cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Literature Review: Determinan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan COVID-19 di Indonesia Tanto Tanto; Handayani Handayani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1274

Abstract

Ketidakpatuhan pada protokol kesehatan COVID-19 di Indonesia masih menjadi penyebab tingginya angka penularan COVID-19. Pemerintah telah membuat kebijakan protokol kesehatan COVID-19 guna mengendalikan laju transmisi. Kepatuhan masyarakat akan sangat membantu menekan laju penularan. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA. Kata kunci yang digunakan untuk penelusuran artikel adalah determinan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19, sikap, motivasi pencegahan COVID-19, dan determinants of compliance with COVID-19. Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed merupakan data base jurnal yang digunakan untuk melakukan pencarian literatur dan dari hasil pencarian ditemukan 5 artikel yang relevan. Kesimpulannya adalah determinan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19 yaitu sikap, motivasi, pengetahuan, usia, pendidikan, lingkungan sosial, dan ketersediaan sarana. Rekomendasinya adalah diharapkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.
Pengaruh Jenis Berita COVID-19 terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Meira Oryza Vidia Utami; Fadjrina Hapsari Woro Ayuningbudi; Tafia Afina Putri; Fitri Ariyanti Abidin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1312

Abstract

Seiring dengan situasi pandemi COVID-19, media massa didominasi dengan pemberitaan mengenai perkembangan COVID-19, baik berita positif maupun negatif. Munculnya berbagai berita ini berperan besar dalam memicu kecemasan, terutama berita yang bersifat negatif. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat pengaruh jenis berita perkembangan COVID-19 (positif, negatif, dan netral) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa. Pendekatan metode eksperimental menggunakan rancangan simple randomized pretest-posttest design. Responden merupakan 75 mahasiswa (laki-laki=9, perempuan=66), dibagi menjadi kelompok eksperimen A (diberikan berita negatif, n= 26), kelompok eksperimen B (diberikan berita positif, n= 25) dan kelompok kontrol (diberikan berita netral, n= 24). Kecemasan responden diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan Coronavirus Anxiety Scale (CAS) dan Generalized Anxiety Disorder (GAD-7). Hasil uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan selisih tingkat kecemasan yang signifikan antara kelompok eksperimen A, eksperimen B, dan kontrol (F(2)=0,1468, p>0,05). Tidak adanya perbedaan yang signifikan disebabkan oleh tidak munculnya setelah membaca berita. Emotional arousal tidak muncul dikarenakan pengalaman responden mendapatkan paparan berulang berita negatif sebelum penelitian dan karena perbedaan individu dalam pengalaman emotional arousal. Dengan demikian, dampak paparan berita negatif pada kesehatan mental tidak terlalu signifikan setelah pandemik COVID-19 dialami cukup lama.
Beban Kerja, Dukungan Rekan Kerja, Lingkungan Kerja dan Iklim Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja Perawat Anna Riana; Nina Nina; Rindu Rindu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1334

Abstract

Stres kerja dapat mengakibatkan karyawan merasa tertekan dalam menghadapi pekerjaan dan bisa menurunkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran pengaruh beban kerja, dukungan rekan kerja, lingkungan kerja dan ikllim kerja terhadap tingkat stress perawat puskesmas dalam penanganan COVID-19. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan Struktural Equation Modelling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di 44 puskesmas wilayah Kabupaten Tangerang dengan jumlah perawat sebanyak 290 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 82 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Stres kerja dipengaruhi oleh beban kerja sebesar 18,07%, dukungan rekan kerja sebesar 17,59%, iklim kerja sebesar 19,70% dan lingkungan kerja sebesar 25,64%. Model mampu menjelaskan variabilitas data sebesar 99,74%, sedangkan 0,26% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Diharapkan perawat untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif seperti menjaga hubungan yang baik dengan sesama rekan perawat, saling mendukung dalam pencapaian prestasi kerja serekan sejawatnya dan menjaga fasilitas yang diberikan oleh puskesmas untuk menunjang kerja perawat.
Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Firmansyah Danukusumah; Suryani Suryani; Iwan Shalahuddin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1403

