cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Pengelolaan Limbah B3 Medis COVID-19 dari Rumah Sakit di Kota Tangerang Atikah Nadiah Syafei; Suyud Warno Utomo; Lizahra Izzati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2072

Abstract

Pengelolaan limbah medis di Indonesia menghadapi banyak tantangan. Pada Maret 2020, satgas COVID-19 menemukan sebanyak 1,94 kg limbah masker medis di temukan di area Muara Cilincing menuju Teluk Jakarta. Jumlah penemuan limbah medis ini meningkat pada bulan selanjutnya mencapai 2,16 kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis B3 COVID-19 pada rumah sakit di Kota Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk menghitung jumlah timbulan limbah medis COVID-19 dari rumah sakit dan kualitatif untuk mengetahui pengelolaan limbah medis COVID-19 dengan pendekatan deskriptif. Timbulan limbah medis yang dihasilkan dari RS A dan B sebanyak 3,19 kg/tempat tidur/hari dan 3,16 kg/tempat tidur/hari. Alur pengelolaan limbah medis B3 COVID-19 yang dilakukan oleh RS A dan RS B dimulai dari pemisahan yang dilakukan pada sumbernya, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengangkutan menuju pihak ke 3. Sarana prasarana pengelolaan limbah rumah sakit sudah tersedia cukup baik sesuai dengan syarat Permenkes No.18 Tahun 2020. Sejauh ini, belum adanya rencana terkait antisipasi pengelolaan limbah medis apabila timbulan limbah medis membludak yang disiapkan oleh pemerintah. Dalam hal pengangkutan limbah oleh pihak ke 3, terdapat beberapa kali keterlambatan untuk waktu kedatangan ke rumah sakit untuk mengangkut limbah medis. Kesimpulan dalam penelitian ini yakni pengelolaan limbah medis B3 COVID-19 rumah sakit di Kota Tangerang saat ini terkontrol dengan baik.
Durasi Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Remaja Ilah Muhafilah; Suwarningsih Suwarningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2076

Abstract

Durasi penggunaan media sosial yang terlalu lama dan adanya gangguan pada kesehatan mental terutama stres akan mempengaruhi pola tidur seseorang yang berisiko menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan media sosial dan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan potong lintang. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa dan mahasiswi Prodi Sarjana Keperawatan Universitas MH Thamrin sebanyak 182 mahasiswa yang diambil menggunakan menggunakan purposive sampling.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-26 Juli 2021. Uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan remaja yang memiliki kualitas tidur buruk, proporsinya lebih besar pada mereka yang durasi penggunaan media sosialnya lama (62,5%), dibandingkan remaja dengan durasi penggunaan media sosial cukup (37,5%), walaupun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (nilai p = 0,537). Sedangkan, remaja yang memiliki kualitas tidur buruk, proporsinya lebih besar pada mereka yang mengalami stres berat (75%) dibandingkan dengan yang mengalami stres ringan (43,2%) dan perbedaan ini bermakna secara statistic (nilai p = 0,016). Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan penatalaksanaan upaya mencegah gangguan tidur yang berkelanjutan yang menyebabkan stres.
Faktor Risiko Kejadian Hemoroid pada Pekerja Usia Produktif Felisitas Sinta Widowati; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2092

Abstract

Hemoroid merupakan salah satu penyakit rektum yang disebabkan oleh pembesaran serta inflamasi vena pada dubur yang bersumber dari hemorrhoidal plexus. Insiden penyakit hemoroid pada pekerja di Indonesia masih tinggi dengan berbagai faktor risikonya. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berbagai faktor risiko dengan kejadian hemoroid pada pekerja usia produktif di perusahaan pra beton Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dengan pengisian kuesioner yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa jumlah pekerja yang mengalami hemoroid sebanyak 30 responden (21,89%) dari 137 pekerja. Berdasarkan uji statistik, didapatkan tiga faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hemoroid yaitu konstipasi (nilai p = 0,000), keturunan (nilai p = 0,002), dan pola buang air besar (nilai p = 0,002). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu konsumsi serat, usia, lama duduk, hubungan seks, pemasukan cairan, dan aktivitas fisik, nilai p > 0,05. Konsumsi serat, usia, lama duduk, pemasukan cairan, dan aktivitas fisik menunjukkan risiko >1 kali untuk terjadinya hemoroid. Konstipasi, keturunan, dan hubungan seks menunjukkan risiko >3 kali untuk terjadinya hemoroid. Pola buang air besar menunjukkan risiko >4 kali untuk terjadinya hemoroid. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kejadian hemoroid di Perusahaan Pra Beton Indonesia dipengaruhi oleh konstipasi, keturunan, dan pola buang air besar.
Determinan Kehamilan Risiko Tinggi Wanita Usia Subur di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang; BS. Titi Haerana; Emmi Bujawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2124

