cover
Contact Name
Toto Supriyono
Contact Email
prosiding@bkstm.org
Phone
+6281111110090
Journal Mail Official
prosiding@bkstm.org
Editorial Address
Gedung MRC, Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus UI Depok 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding SNTTM
Published by BKS-TM Indonesia
ISSN : 30321972     EISSN : 26230313     DOI : -
Prosiding SNTTM merupakan wadah bagi para peneliti dan praktisi tknik mesin untuk berbagi hasil riset, inovasi, serta perkembangan terbaru dalam bidang teknik mesin dan rekayasa. Prosiding menerima berbagai lingkup makalah terbaik dalam berbagai topik bidang teknik mesin, termasuk namun tidak terbatas pada: - Desain dan Manufaktur - Energi dan Konversi Energi - Material Teknik dan Metalurgi - Mekatronika dan Otomasi - Dinamika, Getaran, dan Kontrol - Transportasi dan Teknologi Otomotif - Termofluida dan Rekayasa Panas - Aplikasi Kecerdasan Buatan dalam Teknik Mesin
Articles 82 Documents
Implementasi analytic hierarchy process dalam penentuan bobot key performance indicators pada pembangkit listrik turbin uap Anggriawan, Akbar; Susilawati, Anita; Arief, Dodi Sofyan; Nazaruddin
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/6yw8w905

Abstract

Optimalisasi Key Performance Indicators (KPI) pada pembangkit listrik turbin uap sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam industry pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hieararchy Process (AHP) untuk menentukan bobot relative setiap KPI, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data untuk peningkatan kinerja. Empat KPI krusial dievaluasi melalui perbandingan berpasangan berdasarkan keahlian para pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power output (47,16%) merupakan KPI paling signifikan, diikuti oleh availability factor (38,58%), steam consumption (9,69%), dan capacity factor (4,58%). Nilai consistency ratio (CR) dari seluruh penilaian pakar berada di bawah 0,10, yang menunjukan bahwa hasil AHP tersebut dapat diandalkan.
Fuel efficiency and investment feasibility of marine shaft generator installation: A Case study on a very large gas carrier Riadi, Achmad; Tarigan, Zoe Gladstone; Muzhoffar, Dimas Angga Fakhri; Rivai, Haryanti
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/yt7std05

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh instalasi dan penggunaan marine shaft generator (shaft generator) khususnya pada mode Power Take-Off (PTO) terhadap konsumsi bahan bakar kapal tipe Very Large Gas Carrier (VLGC). Analisis kelayakan investasi juga dilakukan untuk menilai potensi investasi sistem shaft generator pada kapal yang sudah beroperasi tetapi belum memiliki sistem tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data operasional kapal selama satu tahun, dengan mempertimbangkan beberapa skenario penggunaan main engine, auxiliary engine, dan shaft generator pada kondisi PTO aktif (on) maupun nonaktif (off). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengoperasian shaft generator dengan mode PTO on secara signifikan menurunkan konsumsi bahan bakar auxiliary engine, meskipun memberikan dampak penuruan kecepatan yang mempengaruhi sailing days. Secara keseluruhan, efisiensi energi kapal meningkat saat PTO on. Selain itu, analisis kelayakan investasi membuktikan bahwa investasi pada shaft generator layak untuk diterapkan, terutama pada kapal dengan rute pelayaran jarak jauh dan jam operasional tahunan yang tinggi.
Analisis kekasaran permukaan tulang pada pemesinan freis menggunakan metode Taguchi Ibrahim, Gusri Akhyar
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/mx47hb23

