cover
Contact Name
CV. Era Digital Nusantara
Contact Email
erapublikasi@gmail.com
Phone
+6285121105050
Journal Mail Official
jurnaljspk@gmail.com
Editorial Address
Taman Balajara Blok G2 No 1A RT 003 RW 008 Desa Parahu Kecamatan Sukamulya
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
ISSN : -     EISSN : 30895618     DOI : https://doi.org/10.59066/jspk
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada eksplorasi dan analisis berbagai isu dan fenomena yang terkait dengan pendidikan dari perspektif sosiologi. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan untuk berkolaborasi dan berbagi hasil penelitian, pemikiran kritis, dan praktiknya dalam tujuan mengembangkan pengetahuan dan ilmu di bidang pendidikan. Salah satu fokus utama Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif adalah mempromosikan praktik-praktik pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada keadilan sosial. Jurnal ini memberikan perhatian khusus pada bagaimana pendidikan dapat menjadi alat untuk memberdayakan individu dan kelompok masyarakat yang termarginalkan, serta membangun pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif menawarkan platform yang humanis dan inklusif bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terlibat dalam dialog dan kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan perubahan sosial yang positif.
Articles 22 Documents
Sosiologi Lembaga Pendidikan: Digitalisasi Administrasi dan Relasi Sosial di Pesantren El Fira 4 fatin nursabrina; Muhammad Hanif
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v2i2.2473

Abstract

Penelitian ini membahas digitalisasi administrasi dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Modern El Fira 4 Purwokerto serta pengaruhnya terhadap perubahan relasi sosial antara pengasuh pondok, santri, dan wali santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengkaji berbagai bentuk digitalisasi administrasi seperti pendaftaran online, pembayaran elektronik, absensi digital, grup WhatsApp wali santri, sistem informasi santri, dan raport online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi, efisiensi waktu, transparansi data, serta komunikasi yang lebih cepat dan praktis. Namun, digitalisasi juga menyebabkan berkurangnya interaksi tatap muka, meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi, serta perubahan budaya sosial di lingkungan pesantren. Relasi sosial yang sebelumnya berlangsung secara langsung kini mulai bergeser ke media digital, meskipun pesantren tetap berupaya menjaga nilai-nilai tradisional seperti adab, kedisiplinan, dan budaya pesantren agar modernisasi tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.
Adaptive Strategies of Veteran Junior High School Teachers Facing AI Integration in English Teaching Iqbal Izzan Aziz; Nursamsu Nursamsu; Derga Surya Dinata
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif (Early Access)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v3i1.2849

Abstract

The rapid diffusion of generative artificial intelligence (AI) has reshaped the demands teachers face in the classroom, yet how veteran teachers with substantial accumulated pedagogical experience respond to this disruption remains empirically underexplored. This qualitative case study explores how veteran junior high school teachers perceive, cope with, and pedagogically adapt to AI integration in their English classrooms. Data were drawn from semi-structured interviews with four junior high school English teachers in East Java, Indonesia, with approximately 15 to 28 years of teaching experience, analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Findings reveal five interconnected patterns: teachers perceive AI simultaneously as opportunity and challenge, ranging from acute identity crisis to steady caution; coping is achieved through trial-and-error self-teaching and reciprocal exchange with younger colleagues; the most developed adaptive response repositions AI strictly as a preparatory tool while relocating assessment to AI-resistant oral performance; teachers manage AI-savvy students through structural redesign and direct supervision; and across all participants, professional identity is reconstructed around a relational, character-forming core viewed as beyond machine reach. The study argues that veteran teachers are active agents who mobilize accumulated pedagogical expertise to reshape, rather than simply absorb, the demands AI places on their practice.

Page 3 of 3 | Total Record : 22