Abstract

Di Indonesia, kehamilan risiko tinggi menyentuh angka 34%, lebih tinggi dari beberapa negara, seperti India dan Nepal. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kehamilan risiko tinggi pada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur dengan riwayat hamil terakhir (periode 2012–2017) dari rumah tangga terpilih dan memiliki kelengkapan data variabel penelitian. Analisis multivariat melalui uji polytomous logistic regression dan menggunakan ukuran asosiasi Odds Ratio dengan nilai interval kepercayaan 95%. Secara berturut-turut, proporsi kehamilan risiko tinggi kategori terlalu muda (28,50%), terlalu tua (21,21%), terlalu banyak (7,83%), dan terlalu dekat (1,08%). Pendidikan ibu tidak tamat SMP menjadi faktor determinan telalu muda (aOR=2,35;1,01-1,28), terlalu tua (aOR=1,88;1,60-1,96), dan terlalu banyak (aOR=2,27;1,90-2,71). Perpanjangan akses terhadap pendidikan pada remaja perlu mendapat perhatian untuk menekan angka putus sekolah yang akan mengarah pada perluasan akses pekerjaan yang berimplikasi pada perbaikan sosial ekonomi dan penundaan usia kawin.
Hubungan Pengetahuan dan Pelatihan dengan Sikap Perawat dalam Penggunaan Alat Pemadan Api Ringan (APAR) Tyas Lilia Wardani; Lusi Ismayenti; Pipit Handayani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2135

Abstract

Jika terjadi kebakaran di rumah sakit terdapat resiko tinggi untuk menimbulkan korban jiwa. Sikap pekerja terhadap kebakaran, termasuk sikap penggunaan Alat Pemadan Api Ringan (APAR) berperan dalam pencegahan kebakaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan pelatihan dengan sikap perawat dalam penggunaan APAR. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 280 perawat dengan 50 orang diantaranya adalah diambil sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Somers’d dan uji regresi ordinal. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (nilai p = 0,001) dan pelatihan (nilai p = 0,000) dengan sikap perawat dalam penggunaan APAR. Hasil uji regresi ordinal menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh terbesar terhadap sikap penggunaan APAR (nilai p = 0,009, nilai Wald = 6,768). Penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan dan pengetahuan berkorelasi signifikan dengan sikap perawat dalam penggunaan APAR serta pelatihan memberikan pengaruh paling besar terhadap sikap penggunaan APAR pada perawat.
Analisis Kebutuhan Kompetensi SDM Instalasi Rekam Medik dengan Metode Analytical Hierarchy Process Malihah Ramadhani Rum; Nur Pratiwi Rahmawaty Saud
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2148

Abstract

Berdasarkan survey pendahuluan ditemukan bahwa petugas di instalasi rekam medik jumlah dan kompetensinya masih kurang seimbang jika dibandingkan jumlah pengunjung rumah sakit, sehingga pelayanan menjadi kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prioritas kebutuhan kompetensi SDM di instalasi rekam medis pada masa pandemi COVID-19 dan menyusun rencana strategi peningkatan kompetensi SDM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat peristiwa dan aktivitas suatu kelompok di rumah sakit, dalam penelitian ini tipe desain penelitian yang digunakan adalah single-case (holistic), karena unit analisis yang digunakan hanya satu yaitu instalasi rekam medik. Hasil penelitian didapatkan urutan prioritas dari perhitungan AHP (Analytical Hierarchy Process) kebutuhan kompetensi sumber daya manusia di instalasi rekam medik prioritas pertama yaitu kualifikasi Pendidikan, dilanjutkan pengalaman kerja, pelatihan keahlian, beban kerja dan sarana prasarana. Ditemukan bahwa kualifikasi Pendidikan staf rekam medis belum sesuai, pengalaman kerja staf cukup, pelatihan keahlian staf cukup, beban kerja yang diberikan tidak sesuai, dan sarana prasarana pendukung belum sesuai.
Efek Gabungan Obesitas dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Prediabetes Irma Surya Kusuma; Syahrizal Syarif; Septyana Choirunisa
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2159

