cover
Contact Name
Arif Rahman
Contact Email
stiq.bima18@gmail.com
Phone
+6282340631941
Journal Mail Official
arifjariyah46@gmail.com
Editorial Address
Jalan BTN Pepabri Nomor 2 Lingkungan Nusantra Monggonao Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran
ISSN : -     EISSN : 30311144     DOI : https://doi.org/10.71349/rahmad.v2i2
Rahmad adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran STIQ Bima. Jurnal ini berfokus pada publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang keislaman, khususnya ilmu Al-Quran, seperti tafsir, ulumul Quran, dan isu-isu kontemporer terkait nilai-nilai Islam, diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Rahmad berkomitmen menjadi wadah akademik untuk mendukung pengembangan wacana keilmuan dan membangun diskursus yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui proses seleksi dan peer review yang ketat, jurnal ini menghadirkan artikel berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat luas yang tertarik pada studi keislaman.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2024): Desember" : 5 Documents clear
Pilihan Child Free Pada Era Kontemporer: Studi Q.S Al-Furqan Ayat 54 Dalam Kajian Tafsir Maqasidi: Introduction, Keluarga Dalam Islam, Pendekatan Tafsir Maqasidi Dalam Q.S Al-Furqan: 54, Hasil Penelitian Dan Pembahasan, Kesimpulan Syah, Irwan; Taufiq, Muhammad
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i2.24

Abstract

Fenomena child-free menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan di era modern, terutama dalam konteks masyarakat Muslim yang menjunjung tinggi nilai keluarga dan keberlanjutan generasi. Pilihan untuk tidak memiliki anak dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip agama, sehingga memerlukan telaah yang lebih mendalam. QS. Al-Furqan/25: 54, yang mengupas penciptaan manusia, hubungan kekerabatan, dan hikmah di baliknya, dijadikan landasan utama untuk memahami isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena child-free melalui pendekatan tafsir maqasidi guna menilai kesesuaiannya dengan tujuan-tujuan utama syariat Islam, khususnya perlindungan keturunan (hifzh al-nasl). Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data utama mencakup tafsir klasik seperti Tafsir al-Baidhawi dan Tafsir al-Qurtubi, serta tafsir kontemporer dan literatur modern yang membahas fenomena ini. Teori maqasid syariah menjadi kerangka analisis untuk menggali relevansi ayat dalam menjawab permasalahan sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan child-free bertentangan dengan maqasid syariah yang menekankan pentingnya keberlangsungan generasi untuk kelangsungan umat. Namun, analisis maqasidi juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks individu, seperti kesehatan atau alasan darurat, yang dapat memengaruhi keputusan tersebut. Kesimpulannya, pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam, tetapi penolakan keturunan secara permanen tidak dibenarkan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan dakwah berbasis maqasid syariah yang tidak hanya menyoroti nilai-nilai agama tetapi juga memberikan edukasi komprehensif mengenai dampak sosial dan spiritual dari pilihan child-free. Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik bagi umat Islam di era modern.
Larangan Menjadikan Al-Qur'an Sebagai Sumber Penghasilan Perspektif Imam Nawawi Dalam Kitab at-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur'an: Introduction, Metode Penelitian Biografi Singkat Imam Nawawi, Hasil Penelitian dan Pembahasan, Kesimpulan Rahman, M Khairul; Rahman, Arif
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i2.25

Abstract

Tulisan ini memebahas tentang larangan menjadikan sebagai sumber penhasilan, al-Qur’an tidak hanya sebagai ladang dakwah, lebih dari itu mereka menyisipkan niat untuk mencari uang bahkan ladang bisnis dengan mematok tarif-tarif ataupun upah dari hasil mereka membaca al-Qur’an baik melalui khataman maupun dalam bentuk haflah tilawah al-Qur’an, hingga tatkala bisyaroh yang mereka dapatkan tidak sesuai ekspetasi mereka cenderung mengungkit kembali apa yang telah mereka lakukan. Berbeda dengan masa para ulama salaf yang mengajarkan al-Qur’an merupakan sebuah kewajiban bagi mereka tanpa mengharapkan sesuatu apapun dari manusia dan hanya mengharapkan ridho Allah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. yang mana di dalamnya terdapat terdapat proses pengumpulan data di berbagai sumber seperti kitab dan buku-buku yang relafan dengan penelitian, kemudia di komparasikan dengan keadaan masa kini. Hasil peneliian menunjukan bahwa para ulama berbeda dalam menentukan hukum menerima dan memberi upah terhadap para pengajar al-Qur’an, mulai ada yang membolehkannya secara mutlak hingga mengharamkannya secara mutlak dan adapula yang membolehkannya dengan syarat-syarat tertentu. Hukum kebolehan mengambil upah dari mengajarkan al-Qur’an ada yang membolehkan secara mutlak sebagaimana madzhab imam Syafi’i dan Maliki dan ada juga yang haramkannya secara mutlak seperti madzhab imam Hanafi serta ada pula yang membolehkan dengan syarat harus adanya kebutuhan terhadapnya. Imam Nawawi dalam kitabnya al-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an yang cenderung menghimbau para hamil al-Qur’an agar senantiasa memurnikan niat semata-mata karena Allah ta’ala kendatipun beliau tidak memberikan penegasan mengenai hukum bagi dia yang menjadikan al-Qur’an sebagai sumber penghasilan.
Konsep Pendidikan Beradaskan Term Al-Mau’idzah Dalam Al-Qur’an, QS. Al-Nahl/16: 125, Al-Baqarah/2: 232, Al-Nisa/4: 34, 66, Yunus/10: 57: Introduction, Metode Penelitian, Pengertian Al-Mau’idzah, Hasil Penelitian dan Pembahasan, Kesimpulan, Bibliography Taufan; Aminullah, Muhammad
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i2.26

