cover
Contact Name
Ahmad Nur Taufiqurrahman
Contact Email
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Phone
+6281215544470
Journal Mail Official
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhakti Asih Tangerang Jl. Raden Fatah No.62, RT.003/RW.010 Sudimara Barat, Kecamatan. Ciledug, Kota Tangerang, Banten 15151
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Medical Nurse Journal
ISSN : -     EISSN : 30639417     DOI : -
Core Subject : Health,
MENU (Medical Nurse Journal) is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research, reviews, and case studies in nursing and healthcare. The journal aims to be a vital resource for nurses, healthcare professionals, and academics by covering topics such as clinical practices, nursing education, patient care, and healthcare innovations. The journal actively encourages research that improves patient care, explores advanced nursing techniques, and examines public health challenges. It welcomes contributions that highlight evidence-based practices, patient safety initiatives, and the role of nurses in interdisciplinary healthcare teams. By fostering a culture of excellence and innovation, the journal supports the continued development of nursing as a profession.
Articles 27 Documents
Determinan Perilaku Vulva Hygiene Pada Remaja Putri di SMA X Jakarta Barat Khaila Caesar Putri; Rizqi Nursasmita; Rukmaini Rukmaini
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.179

Abstract

Perilaku vulva hygiene merupakan serangkaian tindakan perawatan kebersihan dan kesehatan vulva bertujuan mencegah terjadinya infeksi serta menjaga keseimbangan sistem reproduksi perempuan. Penerapan perilaku vulva hygiene yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan reproduksi. Data global menunjukkan sekitar 35% perempuan di dunia mengalami masalah kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan praktik kebersihan organ reproduksi yang kurang baik. Di Indonesia, permasalahan ini masih menjadi isu kesehatan yang serius, dari sekitar 69,4 juta remaja, sebanyak 63 juta di antaranya dilaporkan memiliki perilaku vulva hygiene yang tergolong buruk. Perilaku vulva hygiene pada remaja putri dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, serta dukungan tenaga kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, keputihan patologis, hingga komplikasi yang lebih serius, termasuk kanker serviks dan gangguan kesuburan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku vulva hygiene pada remaja putri, meliputi pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, dan dukungan tenaga kesehatan di SMA X Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu 86 remaja putri. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, dukungan tenaga kesehatan, serta perilaku vulva hygiene. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value= 0,022), sikap (p-value= 0,000), dan dukungan orang tua (p-value= 0,005) dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang memadai, sikap yang positif, serta dukungan orang tua yang baik berperan penting dalam membentuk perilaku vulva hygiene yang optimal pada remaja putri.
Bullying dan Masalah Kesehatan Mental pada Remaja Atika Nuraisyah; Henny Kusumawati
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.180

Abstract

Bullying merupakan suatu tindakan kekerasan secara fisik maupun mental yang dilakukan remaja secara berulang-ulang yang dapat menyebabkan gangguan psikologis terhadap korban. Remaja yang mengalami bullying akan merasa tidak mampu, tidak berdaya, turun harga dirinya dan pesimis dalam menghadapi masa depannya Kondisi bullying ini perlu diberikan perhatian khusus karena prevalensi bullying semakin meningkat sehingga menimbulkan dampak negatif pada korban bullying. Mengetahui gambaran bullying dan masalah kesehatan mental pada remaja sekolah menengah kejuruan di Depok. Desain studi ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner korban bullying dan kuesioner DASS-21. Data diolah menggunakan excel berdasarkan karakteristik. Subyek studi seluruh siswa SMK kelas X dan XI yang pernah mengalami bullying berjumlah 81 siswa dari 130 populasi. Didapatkan 81 siswa menyatakan pernah mengalami bullying yaitu laki – laki (64%) dan perempuan (56%), dengan usia mayoritas 16 tahun (44%) dan 17 tahun (41%). Bullying victim kategori rendah (83%), sedang (15%), tinggi (2%). Dengan mayoritas bullying victim kategori sedang – tinggi verbal (36%), relasional (15%), fisik (12%). Sedangkan hasil depresi, ansietas, dan stres mayoritas dalam tingkat normal. Masalah kesehatan mental tingkat sedang – sangat berat depresi (18%), ansietas (40%), stres (22%). Strategi dan upaya untuk menangani dan mencegah dampak bullying terhadap kesehatan mental sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan remaja yang positif.
Studi Deskriptif Kualitatif : Faktor – Faktor Yang MenyebabkanPerawat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Beralih Karir Menjadi Perawat Di Industri Devanda Faiqh Albyn; Dwi Andhika Surya Putra; Ahmad Yani
Medical Nurse Journal Vol. 3 No. 1 (2026 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v3i1.226