Abstract

Stigma merupakan salah satu faktor penghambat dalam pemulihan orang dengan gangguan jiwa. Banjaran Wetan merupakan suatu wilayah dengan jumlah klien gangguan jiwa yang meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa di RW 05 Desa Banjaran Wetan Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 452 orang dengan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 50 orang. Instrumen pada penelitian menggunakan kuesioner Community Attitudes toward the Mentally Ill (CAMI). Analisis data menggunakan mean, median, serta standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masyarakat masih tinggi (mean=129; SD=14). Skor tertinggi pada aspek ideologi komunitas kesehatan mental (mean=35,48; SD=4), diikuti dengan aspek kebajikan (mean=34,70; SD=4), aspek otoritarianisme (mean=31,12; SD=3) dan yang terendah yaitu aspek pembatasan sosial (mean=27,86; SD=2). Artinya masyarakat beranggapan bahwa orang dengan gangguan jiwa harus mendapatkan perawatan yang memadai dan perlu pelayanan kesehatan jiwa akan tetapi bukan di lingkungan mereka. Saran untuk penelitian ini diharapkan ada program pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai orang dengan ganggguan jiwa.
Survei Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja di SMA Negeri 5 Jayapura Stuard Aldo Woisiri; Gelora Mangalik; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1423

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berumur ≥ 10 Tahun mempunyai kecenderungan kurang mengkonsumsi sayur dan buah sesuai standart pedoman gizi seimbang yaitu kurang dari 400 gr/orang/hari yang terdiri dari 250 gr sayur dan 150 gr buah dalam sehari mencapai 95,5. Di Provinsi Papua, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk tidak mengkonsumsi buah dan sayur mencapai 95%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat konsumsi buah dan sayur dan tingkat asupan zat makro dan mikro pada anak remaja di SMA Negeri 5 Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Jayapura pada bulan Januari-Maret 2021. Sampel target dalam penelitian ini adalah 50 siswa-siswi kelas 10-11 dengan usia 15-18 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sistematis (sistematic random sampling). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner yaitu Semi Quantitave Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) dan recall 2x24 jam. Data yang telah dikumpulkan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata konsumsi sayur dan buah siswa sangat rendah yaitu sayur frekuensi konsumsi sayur 0,09 kali/hari dengan rata-rata berat 4,41 gram/hari dan buah 0,16 kali/hari dengan rata-rata berat 38,59 gram/hari. Tingkat asupan zat gizi makro defisit yaitu energi (29 siswa),protein (36 siswa), lemak (33 siswa) dan karbohidrat (47 siswa) dan asupan zat gizi mikro yang kurang yaitu 50 siswa kurang mengonsumsi serat dan kalsium, 32 siswa kurang mengonsumsi magnesium dan 47 siswa kurang mengonsumsi zat besi.
Pemenuhan Kebutuhan Ibu Bersalin di Masa Pandemi COVID-19 Fayakun Nur Rohmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1425

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan meningkatkan kecemasan pada ibu dalam proses melahirkan karena mengkhawatirkan beberapa hal diantaranya tentang screening COVID-19 sebelum melahirkan, pembatasan jumlah pendamping, kekhawatiran mengeni kesehatan diri dan banyinya serta kualitas layanan yang tidak sesuai harapan sehingga tidak memenuhi kebutuhannya selama persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan ibu bersalin di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 40 pasien ibu yang bersalin secara spontan. Mayoritas ibu bersalin sebanyak 65% merasa telah terpenuhi kebutuhan baik secara fisik, psikologis, informasi dan sosial. Saran ibu hamil memperkaya pengetahuan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis menjelang persalinan.
Analisis Resiko Gangguan Sosial Emosional Ibu terhadap Perkembangan Anak Usia 36-59 Bulan Amrina Rosyada; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1427

