cover
Contact Name
Hasia Mamonto
Contact Email
mamontohasia@gmail.com
Phone
+6285240861817
Journal Mail Official
mamontohasia@gmail.com
Editorial Address
Malalayang, Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika
ISSN : 30632331     EISSN : 30632331     DOI : https://doi.org/10.70420/px6jpm85
Paradosi: Jurnal Teologi Praktika adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan langsung oleh PT. Giat Konseling Nusantara yang bekerja sama dengan Prodi S2 Pastoral Konseling dan Asosiasi Poimenika Indonesia (APIN). Paradosi: Jurnal Teologi Praktika menerima publikasi dari hasil penelitian yang menjadi artikel ilmiah di bidang Ilmu Teologi Praktika dengan scope bidang Pendidikan Agama Kristen, Misiologi, Etika, Budaya dan Pastoral Konseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Kepemimpinan Kristen Dan Katekisasi: Kontribusi Kateketika Dalam Menghasilkan Pemimpin Kristen Yang Melayani Sampel, Reva
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 2 No. 2 (2025): PRADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/0sm0aj05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi katekisasi dalam membentuk kepemimpinan Kristen yang melayani. Latar belakang kajian ini adalah pentingnya peran gereja dalam membentuk pemimpin yang memiliki karakter Kristus, terutama di tengah tantangan zaman yang kompleks. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mengkaji sumber-sumber teologis dan pendidikan Kristen terkait katekisasi dan kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa katekisasi tidak hanya menyampaikan doktrin, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan spiritualitas pemimpin Kristen. Lima nilai utama yang dibentuk melalui proses ini adalah kasih, kesetiaan, pelayanan, penguasaan diri, dan kerendahan hati. Kelima nilai tersebut terintegrasi dalam proses pembelajaran iman yang holistik dan transformatif. Proses ini menjadikan pemimpin bukan hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen pelayanan yang kuat, bertanggung jawab, dan menjadi teladan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Dengan demikian, katekisasi berperan strategis dalam menghasilkan pemimpin Kristen yang relevan, berdampak, dan berakar kuat pada nilai-nilai Injil.
Katekisasi Sebagai Media Pemuridan di Era 5.0 Jackgues Al Idrus, Jack; Martin Aramana, Martin; Afri Aui, Afri; Moses Walukow, Moses; Yosua Tandaju, Yosua; Tesalonika Kambey, Tesa
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 2 No. 2 (2025): PRADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/jc72mn98

Abstract

The rapid evolution of technology in the Industry 5.0 era has reshaped many aspects of daily life, including how the Christian faith is taught and nurtured. Digital platforms, social media, and audiovisual content have become central to communication and learning processes. In response, catechesis must undergo a meaningful transformation to maintain its relevance in a digitally immersed culture. This paper investigates how technology can be integrated into catechetical instruction, how social media can function as a space for discipleship, and what innovative strategies are necessary in this new digital landscape. Using a qualitative approach rooted in literature-based research, this study synthesizes insights from various digital sources, including Google Scholar and online publications. The analysis reveals that digital catechesis offers a compelling and context-sensitive approach for transmitting Christian teachings to the present generation in an engaging and accessible manner.   Kemajuan teknologi pada era Industri 5.0 telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan dan pengajaran iman Kristen. Media digital, jejaring sosial, dan konten audio-visual kini menjadi alat utama dalam menyampaikan informasi dan nilai-nilai. Dalam konteks ini, katekisasi dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Artikel ini mengulas bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam materi katekisasi, bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemuridan, serta strategi-strategi kreatif yang mampu menjawab tantangan era digital. Penelitian ini memakai metode kualitatif berbasis kajian literatur, dengan merujuk pada berbagai sumber daring seperti Google Scholar dan pustaka digital lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan katekisasi berbasis digital mampu menghadirkan pembelajaran iman Kristen yang lebih kontekstual, komunikatif, dan menjangkau generasi masa kini secara efektif.  
Peran PAK dalam Masyarakat Majemuk Ambat, Aisa; Mayampoh, Fatmawati; Manoppo, Marsyananda
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 2 No. 2 (2025): PRADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/wz18wy53

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama yang tinggi, membentuk suatu masyarakat majemuk yang kompleks sekaligus rentan terhadap konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menumbuhkan sikap toleransi dan mempererat kerukunan antarumat beragama, khususnya di Desa Karombasan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan lewat wawancara dan observasi terhadap pemimpin agama, kepala keluarga, serta masyarakat setempat. Temuan menunjukkan bahwa PAK memainkan peran signifikan dalam membentuk karakter peserta didik yang terbuka terhadap perbedaan, memiliki iman yang mandiri, serta terlibat aktif dalam perubahan sosial. Nilai-nilai kasih, penghargaan terhadap keragaman, dan pendekatan penginjilan yang sesuai konteks budaya lokal menjadikan PAK sebagai penggerak integrasi sosial. Dengan pendekatan yang adil dan inklusif, PAK turut memperkuat solidaritas dalam masyarakat multikultural. Maka, PAK tak hanya menjalankan fungsi spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai agen sosial dalam membangun kehidupan bersama yang damai dan harmonis.
Peran Moderasi Beragama dalam Menjaga Keharmonisan antar Umat Beragama Maliogha, Eunike; Taliisan, Analin Gita; Tuang, Dwi Herlita; Lombo, Meylani Alicia; Hatam, Fretika Krisdiana; Susanto, Kezia; Lariwu, Ridwan
PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika Vol. 2 No. 2 (2025): PRADOSI: Jurnal Teologi Praktika
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/wanjw660

Abstract

  As a country with cultural, ethnic, and religious diversity, Indonesia faces challenges in maintaining social harmony. This study aims to reveal how the principle of religious moderation is applied in the daily lives of residents of the Wale Manguni Kapleng Housing Complex. Using qualitative methods through observation and interviews, it was found that the community in Wale Manguni Kapleng consists of adherents of Christianity and Islam who are able to live side by side harmoniously. This is reflected in social practices such as interfaith cooperation, open communication, and decision-making processes that involve all parties equally. Local culture that upholds the values ​​of tolerance, togetherness, and deliberation is an important foundation in building a harmonious life. These findings indicate that efforts to maintain harmony are more effective if they start from the awareness of the community itself, not only through policies from above. Therefore, strengthening religious moderation needs to be done through early education, empowering local communities as the vanguard in creating a peaceful and inclusive society Sebagai negara dengan keberagaman budaya, etnis, dan agama, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga kerukunan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana prinsip moderasi beragama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga Perumahan Wale Manguni Kapleng. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, ditemukan bahwa masyarakat di Wale Manguni Kapleng terdiri pemeluk dari agama Kristen dan agama Islam yang mampu hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini tercermin dalam praktik sosial seperti kerja sama lintas agama, komunikasi terbuka, dan proses pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak secara setara. Budaya lokal yang menjunjung nilai toleransi, kebersamaan, dan musyawarah menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang rukun. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kerukunan lebih efektif jika dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri, bukan hanya melalui kebijakan dari atas. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama perlu dilakukan melalui pendidikan sejak dini , pemberdayaan komunitas lokal sebagai garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif.

Page 3 of 3 | Total Record : 24