cover
Contact Name
Muhamad Aroka Fadli
Contact Email
arokafadli@gmail.com
Phone
+6285759233253
Journal Mail Official
jurnalalmuhajirin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stai-almuhajirin.ac.id/index.php/mufham/about/editorialTeam
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Mufham
ISSN : -     EISSN : 28280660     DOI : -
Mufham Jurnal Ilmu AlQuran dan Tafsir is a peer reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives Particular attention is paid to the works dealing with Qururaic Studies Quranic sciences Living Quran Quranic Studies across different areas in the world The Middle East The West Archipelago and other areas Methodology of Quran and Tafsir studies publishes twice in the year April and October by Quranic and Tafsir studies Programme at STAI AlMuhajirin Purwakarta.
Articles 25 Documents
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TAFSIR TRADISIONALIS DI INDONESIA Muhammad Zia Ulhaq Albana
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas perkembangan pemikiran tafsir tradisionalis di Indonesia dengan menelusuri akar pemikiran Islam yang berfokus pada tafsir klasik. Tafsir tradisionalis di Indonesia, yang sering kali dikaitkan dengan ulama-ulama dari pesantren, memainkan peran penting dalam pemahaman teks-teks Al-Qur'an dengan mengikuti metodologi klasik yang telah ada sejak abad-abad awal perkembangan Islam. Penelitian inibmengidentifikasi pemikiran beberapa tokoh besar, seperti KH. Hasyim Asy'ari, Buya Hamka, dan Nurcholish Madjid, dalam konteks tafsir tradisionalis dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan dari pemikiran tafsir modern yang lebih kontekstual, tafsir tradisionalis tetap relevan dalam memberikanpedoman hidup bagi umat Islam di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini menggali peran tafsir tradisionalis dalam memperkuat ajaran Islam di Indonesia serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam era modern ini
RELEVANSI TAFSIR AL-JAUHARI DENGAN SAINS MODERN: KAJIAN MUHASABAH TERKAIT GEMPA BUMI DI GARUT JAWA BARAT Badrun Mustofa
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena gempa bumi merupakan salah satu peristiwa alam yang sering kali dikaitkan dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhan dalam Al-Qur'an. Sebagai salah satugejala alam yang dahsyat, gempa bumi disebut dalam beberapa ayat yang menggambarkan kebesaran serta peringatan bagi manusia. Penelitian inidilatarbelakangi oleh pentingnya memahami fenomena alam dari perspektif Al-Qur'an,khususnya melalui kajian tafsir yang memberikan wawasan mendalam mengenai hikmahdi balik kejadian tersebut. Tafsir al-Jauhari, karya tafsir monumental dari MuhammadAbduh al-Jauhari yang menekankan hubungan antara ilmu pengetahuan dan Al-Qur'anmenjadi rujukan utama dalam analisis ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penafsiran gempa bumi dalam Al-Qur'an berdasarkan perspektif ilmiah dan spiritual yang disampaikan oleh al-Jauhari. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menggunakan metode analisis isi terhadap tafsir alJauhari serta menelaah relevansi penafsiran tersebut dengan fenomena geologis yang terjadi di dunia modern. Metodologi penelitian melibatkan telaah literatur terhadap ayatayat terkait gempa bumi, serta kajiantafsir yang mengaitkan konsep teologis dengan penjelasan ilmiah. Tafsir al-Jauhari, yang hidup pada awal abad ke-20, dikenal sebagai salah satu mufasir yang berusaha menjembatani Al-Qur'an dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ia sering kali menggunakan pendekatan saintifik dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah, termasuk gempa bumi, dengan pandangan bahwa ayat-ayat tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga dapat dihubungkan dengan fenomena alam nyata. Dalam pembahasan, ditemukan bahwa al-Jauhari menjelaskan gempa bumi sebagai manifestasi kekuasaan Allah. Di sisi lain, al-Jauhari juga mengakui bahwa fenomena gempa bumi memiliki penjelasan ilmiah, seperti pergeseran lempeng tektonik yang menyebabkan getaran bumi. Ia mengaitkan pemahaman ini dengan penjelasan ilmiah modern tanpa mengesampingkan makna spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir al-Jauhari memberikan pandangan yang holistik mengenai fenomena gempa bumi, menggabungkan pemahaman ilmiah dengan interpretasi spiritual. Al-Jauhari mampu menunjukkan bahwa fenomena alam seperti gempa bumi dapat dipahami dari perspektif ilmiah tanpa mengabaikan makna spiritualnya