Abstract

Tulang kortikal sebagai jenis tulang keras memainkan peran penting dalam mempertahankan stabilitas kekuatan tulang, terutama dalam kasus patah tulang. Sementara itu, sifarnya yang keras dan getas menyebabkan kerusakan pada saat pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter pemesinan frais terhadap nilai kekasaran permukaan tulang kortikal dalam kondisi kering menggunakan Metode Taguchi. Bedan kerja yang dipotong adalah jenis tulang kortikal sapi, bagian kaki belakang. Spesimen dibuat berbukuran panjang 6 cm, lebang 3 cm, dan tebal 1 cm. Aanalisis varians (ANOVA) dilakukan untuk menentukan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan. Pahat jenis HSS dipilih untuk pemotongan dan pemesinan dilakukan tanpa menggunakan pendingin atau pelumas. Sementara itu, nilai kekasaran permukaan diukur menggunakan surface roughness tester. Pengukuran dilakukan di  awal pemotongan dan akhir pemotongan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor gerak makan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan, dimana nilai P, masing-masing sebesar 0,021 untuk pemotongan awal dan 0,047 untuk pemotongan akhir. Sementara itu, kontribusi masing-masing 93,51% dan 88,56%. Sedangkan faktor kedalaman potong tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Kondisi parameter optimal yang diperoleh untuk pemotongan awal adalah kecepatan putar 910 rpm, gerak makan 145 mm/min, dan kedalaman potong 0,15 mm, sedangkan untuk pemotongan akhir adalah kecepatan putar 910 rpm, gerak makan 145 mm/min, dan kedalaman potong 0,20 mm
Potensi ekonomi sirkular dalam pengembangan klaster industri daur ulang kapal di indonesia Sunaryo, Sunaryo; Asyifa, Aufa Rahma; Mutmainnah , Wanginingastuti; Hariyanto
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/hm116f81

Abstract

The objective of the research is to investigate the potential of circular economics in the development of the national ship recycling industry cluster. In conjunction with the entry into force on 26 June 2025 of the Hong Kong International Convention for the safe and environmentally sound recycling of ships, which establishes mandatory regulations to govern the way ships are recycled, modern ship recycling facilities are also growing in Indonesia. This growth is mainly due to the constant increase of uneconomical and old national shipping fleet. Which needs to be renewed and sent to the ship recycling facilities, due to the impact of the Cabotage principle, and due to high demand for raw materials from the iron and steel industry. in modern ship recycling activities, which comply with the regulations of the Hong Kong Convention, the "3 Rs" (recycle, reuse, and reduce) processes are realized, i.e., scrapped metal materials will be used as raw materials by the steel industry. ship structure and components, which are still in good condition, can be used by ship repair yards and other uses, and hazardous wastes are properly handled and treated. which will protect the environment from pollution, and indirectly reduce deforestation from ore mining. The potential circular economics could be realized by the networking of the ship recycling activities, which include: ship recycling yards, shipping companies, steel industry, ship repair yards, waste treatment facilities, and related institutions, which can be integrated into a ship recycling industry cluster.    
Pengaruh penggunaan cairan pendingin terhadap keausan dan kerusakan pahat bor pada proses pengeboran tulang kortikal Arzaq, Arzaq Guruh Dityamri
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/vwkjym67

Abstract

Pengeboran pada tulang kortikal merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam praktek bedah ortopedi, terutama pada pemasangan implant. Salah satu kendala dalam proses pengeboran ini adalah meningkatnya suhu akibat interaksi antara pahat bor dan benda kerja tulang. Kenaikan suhu yang berlebih dapat memicu kerusakan termal dan nekrosis pada tulang. Oleh karena itu, penggunaan cairan pendingin banyak dikaji sebagai solusi untuk menekan peningkatan suhu selama proses pengeboran berlangsung serta mengurangi keausan pada pahat bor. Penelitian ini secara khusus menelaah pengaruh dari dua jenis cairan pendingin, yaitu larutan NaCl dan Opsite spray, terhadap mekanisme kausan serta kerusakan mata bor selama proses pengeboran tulang kortikal berlangsung. Eksperimen ini dilakukan menggunakan mesin CNC milling 3 axis dengan kecepatan putar 1500 rpm dan laju pemakanan 35 mm/min, serta tiga kondisi pengeboran dibandingkan, yaitu tanpa menggunakan cairan pendingin (kering), dengan larutan NaCl dan Opsite spray. Spesimen yang digunakan merupakan tulang kortikal sapi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan cairan pendingin mampu secara signifikan menekan tingkat keausan pahat bor dibandingkan dengan kondisi pengeboran kering. Dari kedua jenis pendinginan yang diuji, larutan NaCl menunjukkan kinerja terbaik dengan tingkat keausan terkecil yaitu 0,041 mm pada menit ke 16,7, diikuti oleh Opsite spray dengan nilai 0,048 pada menit ke 16,7, sedangkan pengeboran dengan kondisi kering menghasilkan keausan pahat bor yang paling parah yaitu 0,064 pada menit yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa pengunaan pendinginan khususnya NaCl, berperan penting dalam memperpanjang umur pakai pahat bor sekligus mengurangi risiko keruskan termal pada jaringan tulang.
Sea toll route optimization with artificial bee colony algorithm on capacitated vehicle routing problem Gunawan
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/k9tb3v79

