cover
Contact Name
Falah Alfarizi
Contact Email
aljupri@upi.edu
Phone
+6289531212923
Journal Mail Official
j-mer@upi.edu
Editorial Address
FMIPA Building, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal on Mathematics Education Research
ISSN : -     EISSN : 30471095     DOI : https://doi.org/10.17509/j-mer.v5i2.78906
Core Subject : Education,
The scope of this journal covers, but not limited to, the fields of: Mathematics Education, Algebra Education, Geometry Education, Statistics and Probability Education, Realistic Mathematics Education, Teaching and Learning in Mathematics Education, and Assessment in Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
SELF REGULATED LEARNING SISWA SMP DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Rama Nida Siregar; Sufyani Prabawanto; Didi Suryadi
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.48398

Abstract

This study aims to describe the self-regulated learning of junior high school students in Medan City and Deli Serdang Regency, North Sumatra in solving mathematical problems in social arithmetic material. This research includes survey research with quantitative and qualitative approaches. The research subjects were 65 junior high school students in Medan City and Deli Serdang Regency, North Sumatra who came from two schools with the category of one public school and one private school. The instrument used is a self-regulated learning questionnaire consisting of 27 statement items based on self-regulated learning indicators to be filled out by students, and interview guidelines. The results showed that the average self-study of private junior high schools in Medan City and Deli Serdang Regency, North Sumatra as a whole of 65 students was in the high category, which was 90.23. In general, students have a high tendency to self-study. For example having 1) think far ahead. Students plan behavioral independence by analyzing tasks and setting goals, 2) doing and controlling. Students monitor and control and control their own behavior, awareness, motivation and emotions, 3) Self-reflection. Students state about their own progress and change it according to their behavior, so it can be said that students who have independent learning abilities will have an impact on their learning and students' problem solving will be better
PROSES FOLDING BACK SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN-ENDED PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU BERDASARKAN RESILIENSI MATEMATIS Wahyu Widyastuti; Dadang Juandi; Aan Hasanah
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.54260

Abstract

Penting bagi pendidik untuk tidak hanya melihat hasil pekerjaan siswa, tetapi juga proses pemahaman matematis saat siswa menyelesaikan masalah. Folding back merupakan proses krusial dalam teori Pirie-Kieren tentang growth of mathematical understanding. Folding back adalah proses ketika siswa kembali ke level pemahaman yang lebih rendah untuk mengembangkan pemahaman matematis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran keberagaman proses folding back siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended pada materi trigonometri ditinjau berdasarkan resiliensi matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di kelas X Tata Busana dengan melibatkan 6 orang subjek penelitian. Terdapat 3 temuan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu; (1) siswa dengan resiliensi matematis yang sangat tinggi dapat lebih banyak melakukan folding back secara mandiri; (2) siswa dengan resiliensi matematis sangat tinggi, tinggi, maupun cukup, seringkali mengalami folding back ke level primitive knowing; serta (3) ada kalanya siswa tidak dapat mencapai level pemahaman yang lebih tinggi atau sama dengan level pemahaman sebelumnya setelah melakukan folding back.
THE EFFECTIVENESS OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) APPROACH TOWARD STUDENTS’ MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Sri Yulianti
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.48609

Abstract

Abstract The research aims to determine the effectiveness of Realistic Mathematics Education (RME) Model Learning of mathematics learning achievement in grade VII in SMP ba'it Al-Quran Kayuagung school year 2019/2020. This study was conducted at the Al-Quran Ba'it Junior High school year 2019/2020. This type of research is the research of pseudo experiments (quasi experiment). The sampling techniques in this study used simple random sampling techniques, the research sample was Cairo's class VII as an experimental class and the VII class of Mecca as the control class. Test instruments using this type of essay test.  Data analysis techniques with prerequisite test and hypothesis testing. Test prerequisite in the form of normality and homogenization test while the hypothesis test using parametric statistical analysis is Independent Sample T Test at the equivalent of α-significance = 0.05. The results showed that there were different learning outcomes among students who used the Realistic Mathematics approach. This is in the event of test analysis of Independent Samples T Test The value of the post test obtained significance 0.000 0.05, then H0 rejected. This means that the Realistic Mathematics Education (RME) approach is effective to improve the students’ mathematics learning achievement at SMP Ba’it Al-Quran  Kayuagung.Keyword: Learning approach, RME, Learning achievement
ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN LMS DALAM BLENDED LEARNING Enmufida Enmufida; Al Jupri; Kartika Yulianti
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.53933

Abstract

Kemandirian belajar merupakan inisiatif siswa dalam dalam belajar, memiliki keinginan sendiri dalam menguasai materi, percaya diri terhadap kemampuan sendiri serta tidak tergantung terhadap bantuan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemandirian belajar matematika siswa menggunakan LMS (Learning Management System) dalam blended learning. Penelitian ini penelitian kualitiatif deskriptif dengan menggunakan angket dalam pengambilan data. Subjek penelitian ini adalah 32 orang siswa di salah satu SMA Negeri di Bandung, yang terdiri dari 12 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika siswa tinggi, 11 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika sedang dan 9 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika rendah. Kemandirian belajar matematika siswa dalam blended learning meningkat dengan menggunakan LMS karena memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami pelajaran matematika karena sudah memuat materi, contoh soal beserta penyelesaiannya dan tugas. Kata kunci: Kemandirian Belajar, LMS, Blended Learning.
TIPE BERPIKIR ANAK BERBAKAT MATEMATIKA TINGKAT SMA DI KOTA BANDUNG Lucy Dewan Yulianto; Turmudi Turmudi; Asep Syarif Hidayatullah
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.7910

Abstract

Keunikan seorang anak merupakan fenomena yang menarik, dari cara berpikir, gaya belajar, psikologis anak dan masih banyak lagi. Potensi yang dimiliki suatu individu dinamakan bakat. Kecerdasan dan keberbakatan dianggap suatu konsep yang berhubungan. Cerdas istimewa dan berbakat istimewa, cerdas istimewa dipandang sebagai potensi intelektual secara umum, sedangkan berbakat istimewa merupakan potensi individu pada suatu bidang tertentu. Salah satunya adalah matematika. Anak berbakat matematika merupakan bagian kelompok anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa dalam bidang matematika atau menunjukkan kemampuan matematika yang luar biasa. Cara berpikir mereka berbeda ketika memahami masalah matematika. Hal ini merupakan fenomenayang menarik untuk diteliti mendalam.Penelitian ini menggunakan metode partisipan observer moderat yang bertujuan melihat karakteristik dan pola pikir anak berbakat matematika secara mendalam. Tipeberpikir anak berbakat matematika tingkat SMA di Kota Bandung itu berbeda-beda, ada anak yang bertipe aljabar, analisis, logika, geometri-spasial, kombinatorik, dan adapula anak yang bertipe divergen. Pola pikir yang berbeda akibat dari pengalaman dan latihan yang berbeda pula. Beberapa anak berbakat mampu meraih prestasi, namun ada pula anak berbakat yang berprestasi kurang (underachiever). Tiga faktor penting dalam mencetak anak yang unggul dalam matematika, yakni keberbakatan matematika, motivasi internal-eksternal dan lingkungan. Dilihat dari sisi psikologis, anak berbakat matematika memiliki sifat-sifat yang berbeda dari anak pada umumnya, terutama rasa empati. Semakin tinggi logika anak, maka semakin rendah rasa empati. Fenomena tersebut perlu diteliti lebih lanjut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5