Abstract

Data Kementerian Kesehatan Indonesia Jumlah Perawat Fasilitas Kesehatan di Indonesia 2025 : puskesmas 161.157, rumah_sakit 376.309, faskes lainnya"jenis fasilitas kesehatan (faskes) lainnya mencakup seperti praktik mandiri tenaga kesehatan, klinik, apotek, dan unit transfusi darah" 63.919. Penumpukan tersebut tidak menjamin aspek kesejahteraan dan kepuasan kerja perawat di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, terutama para perawat kontrak dan honorer. Peralihan karier mereka dari fasyankes ke industri saat ini menjadi bahasan hangat. Melalui platform digital @ohnurseedu, platform pertama di Indonesia terkait informasi dunia karier perawat di industri, menjadi pintu pembuka peluang kerja bagi mereka yang beralih karier. Ada banyak faktor yang menyebabkan mereka pindah ke industri. Penelitian ini bertujuan untuk membuka paradigma peluang kerja perawat di sektor industri dan mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan mereka pindah. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, dengan 3 sampel perawat yang bekerja di sektor industri migas, BUMN, dan pertambangan. Adapun beberapa alasan mereka pindah di antaranya: budaya kerja yang tidak sehat, beban kerja, jenjang karier yang lama, stres kerja, burnout, kesenjangan sosial antara PNS, PPPK, kontrak dan honorer. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa masih banyak permasalahan manajerial di fasyankes yang menyebabkan perawat pindah ke sektor industri, sehingga perlu diadakan kajian lebih lanjut agar perawat kita di fasyankes sebagai garda depan mendapatkan kesejahteraan yang layak serta berpindahnya perawat ke sektor industri membantu pemerataan SDM perawat di Indonesia.
Pengalaman Mengatasi Masalah Psikososial pada Pasien Ulkus Kaki Diabetikum Paska Amputasi Minor Nila Indrayati; Yuyun Setiyawati; Yulianti
Medical Nurse Journal Vol. 3 No. 1 (2026 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v3i1.235

Abstract

Perubahan struktur tubuh pada pasien ulkus kaki diabetikum paska amputasi minor, dapat menimbulkan berbagai masalah psikososial, yang turut menentukan kualitas kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengalaman dan strategi pengelolaan masalah psikososial pada 6 pasien ulkus kaki diabetikum paska amputasi minor di Poli Rawat Luka Klinik Utama Rawat Jalan Raditya Medical Center Depok Jawa Barat. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Penelitian ini menghasilkan tema yang teridentifikasi melalui wawancara, yaitu tema respon fisik, respon psikososial dan 3 tema berikutnya adalah strategi untuk mengatasi masalah psikososialnya yaitu dengan dukungan keluarga, kepuasan pelayanan perawat yang komprehensif dan mekanisme koping. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang tepat untuk tiap tahap penyembuhan ulkus kaki diabetikum paska amputasi minor.
Gambaran Anemia Ibu Hamil di Kawasan ASEAN+1: Analisis Data Sekunder WHO dan World Bank Tahun 2000 - 2020 Tiffatul Jannah Firdausya; Fitri Annisa; Syahrifah Aima; Asha Grace Sicilia Manalu
Medical Nurse Journal Vol. 3 No. 1 (2026 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v3i1.232

Abstract

Maternal anemia remains a global health problem affecting maternal and neonatal outcomes. ASEAN+1 countries demonstrate substantial variations in anemia prevalence due to differences in socioeconomic conditions, healthcare access, and nutritional status. This study aimed to describe the prevalence of maternal anemia in ASEAN+1 countries using WHO and World Bank secondary data from 2000 to 2020. This study employed a quantitative ecological study design. Data were obtained from the  WHO Global Health Observatory (GHO) and World Bank between 2000 and 2020. The unit analysis was country-level data, including all ASEAN countries and one partner country, Timor-Leste. The analyzed variable was maternal prevalence (%). Descriptive analysis was performed, and the results showed that maternal anemia prevalence in ASEAN+1 countries remained relatively high, ranging from 18,79% to 49,02%. Cambodia (49,02%)  and Myanmar (47,62%) had the highest prevalence. Indonesia showed an average maternal anemia prevalence of 33,54%. Countries with lower economic status tended to have higher maternal anemia prevalence compared to countries with higher GDP per capita. This study highlights that maternal anemia remains a major maternal health problem in ASEAN+1 countries. Strengthening iron supplementation programs, culturally-based nutrition education, such as the consumption of moringa leaves in pregnant women, and antenatal care services are necessary to reduce maternal anemia prevalence.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Ichlas Tribakti; Azwar Azwar
Medical Nurse Journal Vol. 3 No. 1 (2026 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v3i1.233

Abstract

Pada tahun 2020, Indonesia mencatatkan lonjakan jumlah penderita diabetes, mencapai 18 juta orang, yang menyebabkan prevalensi diabetes melitus meningkat menjadi 6,2% dibandingkan tahun 2019. Dalam menangani masalah ini, peran dukungan dan kerjasama keluarga sangat krusial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dan penerapan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan serta pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan metode tinjauan pustaka, dimana artikel-artikel relevan dicari melalui Google Scholar dan pencarian manual. Semua artikel yang digunakan merupakan penelitian asli yang membahas hubungan antara dukungan keluarga dan penerapan pola hidup sehat pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil: Tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan penerapan pola hidup sehat, yang merupakan bagian dari strategi pencegahan diabetes melitus tipe 2. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat berperan dalam penerapan pola hidup sehat, karena dapat memberikan motivasi kepada penderita serta mengurangi perasaan kesendirian. Selain itu, keluarga juga dapat terus memantau kondisi pasien diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Demokratis  Kepala ruangan Terhadap Retensi di Rawat Inap Rumah Sakit Nurmawati Nurmawati
Medical Nurse Journal Vol. 3 No. 1 (2026 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v3i1.237

Abstract

Latar belakang: Tingginya turnover perawat di rumah sakit dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas pelayanan keperawatan serta menciptakan ketidakstabilan mutu pelayanan. Salah satu faktor yang disinyalir dapat meningkatkan retensi adalah perubahan gaya kepemimpinan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh perawat rawat inap di RS Bogor pada Februari 2025 dengan total sampling sebanyak 65 responden. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Sebagian besar responden menyatakan gaya kepemimpinan demokratis baik (75,4%) dan memiliki retensi baik (67,7%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis dan retensi perawat (p=0,001; OR=8,580; 95% CI=2,422–30,399). Pada pemodelan akhir, gaya kepemimpinan memiliki OR 4,971 setelah dikontrol pendidikan dan status pernikahan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan retensi perawat, dengan peluang retensi baik yang lebih besar setelah dikontrol oleh pendidikan dan status pernikahan. Kepala ruangan diharapkan menggunakan gaya kepemimpinan demokratis untuk mendorong perubahan perilaku positif dan kemajuan bersama.

Page 3 of 3 | Total Record : 27