cover
Contact Name
Agung Tyas Subekti
Contact Email
agunghse.bhamada@gmail.com
Phone
+6282314766430
Journal Mail Official
bohsej@bhamada.ac.id
Editorial Address
Jl Cut Nyak Dhien No 16. Kalisapu. Kabupaten Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
BOHSEJ (Bhamada Occupational And Health Safety Environment Journal)
ISSN : -     EISSN : 3047082X     DOI : https://doi.org/10.36308/bohsej.v2i1
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal (BOHSEJ) adalah jurnal nasional yang diinisiasi oleh Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi. BOHSEJ berfokus untuk memuat artikel ilmiah dalam bidang keilmuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, Keselamatan Lingkungan dan kesehatan lainnya yang terkait dengan bahaya dan risiko di tempat kerja. Artikel yang dipublikasikan ditinjau menggunakan mekanisme peer-review dimana setiap artikel akan diperiksa oleh reviewer yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini dapat berupa hasil penelitian, hasil telaah/review, laporan kasus, dan komunikasi/laporan singkat.
Articles 25 Documents
Evaluasi Kesiapsiagaan Keadaan Darurat di RSI PKU Muhammadiyah Tegal ekasari, indah nur; Rakhamadi, Triyono; lia, Rosmalia
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i1.647

Abstract

Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat atau situasi bencana merupakan salah satu aspek dalam evaluasi rumah sakit. Rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan pasien akan mematuhi peraturan dan memiliki sarana dan prasarana pencegahan bencana sesuai standar yang ditetapkan. Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tegal memiliki kerentanan terhadap kejadian bencana karena berada di kawasan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut mengenai evaluasi kesiapsiagaan keadaan darurat atau bencana di RSI PKU Muhammadiyah Tegal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 dan Regulasi lain sebagai pendukung. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu teknik triangulasi merupakan penggabungan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan berjumlah 5 (lima) orang terdiri dari 2 (dua) orang informan utama dan 3 (tiga) orang informan pendukung. Penelitian ini menemukan bahwa standar K3 rumah sakit di RSI PKU Muhammadiyah Tegal sudah dilaksanakan, namun masih ada beberapa hal yang belum terlaksana dan belum sesuai dengan standar Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 dan Regulasi lain sebagai pendukung. Berdasarkan hasil penelitian di RSI PKU Muhammadiyah Tegal, diharapkan hal-hal yang belum dilaksanakan dan tidak memenuhi standar K3 dapat segera ditindaklanjuti di rumah sakit. Kemudian dilakukan optimalisasi dengan melibatkan semua tim dan dilakukan pengawasan oleh Direktur Rumah Sakit. Sehubungan dengan pelaksanaan lebih lanjut mengenai simulasi kedaruratan, pelatihan eksternal dan penyediaan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS PADA KURIR EKSPEDISI X DI KECAMATAN BOJONG KABUPATEN TEGAL Maulana, Muhammad Adhi; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i1.651

Abstract

Industri transportasi memegang peranan yang sangat krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pembuatan alat transportasi lebih efisien, yang mengakselerasi pertumbuhan jumlah kendaraan secara signifikan. Namun, perkembangan ini juga berdampak negatif, seperti peningkatan kemacetan lalu lintas dan tingkat kecelakaan yang meningkat. Menurut Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015), 50 juta orang menderita luka parah akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia setiap tahunnya, menewaskan lebih dari 1,25 juta orang. Menurut Korlantas Polri dan dipublikasikan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2021, tercatat sebanyak 103.645 insiden kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari keseluruhan jumlah korban kecelakaan di jalan, sekitar 73 persennya terlibat dalam insiden yang melibatkan sepeda motor. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal dan penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023. Subjek penelitian merupakan seluruh kurir yang terdaftar di kantor ekspedisi X. Penelitian ini menggunakan teknik sampling non-probabilitas dengan menerapkan desain judgement sampling. Berdasarkan hasil penelitian Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Pada Kurir Ekspedisi X di Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal dapat disimpulkan sebagai berikut : penyebab terjadinya kecelakaan adalah faktor pengemudi, lingkungan jalan, kondisi kendaraan, membawa barang berlebih, cuaca dan pengendar lain. Cara mencegah kecelakaan lalu lintas adalah menerapkan safety riding, memperhatikan kondisi cuaca, barang bawaan, kondisi kendaraan, kondisi tubuh, selalu fokus saat berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, memperhatikan kecepatan, dan selalu berdoa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEBAKARAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN DALAM MENGAHADAPI BAHAYA KEBAKARAN PADA MAHASISWA PENGHUNI ASRAMA DI UNIVERSITAS X, PONOROGO Firdaus, Afif Fairuzzaki; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i1.660

