cover
Contact Name
Rajiman Andrianus Sirait
Contact Email
jurnalkadesibogor@gmail.com
Phone
+6285215336693
Journal Mail Official
jurnalkadesibogor@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STT Kadesi Bogor Jl. Transyogi, Kp. Lamping Binong RT 002/RW. 001, Kel. Cibatutiga, Kec. Cariu, Kab. Bogor 16840
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Silih Asah
ISSN : 30480302     EISSN : 3046921X     DOI : 10.54765
Jurnal Silih Asah : Jurnal penelitian ini merupakan kumpulan makalah yang menggambarkan upaya mahasiswa dalam menjelajahi aspek teologi dan pendidikan agama Kristen dalam era modern. Dalam terang pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama, karya ini memberikan wawasan mendalam terkait konsep-konsep teologis yang relevan dengan zaman kontemporer. Penelitian yang termuat dalam jurnal ini menyoroti beragam aspek, mulai dari interpretasi teks-teks suci, pengembangan metode pengajaran agama Kristen yang inklusif, hingga respons terhadap isu-isu sosial yang relevan dengan pandangan agama. Mahasiswa sebagai peneliti dan pemikir memberikan kontribusi unik mereka, menyajikan analisis mendalam, dan memberikan perspektif segar terkait bagaimana teologi dan pendidikan agama Kristen beradaptasi dan merespons dinamika zaman. Setiap artikel dalam jurnal ini membawa gagasan yang mendalam dan metode penelitian yang beragam, termasuk studi kasus, analisis teks-teks suci, serta tinjauan literatur. Selain itu, jurnal ini juga mengeksplorasi bagaimana teologi dan pendidikan agama Kristen tidak hanya mempengaruhi pemahaman keagamaan individu, tetapi juga bagaimana hal itu berkaitan dengan pembentukan karakter, etika, dan kontribusi terhadap masyarakat. Dengan fokus pada keterlibatan maha siswa dalam pembahasan teologis dan pendidikan agama Kristen, jurnal ini memperkaya pemikiran akademis dalam bidang ini, menyajikan pandangan dari generasi muda yang membawa ide-ide inovatif untuk menerangi dan memperdalam pemahaman akan ajaran agama Kristen dalam konteks zaman yang terus berubah.
Articles 46 Documents
Peran Gembala Berdasarkan Mazmur 23:1-6 Terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat Di GGP Sanggabuana Molu, Serlina Baba; Sukarna, Timotius; Windarti, Maria Titik
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gembala dalam menumbuhkan iman jemaat berdasarkan Mazmur 23:1–6. Gembala dalam konteks Alkitab dipahami sebagai figur yang menuntun, melindungi, dan memelihara umat Allah, yang dalam pelayanan gereja diterjemahkan melalui pengajaran, konseling, teladan hidup, dan strategi pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Sanggabuana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gembala memiliki peran penting sebagai teladan rohani, pembimbing iman, serta fasilitator transformasi jemaat melalui strategi penggembalaan yang efektif. Peran ini berdampak pada meningkatnya kesetiaan, kerendahan hati, serta keteguhan iman jemaat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pertumbuhan iman jemaat sangat ditentukan oleh kualitas penggembalaan yang dijalankan oleh gembala sidang secara konsisten dan kontekstual.
Tanggung Jawab Pendidik Menurut Amsal 22:6 Dalam Mengoptimalkan Potensi Peserta Didik di SMP Nasional Plus BPK Penabur Bogor Simanjuntak, Erwin Andayani; Sutrisna, Ayu
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i2.101

Abstract

Pendidik memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk generasi penerus bangsa. Di Indonesia, tantangan dunia pendidikan masih sangat kompleks, mulai dari rendahnya kualitas lulusan, lemahnya karakter, hingga maraknya kasus kekerasan dalam pendidikan. Amsal 22:6 memberikan dasar teologis bahwa pendidikan adalah usaha membimbing anak sesuai jalan yang benar agar tetap bertahan hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam mengoptimalkan potensi peserta didik di SMP Nasional Plus BPK Penabur Bogor dengan perspektif Alkitabiah. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus melalui wawancara daring dengan siswa, guru, dan orang tua, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pendidik bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan bakat, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Optimalisasi dilakukan melalui kurikulum berbasis Kristiani, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidik, orang tua, dan sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan berkompetensi.
This Tujuan dan Pekerjaan Misi Gereja Lokal Masa Kini Berdasarkan Teladan Rasul Paulus Sang Misionaris Sihombing, Meli Triani; Megawati Manullang
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i2.102

Abstract

 This research is motivated by the challenges faced by today's local church in formulating its missionary goals and work amidst rapid social, cultural, and global changes. These changes often make the church's missionary function appear unclear and lack clear direction, putting the church at risk of carrying out its ministry detached from its biblical identity. Therefore, this research aims to reinterpret the local church's missionary goals and work based on the Apostle Paul's example as a missionary, while also proposing its relevance for church ministry in the current context. The research uses a qualitative approach with a literature review method, specifically contemporary missionary theology literature and writings on the Apostle Paul's life and ministry. The results show that, according to Paul, the primary purpose of the church's mission is to educate the congregation through teaching rooted in the truth of the Word, and to bring the congregation into an encounter with Christ through lively worship, expressed in the singing of psalms, praises, spiritual songs, and the celebration of the Lord's Supper. The missionary work exemplified by Paul also includes the proclamation of the Gospel, tangible loving service, empowering the congregation to grow as witnesses of Christ, and social transformation as a manifestation of the church's presence in society. These findings confirm that the local church's mission should not only focus on spiritual aspects, but also be holistic, contextual, and relevant to the needs of the times. Thus, the church is called to develop a mission strategy that is both faithful to the Bible and able to meet the challenges of the modern world, thereby providing a complete witness of God's love for the world.
Kode Etik Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Menengah: Kajian Teoretis dan Kontekstual Soumilena, Selfiana
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kode etik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan keteladanan teologis dalam praktik pendidikan di sekolah menengah. Guru PAK tidak hanya dipandang sebagai penyampai pengetahuan kognitif, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur terkini yang membahas etika profesi guru, teologi pendidikan, serta praktik pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAK terhadap kode etik masih bervariasi, mulai dari yang melihatnya sekadar aturan administratif hingga yang menafsirkannya sebagai panggilan iman dan tanggung jawab moral. Keteladanan teologis terbukti menjadi aspek penting dalam implementasi kode etik karena guru PAK dituntut untuk menunjukkan konsistensi antara ajaran iman dan perilaku nyata. Implementasi kode etik dalam praktik pendidikan terlihat dalam pengajaran, relasi interpersonal, dan kerja sama kelembagaan, meski menghadapi tantangan etis seperti dilema nilai, tekanan eksternal, serta pengaruh media digital. Temuan juga menegaskan bahwa kode etik dan keteladanan teologis guru PAK berperan signifikan dalam pendidikan karakter siswa, membentuk integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, integrasi antara kode etik profesional dan keteladanan teologis memungkinkan guru PAK menjadi agen transformasi moral dan spiritual yang relevan di tengah kompleksitas pendidikan modern. Penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi guru PAK agar mampu menghidupi kode etik dan menghadirkan teladan Kristiani dalam proses pendidikan.
Menafsir Ulang Iman Anak Berkebutuhan Khusus: Kajian Literatur Teologi Disabilitas Konteks Indonesia DSS, Thermanto; Triyanto, Yoel
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsir ulang makna iman anak berkebutuhan khusus melalui sudut pandang teologi disabilitas dalam konteks budaya serta pelayanan gerejawi di Indonesia. Anak berkebutuhan khusus, seperti autisme, sindrom down, hiperaktif, cerebral palsy, dan hambatan intelektual lainnya, acapkali dilihat dari sudut pandang medis atau psikologis saja. Sedangkan melalui sudut pandang spiritual mereka seringkali diabaikan atau dianggap tidak penting. Umumnya dalam banyak gereja, konsep iman masih sangat idealis, bergantung pada kapasitas intelektual dan kemampuan lisan. Hal ini mengakibatkan anak berkebutuhan khusus acapkali tidak bisa mengekspresikan iman yang "benar" sehingga seringkali dianggap kurang memiliki iman. Studi ini memakai metode penelitian literatur dengan mengkaji berbagai macam teori dan pendekatan dalam teologi disabilitas modern, seperti yang dikembangkan oleh tokoh seperti Amos Yong, John Swinton, maupun Thomas Reynolds. Studi ini juga mengaitkannya dalam konteks sosial-budaya dan konteks gerejawi di Indonesia. Artikel ini menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki kapasitas spiritual yang asli, meskipun melalui cara pemahaman dan mengekspresikan iman yang berbeda dari anak reguler. Mereka dapat juga berperan aktif dalam lingkup liturgi dan aktivitas gerejawi. Dalam wilayah negara Indonesia, norma atau etika lokal seperti gotong royong, empati kolektif, serta penghargaan terhadap perbedaan dapat menjadi landasan berpikir teologis untuk membangun gereja yang lebih ramah anak berkebutuhan khusus. Kesimpulannya, penelitian ini mengundang gereja serta komunitas Kristen di Indonesia untuk memandang anak berkebutuhan khusus bukan hanya sebagai pihak yang menjadi sasaran pelayanan saja, namun juga sebagai subjek yang memiliki iman yang utuh, yang berharga, yang memiliki kontribusi spiritual yang dapat ikut serta membangun tubuh Kristus dalam kebhinekaan.
Homoseksual dalam Pandangan Kristen Yohanes Yappo; Sandro Apriedo; Obertina Gomor; Sarmauli Sarmauli
Jurnal Silih Asah Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v2i2.111

Abstract

This article explores the issue of homosexuality from a Christian theological perspective by examining biblical teachings, traditions of the church, and contemporary theological discourse. Homosexuality has long been a controversial topic in Christianity because it is often associated with moral and doctrinal debates. This study aims to analyze how Christian theology interprets homosexual orientation and behavior, as well as how the church responds pastorally to individuals who identify as homosexual. Using a qualitative descriptive method with a literature review approach, this study reviews interpretations of biblical passages such as Genesis 19:1–29, Leviticus 18:22, Romans 1:26–27, and 1 Corinthians 6:9–10, which are frequently cited in discussions about homosexuality. The findings reveal that there are at least three dominant perspectives within Christianity: the conservative view, which rejects homosexual practice as sin; the moderate view, which distinguishes between homosexual orientation and action; and the liberal or progressive view, which accepts homosexuality as part of human diversity. The article concludes that the Christian view of homosexuality cannot be generalized and is influenced by historical, cultural, and denominational contexts. Therefore, a compassionate and dialogical pastoral approach is needed to uphold truth while welcoming all individuals with dignity.