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA UMKM SEKTOR KULINER MOJOKERTO
Frida Ma'rifatunnadivha;
Nur Ainiyah;
Hari Setiono
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4444
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan maupun memahami Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) secara optimal. Penelitian bertujuan menguji pengaruh tingkat penerapan SAK EMKM dan pemahaman SAK EMKM pelaku UMKM terhadap kinerja keuangan UMKM sektor kuliner di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner 51 pelaku UMKM berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data regresi linear berganda. Tingkat penerapan SAK EMKM berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Di sisi lain, pemahaman SAK EMKM tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Tingkat penerapan SAK EMKM secara konsisten dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta kinerja usaha, sedangkan pemahaman terhadap SAK EMKM yang tidak disertai dengan implementasi belum memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja keuangan
PENGARUH KESADARAN, PENGETAHUAN, SANKSI, DAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Agnes Julianti Agustin;
Syaiful Bahri;
M. Bahril ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4450
Penelitian bertujuan mengetahui dampak kesadaran, pengetahuan, sanksi, dan kualitas pelayanan pajak terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Mojokerto. Kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan merupakan faktor yang berkontribusi pada optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diambil melalui distribusi kuesioner kepada pemilik kendaraan bermotor di Kabupaten Mojokerto. Jumlah responden 100 dengan purposive sampling. Data dianalisis regresi linier ganda. Pemahaman wajib pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Sebaliknya, pemahaman tentang pajak, hukuman pajak, dan mutu pelayanan pajak berpengnaruh positif dan signifikan terhadap ketaatan wajib pajak. Pemahaman wajib pajak tentang perpajakan, penerapan hukuman, dan mutu layanan yang diberikan oleh lembaga terkait memiliki peran yang lebih besar dalam meningkatkan kepatuhan dibandingkan dengan tingkat kesadaran wajib pajak itu sendiri. Studi ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam usaha meningkatkan kepatuhan wajib pajak atas kendaraan bermotor.
PENGARUH SUSTAINABILITY REPORTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Syaiful Anas;
Syaiful Bahri;
Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4452
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh sustainability reporting, corporate social responsibility (CSR), dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu 2022–2025. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 22 perusahaan dari total 83 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Dengan periode pengamatan selama empat tahun, jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 88. Data sekunder berupa laporan keuangan dan keberlanjutan diunduh dari situs resmi BEI. Variabel sustainability reporting dan CSR diukur dengan indeks GRI, ukuran perusahaan dengan logaritma natural total aset, dan nilai perusahaan menggunakan Price Book Value (PBV). Analisis data dilaksanakan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sustainability reporting memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, CSR dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikanHasil uji kelayakan model menunjukkan nilai F sebesar [isi F-count] dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) serta nilai Adjusted R² sebesar 0,148, yang mengindikasikan model regresi layak digunakan dan mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 14,8% Temuan ini mengindikasikan pasar merespons positif pengungkapan keberlanjutan yang luas sebagai sinyal baik, namun menilai negatif pengeluaran CSR dan skala aset yang besar karena dianggap menambah beban biaya serta kompleksitas operasional.