cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
bilhikmah@stidalhadid.ac.id
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak No.80, Kejawaan Putih Tamba, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60112
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Bil Hikmah
ISSN : 29878853     EISSN : 29873266     DOI : 10.55372
Bil Hikmah : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (JKPI) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan komunikasi dan penyiaran Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah. Bil Hikmah terbit dalam format cetak dan online Focus & Scope Bil Hikmah JKPI fokus pada Dakwah dan Komunikasi , sedangkan Scopenya meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2025)" : 9 Documents clear
Kredibilitas Dai: Studi Kasus Dakwah Gus Baha Al Farisi, Achmad
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.49

Abstract

Kredibilitas komunikator dapat menentukan efektifitas dakwah bagi seseorang dai. Gus Baha adalah salah satu pendakwah yang menyampaikan dawkahnya dengan metode dakwah ala pesantren tidak atraktif dan retoris namun dapat diterima oleh Publik. Selama ini belum terdapat tulisan yang mengungkapkan apa saja komponen kredibilitas yang dimiliki oleh Gus Baha. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan komponen kredibilitas yang dimiliki oleh Gus Baha. Metode yang digunakan menggunakan metode analisis konten kualitatif dengan membedah komentar netizen di internet ataupun ulasan mengenai kredibilitas Gus Baha baik yang bersumber dari berita media online ataupun blog. Tulisan ini menguraikan komponen kredibilitas dan proses pembangunan kepercayaan dai. Sumber data yang digunakan adalah profil ataupun penyampaian langsung oleh Gus Baha dalam ceramah atau pengajiannya dan respond dari audience yang berbentuk komentar, blog dan postingan di internet. Hasilnya adalah Gus Baha memiliki komponen kredibilitas seperti otoritas, trustworthiness, good sense, good character, dan tidak terlalu menonjolkan dynamism dan goodwill dikarenakan selama ini tidak menampilkan hal tersebut.
Kesantunan Bahasa Tubuh dalam Dakwah Gus Baha Prihartanto, Lucky
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.51

Abstract

Dakwah harus disampaikan dengan santun, agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh mad’u. Kesantunan dapat tercermin melalui pesan verbal dan nonverbal. Pesan nonverbal terdiri dari kinesik atau bahasa tubuh, paralinguistik, proksemik dan artifaktual. Konsep kesantunan dalam nonverbal, khususnya bahasa tubuh masih terbatas, apalagi dalam konteks komunikasi dakwah. Gus Baha dalam dialognya dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab menunjukkan berbagai indikasi kesantunan dalam bahasa tubuhnya. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana bentuk bahasa tubuh Gus Baha yang bermakna kesantunan dalam dialog dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab di channel Youtube Najwa Shihab? Dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk bahasa tubuh Gus Baha yang bermakna kesantunan dalam dialog dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab di channel Youtube Najwa Shihab. Metode kualitatif deskriptif menjadi alat untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan. Ditemukan berbagai kecocokan dengan indikator bahasa tubuh kesantunan dalam komunikasi dakwah, seperti tersenyum, ekspresi ceria, memperhatikan komunikan, dan menjaga pandangan. Tidak ditemukan indikator jabat tangan. Ada bahasa tubuh yang merupakan temuan baru yakni memajukan posisi duduk, menoleh ke komunikan untuk meminta afirmasi dan menunjuk komunikan menggunakan jempol.
Struktur Argumentasi Dakwah Quraish Shihab Berjudul “Hakikat Akal dalam Islam” Ardi Hatta, Fatiha
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.52

Abstract

Penyampaian pesan dakwah yang dapat membangun kepercayaan mad’u adalah pesan dakwah yang disampaikan dengan menggunakan struktur argumentasi yang baik, bukan doktrin. Quraish Shihab merupakan ahli tafsir yang telah lama berdakwah secara nasional. Quraish Shihab merupakan seorang pendakwah yang senantiasa menjelaskan argumentasi secara detail agar mad’u mudah memahami pesan dakwah yang Beliau sampaikan. Fokus artikel ini adalah menjelaskan secara rinci struktur argumentasi dakwah yang digunakan oleh Quraish Shihab saat menyampaikan pesan dakwah Hakikat Akal Dalam Ajaran Islam. Quraish Shihab menyampaikan tema ini dengan logis dan argumentative, disertai dengan contoh dan analogi yang memudahkan pemahaman mad’u. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi struktur argumentasi yang terdapat dalam video YouTube Quraish Shihab saat menyampaikan pesan dakwah Hakikat Akal Dalam Ajaran Islam dengan pendekatan teori struktur argumentasi Toulmin. Hasil penelitian ini adalah adanya struktur argumentasi dalam dakwah Quraish Shihab dengan judul Hakikat Akal Dalam Ajaran Islam, berupa claim, ground, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal sejak bagian awal hingga akhir. Penggunaan struktur argumentasinya tidak selalu sempurna, ada yang tanpa unsur penunjang, rebuttal dan qualifier.
Peta Teori Semiotika Serta Aplikasi Dalam Penelitian Komunikasi Dakwah Surya, Alan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.53