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep pendidikan berdasarkan konsep al-Mau’idzah yang terdapat dalam beberapa ayat al-Qur'an, yaitu surah al-Nahl ayat 125, surah al-Baqarah ayat 232, surah al-Nisa ayat 34 dan 66, serta surah Yunus ayat 57. Al-Mau’idzah, secara etimologis, merujuk pada nasihat, pengajaran, atau bimbingan yang disampaikan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks pendidikan moderen. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang relevan, dengan memanfaatkan pendekatan tafsir dan studi komparatif terhadap pandangan para ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep al-Mau’idzah menekankan pentingnya pendidikan yang komprehensif, yang mencakup aspek spiritual, moral, dan intelektual. Dalam konteks ini, pendidikan diartikan sebagai proses menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang dapat membentuk karakter dan moralitas individu secara menyeluruh. Penelitian ini menyoroti Implikasi konsep al-Mau’idzah dalam pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam, hal ini mencakup penekanan pada pendekatan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai, penguatan karakter, dan pembentukan kepribadian yang kuat. Dengan memahami konsep-konsep ini, pendidik dapat mengintegrasikan nilai-nilai al-Mau’idzah ke dalam kurikulum dan metode pengajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan dalam masyarakat kontemporer. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam literatur pendidikan Islam, dengan memperluas wawasan tentang relevansi nilai-nilai al-Mau’idzah dalam membangun masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan yang bermakna dan berdampak positif.
Hermeneutika Heidegger dan Korelasinya Terhadap Penafsiran Al-Qur’an: Introduction, Biorafi Belakang Heidegger, Hermeneutika Heidegger, Hasil Penelitian dan Pembahasan dan Kesimpulan muhamad; Subaidi
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i2.28

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran hermeneutika Heidegger, substansi pemikiran Heidegger serta korelasinya terhadap diskursus ilmu tafsir Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menawarkan sebuah integrasi hermeneutika Heidegger dalam menafsirkan Al-Qur’an. Dengan menggunakan studi pustaka (library research). Hasil studi menunjukkan bahwa proyeksi Heidegger dimulai dari ketidak setujuannya terhadap dominasi metodis, dimana perspektif subjek-objek harus diobjektifikasi, sehingga Heidegger kembali pada persoalan yang fundamental yaitu tentang “Ada” atau hermeneutika fenomenologi-ontologis. Terkait dengan korelasinya terhadap studi tafsir Al-Qur’an, kiranya applicable guna memperkuat dalam proses penafsiran Al-Qur’an terutama kaitannya dengan dasein (mufassir), tentunya dengan tidak keluar dari metode yang sudah disepakati oleh para ulama tafsir, serta meneguhkannya lewat teori Heidegger, yaitu faktisitas, Verstehen, ontotologis-eksistensial, dan temporalitas.
Tharikh Al-Quran (Pengumpulan Al-Quran Pada Masa Rasulullah dan Sahabat) Ismail; Basri, Halima; Andi
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i2.29

Abstract

Salah satu aspek penting yang harus diketahui tentang Al-Qur’an yaitu mengenai proses pengkodifikasian atau pembukuan Al-Qur’an pertama kali, atau biasa disebut dengan Jam’ul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penulisan Al-Qur’an yang terjadi pada masa Nabi maupun pengumpulan lembaran-lembaran AlQur’an pada masa sahabat. Penelitian ini bersifat library research dengan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jam’ul Qur’an adalah suatu proses mengumpulkan, menghimpun atau menyatukan Al-Qur’an. Pengumpulan Al-Qur’an ini dibagi menjadi dua yaitu; pengumpulan dalam dada lewat hafalan dan pengumpulan dalam arti penulisan dan pembukuan. Pada masa Nabi, pengumpulan Al-Qur’an lebih banyak dilakukan dengan menggunakan hafalan karena Nabi yang ummi dan pada saat itu belum memadainya alat tulis. Sedangkan pada masa sahabat pengumpulan Al-Qur’an terjadi secara bertahap, dimulai dari pengumpulan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang ditulis pada pelepah kurma, kulit kayu dan lain-lain disusun menjadi mushaf al-Quran, kemudian penggandaan mushaf dikarenakan penyebaran wilayah islam yang makin luas, dan penyempurnaan penulisan Al-Qur’an guna memudahkan umat Islam di luar Arab dalam membacanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5