cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara pada Pengemudi Bus Trans Arianto, Machfudz Eko; Saptadi, Julian Dwi; Nurhasanah, Amelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2170

Abstract

Bus Trans tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat tetapi memiliki dampak negatif. Adanya pengemudi yang ugal-ugalan saat bekendara, berbelok dengan tajam, bus menguasai jalan dan sebagainya, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna jalan umum dan dapat menimbulkan kecelakan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor apa yang mempengaruhi perilaku aman berkendara pengemudi bus trans. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pengemudi bus trans, penentuan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah 55 sampel. Penentuan sampel dengan metode sampel random sampling. Instrumen penelitian ini kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja (nilai p = 0,769), dukungan keluarga (nilai p = 0,42), dan kondisi kendaraan (0,564) dengan perilaku aman berkendara. Hanya faktor pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku aman berkendara (nilai p = 0,011). Rekomendasi penelitian ini, diharapkan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan berkala terhadap pengemudi. Pengemudi diharapkan selalu mematuhi tata tertib lalu lintas dan SOP yang sudah diberlakukan di perusahaan.
Faktor Medication Error dari Perspektif Perawat pada Pelayanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Oci Etri Nursanty; Malihah Ramadhani Rum
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.2179

Abstract

Medication Errors (MEs) merupakan kegagalan tenaga kesehatan perawat dan medis dalam melakukan tugas dengan benar. Perawat menghabiskan 40% waktu mereka dalam melaksanakan sistem administrasi obat. Kesalahan pengobatan dapat menyebabkan rasa tidak percaya di antara pasien terhadap proses perawatan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor utama kesalahan pengobatan dari perspektif perawat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 57 responden, tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari karakteristik perawat dan faktor kejadian MEs dari tiga dimensi terkait yaitu perawat, lingkungan departemen, dan manajemen keperawatan. Hasil penelitian diketahui faktor kejadian MEs ditemukan berdasarkan skor rata-rata tertinggi pada dimensi departemen sebanyak 2,94 dengan faktor kejadian persentase tertinggi sebanyak 10,5% menyatakan setuju dikarenakan insensitas kerja yang tinggi. Skor rata-rata terendah ditemukan pada dimensi terkait perawat sebanyak 2,83 dengan faktor kejadian persentase tertinggi sebanyak 10,5% menyatakan setuju kejadian MEs dikarenakan kelelahan akibat terlalu banyak bekerja. Dapat disimpulkan bahwa proporsi kerja perawat yang tinggi mengakibatkan peningkatan aktivitas kerja perawat. Meningkatnya proposi kerja perawat mengakibatkan tingginya beban kerja perawat yang dapat menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kelelahan. Hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi lingkungan departemen perawat dalam mengatur kebijakan kerja sebagai upaya mencegah kejadian MEs.
Peran Remaja dalam Kegiatan Kampung Tangguh Bencana Ledoksari, Kota Yogyakarta Khoiriyah Isni; Farikhah Nur Laila; Tri Mustanginah; Ayu Saidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2181

Abstract

Kampung Tangguh Bencana (KTB) Ledoksari merupakan salah satu program upaya mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta. Program ini menggunakan prinsip pelibatan semua pihak dengan mengakomodasikan sumber daya dari berbagai kelompok, termasuk pemuda. Keikutsertaan pemuda dalam kegiatan KTB masih minim. Penelitian ini bertujuan mengetahui niat partisipasi sosial remaja dalam kegiatan KTB Ledoksari dan hubungannya dengan faktor norma subyektif, sikap, dan Perceived Behavioural Control. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 31 remaja di Kampung Jagalan Ledoksari yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang merujuk pada Planned Behaviour Theory. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja (83,9%) tidak pernah ikut atau terlibat dalam kegiatan KTB. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara norma subjektif (nilai p = 0,001) dan Perceived Behavioural Control (nilai p = 0,006) dengan niat pemuda dalam Kegiatan KTB. Sedangkan sikap remaja tidak berhubungan dengan niat pemuda dalam Kegiatan KTB, nilai p > 0,05. Mayoritas remaja sangat setuju untuk mengikuti tahapan kegiatan penyusunan profil dan penyusunan peta. Ijin orang tua dan kendala waktu menjadi faktor yang paling mempengaruhi remaja untuk berpartisipasi aktif dalam KTB. Orang tua dan Pengurus KTB dapat mendorong remaja agar dapat berperan aktif, sehingga remaja juga merasa memiliki KTB ini.
Efektivitas Penanggulangan Stunting Melalui Pendampingan Kelas Gizi dengan Pendekatan Interprofesional Collaboration (IPC) Anak Agung Ngurah Ketut Riyadi; Nurlaila Agustikawati; Luh Putu Yuliastuti; Fitri Setianingsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2182