Abstract

Pesan dakwah terkadang disampaikan secara implisit melalui simbol tertentu sehingga perlu semiotik sebagai salah satu alat untuk menggali makna simbol. Teori semiotik yang sering digunakan mengacu pada Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan peta teori semiotik serta aplikasi dalam penelitian semiotika pada berbagai media komunikasi dakwah. Metode penelitian yang digunakan adalah deductive-interpretive mencoba menelaah pustaka secara lebih kompleks dengan melihat perkembangan intelektual lapangan termasuk kompleksitas prespektif teori dalam penerapanya. Teori semiotika yang dikaji adalah Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan bahwa tiap teori semiotik memiliki perbedaan terkait masalah objek kajian yang diteliti. Semiotik Ferdinand de Saussure berkaitan dengan bahasa struktural menghasilkan makna denotatif. Semiotik Charles Sanders Peirce berkaitan dengan memaknai tanda alam dan sosial. Semiotik Roland Barthes berkaitan dengan analisis simbol atau tanda budaya serta menghasilkan makna berupa konotasi yang terkait hegemoni maupun konteks budaya yang melingkupi. Selain itu tiap teori semiotik memiliki framework yang berbeda terkait data yang dibutuhkan, serta metode analisis data untuk menghasilkan maknanya.
Komunikasi Siaran Pers Organisasi Dakwah Berbasis Situational Crisis Communications Strategies Apriyanti, Dian; Hakam, Muhammad
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.54

Abstract

Artikel ini menjawab persoalan terkait komunikasi press release bagi organisasi dakwah. Dalam menjalankan aktivitasnya, organisasi dakwah bisa jadi mengalami situasi krisis yang berpotensi memperburuk citra organisasinya. Press release seringkali dijadikan media untuk menjelaskan pada publik terkait situasi krisis yang dihadapi beserta respon terhadap situasi tersebut. Artikel ini menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan teori penyusunan press release. SCCT untuk menganalisis strategi/teknik komunikasi krisis, sedangkan teori penyusunan press release digunakan untuk mengidentifikasi unit analisis. Jenis penelitian pustaka dan metode kualitatif deskriptif. Artikel ini membahas studi kasus beberapa press release dari beberapa organisasi dakwah sebagai contoh penerapan. Hasilnya dapat ditemukan simpulan yaitu terdapat karakteristik dalam press release bagi organisasi dakwah pendekatan situasional crisis communications strategies, meliputi heading yang berisi judul yang mewakili isi dari press release, lead yang berisi pengantar atau situasi krisis yang melatarbelakangi terbitnya press release, kemudian body yang berisi strategi/teknik yang digunakan dalam Komunikasi krisis, yang dalam studi kasus yang diteliti seperti non existence, distance, ingratiation dan mortification, dengan bentuk teknik-tekniknya masing-masing, kemudian leg yang umumnya berisi strategi/teknik lain yang juga digunakan, atau bisa juga berisi salam penutup atau kontak dari organisasi yang bisa dihubungi jika masih terdapat ketidakpuasan publik atas terbitnya press release tersebut.
Berdakwah Lewat Kidung (Model Komunikasi Budaya Sunan Kalijaga) Endarwati, Budi Mei; Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.59

Abstract

Guna menghasilkan keberhasilan dakwah pada komunikan beda budaya, dai perlu untuk melakukan pemetaan terhadap budaya mad’uw-nya. Walisanga merupakan salah satu prototipe dai yang melakukan dakwah dengan mempertimbangkan budaya mad’uw-nya. Dari sembilan wali tersebut, Sunan Kalijaga memiliki metode dakwah yang menggunakan kebudayaan dan kesenian mad’uw-nya. Sunan Kalijaga memiliki ilmu luas pada bidang agama dan budaya yang menjadikan beliau mampu mengintegrasikan keduanya dalam bentuk metode dakwah seperti seni wayang, seni sastra, kidung, dan sejenisnya. Dari ragam metode dakwah tersebut kami tertarik mendalami model komunikasi budaya Sunan Kalijaga spesifik pada kidung. Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan model komunikasi budaya dalam kidung yang dibuat Sunan Kalijaga untuk dakwah. Objek kajian dispesifikkan pada kidung “Rumekso Ing Wengi” karena kidung tersebut merupakan salah satu bukti yang menunjukkan Sunan Kalijaga dalam menyampaikan ajaran Islam menggunakan istilah-istilah yang mudah dipahami masyarakat Jawa pada saat itu. Kidung yang identik dengan upacara peribadatan orang Hindu di massa itu menjadi salah satu pilihan media dakwah Islam yang mengantarkan pada keberhasilan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sejarah dan menggunakan lima model komunikasi budaya Kinast dkk. Hasil studi menunjukkan dalam Kidung “Rumekso Ing Wengi” ini, Sunan Kalijaga menggabungkan model komunikasi budaya blending, adaptation, dan juga dominance.
Kredibilitas yang dibangun Umar bin Khattab Pada Pidato Pertamanya Oesman, Risma
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.63

Abstract

Kredibilitas seorang dai memiliki peranan yang penting untuk mencapai keberhasilan komunikasi. Untuk itulah, tulisan ini hendak mengungkap aspek ataupun komponen kredibilitas yang digunakan Umar bin Khattab dalam pidato pertamanya setelah dibaiat menjadi khalifah. Terlebih dengan asumsi sebelumnya mad’u memiliki pandangan negatif akan diri Umar sebab saat Umar menjadi khalifah umat muslim beranggapan bahwa Umar tidak kredibel menjadi seorang dai dan pemimpin dikarenakan sikapnya yang keras. Namun dari komunikasi dakwah yang dilakukannya maka Umar mampu membangun kredibilitasnya sehingga mad’u percaya terhadap informasi yang disampaikan oleh Umar. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskripsi dengan analisis berdasarkan teori kredibilitas Jalaluddin Rakhmat. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dari buku sejarah yang membahas tentang pidato Umar bin Khattab dan perilaku Umar bin Khattab sebelum dibaiat kemudian ditarik kesimpulannya. Hasil studi yaitu Umar mampu membangun kredibilitas dengan menggunakan lima aspek/komponen kredibilitas yaitu keahlian/otoritas, good sense, good character, good will dan dynamish.
Komunikasi Konsolidasi Organisasi Dakwah di Indonesia saat Merespons Tantangan Politik Azizi, Muhammad Hildan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.64

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk komunikasi konsolidasi pada Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang bertujuan menjaga eksistensi organisasi ketika menghadapi tantangan politik internal maupun eksternal. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, serta melibatkan analisis isi dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dalam mengkaji wacana dokumen-dokumen teks komunikasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat terjadi infiltrasi dari partai politik dan komunikasi Rais Aam PBNU saat menghadapi dinamika politik internal saat Muktamar NU ke-33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi konsolidasi politik dilakukan dengan mengedepankan ikatan sosial dan loyalitas anggota melalui komunikasi yang menyeluruh. Teknik konsolidasi yang digunakan meliputi penguatan nilai-nilai dasar organisasi, penggunaan sumber kekuasaan internal, serta penerapan instrumen konsolidasi struktural dan kultural. Kajian ini menyimpulkan bahwa konsolidasi dalam organisasi dakwah tidak hanya berfungsi untuk mengatasi konflik internal, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ikatan sosial-politik dalam organisasi. Kajian ini menyarankan pengembangan lebih lanjut mengenai variasi teknik komunikasi konsolidasi yang sesuai dengan jenis masalah organisasi dakwah.
Struktur Argumentasi Dakwah Sabrang Mowo Damar Panuluh dalam Siniar“LOGIN” Aprian, Yuda Dwi Aprian; Yulianto, Hendra Bagus
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.67

Abstract

Penggunaan struktur argumentasi dalam delivery pesan akan mempengaruhi keberhasilan tingkat penerimaan. Demkian juga dalam konteks komunikasi dakwah. Pesan-pesan dakwah dituntut disampaikan secara argumentatif. Fokus studi ini adalah mengulas struktur argumentasi yang digunakan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh dalam siniar yang berjudul HEI BIB!.. APA BUKTINYA TUHAN ITU ADA HABIB: Yuk Mualaf kalau open minded LOGIN - JAFAR – ONAD? Dengan tujuan mendeskripsikan struktur argumentasi yang digunakan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh, menguraikan klaim, ground, warrant, modal qualifier dan rebuttal.  Penelitian ini   menggunakan   pendekatan   berupa   kualitatif   deskriptif.   Selain itu   teknik analisisnya yakni menggunakan model Miles and Huberman.  Pada teknik analisis, peneliti menggunakan teknik dokumentasi, reduksi data dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Temuan kajian yang didapatkan bahwa argumentasi yang disampaikan dalam rangka membuktikan klaim dibangun diatas struktur argumentasi yang beragam. Sebagian memiliki struktur argumentasi dengan unsur-unsur yang kompleks sebagian lagi dengan struktur yang sederhana.

Page 1 of 1 | Total Record : 9