cover
Contact Name
Agung Tyas Subekti
Contact Email
agunghse.bhamada@gmail.com
Phone
+6282314766430
Journal Mail Official
bohsej@bhamada.ac.id
Editorial Address
Jl Cut Nyak Dhien No 16. Kalisapu. Kabupaten Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
BOHSEJ (Bhamada Occupational And Health Safety Environment Journal)
ISSN : -     EISSN : 3047082X     DOI : https://doi.org/10.36308/bohsej.v2i1
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal (BOHSEJ) adalah jurnal nasional yang diinisiasi oleh Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi. BOHSEJ berfokus untuk memuat artikel ilmiah dalam bidang keilmuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, Keselamatan Lingkungan dan kesehatan lainnya yang terkait dengan bahaya dan risiko di tempat kerja. Artikel yang dipublikasikan ditinjau menggunakan mekanisme peer-review dimana setiap artikel akan diperiksa oleh reviewer yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini dapat berupa hasil penelitian, hasil telaah/review, laporan kasus, dan komunikasi/laporan singkat.
Articles 30 Documents
Hubungan Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Tenun Di Desa Jatilawang Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Ela, Nurlaela; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i1.773

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan yang sering terjadi diberbagai sektor pekerjaan, akibatnya dapat menurunkan produktivitas kerja. Kelelahan kerja dengan durasi kerja yang panjang bisa mengakibatkan kecenderungan bagi pekerja mengalami kelelahan, gangguan kesehatan, penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja tenun. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 39 orang pekerja tenun. Sampel 39 orang diambil dari populasi dengan memakai teknik total sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square test dari program SPSS. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2-6 Desember 2024. Hasil uji statistik antara lama kerja dengan kelelahan kerja menunjukan nilai p-value=0,000 (P>0.005). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara lama kerja dengan kelahan kerja pada pekerja tenun di Desa Jatilawang Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.
The ANALYSIS FACTOR OF THE OCCUPATIONAL HEALTH SERVICE UTILIZATION AMONG FISHERMAN IN CITANGKIL DISTRICT, CILEGON CITY, BANTEN Hayat, Fauzul
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i1.794

Abstract

Health challenges for informal sector workers such as fishermen are related to high cases of work-related diseases and work accidents in Indonesia. Government efforts are needed through the Occupational Health Unit (UKK) post services. This study aimed to determine the factors that cause the utilization of the occupational health services unit by fishermen in Warna Sari Village. A cross-sectional study design was selected, using purposive sampling in the research area. Data were collected from 60 fishermen using a structured questionnaire from February to March 2025. Chi-square test was used to univariate and bivariate analyzed data. Version 21 of SPSS was utilized in the analysis program. A total of 60 fishermen had participated in the study. The dominant age group was >30 years old (61.7%). The majority of respondents had a lower school education level (66.7%). Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge (p value = 0.034), health worker support (p value = 0.016), levels of awareness (p value = 0.000), need factor (p value = 0.005) with the occupational health services unit. A change in policy is required that places a larger emphasis on improving knowledge and increasing assistance from local public health services in order to encourage the fishing community to utilize the occupational health services in Warna Sari Village, Citangkil District, Cilegon City.
Evaluasi Penerapan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran Di Industri Kelistrikan: Studi Kasus PT. XYZ Jakarta Tahun 2025 Husen, Husen; Sahuri, Sahuri; Arjuni, Defi; Hendrawati, Lulus Suci; Rudyarti, Edwina
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i1.803

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu risiko terbesar di sektor industri kelistrikan yang memiliki banyak peralatan bertegangan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di PT. XYZ, Jakarta, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. XYZ telah memiliki elemen-elemen dasar sistem tanggap darurat seperti SOP, tim tanggap darurat, dan pelatihan berkala. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya integrasi komunikasi, belum optimalnya pelatihan praktis, dan keterbatasan pemeliharaan alat proteksi kebakaran, sehingga diperlukan penguatan sistem secara menyeluruh untuk meningkatkan kesiapan menghadapi insiden kebakaran. Hasil setelah adanya penerapan sistem menunjukkan efektifitas penerapan sistem tanggap darurat kebakaran melalui simulassi dan pelatihan dengan peningkatan nilai 15%-25% untuk aspek pengetahuan, fasilitas proteksi dan pendokumentasian SOP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan sistem tanggap darurat kebakaran melalui simulasi dan pelatihan yang menyeluruh dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tangguh terhadap risiko kebakaran.
Analisis Laboratory Safety dan Simptom Klinis Penyakit Akibat Kerja di Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhamada Slawi Kabupaten Tegal Listina, osie; Prabowo, Aditya Yulindra Agung; Cahyanta, Agung Nur
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i1.804