Abstract

Asrama tahun pertama merupakan bangunan asrama tertua di Universitas X, Ponorogo. Banyaknya penghuni dan sebagai tempat beraktivitas yang ramai, perlu diperhatikannya pengetahuan akan bahaya kebakaran dan kesiapsiagaan penghuni. Tujuan penelitian ini guna mengetahui hubungan pengetahuan mahasiswa terhadapkesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran di asrama tahun pertama di Universitas X, Ponorogo. Data diolah dengan pendekatan crossectional yang menggunakan uji Somers’d untuk mengetahui hubungan pengetahuan kebakaran terhadap kesiapsiagaan dalam satu waktu dengan sampel yang diambil berjumlah 165 mahasiswa Tingkat pengetahuan mengenai kebakaran diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa penghuni tergolong sedang yaitu sebanyak 81 mahasiswa yang menghuni (49%). Tingkat kesiapsiagaan para penghuni tergolong sedang yaitu sebanyak 108 mahasiswa yang menghuni (65.5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kebakaran terhadap kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja dengan nilai p value = 0.001 (p < 0.05), sedangkan untuk kekuatan korelasinya adalah r = 0.627 yang merupakan korelasi kuat dengan arah korelasi + (positif), yang artinya semakin baik pengetahuan mahasiswa mengenai kebakaran, maka semakin tinggi kesiapsiagaan kebakaran pada mahasiswa penghuni asrama tahun pertama di Universitas X, Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu ditingkatkannya program pelatihan dan edukasi seputar bahaya kebakaran dan pelatihan tanggap darurat yang dilengkapi fasilitas memadai sesuai standar yang ditetapkan.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG DI PT. WASAKA TOMO ENGINEERING Nugrahantari, Adharia
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i1.674

Abstract

Adanya indikasi bahwa pekerja lapangan di PT. Wasaka Tomo Engineering mengalami kelebihan jam kerja, sehingga berpotensi terjadinya kelelahan kerja yang nantinya beresiko terjadinya kecelakaan kerja. Kemudian penulis mengaitkan penyebab dari kelelahan kerja dengan beban kerja. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi proyek kereta cepat Jakarta Bandung di PT. Wasaka Tomo Engineering, serta tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui beban kerja dan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi proyek kereta cepat Jakarta Bandung di PT. Wasaka Tomo Engineering. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang menghasilkan beberapa temuan yang dapat dicapai dengan menggunakan beberapa prosedur statistic atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Sampel penelitian ini yaitu pekerja konstruksi di PT Wassaka Tomo Engineering, peneliti menggunakan total sampling berjumlah 37 orang. Peneliti menggunakan pendekatan Cross sectional. Untuk teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik quesioner. Uji hipotesis pada penelitian ini adalah menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat, analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis hubungan/pengaruh antara dua variabel menggunakan fisher exact test. Hasil : Berdasarkan hasil data yang didapat menggunakan uji fisher exact test peneliti mendapatkan nilai ρ sebesar 0,035 (ρ < 0,05), dan terdapat nilai contingency corfficient sebesar 0,653 yang termasuk dalam kekuatan hubungan yang sangat kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja yang didapat dari hasil uji fisher exact test peneliti mendapatkan nilai ρ sebesar 0,035 (ρ < 0,05), dengan nilai contingency corfficient sebesar 0,653 yang menunjukan bahwa kekuatan hubungan yang kuat., dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima untuk mengambil keputusan hipotesis.
TINGKAT KEPATUHAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK PADA PEDAGANG MAKANAN JALANAN DI DESA KETANGGUNGAN BREBES Aziz, khafid; Rakhmadi, Triyono
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i1.709

