cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30893968     DOI : https://doi.org/10.47134/jpbsi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a forum for researchers, students, and professionals who want to publish their writing or research. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia include: Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; Linguistics; Applied Linguistics, and; Literature Teaching.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2026): January" : 2 Documents clear
Representasi Konflik Keluarga dan Dinamika Hubungan Ayah–Anak dalam Naskah Drama Langkah Ayah di Ujung Senja Aini, Auralia Qurrota; Salsabila, Alya Nadhifa; Lulua, Lisa; Fatoni, Akhmad
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i1.2410

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi konflik keluarga dan dinamika hubungan ayah–anak dalam naskah drama Langkah Ayah di Ujung Senja melalui pendekatan apresiasi drama dan sosiologi pengarang dengan landasan teori Strukturalisme Profetik. Drama ini menggambarkan relasi ayah dan anak yang mengalami ketegangan akibat perbedaan habitus, kesibukan kerja, serta melemahnya adab dalam kehidupan keluarga modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap dialog, alur, tokoh, dan petunjuk pementasan. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan konsep amil, amal, dan amul untuk mengungkap peran agen, praktik sosial, serta proses pembentukan kesadaran etis dan transendental dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik keluarga dalam drama tidak hanya berfungsi sebagai unsur dramatik, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral yang mengarahkan tokoh utama pada kesadaran akan pentingnya menghormati orang tua. Transformasi tokoh Irwan dari sikap abai menuju penyesalan dan komitmen moral menegaskan bahwa adab kepada orang tua merupakan nilai fundamental yang tidak dapat ditunda. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Strukturalisme Profetik efektif digunakan untuk membaca karya sastra sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan dimensi estetika, sosial, dan etis, serta relevan sebagai rujukan dalam kajian sastra dan pendidikan karakter.
Representasi Identitas Multikultural dalam Monolog “Aji” yang Ditampilkan SMAN 1 Gondang, Mojokerto Fatoni, Akhmad; Laili Dwi Rohmah; Sanctity , Nixie
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i1.2433

Abstract

Indonesia sebagai bangsa yang multikultural menghadirkan dinamika identitas yang kompleks akibat perjumpaan, percampuran, dan pertentangan antarbudaya. Kondisi tersebut tercermin dalam karya sastra, salah satunya drama monolog Aji karya Gabrielle Abogado. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi identitas multikultural tokoh Aji, mengungkap konflik budaya yang melatarinya, serta memaknai pesan sosial yang disampaikan melalui naskah dan pementasan drama monolog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan psikologi sastra. Analisis didasarkan pada teori hibriditas dan third space Homi K. Bhabha (1994), serta didukung konsep identitas Stuart Hall dan multikulturalisme James A. Banks. Data penelitian berupa kutipan naskah monolog, dokumentasi pementasan, hasil observasi elemen teatrikal, dan sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Aji merepresentasikan identitas hibrida yang lahir dari perjumpaan tiga budaya, yaitu Jawa, Batak, dan Minangkabau. Identitas Aji tidak bersifat tunggal dan statis, melainkan cair dan terus dinegosiasikan melalui pengalaman personal, konflik keluarga, serta interaksi sosial. Konflik antara sistem patrilineal Batak dan matrilineal Minangkabau menjadi sumber utama krisis identitas yang berdampak pada kebingungan jati diri, trauma emosional, dan keterasingan sosial. Namun demikian, melalui seni ludruk, Aji menemukan ruang penerimaan dan pembebasan dari tekanan identitas kultural yang kaku. Seni berfungsi sebagai ruang ketiga yang memungkinkan terbentuknya identitas baru yang lebih reflektif, inklusif, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama monolog Aji tidak hanya merepresentasikan multikulturalisme, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap fanatisme budaya serta menegaskan pentingnya toleransi dan dialog dalam masyarakat majemuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 2