DISRUPSI PERIWAYATAN AL-QUR’AN: STUDI KASUS AL-QUR’AN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLEGENCE PADA APLIKASI TARTEEL, QARA’A, DAN NGAJI.AI Mochammad Ikhsan
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi periwayatan (sanad) pada aplikasi Tarteel, Qara’a, dan Ngaji.AI. Termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif, dan pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) melalui pendekatan thick description Geertz. Hasil dan temuan penulis menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia yang praktiknya terbatas pada aplikasi Ngaji.Ai, Tarteel, dan Qara’a membawa konsekuensi bahwa Al-Qur’an tidak tertransformasikan secara utuh, karena fenomena talaqqi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Al-Qur’an itu sendiri (integral), jika penggunaan AI dalam mempelajari Al-Qur’an saat ini tetap berjalan tanpa ada perubahan mendasar, maka ia menghilangkan “sakralitas keilmuan Islam”, adapun sebagai jalan tengah penulis memberikan tawaran bagi digitalisasi Al-Qur’an (penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an), yakni: 1) ia diklasifikasi berdasarkan data dari qari’-qari’ tertentu dan pada praktiknya dipisahkan sesuai dengan masing-masing qari’ tersebut; dan 2) data dari berbagai qari’ direduksi, sehingga tetap memunculkan satu jenis AI Al-Qur’an.
PENAFSIRAN AYAT KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI ZERO WASTE DI LINGKUNGAN PESANTREN Marina Nur Azizah
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan dari gerakan SDGs yang digaungkan di berbagai pelosok. Mulai dari tingkat desa, nasional dan sampai internasional. Kesadaran berkelanjutan lingkungan juga mulai diterapkan di institusi pendidikan. Diantaranya yakni di Pondok Pesantren. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian mengenai budaya zero waste yang dapat diaplikasikan di lingkungan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren merupakan tempat kajian keislaman yang tersebar luas di negara Indonesia. Dalam karya tulis ilmiah ini metode penulisan yang penulis gunakan adalah studi literatur dan kajian Pustaka. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari penelitian tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa budaya zero waste tidak hanya berfokus pada kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Pemilahan dan pengelolaan sampah juga memiliki konsep tersendiri dalam Zero Waste agar tidak ada kesalahan dalam pengelolaan yang bisa menyebabkan isu pencemaran lingkungan yang lain. Ditemukan temuan yang menunjukkan bahwa ada beberapa Pondok Pesantren di Indonesia yang sudah mengaplikasikan budaya Zero Waste dalam keseharian pengajar dan santri. Budaya zero waste ini merupakan salah satu solusi yang solutif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengatasi isu perubahan iklim. Santri yang kelak terjun ke masyarakat akan dapat membawa nilai-nilai penjagaan lingkungan melalui budaya zero waste yang sudah dijalankan di Pondok Pesantren
UPAYA HANNA BINTI FAQUD UNTUK MENDAPATKAN KETURUNAN MULIA DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Maolidya Asri Siwi Fangesty; Muliadi Muliadi
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah Hanna binti Faqud dalam Al-Qur’an menjadi kisah yang menarik untuk diteliti sebab ia merupakan orang biasa namun diabadikan dalam Al-Qur’an. Selain itu, ia melahirkan keturunan yang mulia yakni Maryam. Tujuan penelitian ini adalah menangkap pesan tersirat dari upaya Hanna dalam mendapatkan keturunan yang mulia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Sedangkan teori yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Hanna merupakan seorang wanita suci dan bukan pezina. Sementara upaya yang dilakukannya untuk mendapatkan keturunan mulia adalah sejak hamil menazarkan anaknya untuk berkhidmat kepada Allah, menerima takdir Allah dikaruniai anak perempuan, menitipkan penjagaan Maryam dan anak cucunya kepada Allah dari godaan setan serta menyimpan Maryam di lingkungan yang baik. Adapun pesan tersirat dari upaya Hanna ini adalah keturunan yang shalih didapatkan dari ibu salihah, meniatkan anak untuk taat kepada Allah, Allah selalu memberikan yang terbaik dan manusia hanya perlu berbaik sangka pada-Nya agar mendapat kebahagiaan, kekuatan tekad dan ketulusan hati yang bercampur dengan kepasrahan pada Allah mendekatkan pada terkabulnya doa, menjadi ibu yang visioner, lingkungan dan guru berpengaruh pada tumbuh kembang anak, orangtua harus melakukan yang terbaik bukan hanya yang baik serta Allah tidak membedakan ketakwaan seseorang berdasarkan jenis kelamin.
