cover
Contact Name
Mamat Rahmat
Contact Email
almikanika@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
almikanika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Sholeh Iskandar No.Km.02, RT.01/RW.010, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Almikanika
ISSN : 26551950     EISSN : 26854872     DOI : https://doi.org/10.32832/almikanika
Almikanika journal Berisi hasil-hasil penelitian, studi lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Struktural, Material & Manufacturing, dan Mekatronika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2021): Juli" : 6 Documents clear
Analisa Poros Engkol dan Batang Penghubung Pada Alat Peraga Kompresor Torak Latif, Abdul; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5823

Abstract

"ANALISA POROS ENGKOL DAN BATANG PENGHUBUNG PADA ALAT PERAGAPRAKTIKUM KOMPRESOR TORAK" adalah Penelitian yang dilakukan dengan analisa kinematika dan gaya statis pada poros engkol dan batang penghubung (displacemen, kecepatan, dan percepatan) dengan menggunakan variasi pulley 3 inch, 4 inch, dan 5 inch. Dari hasil perhitungan secara analitik berdasarkan sudut 0o, 300, 600, 900, 1200, ..............., 3600 dengan variasi pulley pada motor menggunakan diameter 3 inch (700 RPM), 4 inch (933,333), dan 5 inch (1166,67 RPM) dapat dsimpulkan bahwa nilai displacement yang terkecil dengan nilai 0 m pada sudut 00 dan 3600, kemudian displacement yang terbesar terjadi pada sudut 1500 untuk masing – masing pulley dengan nilai 0,03985691 m. Hasil perhitungan secara analitik yang terbesar terjadi pada pulley 5 inch dengan nilai sudut kecepatan sebesar 2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 , dan nilai kecepatan yang terkecil sebesar -2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 dan 2700. Kemudian untuk nilai percepatan terjadi pada pulley dengan diameter 5 inch dengan nilai sudut percepatan sebesar 2,89051575 m/s terjadi pada sudut 2700. Berdasarkan dari data perhitungan secara analitik diatas dapat disimpulkan semakin tinggi putaran poros engkol maka kecepatan dan percepatan sudut akan semakin tinggi juga dan akan mengakibatkan batang penghubung mengalami deformasi dan efek fleksibilitas dan menimbulkan ketidakstabilan, dan ketika tekanan pada permukaan piston semakin besar, akan menimbulkan gaya yang lebih besar pada connecting rod dan mengakibatkan nilai torsi semakin tinggi.Kata Kunci: Analisa kinematis, Percepatan, Kecepatan, Analisa Poros Engkol dan Batang hubung.
ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL TEH HIJAU HASIL EKSTRAKSI DENGAN METODE ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION (UAE) COLD BREW Khasanah, Nunung Dwi Nur; Rahmat, Mamat; Al-Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6710

