BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI (Jurnal BACA) is a scientific journal in the documentation, information, and library subject that is published consistently by The National Research and Innovation Agency (Previously this Journal was managed by Center for Scientific Data and Documentation - Indonesian Institute of Sciences (PDDI LIPI). The publishing purpose is to provide up-to-date and quality information to readers who have an interest in science and technology development in these topics. Every article published in Jurnal BACA is the result of research activities, literature review, and best practices. Jurnal BACA is published twice a year, precisely in June and December. The number of articles for each issue is at least five articles. As a reference for submitting manuscripts, the author can refer to ODLIS to determine the list of terms related to the scope and focus of the journal. Based on "Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 21/E/KPT/2018" and "Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknlogi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 105/E/KPT/2022", BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi was recognized as a nationally accredited scientific journal (SINTA 2). This accreditation is valid until Vol. 46, No. 1, 2025.
Articles
302 Documents
KARIER PUSTAKAWAN DI MASA DEPAN
Blasius Sudarsono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 5 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apabila pertanyaan tentang cita-cita diajukan kepada siswa-siswa Sekolah Dasar, dapat diduga bahwa tidak seorangpun dari mereka yang memiliki cita-cita menjadi pustakawan. Mungkin mereka juga belum mengetahui keberadaan perpustakaan dan kegunaannya. Di kalangan para pencari kerja, banyak juga yang belum mengetahui profesi pustakawan. Mereka yang sudah mengetahui juga belum tentu bersedia bekerja di perpustakaan sebagai pustakawan. Bekerja sebagai pustakawan nampaknya masih merupakan pilihan terakhir. Ini menunjukkan bahwa jenis pekerjaan pustakawan belum dikenal masyarakat sebagai suatu profesi. Pustakawan yang saat kini sangat aktif, belum tentu sejak awalnya telah mengenal, memahami, dan menyukai profesi pustakawan. Penulis sendiri merasa pernah "terjebak" dengan pekerjaan ini. Namun setelah bertugas sebagai pustakawan lebih dari 21 tahun, penulis menyatakan bahwa tugas pustakawan merupakan profesi yang sangat strategis.
KENDALA ALIH TEKNOLOGI DAN ALTERNATIF SOLUSINYA
Soekirno Soekirno
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 5 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penguasaan teknologi telah mehjadikan suatu negara yang bersangkutan mempunyai keunggulan komparatif atas negara-negara lainnya. Alih teknologi dari negara ,maju ke negara sedang berkembang seringkali baru dalam bentuk teknologi yang relatif sederhana, karena kebanyakan teknologi tinggi masih dirahasiakan, sampai ditemukannya teknologi yang lebih canggih. Kendala pokok alih teknologi dari negara maju ke negara sedang berkembang adalah keterbatasan sumberdaya manusia dan dana. Pihak pemilik paten (hak khusus atas temuan teknologi) bisa memindahkan sebagian atau seluruh haknya kepada pihak lain dengan mengadakan perjanjian yang disebut lisensi (licence agreement). Karena pihak pemegang hak paten atas temuan teknologi berkepentingan agar modal yang ditanamkan di negara sedang berkembang mendapat perlindungan, maka UU Paten dan Merk serta perjanjian lisensi tak boleh diabaikan dalam masalah alih teknologi. Jual beli teknologi bisa mendorong pihak-pihak yang bersangkutan dalam memacu perkembangan temuan teknologi. Pembeli teknologi mempunyai peluang untuk terus mengembangkan teknologi yang sudah dibeli itu sesuai dengan konsepsinya, sementara pihak pemegang paten akan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan teknologi yang dijualnya untuk membuka pasar baru.
PENGALAMAN MENGOLAH BAHAN BUKAN BUKU DOKUMENTASI BERITA "SEPUTAR INDONESIA" DI RCTI
Teddy Murtedjo
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 5 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehadiran bahan pustaka non-book materials (bahan bukan buku) di perpustakaan memperkaya koleksi bahan pustaka dan memungkinkan perpustakaan memberikan pelayanan yang lebih beragam kepada para pemakai jasanya.
INDIKATOR INTENSITAS TEKNIS DAN DAYA SAING INTERNASIONAL : SUATU KASUS UNTUK MELENGKAPI DATA KUANTITATIF DENGAN STUDI KUALITATIF DALAM PENELITIAN
Sri Mulatsih, Hartiningsih Hartiningsih
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 3-4 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ada pendapat yang mengatakan bahwa indikator teknologi meliputi indikator daya inovatif; peningkatan rasio nilai-ke-bobot (value-to-weight); anggaran R & D;jumlah ilmuwan dan rekayasawan yang berkualitas (QSEs employed; kegiatan paten dan lisensi serta tingkat dan arah arus teknologi. Perubahan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah-'bobot suatu produk tetapi rasionya berbeda. Apa yang dilakukan dalam in-house formal R & D bukan satu-satunya cara dimana per-kembangan teknologi yang dihasilkan oleh suatu perusahaan; sehingga cara untuk mengembangkan teknologi bukan hanya mengetahui seberapa banyak tenaga S &E yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan, tetapi juga bagaimana hal itu didistribusikan ke seluruh bagian operasi perusahaan. Oleh karena itu, injormasi mengenai paten dan lisensimemerlukan interpretasi yang sang at akurat guna menghasilkan kesimpulan yang akurat (valid). Sehingga informasi mengenai arus luaran teknologi, meskipun barangkali merupakan salah satu kriteria "daya inovatif" yang diperlukan, ternyata masih belum memadai.
MEDIA MASSA DAN PERPUSTAKAAN
Suherman Suherman
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 3-4 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengguna merupakan awal dan akhir dari tujuan pelayanan informasi dan perpustakaan. Karenanya dalam proses seleksi dan akuisisi harus orientatif dan antisipatif terhadap kebutuhan informasi pengguna, tidak berdasarkan kesukaan atau selera pribadi. Media massa, sebagai cermin realitas sosial, dapat dijadikan indikator alternatif dalam mengantisipasi kebutuhan informasi pengguna. Dari media massa pustakawan dapat mengetahui perkembangan dan kecenderungan-kecenderungan dalam berbagai ilmu yang terjadi.di masyarakat.
DASAR-DASAR PENGELOMPOKKAN MAJALAH DI LINGKUNGAN PDII-LIPI
Nurasih Suwahyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mengemukakan masalah pengelompokkan majalah atau terbitan berkala Indonesia yang terhimpun di PDII-LIPI berdasarkan bobot ilmiahnya.
A MARKETING PROPOSAL FOR THE THE CENTRE FOR SCIENTIFIC DOCUMENTATION AND INFORMATION - THE INDONESIAN INSTITUTE OF SCIENCES (PDII-LIPI)
Endang Ernawati
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Product and services from PDII-LIPI should be marketted with an appropriate and carrefull planing for the sake of the institution's success and use's satisfaction.
DOKUMENTASI HOMEPAGE DAN METAINDEKS DATABASE PDII-LIPI DALAM ERA INTERNET
Bambang Setiarso, Triyono Triyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dewasa ini jaringan komputer global internet bukan barang asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, internet juga menyuburkan penggunaan cyberspace.
JASA PENELUSURAN LITERATUR DAN FOTOKOPI DOKUMEN DARI LUAR NEGERI
Ambar Yoganingrum
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu jasa yang diberikan oleh PDII-LIPI adalah memberikan pelayanan penelusuran literatur dan fotokopi dokumen yang ada di luar negeri.
MAJALAH ILMIAH TERBITAN LUAR NEGERI YANG DILANGGAN PDII-LIPI TAHUN 1996
Ade Kohar
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PDII-LIPI mempunyai tanggung jawab untuk melakukan kegiatan pengembangan koleksi sebagai sumber informasi secara terpadu.