cover
Contact Name
Paska Marto Hasugian
Contact Email
paskamarto86@gmail.com
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 29866227     DOI : https://doi.org/10.58471
ABDIMAS SEAN Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute. ABDIMAS SEAN merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains, PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Implementasi Teologi Moral Fundamental dalam Penguatan Integritas, Kebebasan, dan Ketaatan Suster Novisiat KYM Bertolomeus N.A.P. Ngita
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 4 No. 01 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa novisiat merupakan tahap penting dalam pembentukan identitas, hati nurani, kebebasan, dan ketaatan dalam hidup religius. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman serta penghayatan Teologi Moral Fundamental bagi para Suster Novisiat Kongregasi KYM agar moralitas tidak dipahami secara legalistik, tetapi sebagai tanggapan iman yang sadar, bebas, dan bertanggung jawab. Program dilaksanakan dalam bentuk Kursus Moral Fundamental I di Komunitas Novisiat KYM, Jalan Sibolga, Pematangsiantar, selama Agustus-Desember 2025. Kegiatan melibatkan 16 suster novis dalam 16 pertemuan yang tercatat pada daftar hadir. Metode kegiatan meliputi ceramah formatif, diskusi interaktif, refleksi Kitab Suci, studi kasus moral, latihan discernment, dan refleksi pengalaman komunitas. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa program memberikan kerangka yang lebih utuh untuk memahami tindakan manusiawi, pembentukan hati nurani, kebebasan bertanggung jawab, ketaatan iman, integritas moral, serta makna kaul religius. Peserta diarahkan untuk menghubungkan kehidupan doa dengan keputusan dan tindakan konkret dalam komunitas. Surat tugas, daftar hadir, berita acara, dan sertifikat narasumber memperkuat validitas pelaksanaan. Program menegaskan bahwa pembinaan moral yang berkelanjutan, dialogis, dan reflektif dapat mendukung formasi hidup religius yang autentik.
BERBUAH DALAM SUKACITA KARENA PENANTIAN: REKOLEKSI ADVENT BAGI CALON IMAM ORDO KAPUSIN Laurentius Tinambunan
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 3 No. 01 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2025
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Advent merupakan ruang pembaruan iman yang mengarahkan umat pada penantian aktif, pertobatan, pengharapan, dan sukacita dalam menyambut Kristus. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas Advent dan panggilan para calon imam Ordo Kapusin melalui rekoleksi bertema “Berbuah dalam Sukacita karena Penantian”. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 21 Desember 2024 di Biara Kapusin Santo Fransiskus Assisi, Jalan Medan, Pematangsiantar, dengan Dr. Laurentius Tinambunan sebagai narasumber. Pendekatan kegiatan bersifat reflektif, partisipatif, kontekstual, dan Fransiskan melalui pemaparan materi, pendalaman Kitab Suci, refleksi pribadi, sharing persaudaraan, serta perumusan komitmen. Pelaksanaan diverifikasi melalui Surat Tugas Nomor 079/FF/C-05/2024, daftar hadir 29 peserta, dan Berita Acara Nomor 12/08/G-RPK BKS-JalMed/2024. Hasil pada tingkat proses menunjukkan tersedianya ruang pembinaan rohani yang terarah, keterlibatan peserta dalam refleksi, serta penguatan pemahaman bahwa penantian dalam formasi merupakan proses aktif yang menghasilkan ketekunan, pengharapan, kesederhanaan, persaudaraan, dan sukacita Injili. Luaran kegiatan mencakup materi rekoleksi, refleksi peserta, komitmen pribadi, dokumentasi pelaksanaan, dan rekomendasi pendampingan berkelanjutan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN LANSIA MELALUI EDUKASI PEMANFAATAN SREILIMAN UNTUK PENGELOLAAN NYERI SENDI DI DESA PAKKAT Nova Sontry Node Siregar; Jefry Banjar Nahor; Mery Simanjuntak; Hengky Simamora
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 02 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) diikuti dengan meningkatnya risiko gangguan degeneratif, salah satunya nyeri sendi yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Pemanfaatan bahan alam sebagai terapi komplementer dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam pengelolaan keluhan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memahami nyeri sendi serta penggunaan Sreiliman, yaitu kombinasi minyak serai (Cymbopogon citratus) dan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.), sebagai terapi komplementer, sekaligus meningkatkan aktivitas fisik melalui senam lansia dan latihan gerakan sederhana untuk pencegahan stroke. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juli 2026 di Dusun 2 Pakkat Toruan, Desa Pakkat, dengan melibatkan 30 orang lansia. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pengenalan dan demonstrasi penggunaan minyak Sreiliman, senam lansia, praktik gerakan pencegahan stroke, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab sebelum dan sesudah penyuluhan serta observasi terhadap keterlibatan peserta dalam praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif, memahami manfaat dan cara penggunaan Sreiliman sebagai terapi komplementer, serta mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Peserta juga mampu mengikuti senam lansia dan melakukan gerakan sederhana untuk mendukung kebugaran dan pencegahan stroke. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai demonstrasi dan aktivitas fisik dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan lansia dalam melakukan upaya perawatan kesehatan secara mandiri. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan pemantauan oleh kader kesehatan dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah desa.