DAMPAK TAFSIR DIGITAL BAGI PARA PENGKAJI TAFSIR Acep Ihsan Rohmatullah
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan mengelaborasi model dan berbagai media tafsir di era digital. Transformasi model dan ragam media tafsir ini harus terus dikaji dan dievaluasi, agar perkembangannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat modern ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat dampak yang terjadi setelah hadirnya tafsir era digital. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analitis dengan basis research library. Adapun dari hasil penelitian yang dilakukan, maka ditemukan bahwa transformasi model tafsir di era digital ini merupakan bagian dari dinamika perkembangan tafsir. Pada era digital ini telah ditemukan berbagai model kajian tafsir, seperti kajian tafsir melalui laman website, akun-akun sosial media, YouTube. Selain itu banyak produk-produk tafsir yang memasuki proses digitaliasi, dengan berbagai format seperti e-book, pdf, aplikasi, dan software. Sebelumnya orang yang mengkaji tafsir adalah orang-orang yang mendalami bidang tafsir. Namun karena faktor kemudahan menyebarkan informasi di era digital, maka siapa pun dapat mengkaji tafsir dan menyebarluaskannya
SABAR DALAM MENGHADAPI QUARTER LIFE CRISIS: STUDI ANALISIS TAFSIR AL-MISBAH SURAH AL-BAQARAH AYAT 155 DAN 153 Reza Nur Kholizah
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter life crisis merupakan fase perjalanan seseorang, di usia pertengahan 18-30 tahun. Seseorang yang mengalami QLC biasanya ia mengalami kekhawatiran berlebih, depresi, bahkan frustrasi karena merasa terjebak dalam ketakutan terhadap masa depan. Adapun tujuan Penelitian ini untuk menganalisis sabar pada penafsiran Al-Misbah karya M. Quraish Shihab pada QS. Al-Baqarah ayat 153 & 155 sebagai solusi dalam menghadapi QLC serta Implementasi ayat tersebut terhadap keadaan sosial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif, sedangkan pada penafsiran menggunakan metode maudhu’i. Pada QS. Al-Baqarah ayat 153 sabar ini menjadi penolong bagi seorang hamba dalam menghadapi cobaan hidup, lalu pada ayat 155 bahwa segala cobaan dan ujian ini beraneka ragam jenisnya, seberapapun besarnya ujian dan cobaan, hakikatnya sedikit jika dibandingkan dengan segala apa yang telah Allah beri kepada hamba-Nya. Maka dengan sabar sebagai solusi dari QLC, seseorang lebih bisa menerima segala ujian dan cobaan dengan lapang dada, dengan begitu cobaan bukan lagi hal yang perlu ditakuti melainkan memandang cobaan sebagai bentuk serta rahmat dari Allah agar manusia senantiasa berkembang. Sedangkan implementasi dari QS. Al-Baqarah ayat 153 & 155 terhadap keadaan sosial ialah, menyadari bahwa cobaan dan ujian merupakan sebuah keniscayaan, yang mesti kita hadapi dan menyadari bahwa kesabaran merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap hamba.
ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE: PEMAKNAAN KATA WASATHA DALAM SURAT AL-BAQARAH 143 Muhammad Ruhiyat Haririe
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran sebagai kalamullah yang juga menjadi pedoman bagi kehidupan umat manusia memiliki keistimewaan yang luar biasa. Di antaranya adalah Al-Quran secara tekstual disampaikan secara singkat, namun secara kontekstual justru mengandung makna yang luas dan sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang beriman. Hal ini dapat dilihat dengan terus berkembangnya teori dan makna-makna baru yang ditemukan melalui penelitian terhadap nas-nas Al-Quran yang ditinjau dari berbagai sudut pandang yang bervariasi. Di antara penelitian yang sering dilakukan oleh para pemerhati Al-Quran adalah penelitian terhadap pencarian makna dari suatu kata di dalam Al-Quran sehingga menghasilkan sebuah pemaknaan yang komprehensif untuk dipahami dan diamalkan oleh seorang mukmin. Tulisan ini membahas mengenai makna kata wasatha dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143. Dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang terdiri dari tiga bagian utama (Representamen, Objek dan Interpretan), ditemukan bahwa wasatha bukan hanya berarti seimbang, namun juga moderat, jalan tengah, paling baik, reformis, dll. Melalui ayat tersebut, Allah swt memberikan sebuah pesan kepada setiap mukmin untuk berusaha agar menjadi bagian dari umat yang adil dan umat yang terbaik. Bahwa konsep wasatha merupakan konsep yang sudah jelas melekat dengan Islam, namun seringkali dimaknai secara sempit sehingga mendegradasi makna asli dari wasatha itu sendiri.