Abstract

Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) merupakan salah satu faktor penting untuk memenuhi standar mutu atau persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan untuk pangan. Melalui CPPB ini, industri pangan dapat menghasilkan pangan yang bermutu, layak dikonsumsi, dan aman bagi kesehatan, Cara Produksi Pangan yang Baik sangat berguna bagi kelangsungan hidup industri pangan baik yang berskala besar, sedang, hingga kecil, khususnya bagi para pedagang makanan jalanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepatuhan pedagang terhadap regulasi tentang CPPB untuk mengetahui seberapa jauh CPPB yang diterapkan oleh para pedagang makanan jalanan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi seluruh pedagang makanan jalanan yang ada di Jalan Pangeran Diponegoro, Desa Ketanggungan, Kabupaten Brebes, dengan jumlah 40 pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada pada tingkat sangat tidak patuh, hal ini disebabkan terdapat lebih dari 1 ketidaksesuaian kritis dan 5 ketidaksesuaian serius yang dilakukan oleh seluruh responden, ketidaksesuaian tersebut yaitu : tidak memiliki catatan mengenai bahan yang digunakan, baik itu bahan baku, ataupun bahan tambahan pangan (BTP), tidak ada label pada kemasan produk, pemilik / penanggungjawab tidak memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP), tidak dilakukannya penarikan produk, tidak ada pelatihan yang diikuti oleh pemilik atau karyawan IRTP, tidak memiliki bagan produksi, tidak dilakukannya pengawasan internal secara rutin oleh penanggungjawab, serta tidak adanya dokumen produksi yang dimiliki oleh para responden.
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, DAN PENGENDALIAN PADA PEKERJAAN BORE-PILE FOUNDATION MENGGUNAKAN METODE HIRADC Sihombing, Denita Romauly; Purba, Yunita Sari
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.728

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja. Bore-pile foundation adalah pengeboran untuk pembuatan pondasi dengan melibatkan alat berat hydraulic drilling rig, crawler crane dan excavator. Pekerjaan tersebut tidak luput dari bahaya seperti mesin dan peralatan kerja, lokasi pekerjaan, dan pekerja itu sendiri dan risiko seperti tertimpa, tertusuk, terjepit, dan tergelincir kedalam lubang. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang meneliti bahaya dan risiko pada pekerjaan bored-pile. Bahaya dan risiko yang di temukan akan di tuangkan kedalam table HIRADC berdasarkan AS/NZS 4360. Hasil penelitian ditemukan 40 bahaya fisik, 22 bahaya mekanik, 11 bahaya kimia, dan 1 bahaya listrik dengan total bahaya yang ditemukan sebanyak 74. Kategori tingkat risiko yang di dapatkan sebanyak 63 tingkat risiko tinggi (high) dan 4 tingkat risiko tinggi sedang (medium high) serta 8 tingkat resiko rendah sedang (medium low). Terdapat 4 Jenis bahaya terdiri dari bahaya fisik, bahaya mekanik, bahaya kimia, dan bahaya listrik. Pengendalian yang diberikan sesuai dengan hirarki pengendalian bahaya (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrative, dan APD).
The Relationship between Nutritional Status and Physical Activity with Work Productivity Among Production Employees at PT. Agung Karya Atta Malang City Wahyudi, Aldi Faisa; Sukijar, Suwoyo; Retnaningtyas, Ekowati; Kholidah, Diniyah
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.735

Abstract

Masalah gizi seseorang menggambarkan konsumsi zat gizi yang tidak mencukupi atau melebihi kebutuhannya. Salah satu faktor dalam menilai status gizi seseorang adalah aktivitas fisik. Seseorang yang mengalami obesitas biasanya cenderung lebih malas dalam beraktivitas sehingga kebugaran jasmani seseorang menurun. Tingkat aktivitas fisik dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan produktivitas kerja pada karyawan produksi di PT. Agung Karya Atta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 76 responden. Data diambil menggunakan kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan program spss dengan uji statistik regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel status gizi dengan produktivitas kerja (p-value 0,001), dan ada hubungan antara variabel aktivitas fisik dengan produktivitas kerja (p-value 0,029). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja, dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan produktivitas kerja. Diharapkan karyawan bagian produksi dapat mencapai keseimbangan yang baik antara status gizi, aktivitas fisik dan produktivitas kerja. Kata Kunci : Status Gizi, Aktivitas Fisik, Produktivitas Kerja
TINGKAT KEPATUHAN K3 PADA PEKERJA KETINGGIAN DI PROJECT PT X PEKALONGAN BERDASARKAN PERMENAKER NOMOR 9 TAHUN 2016 Fitrinisa, efda faktata; Rakhmadi, Triyono
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja pada ketinggian di Proyek PT X Pekalongan sesuai dengan Permenaker Nomor 9 Tahun 2016. Menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan seluruh populasi pekerja sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% pekerja mematuhi prosedur keselamatan, sedangkan 48% lainnya tidak. Sebagian besar pekerja berusia muda (≤ 30 tahun) dan memiliki masa kerja ≤ 5 tahun. Meskipun mayoritas pekerja telah mengikuti peraturan keselamatan, masih ada yang belum mematuhi standar keselamatan kerja di ketinggian. Untuk meningkatkan kepatuhan, perusahaan perlu memperkuat pemahaman pekerja tentang pentingnya K3 melalui pelatihan intensif, pengawasan rutin, kampanye kesadaran, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk memastikan semua pekerja memiliki akses ke alat pelindung diri yang sesuai dan dalam kondisi baik.
IMPLEMENTASI JOB SAFETY ANALYSIS PADA PEKERJAAN KONTRAKTOR DI DEPARTEMEN MAINTENANCE PT X PADA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Putri, Suci Martina
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.740

Abstract

Teknologi pada saat ini mengalami perubahan yang begitu pesat yang ditandai dengan banyaknya teknologi baru yang baru pakai dalam sektor industri. Walaupun demikian, dalam pemanfaatan teknologi yang ada sekarang ini masih banyak ditemukan potensi bahaya di dalamnya yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi bahaya pada pekerjaan kontraktor dengan menggunakan metode JSA di area maintenance PT X. Metode penelitian mengggunakan analisis kualitatif berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 untuk mengetahui potensi bahaya pada proses kerja yang dilakukan pekerjaan Kontraktor di PT X. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara manual berdasarkan hasil observasi, wawancara secara mendalam, dan telaah dokumen. telaah dokumen menggunakan instrument Job Safety Analysis Worksheet, dan dokumentasi photo. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu mengidentifikasi potensi bahaya pada pekerja kontraktor di PT X. Maka didapatkan simpulan bahwa pekerjaan perbaikan U-ditch terdapat bahaya fisik bahaya kimia, bahaya mekanik, bahaya ergonomi, dan bahaya biologi. Pekerjaan instalasi toren dan pipa air terdapat bahaya fisik, bahaya ergonomi, bahaya mekanik, dan bahaya kimia. Pekerjaan instalasi jalur pipa PDAM terdapat bahaya mekanik, bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya ergonomi. Rekomendasi pengendalian yang diberikan untuk pekerjaan perbaikan U-ditch, instalasi toren dan pipa air, dan instalasi jalur pipa PDAM menggunakan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu rekayasa teknik, administratif, dan alat pelindung diri.
PEMENUHAN ALAT PEMADAM API RINGAN DI PT. X DI KABUPATEN TEGAL SESUAI PERMENAKERTRANS NO. PER. 04/MEN/1980 Sugiarto, Sugiatro; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.741

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan APAR di PT. X di Kabupaten Tegal Sesuai Permenakertrans No. Per.04/Men/1980. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan melalui observasi kemudian dianalisis secara deskriptif, dan selanjutnya dibandingkan dengan standar acuan yang digunakan yaitu Permenakertrans No. PER 04/MEN/1980. Berdasarkan hasil observasi di PT. X di Kabupaten Tegal terdapat klasifikasi kebakaran yang ada di perusahaan termasuk golongan A (bahan padat kecuali logam), golongan B (bahan cair atau gas), golongan C (instalasi listrik bertegangan). Perusahaan menggunakan APAR 32 buah dengan jenis powder 22 buah, foam 6 buah, dan CO₂ 4 buah yang terpasang di pos satpam, lobby, ruang inventory, ruang produksi, gudang painting, ruang compressor, tempat pembuangan sampah limbah bahan berbahaya dan beracun, lantai 2 office, dan lantai 3. Pemasangan APAR ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat, semua APAR berwarna merah, pemasangan APAR sesuai dengan jenis kebakaran yang ada di perusahaan, APAR dilengkapi label dan kartu inspeksi menunjukkan bulan dan tahun dilakukannya pemeliharaan, dan jarak APAR satu dengan yang lainnya tidak melebihi 15 m. Pemasangan APAR di perusahaan yang belum sesuai dengan peraturan yaitu, 2 APAR tidak ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dan dicapai, 25 APAR tidak dilengkapi tanda pemasangan, 1 APAR diletakkan dilantai. Pemeliharaan APAR di perusahaan belum sesuai dengan peraturan karena tidak pernah dilakukan pemeriksaan APAR secara rutin dalam jangka waktu 6 bulan dan 12 bulan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25