Abstract

Obesitas dan kurangnya aktivitas fisik diketahui sebagai faktor risiko independen kejadian prediabetes, namun efek gabungan kedua faktor tersebut terhadap kejadian prediabetes belum banyak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek gabungan obesitas dan aktivitas fisik terhadap kejadian prediabetes pada populasi usia ≥ 15 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014 dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 5.439 responden usia ≥ 15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam analisis. Outcome penelitian berupa kejadian prediabetes berdasarkan pemeriksaan HbA1c. Regresi logistik dilakukan untuk mengestimasikan Prevalence Ratio (PR) dengan 95% Confidence Intervals (CI). Pada analisis gabungan dengan menggunakan kelompok tidak obesitas dan aktivitas cukup sebagai kelompok pembanding, kelompok obesitas dengan aktivitas fisik kurang diketahui memiliki resiko paling tinggi menderita prediabetes (PR 1,92; 95% CI 1,55-2,37), diikuti kelompok obesitas dengan aktivitas fisik cukup (PR 1,69; 95% CI 1,44-2,00), setelah dikontrol variabel usia dan jenis kelamin. Kelompok tidak obesitas dan aktivitas fisik kurang menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan prediabetes. Sebesar 16,15% kejadian prediabetes disebabkan oleh interaksi sinergis antara obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Pencegahan terhadap obesitas bersama dengan peningkatan aktivitas fisik penting dilakukan guna menurunkan risiko prediabetes.
Efektivitas Media Audio Visual dalam Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Pekerja Sektor Swasta Sri Mastuti; Laila Ulfa; Susiana Nugraha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2160

Abstract

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi terus meningkat, peningkatan prevalensi hipertensi pada pekerja di Pusyankesja tahun 2020 sebesar 41% menjadi 52% di tahun 2021. Salah satu cara yang efektif bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah dengan menjaga pola makan. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui penyuluhan media audio visual. Audio visual adalah sebuah media yang bisa merangsang indra lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktik pekerja dalam pencegahan hipertensi. Rancangan penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan pre dan post test one group. Sampel berjumlah 47 pekerja, pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling disertakan dengan kuesioner yang dianalisis mengunakan uji beda mean atau uji t. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan audiovisual sebagai media penyuluhan, efektif meningkatkan pengetahuan (P-value = 0,001), sikap (P-value = 0,001) dan praktik pekerja (P-value = 0,001) dalam pencegahan hipertensi. Kedepannya perlu monitoring dan evaluasi serta diperlukan upaya sinergitas dengan program kesehatan lain.
Perilaku Konsumsi Suplemen dan Herbal untuk Pencegahan dan Pengobatan Infeksi COVID-19 pada Kelompok Dewasa Perkotaan Abdullah Syafei; Desy Sulistiyorini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.2162

Abstract

Penggunaan produk alami dan ekstrak herbal dipercaya dapat meningkatkan kekebalan dan mengurangi risiko tertular COVID-19. Namun masih banyak masyarakat yang salah paham terhadap manfaat suplemen dan produk herbal sehingga menyebabkan perilaku konsumsi yang tidak tepat yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, alih-alih mencegah penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta tingkat konsumsi suplemen serta herbal pada kelompok dewasa perkotaan dan juga akan melihat apakah terdapat perbedaan pola konsumsi sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional berbasis survey online. Populasi penelitian ini adalah kelompok usia dewasa di DKI Jakarta berusia 25-45 tahun yang bertempat tinggal di DKI Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin dan mineral serta herbal selama pandemi COVID-19 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sebelum adanya pandemi (P-value = 0,000). Jenis suplemen dan herbal yang paling banyak dikonsumsi baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19 adalah suplemen vitamin C (48,7%), suplemen mineral kalsium (16,7%) dan herbal madu/propolis (45,3%). Walaupun kesadaran masyarakat relatif meningkat dalam konsumsi suplemen vitamin, mineral dan herbal, namun tetap perlu diperhatikan dalam penggunaanya harus sesuai dengan anjuran dan kebutuhan.
Faktor yang Berhubungan dengan Locomotive Syndrome pada Lansia Fajar Wijanarko; Susiana Nugraha; Laila Ulfa; Sudibyo Alimoeso
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2169

Abstract

Ageing atau proses penuaan adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap seumur hidup yang sangat bervariasi, dan bersifat progresif dan kumulatif berupa penurunan fungsi fisiologis secara umum. Salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan kekuatan otot dan keseimbangan yang mengakibatkan locomotive syndrome (LS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap locomotive syndrome pada lansia di sekolah lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian cross sectional, dengan populasi peserta sekolah lansia IRL Jawa Barat berjumah 854, dengan purposive sampling sebanyak 200 responden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan locomotive syndrome adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) (nilai p = 0,010), hand grip strength (nilai p = 0,012) dan keseimbangan (nilai p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa factor keseimbangan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap locomotive syndrome (nilai p = 0,001). Pencegahan locomotive syndrome dapat dilakukan dengan IMT yang ideal, melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan. Perempuan mempunyai risiko lebih tinggi terjadi locomotive syndrome, maka disarankan untuk memprekecil faktor risiko sejak dini.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue