cover
Contact Name
Muhamad Aroka Fadli
Contact Email
arokafadli@gmail.com
Phone
+6285759233253
Journal Mail Official
jurnalalmuhajirin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stai-almuhajirin.ac.id/index.php/mufham/about/editorialTeam
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Mufham
ISSN : -     EISSN : 28280660     DOI : -
Mufham Jurnal Ilmu AlQuran dan Tafsir is a peer reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives Particular attention is paid to the works dealing with Qururaic Studies Quranic sciences Living Quran Quranic Studies across different areas in the world The Middle East The West Archipelago and other areas Methodology of Quran and Tafsir studies publishes twice in the year April and October by Quranic and Tafsir studies Programme at STAI AlMuhajirin Purwakarta.
Articles 25 Documents
KORELASI PERILAKU MANUSIA DAN BENCANA ALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALISIS TAFSIR TEMATIK TENTANG AYAT-AYAT BENCANA Abdul Muaz; M. Ziyadul Haq
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an terkait bencana alam beserta tafsirnya. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan fenomena bencana alam dalam perspektif Al-Qur'an sebagai sunnatullah maupun akibat perilaku manusia, serta menganalisis korelasi antara keduanya. Penelitian ini menyoroti perilaku manusia, seperti eksploitasi alam, pencemaran lingkungan, kezaliman, dan kemaksiatan, yang berkontribusi terhadap terjadinya bencana. Dengan memanfaatkan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, penelitian ini memberikan pemahaman yang integratif, mencakup nilai-nilai teologis dan ekologis, untuk mendukung peran manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan alam. Adapun penelitian ini bersifat studi kepustakaan (library research) yaitu melakukan penelitian kepustakaan dan mencari informasi melalui kajian teks, buku-buku, artikel maupun jurnal ilmiah dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan cara menjelaskan dan menganalisa data ayat-ayat bencana dalam Al-Qur’an disertai penafsirannya.
SUMBER, CORAK, DAN METODE PENAFSIRAN IBN AJIBAH DALAM AL-BAHRU AL-MADID FI TAFSIR AL-QUR'AN AL-MAJID PADA SURAH AN-NAJM Ahmad Farid; Faishal Al Ghifari
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi metode, corak, dan sumber penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Ajibah dalam kitab tafsirnya. Peneliti mengfokuskan penelitian ini pada penafsiran Ibnu Ajibah terhadap surah an-Najm. Selain variabel-variabel yang telah disebutkan, peneliti pun berupaya untuk mengidentifikasi tsaqafah mufassir atau latar belakang dari mufassirnya, serta mendalami motif dibalik penulisan kitab tafsirnya. Latar belakang penelitian ini, berangkat dari munculnya kelompok yang kontra dengan eksistensi daripada tafsir sufistik. Adapun tujuan dari penelitian ini, diantaranya untuk mensosialiasikan eksistensi daripada tafsir sufistik, serta memperkaya literatur seputar tafsir sufistik di kalangan para akademisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik analisis-deskriptif. Adapun penghimpunan data dilakukan dengan pendekatan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti menemukan bahwa metode umum yang diterapkan oleh Ibn Ajibah dalam kitab tafsirnya, merupakan metode tahlili. Sedangkan untuk metode khususnya, Ibn Ajibah diketahui menerakan hal-hal berikut: Makki Madani di Awal Surat, Munasabatul Ayat di Awal Surat dan Bagian Akhir Kelompok Ayat, Menjelaskan Makna Dzahir Kalimat dengan Kupasan Qawaid Lughah, Menjelaskan Makna Bathin/Isyarah Secara Khusus.
MAKNA HUSNUL KHATIMAH DALAM AL-QUR’AN SURAH ALI IMRAN AYAT 102 MENURUT TAFSIR IBNU KATSIR DAN TAFSIR AL-AZHAR Anisah Aribah
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, baik kematian yang diinginkan (dalam keadaan beriman), maupun yang dibenci dan dihindari para hamba Tuhan. Sebagai makhluk yang percaya akan ketetapan dan segala hal yang Allah tentukan, tentu saja ingin akhir dari kehidupannya baik (Husnul Khatimah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari penelitian kepustakaan yang diperoleh dari beberapa tempat, referensi membaca, mendeskripsikan, mengolah dan menganalisa dari berbagai buku, jurnal, artikel dan lai-lain. Adapun sumber data primer nya adalah Al-Qur’an, Hadits, Tafsir Ibnu katsir dan tafsir Al-AzharTujuan penelitian ini adalah mengetahui makna Husnul khatimah dalam Q.S Ali Imran ayat 102 dengan penafsiran Ibnu Katsir dan Buya Hamka dalam kitab-kitab tafsirnya. Dan untuk mengetahui implikasi nyata husnul khatimah dalam kehidupan sehari hari, beserta dengan tanda dan cara mendapatkan husnul khatimah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu muqarran atau membandingkan ayat dalam dua penafsiran.Melalui metode penelitian ini, makna husnul khatimah Husnul khatimah dalam Q.S Ali Imron ayat 102 menurut Ibnu Katsir adalah akhir kehidupan seseorang yang baik, ditandai dengan meninggal dalam keadaan ibadah, berbuat kebaikan, dll. Begitupun menurut Buya Hamka, yang menjelaskan perihal husnul khatimah yang disebut sebagai akhir hidup baik, namun menurut Buya Hamka seseorang yang mendapat husnul khatimah di akhir hayatnya adalah orang yang semasa hidupnya istiqamah taat hingga akhir hayat.
TAFSIR FALSAFI: INTEGRASI RASIONALITAS DAN SPIRITUAL DALAM MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QUR’AN Nilna Faiziya
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir filsafat yaitu penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang menggunakan prinsip-prinsip filsafat, rasionalitas, dan logika. Penelitian ini mengulas mengenai tafsir falsafi sejak awal kemunculannya, kritik ulama terhadapnya, batasan, karakteristik dan sumber tafsir falsafi, mengulas pandangan tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Ikhwan as-Shafa, dan Thaba-Thaba’I terhadap penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan pendekatan filsafat, keunggulan dan kelemahannya, serta peranan tafsir falsafi dalam menggabungkan antara iman dan akal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analisis dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir falsafi memiliki peran penting dalam dinamika keilmuan Islam dengan menawarkan perspektif filsafat dan rasionalitas sejak awal mula munculnya filsafat ke dalam dunia Islam sejak dinasti Abbasiyah berkuasa pada masa kekhalifahan al-Manshur. Namun, tafsir ini juga menuai kontroversi dikalangan para ulama terkait potensi terjadinya penyimpangan makna asli Al-Qur’an. Adapun batasan kajian tafsir falsafi terkait pembahasan ayat-ayat mutasyabihat, wujud Tuhan, dan sifat-sifat Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, meskipun tidak sepenuhnya diterima, tafsir falsafi memiliki peranan penting dalam menjembati antara iman dan akal, serta memberikan kontribusi dalam memperluas cakrawala dan khazanah kajian Islam, terkhususnya pada bidang tafsir Al-Qur’an.
KARAKTER PEMIMPIN IDEAL DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR SYA’RAWI DALAM SURAT AN-NISA AYAT 58 DAN SURAT ASY-SYU’ARA’ AYAT 215 Siti Robeah
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang karakter seorang pemimpin serta penyelesaiannya menurut tafsir Sya'rawi disebabkan salah satu persoalan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa yang berkaitan dengan masyarakat. Adapun pokok permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana relevansi karakter pemimpin ideal dalam analisis tafsir Al Qur'an Sya'rawi Qs. An-nisa ayat 58 dan Asy-Syu'ara ayat 215.Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis kualitatif dengan metode analisis data yang lebih menekan kepada pandangan Al-Qur’an mengenai karakter pemimpin ideal. Selanjutnya penulis melakukan studi kepustakaan sebagai bahan referensi dari rangkaian penelitian ini. Adapun sumber data primer yang digunakan penulis adalah kitab tafsir Sya'rawi karya Muhammad Mutawalli Sya’rawi sedangkan sumber data sekunder yang digunakan penulis adalah buku-buku yang berhubungan dengan karakter pemimpin seperti kitab-kitab tafsir, buku-buku, artikel, jurnal, penelitian tesis dan lain-lain.Berdasarkan penelitian penulis maka seorang pemimpin haruslah memiliki karakter seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an yaitu berbuat adil dan amanah jika Seorang pemimpin bisa berbuat adil dan amanah tentu saja ia bisa membawa suatu negara atau wilayah yang toyibatun warobbun Ghofur. Serta menyatakan rendah hati kepada orang lain berarti menghormati mereka dengan rasa hormat menjaga perasaan mereka dan bertindak dengan cara yang menyenangkan. Karakter seperti itulah yang diharapkan masyarakat masa kini.

Page 3 of 3 | Total Record : 25