Abstract

Maritime transportation plays a crucial role in inter-island logistics distribution in Indonesia, one of which is through the Sea Toll Road program. Despite its economic benefits, the shipping sector also contributes to environmental pollution due to the high consumption of fossil fuels and the resulting pollutant emissions. The implementation of a carbon tax is one effort to reduce fuel consumption by increasing the burden of ship operational costs. As the Sea Toll route expands every year, this study was conducted to evaluate and optimize shipping routes to be more technically efficient and environmentally friendly. The research focused on 7 Sea Toll routes departing from Tanjung Perak Port, Surabaya, by solving the Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) using the Artificial Bee Colony (ABC) algorithm, an optimization algorithm inspired by the behavior of honeybees in foraging. The results showed a decrease in total distance traveled from 16,708 NM to 13,816 NM, an increase in average load capacity from 67.86% to 95%, and a decrease in carbon tax costs by 17.3%. The research results prove that the ABC algorithm is effective in designing optimal shipping routes in terms of route efficiency, load distribution, operational costs, and environmental sustainability.
Optimalisasi pembangkit energi surya dengan teknologi otomasi dan artificial intelligence Mas Efendi
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/km1yj302

Abstract

Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial di Indonesia karena letaknya di daerah tropis dengan paparan matahari rata-rata 10–12 jam per hari. Namun, efisiensi panel fotovoltaik (PV) yang dipasang secara statis masih terbatas akibat perubahan posisi matahari sepanjang hari sehingga hanya menghasilkan daya optimal pada waktu tertentu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan menguji sistem solar tracker dual-axis berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dan dikendalikan menggunakan algoritma fuzzy logic. Sistem dirancang dengan empat sensor LDR sebagai pendeteksi intensitas cahaya, dua motor servo ber-torsi tinggi sebagai aktuator pada sumbu azimuth dan elevasi, serta modul ESP32 yang memproses data secara cerdas menggunakan fuzzy logic untuk menentukan orientasi optimal panel surya. Selain itu, integrasi IoT memungkinkan pemantauan parameter listrik secara real-time melalui aplikasi blynk. Pengujian dilakukan selama tiga hari pada panel monokristalin 30 Wp dengan kondisi irradiance bervariasi. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan, arus, daya, energi, efisiensi panel, serta irradiance sebagai parameter pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya panel meningkat seiring dengan kenaikan irradiance, sedangkan efisiensi cenderung stabil pada kisaran 10–12%. Rata-rata efisiensi panel surya yang menggunakan solar tracker dual-axis tercatat sebesar 11,43%, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan panel statis yang hanya mencapai 2,7%. Meskipun sistem solar tracker memerlukan tambahan energi listrik untuk menggerakkan aktuator, energi tersebut sepenuhnya diperoleh dari panel surya yang disimpan dalam baterai. Dengan demikian, sistem dapat beroperasi secara mandiri, dan peningkatan efisiensi yang dihasilkan jauh melampaui konsumsi energi untuk penggeraknya sehingga tetap menghasilkan surplus energi bersih.
Experimental study of green hydrogen production applied to gasoline engines with brake load capacity 0,25 kg/cm^2 Irawan, Suci Rahmadhani; Wicaksono, Ahmad Ilham; Martin, Awaludin
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/mq361b29