Abstract

Riset Kesehatan Dasar 2018 melaporkan bahwa 39,9% balita usia 36-59 bulan mengalami perkembangan yang meragukan. Ibu memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak melalui stimulasi dan pola asuh. Kondisi kesehatan psikologis ibu seperti gangguan sosial emosional seringkali terabaikan padahal berpengaruh besar terhadap pola asuh dan stimulasi yang diterapkan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gangguan sosial emosional ibu terhadap perkembangan balita usia 36-59 bulan di Palembang. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan subyek 148 ibu dengan anak usia 36-59 bulan di Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling di 4 strata terpilih, yaitu Kecamatan Sukarami, Kemuning, Ilir Timur 1 dan Ilir Barat 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,1% anak balita memiliki perkembangan yang meragukan. Sebanyak 64,2% ibu mengalami gangguan sosial emosional. Gangguan sosial emosional ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan setelah dikontrol oleh variabel stimulasi (p-value = 0,001; PR = 4,595). Ibu perlu mengelola emosi dengan memberikan diri mereka “me time” agar dapat memulihkan energi untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Support System yang baik perlu dikembangkan dalam keluarga untuk mendukung penurunan gangguan sosial emosional pada ibu.
Analisis Penerapan Budaya Keselamatan Kerja dalam Pencegahan Kejadian Tertusuk Jarum Tri Astuti Kusumawardani Arianingrum; Ari Suwondo; Yuliani Setyaningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1432

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan harus mempunyai komitmen pada keselamatan pasien, pengunjung, staf, maupun pihak independen yang berada di lingkungan rumah sakit. Rumah sakit perlu meminamalisir potensi bahaya yang timbul akibat kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja yang sebagian besar terjadi akibat tertusuk jarum. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan budaya keselamatan kerja dalam pencegahan kejadian tertusuk jarum di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 1.171 perawat yang bekerja di ruang rawat inap. Metode sampel menggunakan simple random sampling dan besar sampel ditentukan menggunakan rumus slovin sejumlah 300 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat korelasi signifikan pencegahan kejadian tertusuk jarum dengan komitmen manajemen (Pv=0,002), peraturan dan prosedur (Pv=0,000) serta perilaku pekerja (Pv=0,000), sedangkan komunikasi tidak terdapat korelasi yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor budaya keselamatan kerja dalam pencegahan kejadian tertusuk jarum yang paling berpengaruh adalah perilaku pekerja.
Analisis Faktor Bio-sosial Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Tunagrahita Syarfaini Syarfaini; Emmi Bujawati; Syahratul Aeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1435

Abstract

Proses tumbuh kembang anak dapat menentukan kualitas anak, termasuk diantaranya adalah anak dengan retardasi mental (tunagrahita). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status berat badan lahir bayi dan pola pengasuhan orang tua terhadap tumbuhmkembang anak tunagrahita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita di UPT SLBNm1 Marosm dan jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi karena menggunakan teknik exhaustive sampling yaitu sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status berat lahir bayi dengan pertumbuhan (Pv=1,000) dan perkembangan kemampuan dasar (Pv=0,624). Begitu pun dengan tipe pola asuh tidak berhubungan dengan dengan pertumbuhan (Pv=0,771) dan perkembangan kemampuan anak retardasinmental (Pv=0,771) di UPT SLBN 1 Kab. Maros. Penelitian ini merekomendasikan pencegahan dan penanganan serius bayi berat lahir rendah dan memberikan sebuah pelatihan pola asuh kepada orang tua agar dapat memaksimalkan kemandirian anak dengan keterbatasan mental dengan hal-hal yang menyenangkan dalam bentuk bermain, menonton, bernyanyi, menari, dan sebagainya.
Epidemiologi Kejadian Tuberkulosis-Diabetes Mellitus (TB-DM) di Kota Kediri Akhmadi Abbas
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1439

Abstract

Tuberkulosis dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epidemiologi Tuberkulosis-Diabetes Mellitus (TB-DM) di Kota Kediri. Metode penelitian observasional deskriptif dengan desain laporan kasus. Populasi sebanyak 862 data pasien TB paru periode 2016-2018 dari seluruh Puskesmas di Kota Kediri dengan metode total sampling, sehingga seluruh data menjadi unit analisis (sample) dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian TB-DM adalah 13% pada pasien TB paru baru di Kediri. Angka kejadian TB-DM sebagian besar laki-laki (64%), sebagian besar kelompok usia lanjut (88,39%) dan sebagian besar (50%) berada di wilayah kerja Puskesmas Balowerti. Proporsi kejadian TB-DM pada pasien baru TB paru cenderung meningkat selama periode 2016-2018 yaitu sebesar 13% (112 kasus). Petugas perlu melakukan skrining pasien TB secara rutin untuk mendeteksi kejadian TB-DM sedini mungkin. Pasien diharapkan dapat mengontrol kadar gula untuk menurunkan risiko TB-DM.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue