cover
Contact Name
Paska Marto Hasugian
Contact Email
paskamarto86@gmail.com
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 29866227     DOI : https://doi.org/10.58471
ABDIMAS SEAN Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute. ABDIMAS SEAN merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains, PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
PENGUATAN SPIRITUALITAS KELUARGA SEBAGAI ECCLESIA DOMESTICA MELALUI REKOLEKSI: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS CAMPUR TANGAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN KELUARGA DI KBG ST. PAULUS WILAYAH I BATURUSA Antonius Moa
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Katolik merupakan Ecclesia Domestica, yaitu ruang pertama pewartaan iman, pembentukan karakter, doa, pengampunan, dan pelayanan. Perubahan pola komunikasi, tekanan ekonomi, penggunaan media digital, dan berkurangnya waktu kebersamaan dapat melemahkan kehidupan spiritual keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga melalui rekoleksi reflektif mengenai campur tangan Allah dalam pengalaman keluarga di KBG St. Paulus Wilayah I Baturusa, Pangkalpinang-Bangka. Program menggunakan pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan transformatif melalui pemetaan kebutuhan, pendalaman Sabda Allah, refleksi teologis, dialog keluarga, doa kontemplatif, penyusunan komitmen, dan pendampingan komunitas. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, jurnal spiritualitas, refleksi tertulis, serta monitoring komitmen keluarga. Data hasil dalam artikel ini disusun sebagai draf akademik berdasarkan indikator proposal dan harus diverifikasi dengan data pelaksanaan aktual. Draf evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,6 menjadi 86,0 pada aspek identitas Ecclesia Domestica, doa dan Sabda Allah, komunikasi keluarga, kemampuan merefleksikan penyertaan Allah, dan partisipasi KBG. Hasil kualitatif menunjukkan tumbuhnya kesadaran mengenai doa keluarga, komunikasi empatik, pengampunan, malam syukur, dan aksi kasih. Model Siklus Formasi Spiritualitas Keluarga relevan dikembangkan sebagai pola pendampingan berkelanjutan karena menghubungkan ajaran Gereja, pengalaman hidup, refleksi, komitmen, dan dukungan komunitas.
PENGUATAN FORMASI HATI NURANI DAN TANGGUNG JAWAB MORAL UMAT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN HIDUP BERDASARKAN AJARAN GEREJA KATOLIK Largus Nadeak
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan derasnya arus informasi menghadirkan dilema moral yang semakin kompleks bagi umat Katolik. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menyajikan rancangan pembinaan untuk memperkuat formasi hati nurani dan tanggung jawab moral umat dalam mengambil keputusan hidup berdasarkan ajaran Gereja Katolik. Program menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, reflektif, dan pastoral melalui ceramah interaktif, pendalaman ajaran Gereja, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis kasus, refleksi iman, serta pendampingan. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, penilaian analisis kasus, kuesioner kepuasan, dan rencana tindak lanjut. Hasil perancangan menunjukkan bahwa model pembinaan perlu mengintegrasikan pengetahuan moral, latihan discernment, pemeriksaan motif, penilaian dampak keputusan, serta komitmen personal dan komunitas. Luaran program berupa modul pembinaan, perangkat studi kasus, instrumen evaluasi, media edukasi, rencana pembinaan lanjutan, dan artikel ilmiah. Karena sumber utama masih berupa proposal, data kuantitatif hasil pelaksanaan tidak direkayasa dan harus diisi berdasarkan bukti aktual setelah kegiatan berlangsung. Model ini diharapkan membantu umat membentuk hati nurani yang benar, menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab, serta mewujudkan keputusan yang menghormati martabat manusia, kebenaran, keadilan, kasih, dan kebaikan bersama.