Abstract

Various countries are accelerating their energy transitions due to rising greenhouse gas emissions driving global climate change. The COP26 Conference set targets to limit global temperature rise to below 1.5 °C by 2030 and achieve net-zero emissions by 2050. Hydrogen is considered a promising alternative fuel because it produces only water vapor emissions and reduces dependence on fossil fuels. This study aims to analyze the effect of hydrogen gas, produced through electrolysis, mixed with Pertalite fuel on the performance of an internal combustion engine. The electrolysis process employed an Alkaline Electrolyzer Cell of the wet cell type, using a 30%wt NaOH electrolyte, a 12V power supply, and current variations of 40 A and 50 A. Engine performance parameters were evaluated under a brake load of 0.25 kg/cm². The results showed that at 40 A, the highest HHO gas production rate reached 0.9 Lpm, resulting in a 15.3% increase in effective shaft power, 5.7% thermal efficiency, 6.7% volumetric efficiency, 1.1% AFR, and a 29.06% reduction in BSEC. At 50 A, HHO gas production also reached 0.9 Lpm, with improvements of 18.3% in effective shaft power, 8.6% thermal efficiency, 10.8% volumetric efficiency, 2.84% AFR, and a 40.7% reduction in BSEC. These findings confirm that hydrogen blending enhances engine performance while supporting emission reduction.
Design of smart food container using thermoelectric cooler and heat pipe integrated with internet of things Istiqomah, Adinda Diana Suci; Sari, Annisa Wulan; Martin, Awaludin
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/sxnxjf15

Abstract

The increasing demand for food delivery systems that ensure product quality, freshness, and safety has driven the development of a Smart Food Container (SFC) integrated with Internet of Things (IoT) technology, utilizing a combination of Thermoelectric Cooler (TEC) and heat pipe as the primary temperature control mechanism. The design employs a TEC2-25408 module coupled with a copper heat pipe containing water as the working fluid, which efficiently transfers heat from the hot side of the TEC to maintain temperature stability while reducing the TEC’s workload. The integration of IoT technology using a NodeMCU ESP8266 enables real-time temperature monitoring and remote system control. The research process includes design, prototype fabrication, and experimental testing to evaluate system performance. The SFC prototype, with dimensions of 63 cm × 34 cm × 37 cm, consists of two compartments: a cooling section operating at 5–10 °C and a heating section operating at 50–70 °C. Based on experimental results indicate that the system achieves a design COP of 0.383 and an average experimental COP of 0.339 with a performance deviation of 11.38%.
Experimental study of freeze vacuum drying with thermal energy storage for drying 2 kg aloe vera Adriyandy, Warits; Cahyati, Wulan; Agustina, Dinni; Martin, Awaludin
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/bp8zfz47

Abstract

One of the widely used post-harvest processing methods for aloe vera is drying, given its high water content. An effective drying method is vacuum freeze-drying, although this method has a drawback in energy efficiency. This research examines the use of paraffin wax as a Thermal Energy Storage (TES) medium to utilize waste heat from the condenser during the freezing phase in a vacuum freeze-drying system. The results of the study show that the use of TES consistently improves drying efficiency and energy savings. The system with TES was able to remove a higher moisture content compared to the test without TES, at 68% for a 2 kg load versus 58.57% without TES. In addition, the Coefficient of Performance (COP) for the system with TES was recorded at 2.23, which is higher than the 2.08 without TES. The use of TES for 2 kg also resulted in an electrical energy saving of 259 Wh. Thus, TES in a vacuum freeze-drying system is effective in enhancing energy efficiency, reducing power consumption, and improving the drying performance of aloe vera.