BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI (Jurnal BACA) is a scientific journal in the documentation, information, and library subject that is published consistently by The National Research and Innovation Agency (Previously this Journal was managed by Center for Scientific Data and Documentation - Indonesian Institute of Sciences (PDDI LIPI). The publishing purpose is to provide up-to-date and quality information to readers who have an interest in science and technology development in these topics. Every article published in Jurnal BACA is the result of research activities, literature review, and best practices. Jurnal BACA is published twice a year, precisely in June and December. The number of articles for each issue is at least five articles. As a reference for submitting manuscripts, the author can refer to ODLIS to determine the list of terms related to the scope and focus of the journal. Based on "Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 21/E/KPT/2018" and "Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknlogi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 105/E/KPT/2022", BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi was recognized as a nationally accredited scientific journal (SINTA 2). This accreditation is valid until Vol. 46, No. 1, 2025.
Articles
302 Documents
MEMAHAMI PELAYANAN PERPOSAN NASIONAL BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (TI)
Agus Santoso & Sayim Dolan
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 2 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini ingin memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tentang pelayanan perposan nasional berbasis teknologi informasi (TI). Dengan dikembangkannya peranan TI setidaknya dapat meningkatkan mutu dan kapasitas pelayanan yang selama ini dilakukan secara manual. Penerapannya sudah dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia, tentunya berdasarkan kemampuan dan dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi infrastrukturnya. Penerapan TI tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kepentingan berinteraksi dengan atau melalui media pendukung komunikasi, terutama dalam menjalankan roda bisnis ataupun korespondensi antar individu. Selain itu, ketepatan-kecepatan waktu penyampaian sural maupun dokumen lain dalam bentuk elektronik melalui pemanfaatan TI, terutama bagi jangkauan layanan di daerah. Berbagai layanan berbasis TI telah ditampilkan, misalnya sural elektronik, transfer keuangan elektronik dan seterusnya. Oleh karenanya, dengan membaca dan memahami pelayanan perposan berbasis TI akan membuka cakrawala dalam duniaperposan di Indonesia.
PAMERAN, MEDIA KOMUNIKASI ANTARA PERPUSTAKAAN DENGAN PENGGUNA
Noorika Retno Widuri
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 2 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak cara yang dapat dilakukan dalam membina komunikasi antara perpustakaan dengan penggunanya. Pameran perpustakaan merupakan kegiatan di perpustakan. Kegiatan ini diharapkan dapat mende-katkan hubungan dan mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat. Peyelenggaraan pameran perpus-takaan diharapkan ada feedback positif dari pengunjung sehingga terjadi komunikasi yang efektif.
PENINGKATAN KINERJA TIM PENYUSUN UNSUR PENILAIAN DAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN
Afrida Nazir Yanwar
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 2 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengertian pustakawan menurut keputusan Menpan Nomor 123/KEP/M.PAN/12/2002 adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pe1aksana penyelenggara tugas utama kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan, dokumentasi, dan informasi pada instansi pemerintah. Berarti pejabat fungsional pustakawan adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas, bertanggung jawab, berwewenang, dan berhak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan, dokumentasi, dan informasi instansi pemerintah dan atau unit tertentu lainnya. Jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus sebagai PNS, berarti sebagai aparatur pemeritahan dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sistem kerja pengembangan profesi.
STANDARDISASI BIDANG DOKUMENTASI DAN INFORMASI
Blasius Sudarsono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Disampaikan pada Pertemuan Pembahasan Perumusan SNI dan Pemberdayaan Panitia Teknik Bidang Perpustakaan Dokumentasi dan Informasi. Jakarta, 4 November 2002.
CIRI-CIRI KEPENGARANGAN DAN PENGGUNAAN LITERATUR DALAM MAJALAH INDONESIA BIDANG ILMU-ILMU SOSIAL
Sri Purnomowati
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The pwpose of this study is to find out the authorshipand the use of literature characteristics in social sciences. Theresult for the study of Masyarakat Indonesia (JSSN 0125-9989)consists a number of 12 publications with 67 articles showingthat the authors were dominated by males. The most popularsubjects written are social groups by age and ethnic, and laboreconomics. The average number of authorship per article is1,09 and articles with multi authorship reaching 8,96% andauthor productivity being 9,23%. The average number of pagesper article is 19,60 pages and each article containing 24,91references. Books are the most used document for references,and median of all citation age is 11 years, while citation age inpolitics and economics are relatively current documents.Prisma is the most cited journal, while the most cited ofIndonesian authors is Koentjaraningrat.
PERPUSTAKAAN DAN PENELITIAN
Lasa Harsana
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian merupakan salah satu upaya penemuan rumusan, teori, maupun bidang ilmu pengetahuan tertentu dengan metode ilmiah. Upaya ini untuk mengembangkan dan memperdalam ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan manusia. Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan langkah-langkah terencana yang diawali dengan kajian-kajian teori, penemuan, maupun rumusan-rumusan yang ada. 0leh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap literatur primer, sekunder, dan literatur tersier yang relevan. Literatur-literatur tersebut dapat ditemukan di perpustakaan dan pusat informasi dalam bidang tertentu. Sebab kedua lembaga informasi ini menyediakan jasa penelusuran informasi, rujukan, pelayanan informasi mutakhir, pelayanan antar perpustakaan, dan lainnya. Hasil-hasil penelitian yang telah disusun seharusnya didokumentasikan oleh perpustakaan dan dipublikasikan melalui jurnal atau dipresentasikan pada seminar.
FAKTOR 4P, 3P, DAN 4C SERTA APLIKASINYA DALAM KEGIATAN PEMASARAN PERPUSTAKAAN (LIBRARY MARKETING)
Tine Silvana Rachmawati
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apabila menengok berbagai peristiwa yang terjadi di beberapa belahan dunia diakui bahwa informasi merupakan bagian yang penting bahkan seringkali menentukan nasib seseorang.
DEBU BUKU DI PERPUSTAKAAN: TELAAH KESEHATAN KERJA PUSTAKAWAN
Sobari Sobari
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terdapat kondisi kesehatan yang tidak normal di antara para pustakawan yang bekerja di perpustakaan-perpustakaan umum, yakni mereka mengidap penyakit kanker paru, serangan jantung, kerusakan kulit wajah, dan gangguan saluran pernafasan. Sebagian dari kasus tersebut terkait dengan kebiasaan merokok para pustakawan, namun sebagian lainnya tidak terkait dengan kebiasaan tersebut. Dari telaah hasil-hasil penelitian terdahulu, sangat beralasan untuk mewaspadaiadanya kondisi lingkungan kerja di perpustakaan-perpustaan umum yang tidak sehat. Sebuah kondisi umum yang sebetulnya bisa sangat berbahaya di dalam gedung perpustakaan adalah adanya tumpukan atau jajaran buku di rak-rak perpustakaan yang tidak dibersihkan dalam jangka waktu cukup lama. Pada 3 (tiga) permukaan buku yang disimpan lama tanpa dibersihkan terlihat adanya lapisan debu tipis, biasanya berwarna hitam, dan sebagian ada yang masuk ke permukaan bagian dalam buku. Ketika sebuah buku dibuka halamannya, timbulah cairan udara yang meniup debu buku secara langsung ke hidung pembaca, sehingga sering terasa adanya bau khas debu buku. Kasus masuknya debu buku ke dalam tubuh manusia merupakan kasus unik yang mungkin jarang terjadi pada debu-debu yang menempel pada permukaan benda selain buku.
KOMPETENSI PUSTAKAWAN KHUSUS DI ABAD KE-21
Joanne Marshall, Linda Moulton, Roberta Piccoli
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 27 No. 2 (2003): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Agustus)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam era informasi ini, peran seorang pustakawan khusus sangat penting. Para pustakawan ini menyediakan informasi bagi organisasi yang berbasis ilmu pengetahuan dengan cara merespon kebutuhan informasi penting. Dalam rangka memenuhi peran kunci ini, pustakawan khusus memerlukan dua macam kecakapan utama, yaitu profesionalisme, yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan bagi seorang pustakawan khusus dalam bidang sumber informasi, teknologi, manajemen, dan rise!.
DIGITAL LIBRARIES IN INDONESIA WITH SPECIAL EMPHASIS TO ACADEMIC LIBRARIES
Sulistiyo Basuki
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 27 No. 2 (2003): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Agustus)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
There are many definitions about digital library, however, this paper used the definition taken from Digital Library Federation which stated that digital library as organizations that provide the resources, including the specialized staff, to select, structure, offer intellectual access to interpret, distribute, preserve the integrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital works so that they are readily and economically available for use by defined community or set of communities (http://www.clir.org/diglib/about/strategic/htm). The elements that have been identified as common to those definitions are: I. A digital library is a managed collection of digital objects 2. The digital objects are created or collected according to principles of collection development. 3. The digital objects are made available in a cohesive manner, supported by services necessary to allow users to retrieve and exploit the resources just as they would any other library materials. 4. The digital objects are treated as long-term stable resources and appropriate processes are applied to them to ensure their quality and survivability (Deegan and Tanner 2002).