PENAFSIRAN MAHJUR DALAM SURAH AL-FURQAN AYAT 30: ANALISIS PERBANDINGAN TAFSIR IBNU KATSIR DAN TAFSIR AL-MISBAH Salpina Salpina
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna mahjuran di dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 30 menurut tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Misbah, mengetahui dampak orang yang telah mengabaikan Al-Qur’an dan perbedaan penafsiran dari kedua mufassir. Penelitian ini menggunakan metode muqarran yang membandingkan satu ayat dalam dua penafsiran dan meneliti melalui penelitian Pustaka (library research) yaitu penelitian yang objek utamanya adalah penelitian Pustaka. Adapun sumber data primernya adalah kitab Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah.Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, makna Mahjuran Menurut Ibnu Katsir adalah tidak mengimani, mentadabburinya/memperhatikannya, mengamalkannya, berpaling kepada hal yang menjauhkan dari Al-Qur’an, membacanya dan menghafalkannya. Menurut M. Quraish Shihab makna Mahjuran ialah tidak tekun mendengarkan Al-Qur’an, tidak mengindahkan halal dan haramnya walau dipercaya dan dibaca, tidak djadikan rujukan dalam menetapkan hukum yang menyangkut ushul ad-din, tidak berupaya memikirkan apa yang dikehendaki Allah Swt yang menurunkannya dan tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai obat. Kedua, Dampak dari mengabaikan Al-Qur’an adalah mendapatkan kehinaan di dunia dan di akhirat. Ketiga, perbedaan dari penafsiran antara kedua mufasir adalah karena perbedaan latar belakang kehidupan beliau
HERMENEUTIKA ASMA BARLAS: MENGUNGKAP SUARA EGALITER DARI TEKS AL-QUR’AN Maolidya Asri Siwi Fangesty; Irma Riyani; Bambang Qomaruzzama
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermeneutika menjadi pendekatan yang dapat dilakukan untuk membaca teks menggunakan sudut pandang modern. Pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika Asma Barlas sebab telah ditulis secara sistematis dalam bukunya Believing Woman in Islam. Metode kualitatif dengan studi kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang Asma Barlas, mengetahui model hermeneutika Asma Barlas serta mengetahui langkah-langkah metodis hermeneutika Asma Barlas. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya klaim bahwa Islam adalah agama yang patriarkis, Muslim tidak mempraktikkan nilai-nilai Al-Qur’an serta intoleran yang akhirnya di cap teroris, agama yang tidak humanis dan manusiawi terutama setelah kejadian 11 September 2001 di Amerika. Barlas menggunakan epistemologi-egalitarianisme dengan menjelaskan karakter teks yang polisemi, menolak relativitas penafsiran dan meletakkan kunci-kunci hermeneutik berupa Divine Ontology (ontologi ketuhanan) yakni pengungkapan diri Tuhan mencakup keesaan (tauhid), keadilan serta keunikan Tuhan. Selain itu, menjunjung tingi semangat pembebasan perempuan dan membuka adanya kemungkinan penafsiran yang membebaskan itu dihasilkan oleh perempuan maupun laki-laki (egaliter). Adapun langkah-langkah metodisnya adalah melakukan pembacaan Al-Qur’an secara holistik serta intra teks melalui pembacaan dari belakang (rekonstruksi konteks sejarah saat ayat turun) dan membaca dari depan (mengkontekstualisasikan kembali teks dalam konteks saat ini) seperti dalam double movement Fazlur Rahman. Metode ini dapat diaplikasikan pada QS. Al-Ahzab ayat 33 yang mengisyaratkan wanita karir dan QS. An-Nur ayat 33 berkenaan dengan pencegahan kekerasan seksual dan eskploitasi terhadap perempuan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25