Abstract

Ekstraksi teknik cold brew mulai berkembang dikalangan masyarakat yaitu menggunakan air bersuhu ruang yang didiamkan 6-18 jam. Metode ini digunakan untuk menyeduh kopi atau teh dengan kualitas yang baik tapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu metode ekstraksi yang lebih cepat tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Salah satunya yaitu Ultrasonic assisted extraction (UAE) merupakan metode ekstraksi berbantu ultrasonik yang dapat menghasilkan ekstrak cukup baik pada suhu ruang dalam waktu yang lebih singkat bahkan mampu menghasilkan ukuran partikel dalam skala nanometer. Untuk itu, dilakukan penelitian ekstraksi teh hijau menggunakan metode UAE dalam temperatur rendah (dibawah suhu ruang). Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap ukuran partikel menggunakan UAE cold brew serta menentukan waktu dan suhu optimum pengekstraksi untuk menghasilkan berat terekstraksi tertinggi dan melakukan analisis distribusi ukuran partikel ekstrak yang dihasilkan. Proses UAE menggunakan air suhu (10, 15, 20 ºC) dan waktu (5, 10, 30 menit). Sebagai kontrol dilakukan ekstraksi maserasi cold brew menggunakan suhu ruang selama 12 jam didiamkan pada lemari pendingin  dan hot brew suhu 70ºC selama 10 menit. Analisis kepekatan warna dilakukan untuk menentukan sample yang akan diuji PSA. Hasil analisis kepekatan warna menunjukan ekstraksi UAE suhu 10ºC dengan variasi waktu 5,15,30 menit yang paling sesuai dengan karakteristik larutan teh hijau. Uji PSA menghasilkan ukuran paling kecil pada suhu 10ºC selama 30 menit dengan rata-rata ukuran 293.64 nm. Waktu dan suhu optimum untuk menghasilkan berat terekstraaksi terbanyak pada suhu 20ºC 30 menit sebesar 0,82 gram dari 6 gram sample teh hijau. Hasil ini menunjukan ekstraksi UAE dapat mempersingkat waktu, meningkatkan berat terekstraksi dan menghasilkan ukuran nanometer.Kata kunci :  Cold Brew; Ekstraksi; PSA; Teh Hijau; UAE ABSTRACT The extraction of cold brew techniques has begun to develop among the community, by using room temperature water that is left to rest for 6-18 hours. This method is used to brew coffee or tea with good quality but it takes a long time. Therefore, it needs a faster extraction method without reducing the quality of the product produced. One of them is Ultrasonic assisted extraction (UAE) which is an ultrasonic-assisted extraction method that can produce extracts quite well at room temperature in a shorter time and is even able to produce particle sizes on the nanometer scale. For this reason, a research on green tea extraction was carried out using the UAE method at low temperature (below room temperature). The purpose of this study is to determine the effect of temperature and extraction time on particle size using UAE cold brew and to determine the optimum extraction time and temperature to produce the highest extracted weight and analyze the particle size distribution of the extracts. The UAE process uses water temperature (10, 15, 20 ºC) and time (5, 10, 30 minutes). As a control, the cold brew maceration extraction was carried out using room temperature for 12 hours, left in the refrigerator then hot brew at 70ºC for 10 minutes. Color density analysis is carried out to determine the sample to be tested for PSA. The results of the color density analysis showed that the UAE extraction temperature was 10ºC with a time variation of 5.15.30 minutes which was the most suitable with the characteristics of the green tea solution. The PSA test produced the smallest size at 10ºC for 30 minutes with an average size of 293.64 nm. The optimum time and temperature to produce the most extracted weight were at 20ºC 30 minutes at 0.82 grams from 6 grams of green tea samples. These results showed that the UAE extraction can shorten the time, increase the weight extracted and produce a nanometer size.Keywords : Cold Brew; Extraction; PSA; Green tea; UAE
RANCANG BANGUN SISTEM GERAK DAN PENGHINDAR HALANGAN ROBOT PEMBERSIH LANTAI Widodo, Slamet; Sutisna, setya Permana; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6714

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memanfaatkan robot sebagai alat bantu rumah tangga dengan pengaplikasian sebagai robot pembersihan lantai. Berfungsi untuk membersihakan lantai dengan sistem gerak secara otomatis. Robot yang menggunakan sensor ultrasonik HCR-01 sebagai pendeteksi halangan serta arduino mega sebagai mikrokontroler utamanya. Sensor akan mendeteksi level jarak halangan yang nantinya akan dikirim ke arduino mega. Setelah ardiuno mega mendapat masukan dari sensor ultrasonik, kemudian memberikan output kepada motor driver L298N yang selanjutnya memberikan perintah kepada motor DC dan roda untuk bergerak atau berhenti berdasarkan jarak yang dideteksi pada sensor ultrasonik.satu sensor ditempatkan di atas robot yang digabungkan dengan motor servo, motor servo yang dapat berputar sehingga dapat mengarahkan sensor ultrasonik dapat membaca area depan, kanan dan kiri pada robot. Robot bergerak ke arah depan hingga menemui halangan yang kemudian akan belok ke kiri untuk menghindari halangan dan berjalan maju. Tiga sensor pada bagian menghadap bawah untuk menghindari lubang saat robot berjalan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa robot bergerak secar otomatis dan dapat menghindari halangan pada area berjalannya.Kata kunci :  arduino mega, mikrokontroler, robot, sensor ultrasonik  ABSTRACT This study utilizes robots as household aids with application as floor cleaning robots. Function to clean the floor with a motion system automatically. The robot uses the ultrasonic sensor HCR-01 as an obstacle detector and arduino mega as the main microcontroller. The sensor will detect the level of the obstacle distance which will be sent to arduino mega. After ardiuno mega gets input from the ultrasonic sensor, then gives the output to the L298N motor driver which then gives a command to the DC motor and wheels to move or stop based on the distance detected on the ultrasonic sensor. One sensor is placed on top of the robot that is combined with the servo motor, rotating servo motor so that it can direct the ultrasonic sensor to read the front, right and left areas of the robot. The robot moves forward until it encounters obstacles which will then turn left to avoid obstacles and move forward. Three sensors on the bottom face to avoid holes when the robot is walking. Observations indicate that the robot moves automatically and can avoid obstacles in the walking area.Keywords : arduino mega, microcontroller, robotic, ultrasonic sensor.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA BARBLE HORN MESIN ULTRASONIC ASSISTED STERILIZATION Faizal, Muhamad Nur; Rahmat, Mamat; Sutisna, Setya Permana
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6716

Abstract

ABSTRAK Barble horn atau tanduk ultrasonik merupakan batang logam yang berfungsi sebagai media penghantar energi atau penambah amplitudo perpindahan osilasi yang bersumber dari ultrasonic transduser. Barble horn menggunakan material Stainless steel 316L yang memiliki sifat ketahanan karat yang cukup tinggi. Oleh karenanya, perlu dilakukan penelitian untuk merancang dan mengukur keluaran frekuensi yang selaras dengan ultrasonic transduser. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian meliputi studi literatur, desain barble horn dengan software inventor, manufaktur dan pengukuran frek uensi. Barble horn yang telah dimanufaktur memiliki dimensi í˜30mm, panjang 520mm, dan jarak antar barble 30mm. Hasil pengukuran barble horn yang didapatkan memiliki akurasi 99,90% pada ketebalan ring2,3mm dengan frekuensi 41,62kHz. Pengaruh yang terjadi dari variasi ukuran ring pada barble horn terhadap keluaran frekuensi adalah semakin berkurangnya ketebalan ring maka semakin besar nilai keluaran frekuensi yang dihasilkan oleh barble horn.Kata kunci :  Barble horn; Frekuensi; Rancang bangun ABSTRACT Barble horn (ultrasonic horn) is a metal rod that serves as an energy delivery medium or an oscillating displacement amplitude enhancer sourced from ultrasonic transducer. Barble horn uses 316 L Stainless steel material which has high corrosion resistance. Therefore, research needs to be carried out to design and measure frequency outputs that are aligned with ultrasonic transducers. The stages carried out in the study include literature study, design barble horn with software inventor, manufacturing and frequency measurement. The manufactured barble horn has dimensions í˜30mm, length 520 mm, anddistance of barble 30 mm. The barble horn meassurement result have obtained an accuracy of 99.90% in thickness ring 2,3 mm with a frequency of 41.62kHz. The effect that occurs from the ring size variation on barble horn to the output frequency is the reduced thickness of the ring then the greater it is the value of the frequency output produced by the barble horn.Keywords : Barble horn; Design; Frequency
ANALISIS PENYERAPAN KALOR PADA AIR DI WATER COOLING TANK SELAMA KONDISI TUNAK BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR Maulana, Jodi; Juarsa, Mulya
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6731

Abstract

Kecelakaan PLTN yang terjadi di USA yaitu kecelakaan pada reaktor tipe PWR di Three Mile Island unit-2. Kecelakaan tersebut menyebabkan lelehnya teras reaktor akibat gagalnya sistem pendingin aktif (pompa mati). Sehingga masalah tersebut menjadi perhatian penting pada sistem pendingin pasif dengan memanfaatkan aliran sirkulasi alam untuk meningkatkan kinerja keselamatan PLTN saat kecelakaan menjadi topik yang menarik. PTKRN BATAN memiliki fasilitas Untai Uji FASSIP-02 Mod.1 yang diperuntukkan pada penelitian sistem pendingin pasif. Sehingga tujuan penelitian adalah melakukan analisis pelepasan kalor ke dalam air WCT (water cooling tank) dari heat exchanger tipe-U selama kondisi tunak berdasarkan variasi temperatur di daerah WHT (water heating tank). Sehingga perlu dilakukan kajian pada WCT untuk memperoleh hasil analisis penyerapan kalor pada air WCT selama kondisi tunak berdasarkan variasi temperatur. Metode penelitian yang dilakukan dengan variasi temperatur setting air dalam WHT pada kondisi tunak dari temperatur 60oC, 70oC, 80oC, dan 90oC dengan eksperimen dilakukan selama 6 jam. Hasil analisis penyerapan yang paling besar pada temperatur 900C yaitu 7366,55 W sedangkan hasil yang paling kecil adalah temperatur 600C yaitu 3416,77 W dan kalor yang terbuang dengan hasil yang paling besar pada temperatur 900C yaitu 869,10 W sedangkan hasil yang paling kecil adalah temperatur 600C yaitu 238,13 W. Kata kunci : Pelepasan kalor, WCT, Pendingin pasif, Tunak, Sirkulasi alamABSTRACTThe nuclear power plant accident that occurred in the USA was an accident at the PWR type reactor at Three Mile Island unit-2. The accident caused the reactor core to melt due to the failure of the active cooling system (pump off). So that this problem becomes an important concern in passive cooling systems by utilizing natural circulation flows to improve the safety performance of nuclear power plants when an accident becomes an interesting topic. PTKRN BATAN has the FASSIP-02 Mod.1 Test Strand facility which is intended for passive cooling system research. So the aim of the research is to analyze the heat release into the WCT (water cooling tank) water from the U-type heat exchanger during steady conditions based on temperature variations in the WHT (water heating tank) area. So it is necessary to conduct a study on WCT to obtain the results of the analysis of heat absorption in WCT water during steady conditions based on temperature variations. The research method was carried out by varying the water setting temperature in WHT at steady conditions from temperatures of 60oC, 70oC, 80oC, and 90oC with experiments carried out for 6 hours. The results of the analysis of the largest absorption at a temperature of 900C that is 7366.55 W while the smallest result is a temperature of 600C that is 3416.77 W and the heat wasted with the greatest result at a temperature of 900C that is 869.10 W while the smallest result is 600C temperature is 238.13 W.Key words: Heat release, WCT, Passive cooling, Steady, Natural circulation
PENGARUH INLET DAN OUTLET ALIRAN UDARA TERHADAP KESERAGAMAN TEMPERATUR DIRUANG PENGERING Rusydi, Rusydi; Sutisna, Setya Permana; Sutoyo, Edi
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6765

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur pada mesin pengering ikan dan diharapkan dapat diketahui tingkat keseragaman temperatur pada ruang pengering sehingga dapat dilakukan pernbaikan rancang bangun lemari pengering. Dalam penelitian ini dilakukan pada mesin pengering ikan tipe kabinet dalam penelitian ini dilakukan pengendalian sebaran temperatur di ruang pengering menggunakan aliran udara. Ruang pengering ini terdiri dari beberapa bagian yaitu panjang (p) = 4000 mm, lebar L (l) = 4000 mm, tinggi (t) = 6000 mm luas alas = 6400 í— 106 mm2 volume = 96í—109 mm3 . Dinding dan atap menggunakan papan partikel dengan tebal 0.008 mm. Ruang pengering yang akan dianalisa menggunakan 5 skenario aliran udara inlet dan outlet. Setpoint pada modul PID temperature kontrol dibuat sama yaitu 40 ℃ agar data yang diperoleh lebih valid. Hasil analisa skenario 1 di dapatkan temperature rata-rata sebesar 42 °C, Hasil analisa skenario 2 di dapatkan temperature rata-rata sebesar 40.5 °C, Hasil analisa skenario 3 di dapatkan temperature rata-rata sebesar 35.2 °C, Hasil analisa skenario 4 di dapatkan temperature rata-rata sebesar 46 °C, dan hasil analisa skenario 5 di dapatkan temperature rata-rata sebesar 38.8 ℃ Sehingga disimpulkan bahwa analisa sebaran suhu yang paling seragam ada pada skenario 5 dengan skenario aliran udara inlet dan outlet dihidupkan.Kata kunci :  heater, inlet, mesin pengering, outlet, PID controller, temperatur  

Page 1 of 1 | Total Record : 6