Abstract

Bayi dan Balita yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk beresiko tiga kali menderita stunting jika tidak segera ditangani dengan baik. Ketidakberhasilan program percepatan penanggulangan stunting di NTB disebabkan adanya kerterbatasan kapasitas penyelenggaraan program stunting disamping keterlibatan masyarakat yang masih sangat terbatas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh intervensi kelas gizi dengan pendekatan interprofessional collaboration (IPC) terhadap peningkatan tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) bayi balita berisiko stunting serta pengetahuan ibu tentang stunting. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design dengan menggunakan total populasi bayi balita berisko stunting di Desa Poto sebagai sampel, yaitu sebanyak 15 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendampingan kelas gizi dengan pendekatan interprofesional collaboration berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan TB (nilai p = 0,000 dan thitung = 7,054 > ttabel = 1,761), BB (nilai p = 0,000 dan thitung = 6,590 > ttabel = 1,761), dan pengetahuan ibu bayi balita terkait stunting (nilai p = 0,000). Pendampingan kelas gizi dengan pendekatan interprofesional collaboration memiliki efektifitas sedang dalam meningkatkan TB (nilai N-Gain Score = 0,48) dan pengetahuan ibu bayi balita (nilai N-Gain Score = 0,54) serta efektifitas rendah terhadap BB bayi balita beresiko stunting (nilai N-Gain Score = 0,012).
Analisis Kepatuhan terhadap Rekomendasi Food Hygiene dan Perlindungan Personal untuk Pencegahan COVID-19 pada Masyarakat Perkotaan Desy Sulistiyorini; Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.2217

Abstract

Langkah-langkah dalam ranah kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial telah diterapkan di seluruh dunia untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi tersebut menjadi kunci dalam mengendalikan pandemi secara efektif. Kawasan perkotaan memainkan peran penting sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi nasional sekaligus sebagai pusat pengendalian pandemi. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional yang dilakukan untuk menilai kepatuhan orang dewasa yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Survei dilakukan pada Agustus-September 2022 melalui kuesioner online Sebanyak 515 peserta mengisi survei tersebut. Sebagian besar responden mengadopsi langkah-langkah higienis dan perlindungan pribadi yang direkomendasikan untuk menghindari penularan COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yang memiliki akses ke internet sebagian besar memiliki kepatuhan terhadap rekomendasi perlindungan personal dalam kategori baik. Variabel yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap rekomendasi perlindungan personal adalah jenis kelamin responden (P-value = 0,003). Sedangkan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap rekomendasi food hygiene adalah jenis kelamin (P-value = 0,015), tingkat pendidikan (P-value = 0,035), dan status komorbid (P-value = 0,02), Diperlukan edukasi secara berkelanjutan melalui berbagai media antar lintas pemangku kebijakan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, khususnya kepatuhan terhadap rekomendasi food hygiene.
Efektifitas Poster Edukasi Diet Tinggi Protein Melalui WhatsApp terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Eka Riana; Khoirul Rista Abidin; Ismaulidia Nurvembrianti; Sofia Afritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2218

Abstract

Penyakit diabetes merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Ada berbagai tipe diabetes salah satunya diabetes tipe 2 yang termasuk ke dalam penyakit seumur hidup. Adapun faktor penyebab terjadinya DM diantaranya kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan obesitas. Diet yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini diantaranya dengan diet tinggi protein. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat efektifitas Informasi yang di sampaikan melalui poster edukasi diet tinggi protein yang di kirim ke nomor WhatsApp pasien. Metode penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen, pre dan post test dengan control group. Adapun populasi ialah pasien rawat jalan dan inap Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura yang di diagnosis diabetes mellitus tipe 2 sebanyak 20 pasien. Efek diet tinggi protein terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes menggunakan poster yang dibagikan melalui pesan singkat (WhatsApp) belum menjadi rekomendasi (nilai p = 0,97). Diperlukan tingkat kepatuhan pasien yang sangat tinggi terhadap edukasi yang diberikan agar hasil lebih optimal.
Hubungan antara Keterlibatan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Nia Junia Putri; Amrina Rosyada; Dini Arista Putri; Ditia Fitri Arinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2232