Abstract

Peralatan dan fasilitas yang ada di laboratorium yang kurang memadai sangat memungkinkan potensi bahaya dan pelanggaran terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium. Selain itu dampak lain yang terjadi adalah munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja perlu dilakukan tindakan pencegahan yaitu melalui identifikasi potensi bahaya yang dapat timbul dari suatu aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan laboratorium dan keluhan simptom klinis PAK pada laboran yang bekerja di Laboratorium Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhamada Slawi. Metode penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh data-data kuantitatif melalui hasil kuesioner yang melibatkan seluruh laboran. Berdasarkan hasil kuesioner menyatakan bahwa sejumlah 90% laboran sudah mengetahui kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja namun hanya 50% laboran yang sudah mendapatkan fasilitas pelatihan K3 dan perlengkapan keamanan kerja, dan sejumlah 60% laboran menyatakan belum terlindungi dari risiko keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium. Keluhan simptom klinis PAK yang dirasakan laboran diantaranya rasa gatal dan panas ketika terpapar zat kimia, diare, sesak napas, pusing, memar karena gigitan hewan uji. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya meningkatkan protokol keselamatan laboratorium serta penyediaan pelatihan dan perlengkapan K3 yang memadai pada seluruh laboran.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN PADA FIRE TEAM AREA PENGEMASAN MODERN PT X nuari, zihan haidar
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i1.806

Abstract

Kesiapsiagaan menghadapi bahaya kebakaran menjadi hal penting dalam lingkungan kerja, khususnya pada area dengan risiko tinggi seperti pengemasan modern di PT X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 8 orang yang merupakan bagian dari fire team di area pengemasan modern. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang APAR (62,5%) dan tingkat kesiapsiagaan yang baik (87,5%). Namun, hasil uji Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,071 dan nilai korelasi sebesar 0,667. Karena p-value > 0,05, maka disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan APAR dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran. Meskipun demikian, kekuatan korelasi tergolong sedang. Pelatihan rutin yang dilakukan perusahaan serta pembentukan tim tanggap darurat menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapsiagaan pekerja. Diperlukan evaluasi berkala dan peningkatan pemahaman teknis untuk mendukung respons cepat terhadap kebakaran.
Paparan Sampah Elektronik dan Organik pada Pekerja Informal: Laporan Kasus dengan Implikasi Kesehatan, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja Listina, osie; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.882

Abstract

This report presents an anonymous case of an informal waste picker in an urban area who was referred to a healthcare facility with complaints suggestive of hazardous exposure: chronic cough, dermatitis on the hands, mild hearing impairment, and mild neurocognitive symptoms (fatigue, difficulty concentrating). The case highlights the complex health risks associated with waste management and the urgent need to integrate occupational safety, environmental protection, and recycling policies. The investigation revealed daily work involving manual separation of electronic waste (e-waste) and organic waste without adequate protective equipment, frequent open burning of waste, and a history of chemical contact. Management included symptomatic treatment, referral to occupational health services, preventive education, and policy recommendations for improving local recycling practices and protecting informal workers. This case underscores the urgent need to protect informal workers within waste management systems. Cross-sectoral policies are required to prevent long-term health and environmental impacts.
GAMBARAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN DRYER PT XYZ SARI, DEWI PUSPITO
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.886

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang umum terjadi pada pekerja, dimana pekerja tidak sanggup lagi untuk melakukan pekerjaan. Data dari klinik yang terdapat di PT XYZ pada bulan November 2024 sebanyak 30 pekerja mengeluh sakit pusing, lemas, dan meriang dalam kurun waktu 2 sampai 3 minggu. Pekerja juga mengeluhkan nyeri punggung, pinggang, pegal pada kaki dan tangan. Hal tersebut merupakan gejala kelelahan kerja yang disebabkan oleh beban kerja. Beban kerja yang dialami pekerja yaitu suhu panas, bising, debu, dan aktivitas fisik yang berulang. Jam kerja di PT XYZ selama 8 jam. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran beban kerja dan kelelahan kerja pada karyawan bagian dryer PT XYZ. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2025 yang bertempat di PT XYZ. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik sampel menggunakan total sampling sebesar 75 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan analisis uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan karyawan bagian dryer PT XYZ mengalami beban kerja tinggi 46 (61,3%) dan kelelahan kerja tinggi 35 (46,7%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa beban kerja dan kelelahan kerja pada karyawan bagian dryer PT XYZ dalam kategori tinggi. Disarankan karyawan menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup, serta melakukan peregangan ringan disela waktu kerja untuk mengurangi kelelahan.
ANALISISKESESUAIANIMPLEMENTASI5RPADAPEKERJAANINSTALASIPIPAPADA PROYEKPEMBANGUNANDATACENTERJAKARTA-11 DI PT. XTAHUN2025 Sahuri, Sahuri; Binawan, Husen; Hendrawati, Lulus Suci; Arjuni, Defi; Rudyarti, Edwina
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.891

Abstract

Lingkungan area kerja yang oftimal (Bersih) berpengaruh terhadap penguatan budaya kerja. Berdasarkan observasi dan verifikasi yang dilakukan, didapatkan informasi mengenai belum optimalnya penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) pada pekerjaan instalasi pipa HDPEdi proyek pembangunan Data Center Jakarta-11 oleh PT. X selaku subkontraktor bidang MEE. Meskipun perusahaan telah memiliki instruksi kerja terkait housekeeping, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar prinsip tersebut belum dijalankan secara konsisten oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif komparatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tujuh informan yang terdiri dari manajer proyek, petugas HSE, pengawas lapangan, mandor, dan dua pekerja. Data juga diperoleh melalui observasi langsung di lokasi kerja serta dokumentasi kebijakan internal perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian dari prinsip 5R yang diterapkan secara menyeluruh. Prinsip Ringkas dan Resik belum menjadi kebiasaan kerja harian. Prinsip Rapi dan Rawat telah dijalankan sebagian, namun belum merata. Sementara prinsip Rajin belum terbentuk sebagai budaya kerja karena kurangnya pelatihan lanjutan dan pengawasan rutin.Implementasi prinsip 5R belum sepenuhnya sesuai dengan teori 5S (Kaizen) maupun instruksi kerja PT. X. Diperlukan penguatan budaya kerja dan integrasi prosedur 5R secara berkelanjutan agar keselamatan dan efisiensi kerja bdapat meningkat
Analisis Hubungan Kebisingan dengan Stres Kerja pada Pekerja di Perkebunan Karet Febrijandi, Rizcy Putrawan; Anggara, Arie; Imron, Imron; Samat, Samat
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.894

Abstract

Lingkungan kerja merupakan salah satu sumber utama potensi bahaya bagi kesehatan pekerja. Kondisi kerja yang tidak memadai, seperti tingkat kebisingan yang melebihi Nilai Abang Batas (NAB), dapat menjadi faktor penyebab masalah kesehatan. Salah satu dampak psikologis dari kebisingan adalah munculnya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebisingan dan stres kerja di kalangan pekerja perkebunan karet. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan. Sampel penelitian terdiri dari 30 pekerja di perkebunan karet. Data stres kerja dikumpulkan melalui kuesioner, sementara intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter (SLM). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres sedang dan rendah. Uji chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0.001, menunjukkan adanya hubungan antara intensitas kebisingan dan stres kerja. Pekerja perlu memahami bahaya dan risiko kebisingan dan mengetahui langkah-langkah pencegahan terhadap risiko tersebut. Kata kunci: Intesitas Kebisingan, Perkebunan Karet, Stres Kerja.
PENGARUH PENERAPAN K3 TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA MELALUI KEPUASAN KERJA PADA DIVISI PRODUKSI PT X Pramono, Tangguh Dwi
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.913

Abstract

The number of Work Accident and Death Insurance claims in the last five years has increased significantly. Effective implementation of OHS programs in the company has a positive impact on work productivity. When the risk of accidents and occupational diseases can be properly minimized, it will create a comfortable, safe, and calming work environment for employees that can increase satisfaction. The purpose of this study was to determine the effect of OHS on work productivity through job satisfaction in the Production Division of PT X. The method carried out was quantitative descriptive using SMARTPLS 3.0 with a sample of 105 employees. This study shows that OHS has a positive and significant effect on work productivity. OHS has a positive and significant effect on job satisfaction. Job satisfaction has a positive and significant effect on work productivity. The final result of this study is to conclude that job satisfaction has a role as a mediator in the relationship between OHS to work productivity with a partial mediating category.

Page 3 of 3 | Total Record : 30