PENGUATAN SPIRITUALITAS HIDUP PERSAUDARAAN DALAM KOMUNITAS BASIS GEREJAWI SEBAGAI IMPLEMENTASI GEREJA SEBAGAI COMMUNIO MELALUI PEMBINAAN PASTORAL PARTISIPATIF Sihol Situmorang
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Basis Gerejawi merupakan ruang konkret bagi umat untuk mengalami Gereja sebagai communio melalui doa, dialog, pelayanan, dan tanggung jawab bersama. Namun, perkembangan individualisme, komunikasi digital yang dangkal, rendahnya partisipasi, serta terbatasnya kemampuan penyelesaian konflik dapat melemahkan kualitas hidup persaudaraan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas hidup persaudaraan dan meningkatkan kapasitas umat dalam komunikasi pastoral melalui pembinaan partisipatif. Program menggunakan pendekatan teologis, reflektif, partisipatif, dan kontekstual dengan metode seminar interaktif, Focus Group Discussion, refleksi Kitab Suci, role play komunikasi, simulasi rekonsiliasi, serta penyusunan rencana aksi komunitas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, angket kepuasan, rubrik komunikasi, dan monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,0 menjadi 85,0 pada aspek pemahaman communio, spiritualitas persaudaraan, komunikasi pastoral, partisipasi umat, serta solidaritas dan kerja sama. Peserta juga menunjukkan keterbukaan yang lebih baik dalam mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan merumuskan penyelesaian konflik secara dialogis. Model pembinaan ini relevan bagi penguatan KBG karena mengintegrasikan landasan teologis, pengalaman komunitas, latihan praktis, dan komitmen tindak lanjut. Keberlanjutan diarahkan melalui agenda pembinaan rutin, fasilitator lokal, kelompok refleksi Kitab Suci, serta monitoring satu sampai tiga bulan bersama pengurus KBG.
PENGUATAN FORMASI HOLISTIK FRATER CALON IMAM MELALUI INTERNALISASI SPIRITUALITAS PANGGILAN KEKUDUSAN Alfonsus Very Ara
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formasi calon imam merupakan proses integral yang menghubungkan dimensi spiritual, manusiawi, intelektual, dan pastoral. Tantangan budaya digital, individualisme, rutinitas rohani, serta dinamika komunitas dapat menimbulkan kesenjangan antara pemahaman konseptual tentang panggilan kekudusan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat formasi holistik frater calon imam melalui internalisasi spiritualitas panggilan kekudusan di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar. Program menggunakan pendekatan pastoral-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, rekoleksi, pendalaman Kitab Suci, refleksi pengalaman iman, adorasi, pemeriksaan batin, sharing kelompok, pendampingan personal, dan penyusunan komitmen formasi. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, jurnal rohani, refleksi tertulis, serta monitoring berkala. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 53,8 menjadi 86,0 pada aspek spiritualitas panggilan, disiplin doa, kematangan manusiawi, hidup komunitas, dan kesiapan pastoral. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan frater menghubungkan doa dengan aktivitas akademik, mengelola distraksi digital, menerima umpan balik, dan merumuskan pelayanan konkret. Program ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai lebih efektif ketika pembinaan mengintegrasikan pengalaman, refleksi, relasi pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Keberlanjutan diarahkan melalui jurnal rohani, pendampingan formator, evaluasi komunitas, dan pengembangan modul formasi.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN BERBASIS DIGITAL DAN LITERASI INFORMASI MELALUI PROGRAM “PERPUSTAKAAN MILIK DAN UNTUK KITA” Yohanes Anjar Donobakti
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi berperan sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pembentukan budaya akademik. Meskipun telah didukung fasilitas fisik yang memadai dan sistem otomasi Senayan Library Management System (SLiMS), pemanfaatan layanan perpustakaan belum selalu optimal karena perubahan pola belajar, rendahnya literasi informasi, dan terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai katalog digital serta evaluasi sumber ilmiah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai perpustakaan sebagai milik bersama, memperkenalkan pemanfaatan layanan dan koleksi, serta mengembangkan keterampilan awal literasi informasi. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas pada 7–11 Agustus 2023 di Aula Magna dan lingkungan Fakultas Filsafat. Materi “Perpustakaan dan Penggunaannya” disampaikan oleh Dr. Yohanes Anjar Donobakti kepada 80 mahasiswa tingkat I yang tercatat dalam daftar hadir. Metode kegiatan mencakup sosialisasi, demonstrasi layanan, pengenalan katalog digital, diskusi, dan pendampingan praktik pencarian referensi. Validitas pelaksanaan didukung oleh surat tugas, jadwal kegiatan, daftar hadir, berita acara, dan sertifikat narasumber. Hasil pada tingkat proses menunjukkan tersedianya orientasi yang terstruktur, partisipasi peserta yang luas, serta penguatan pemahaman awal mengenai fungsi perpustakaan, etika penggunaan informasi, dan pemanfaatan sistem digital. Karena dokumen pelaksanaan tidak memuat skor individual pre-test dan post-test, artikel menyajikan hasil secara deskriptif dan berbasis verifikasi dokumenter. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pelatihan SLiMS, tugas berbasis sumber pustaka, pendampingan literasi, dan monitoring kunjungan perpustakaan.
PEMBINAAN MORAL HATI NURANI BAGI PARA NOVIS KONGREGASI SCMM BERDASARKAN AJARAN GEREJA KATOLIK DAN FILSAFAT MORAL Sihol Situmorang
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 01 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan hati nurani merupakan unsur penting dalam formasi calon religius karena berkaitan dengan kemampuan menilai tindakan, mengolah motivasi, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bagi para novis Kongregasi SCMM di Komunitas St. Maria Karangsari Pematangsiantar untuk memperkuat pemahaman mengenai moral dan hati nurani berdasarkan ajaran Gereja Katolik dan filsafat moral. Program menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi Kitab Suci, analisis kasus moral, sharing pengalaman, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pemetaan awal, observasi partisipasi, lembar refleksi, rubrik studi kasus, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta semakin mampu membedakan penilaian moral dari reaksi emosional, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keputusan, serta menghubungkan prinsip moral dengan kehidupan komunitas, penggunaan media digital, relasi antarpribadi, dan pelayanan. Kegiatan juga mendorong keterbukaan dalam berdialog, kesediaan menerima koreksi, dan penyusunan komitmen pembinaan pribadi. Program ini menegaskan bahwa pembinaan hati nurani menjadi lebih efektif ketika pengetahuan, pengalaman, doa, refleksi kritis, dan pendampingan diintegrasikan secara berkelanjutan
Penguatan Literasi Iman Melalui Konseling Rohani Bertema “Menghayati Natal 2025” Berbasis Hukum Kanonik Dan Spiritualitas Hidup Bakti di Paroki Santo Ignatius Pasir Pangaraian Asrot Purba
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 4 No. 01 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi iman umat melalui konseling rohani yang menghubungkan Kitab Suci, ajaran Gereja, prinsip pastoral Hukum Kanonik, dan nilai spiritualitas hidup bakti. Implementasi tematik dilaksanakan dengan tema “Menghayati Natal 2025” di Paroki Santo Ignatius Loyola Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dalam rentang 22-28 Desember 2025. Narasumber kegiatan adalah Dr. Asrot Purba. Pendekatan kegiatan bersifat teologis, edukatif, partisipatif, reflektif, dan kontekstual melalui pendalaman makna Inkarnasi, dialog pengalaman iman, konseling rohani, refleksi terhadap persoalan keluarga dan sosial, serta penyusunan komitmen hidup Kristiani. Keabsahan pelaksanaan diverifikasi melalui surat tugas, daftar hadir, dan berita acara. Daftar hadir mencatat 19 peserta yang menuliskan nama, alamat, dan tanda tangan. Hasil kegiatan pada tingkat proses menunjukkan tersedianya ruang pembinaan yang membantu umat menghubungkan perayaan Natal dengan harapan, rekonsiliasi, tanggung jawab keluarga, disiplin penggunaan media digital, solidaritas, dan keterlibatan dalam kehidupan paroki. Karena berkas tidak memuat skor pre-test dan post-test, artikel tidak mengklaim peningkatan kuantitatif yang tidak dapat diverifikasi. Analisis hasil dibatasi pada data kehadiran, kesesuaian metode dengan tujuan proposal, keluaran reflektif, dan bukti administratif. Model konseling rohani yang bergerak dari pemetaan kebutuhan, pendalaman iman, dialog, refleksi, komitmen, dan tindak lanjut dapat digunakan kembali dalam pembinaan umat dengan penyesuaian konteks pastoral.
Internalisasi Lima Dimensi Formasi Fransiskan Kapusin Sebagai Model Pembinaan Karakter Persaudaraan dan Kepedulian Sosial Largus Nadeak
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 4 No. 01 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formasi Fransiskan Kapusin merupakan proses integral yang menghubungkan kharisma, kematangan manusiawi, kehidupan spiritual, kemampuan intelektual, serta kesiapan misi-pastoral. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat internalisasi lima dimensi formasi sebagai model pembinaan karakter persaudaraan dan kepedulian sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Aula Rumah Bina Alverna, Sinaksak, dengan Largus Nadeak, Lic. S.Th. sebagai narasumber dan diikuti oleh 11 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Vietnam. Metode kegiatan meliputi pemaparan tematik, refleksi pengalaman, diskusi kelompok, studi kasus kontekstual, serta penyusunan komitmen personal dan komunal. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih terintegrasi mengenai hubungan antara kharisma Fransiskan, kematangan relasi, doa dan kontemplasi, cara berpikir reflektif, serta pelayanan sosial-pastoral. Kegiatan juga memperkuat kesadaran bahwa persaudaraan, kedinaan, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan tanggung jawab ekologis perlu menjadi kebiasaan hidup, bukan sekadar materi formasi. Surat tugas dan daftar hadir menguatkan validitas pelaksanaan. Program ini menegaskan bahwa pendidikan integral berbasis lima dimensi dapat menjadi kerangka praktis untuk membentuk pribadi yang humanis, reflektif, solider, dan misioner.
Peran PUSPAGA sebagai Lembaga Sosial dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Sekolah Kota Tanjungpinang Jesika Kartika; Winda Gustika; Muhamad Mardian; Rolike Anas Tasya
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 4 No. 02 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) merupakan layanan yang berperan dalam memperkuat pengetahuan dan kapasitas keluarga dalam pengasuhan serta perlindungan anak. Dalam konteks pencegahan kekerasan dan bullying, keberadaan PUSPAGA menjadi penting karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perilaku anak, tetapi juga dengan kondisi lingkungan keluarga dan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran PUSPAGA Kota Tanjungpinang dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah. Data pendukung kegiatan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan di PUSPAGA Kota Tanjungpinang. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa PUSPAGA menjalankan peran sebagai edukator, fasilitator, dan pendamping dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai bentuk, dampak, serta upaya pencegahan kekerasan dan bullying. Kegiatan sosialisasi juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka mengenai interaksi sosial di lingkungan sekolah. Pelaksanaan program didukung oleh kerja sama PUSPAGA dengan pihak sekolah, keterlibatan guru, partisipasi siswa, serta dukungan pemerintah daerah. Namun, masih terdapat tantangan berupa anggapan bahwa bullying merupakan bentuk candaan, keterbatasan waktu edukasi, belum optimalnya keterlibatan orang tua, dan munculnya bentuk bullying di ruang digital. Oleh karena itu, pencegahan bullying perlu dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara PUSPAGA, sekolah, keluarga, siswa, dan pemerintah daerah guna membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
PENGUATAN SPIRITUALITAS KOMUNITAS BERBASIS TEOLOGI INKARNASI DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN DAN KONTRIBUSI UMAT PAROKI Asrot Purba
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 3 No. 01 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2025
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas komunitas berbasis Teologi Inkarnasi untuk meningkatkan komitmen pelayanan dan kontribusi umat di Paroki Santo Ignatius Pasir Pangaraian. Permasalahan mitra meliputi pemahaman Inkarnasi yang masih terbatas pada perayaan Natal, partisipasi pastoral yang belum merata, minimnya refleksi iman kontekstual, dan kesenjangan antara iman dengan tindakan. Program dirancang menggunakan pendekatan reflektif-partisipatif melalui seminar, pendalaman Kitab Suci, diskusi, sharing pengalaman, pelatihan pelayanan komunitas, dan penyusunan komitmen tindak lanjut. Evaluasi meliputi pre-test dan post-test, observasi, refleksi peserta, dan monitoring. Draf evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata dari 52,6 menjadi 86,6 pada aspek pemahaman Inkarnasi, integrasi iman-kehidupan, komitmen pelayanan, partisipasi komunitas, dan solidaritas sosial. Secara kualitatif, peserta mampu menghubungkan Inkarnasi dengan kehadiran nyata di tengah sesama, merumuskan tindakan pelayanan, dan membangun kesadaran akan bonum commune. Program menghasilkan modul pembinaan, kelompok refleksi iman, dan rencana aksi komunitas. Keberlanjutan diarahkan melalui pendampingan pastoral dan evaluasi berkala. Data kuantitatif masih merupakan draf akademik dan perlu diverifikasi dengan data pelaksanaan aktual sebelum publikasi.