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah sampai sekarang. Berbagai upaya pencegahan stunting dilakukan mulai dari tingkat keluarga yakni dengan mengoptimalkan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan termasuk keterlibatan ayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dan variabel confounding (tingkat pendidikan ayah, tingkat pendapatan keluarga, inisiasi menyusu dini, riwayat pemberian MPASI, jumlah anak, jenis kelamin anak, dan riwayat penyakit infeksi) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1 yang diukur berdasarkan sudut pandang ibu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 112 orang. Analisis statistik dalam penelitian ini dilakukan sampai analisis multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian MPASI (nilai p = 0,019; PR = 0,431; 95% CI = 0,229-0,812) dan jenis kelamin anak (nilai p = 0,028; PR = 2,308; 95% CI = 1,136-4,688) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1. Sedangkan analisis multivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara keterlibatan ayah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1 setelah di kontrol oleh variabel inisiasi menyusu dini (IMD) dan jumlah anak (nilai p: 0,670; 95%CI: 0,504 – 2,907).
Acne Vulgaris dan perubahan harga diri Zakiyah Mujahidah; Suwarningsih Suharto; Irna Fitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2239

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang muncul dan mendominasi bagian wajah dan mengganggu penampilan juga memberikan efek bagi perkembangan mental remaja. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk melihat korelasi antara usia, jenis kelamin, dan derajat keparahan acne vulgaris terhadap perubahan harga diri siswa SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 1.270 siswa dan responden yang dilibatkan sebagai sampel penelitian adalah 98 orang yang diambil menggunakan metode random sampling. Penghitungan berat ringannya acne vulgaris memakai Global Acne Grading System sementara pengukuran harga diri dengan The Rosenberg Self Esteem Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acne vulgaris paling banyak terjadi pada remaja pertengahan berusia 14-17 tahun dan jenis kelamin perempuan (52%) dengan derajat acne vulgaris paling banyak berada pada tingkatan ringan (73,5%). Selain itu, mayoritas responden tidak mengalami masalah yang berarti dengan harga dirinya selama mengalami acne vulgaris (87,8%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (nilai p = 0,001), jenis kelamin (nilai p = 0,045), dan derajat keparahan acne vulgaris (nilai p = 0,001) berhubungan signifikan dengan harga diri remaja selama mengalami acne vulgaris.
Determinan Perilaku "CERDIK" dalam Pencegahan Hipertensi pada Wanita Usia Subur Achmad Lukman Hakim; Agustina Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2243

Abstract

Pencegahan penyakit hipertensi pada wanita usia subur harus ditekan dan dihentikan, sehingga wanita tersebut pada saat hamil nanti tidak termasuk kedalam kategori kehamilan risiko tinggi. Salah satu bentuk pencegahan hipertensi pada Wanita usia subur adalah dengan menerapkan perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada wanita usia subur. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berada di wilayah Kota Depok Jawa Barat sebanyak 320.067 orang. Berdasarkan perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin, diperoleh jumlah sampel sebanyak 400 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling, instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa determinan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada wanita usia subur adalah pengetahuan, sikap, literasi kesehatan, dan motivasi (nilai p < 0,05). Perilaku CERDIK perlu ditingkatkan untuk mencegah wanita usia subur mengalami kejadian hipertensi.
Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Awam Terkait Prosedur Bantuan Hidup Dasar (BHD) Steven Okta Chandra; Pontisomaya Parami; Tjokorda Gde Agung Senapathi; Ida Ayu Arie Krisnayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2248

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan salah satu penyebab kematian utama yang kejadiannya lebih banyak terjadi di luar rumah sakit, sehingga korbannya sering ditemukan pertamakali oleh orang awam. Pertolongan pertama dari penolong dengan melakukan prosedur bantuan hidup dasar (BHD) menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan angka keselamatan pada korban. Hal ini menyebabkan pengetahuan tentang prosedur BHD pada masyarakat awam merupakan kunci penting bagi peningkatan angka keselamatan korban henti jantung mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik dan tingkat pengetahuan masyarakat awam khususnya di lingkungan Universitas Udayana Bali tentang prosedur BHD. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif desain potong lintang. Populasi terjangkau penelitian ini adalah masyarakat non-medis di lingkungan Universitas Udayana. Jumlah sampel minimal 85 subjek. Periode penelitian Oktober – Desember 2022. Sampel di ambil dengan metode consecutive sampling. Data dianalisa dengan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 orang responden didominasi oleh usia 25-35 tahun (28,6%), jenis kelamin laki-laki (53,1%), tingkat pendidikan SMA (40,8%), dan pekerjaan di bidang perhotelan (41,8%). Tingkat pengetahuan masyarakat diperoleh rerata nilai 3,88 ± 1,48 dari total nilai 10. Sebagian besar responden belum pernah mendengar (68,4%) maupun mengikuti pelatihan BHD (74,5%). Simpulan yang didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat umum mengenai BHD masih sangat minimal, khususnya di lingkungan Universitas Udayana.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue