cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2018): Februari" : 6 Documents clear
Al-Hakim Al-Naisabury dan Al-Mustadrak ‘Ala Al-Sahihain Mohamad Anas
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.299

Abstract

Hadits memasuki abad ke IV H bergerak dari dimensi penulisan, pengumpulan, penjelasan kemudian menuju penertiban serta penyempurnan hadits, banyak sarjana hadits bermunculan di abag ke IV ini tarohlah; Abu 'Abdillah al-Humaidi (448 H.) adapun contoh kitab-kitab hadits pada periode ini antara lain: Sunan al-Kubra, Karya abu Bakar Ahmad bin Husain 'Ali al-Baihaqy (384-458 H.), Muntaqa al-Akhbar, karya Majduddin al-Harrany (652 H.). tidak ketinggalan pula Hakim al-Naisabury dalam karyanya Al-Mustadrak ‘ala al-Sahihain. Kali ini penulis akan memaparkan data-data yang menyangkut metode Al-Hakim al-Naisabury ditelusuri dari tulisan Al-Hakim al-Naisabury sendiri yang berguna untuk memberi informasi biografinya. Pendekatan fenomenologi akan diimplementasikan ketika penelitian ini berupaya secara obyektif memaparkan tentang Al-Hakim al-Naisabury menyangkut biografi, latar belakang pendidikan dan sosial kultural yang melingkupi kehidupannya dan perkembangan intelektualitas Al-Hakim al-Naisabury, karya-karyanya, pandangan para ulama tentang Al-Hakim al-Naisabury, sehingga diharapkan akan diketahui secara utuh dan menyeluruh, serta pada gilirannya akan mampu menampakkan motivasi dan misi yang diemban oleh Al-Hakim al-Naisabury.
Larangan Berduaan Antara Laki-Laki dan Perempuan Bukan Mahram M. Faiz Al Arif
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.300

Abstract

Orang-orang Islam sudah banyak yang terkontaminasi oleh budaya luar (negatif), di mana mereka sudah tidak memperhatikan lagi nilai-nilai syariat islam, seperti hubungan pra nikah yang begitu bebas tanpa batas, tulisan ini mengangkat sebuah hadis yang berhubungan dengan larangan khalwat (menyendiri) antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya, dan hadis tersebut penulis temukan dalam Shahih Bukhari pada “Kitab al-Nikah” no. hadis: 4832, Shahih Muslim pada “Kitab al-Hajji” no. hadis: 424, dan Sunan Tirmidzi pada “Kitab al-Fitan” no. hadis: 2165. Seluruh Rawi yang meriwayatkan hadis Shahih Bukhari dan Muslim adalah Tsiqah, dan dapat diambil kesimpulan bahwa sanad hadis di atas adalah Shahih. Adapun sanad hadis yang terdapat dalam riwayat Imam Tirmidzi ada seorang yang tidak kuat hafalannya menurut sebagaian Ulama, nama Rawi itu adalah Nadlru bin Ismail. Penulis dapat mengatakan bahwa hadis riwayat Bukhari dan muslim adalah hadis Shahih sanad dan matannya, sementara hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi adalah hadis hasan shahih. Kami katakan “hadis hasan”, karena dalam perawi sanadnya ada yang lemah ingatan, disamping juga terangkat oleh hadis yang lain
Konsep Integrasi Ilmu Umum (Sains) dan Ilmu Agama Aris Imawan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.301

Abstract

Ilmu umum (sains) dan ilmu agama ibarat air dan minyak yang selalu terdikotomi. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh belahan dunia, tidak terkecuali di negara Indonesia. Ilmu umum (sains) dan ilmu agama menjadi entitas yang tidak dapat disatukan. Dikotomi tersebut mulai akan terkikis dengan tawaran konsep integrasi ilmu umum (sains) dan ilmu agama. Integrasi membahas penyatuan dua disiplin ilmu, yaitu ilmu umum (sains) dan ilmu agama dengan memberikan tawaran implementasi di level filosofis, materi, metodologi, dan strategi. Konsep integrasi ilmu (sains) dan ilmu agama sudah menghasilkan beberapa contoh terapan yang dapat digunakan pada lembaga pendidikan.
Infak dan Sumbangan: Alternatif Sumber Pendanaan Negara Menurut Ekonomi Islam Moh. Ulumuddin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.303

Abstract

Timbulnya krisis moneter yang dirasakan bangsa ini pada tahun 1977 membuat elite ekonomi merasa terpukul. Di saat masalah kemiskinan di Indonesia belum dapat terselesaikan, terjadi krisis keuangan global pada tahun 2008 yang berimbas pada ekonomi rakyat dan menambah angka kemiskinan. Pemerintahpun mengambil kebijakan untuk menciptakan keadilan distribusi semisal dengan program Inpres Desa Tertinggal (IDT), Kredit Usaha Tani (KUT), Jaring Pengaman Sosial (JPS), Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) danlain sebagainya. Pada akhirnya program-program tersebut tidak dapat berjalan dengan baik karena adanya penyimpangan atau ketidakmatangan dalam tataran aplikasinya. Ekonomi Islam memiliki potensi dalam sumbangan perekonomian Indonesia yang pada akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan. Misalnya dana zakat dan wakaf sebagai salah satu instrumen dari konsep distribusi. Jika dilihat dari populasi masyarakat Indonesia pada 2007 sebesar 88% muslim, maka akan sangat besar nilainya hingga mencapai Rp 9,909 triliun, dengan asumsi ada 29.065 juta keluarga sejahtera Indonesia yang membayar rata-rata Rp 684.550 pertahun per orang. Dalam Islam sendiri selain zakat dan wakaf, terdapat salah satu instrumen yang jarang dilirik oleh sebagaian orang, namun jika mampu dikelola dengan baik, instrumen ini berpotensi besar dalam mengentaskan kemiskinan, pembangunan nasional, bahkan meyelamatkan pemerintah Indonesia dari jeratan hutang luar negri. Instrumen tersebut adalah infak dan sumbangan (shadaqah).Dalam tulisan singkat ini, penulis mencoba menguraikan tentang Infak dan Sumbangan: Alternatif Sumber Pendanaan Negara Menurut Ekonomi Islam.
Maqamat dan Wali Menurut Ibn Taimiyah Haidar Idris
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.304

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi tanpa henti, berbagai disiplin keilmuan telah lahir dari padanya, baik ditinjau dari sisi tata letak penempatan, sisi kata atau kalimat yang terpasang lebih jauh lagi dari sisi kandungan yang tertera. Tidak dipungkiri lagi fakta sejarah telah mencatat dari peristiwa arbiter antara dua kubu besar Ali b. Abi Thalib dan Mu’awiyah memunculkan diskusi panjang lebar, memunculkan berbagai faham, aliran atau sekte-sekte yang telah ada dan berkembang. Bahkan ketika ia membicarakan kemukjizatan, kewalian (jika bukan sosok Nabi) serta kedudukan (maqam) dari hamba Allah yang layak menyandang predikat wali Allah swt. Ketika dikembalikan (merujuk) pada al Qur’an al Karim. Salah satu ‘Ulama (cendekiawan) muslim yang mencoba menawarkan konsep maqamat dan kewaliaan tanpa meninggalkan sumber inspirasi pertama adalah Ibn Taimiyah, Ibn Taimiyah adalah seorang pemikir yang hadir setelah pemikiran di dunia Islam mengalami banyak perkembangan. Ia hidup saat dunia Islam mengalami kemunduran. Keadaan tersebut rupanya membentuk Ibn Taimiyah menjadi seorang pemikir yang berusaha menjawab perrmasalahan yang ada. Pemikirannya meliputi berbagai bidang kajian agama, di antaranya aqidah, syari’ah dan tasawuf. Dalam tulisan ini dibahas tentang biografi Ibn Taimiyyah, karya-karyanya, maqamat, dan masalah wali.
Konstruksi Epistemologi Islam Kontemporer: Telaah Atas Kritik Nalar Arab Muhammad Abed Al-Jabiri Bahrur Rozi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.308

Abstract

Sejarah merupakan peristiwa yang benar-benar mengikuti keberadaan manusi, yang tidak akan bisa lepas dari manusia itu sendiri. Para sejarawan bahkan tokoh-tokoh yang mewarnai sejarah pun bermunculan seperti Ibn Khaldun pada decade awal yang menawarkan "Determinasi Sosial" dan "Materialisme Historis". Kemudian menjamur di abad ke 20 semisal Muhammad Arkoun, Hasan Hanafi, Nasr Hamid Abu Zayd, Bassam Tibi dan juga al Jabiri. Al jabiri yang bernama lengkap Muhammad Abid al Jabiri bisa dikatakah salah satu ilmuwan Muslim yang berani memadukan konsep barat dan timur. Dia, Muhammad Abid al-Jabiri, juga salah seorang pemikir asal Maroko adalah sekian dari pemikir muslim kontemporer yang memiliki kepedulian terhadap problem tradisi (termasuk problematika Islam) dan modernitas ini, Dia dikenal dengan proyek "Kritik Nalar Arab" (Naqd al-'Aql al-'Arab) dalam membangun tradisi kritik pada pemikiran Arab-Islam. Pemikiran pembaharuan Abid al-Jabiri yang ditawarkan mempunyai sisi unik yang terletak pada kritik epistemologi yang dilakukan terhadap bangunan keilmuan yang berkembang di tengah peradaban Arab-Islam. Kritik epistemologi menjadi sebuah ranah ilmu pengetahuan yang tidak banyak diperhatikan oleh pemikir muslim khususnya. Tulisan kali ini akan menelusuri inti pemikiran al-Jabiri sebenarnya dapat dimulai pada buku pertama dan kedua dari triloginya mengenai tiga kerangka umum sistem epistemologi yang dominan dalam pemikiran Arab Islam, yaitu nalar tekstual (bayani), nalar gnosis (‘irfani), dan demonstratif (burhani). Oleh al-Jabiri ketiga mainstream nalar ini dicakupkan pada berbagai pemikiran yang hidup dalam ranah kebudayaan Islam seperti fikih, teologi, filsafat, dan tasawuf.

Page 1 of 1 | Total Record : 6