cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6285711000715
Journal Mail Official
aguna@amikompurwokerto.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjend Pol. Soemarto No.127, Watumas, Purwanegara, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 27466558     EISSN : 2746654X     DOI : 10.35671/aguna
Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian dan pemikiran yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan maupun di luar Universitas Amikom Purwokerto. Jurnal Komunikasi AGUNA diterbitkan oleh Universitas Amikom Purwokerto. Kata AGUNA berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya berguna atau bermanfaat. Merujuk pada makna AGUNA tersebut, diharapkan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA mempunyai manfaat teoretis dan praktis bagi kalangan akademisi maupun masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Juli (2021)" : 4 Documents clear
Analisis Penerapan Good Corporate Governance Media Massa Melalui Kegiatan CSR (Studi Kasus Penerapan Nilai-Nilai Good Corporate Governance SCTV-INDOSIAR melalui Kegiatan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih ) Sandy Permata
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Juli (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v2i2.1250

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat penerapan  Tata Kelola Perusahaan media massa khususnya media televisi dalam memberikan pertanggung jawabannya kepada stakeholder internal dan  eksternalnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Tujuan penelitian ini untuk  memberikan masukan bagi Perusahaan Media Massa dalam mengembangkan tata kelola perusahaan yang baik pada stakeholders melalui program CSR., dimana industry media saat ini berupaya selalui menjaga loyalitas pemirsanya tidak hanya berdasarkan program-program acara yang disajikan namun juga dari pengelolaan korporasi yang baik dan bertanggung jawab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Dari hasil analisis yang dilakukan, Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility sesuai dengan Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik yang mengedepankan tranparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian dan perlakuan adil kepada stakeholder internal dan eksternalnya.  Hal tersebut menjadikan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dan Program CSR yang dilakukan membawa citra positif bagi perusahaan media.
Upaya Strategi Komunikasi Organisasi Nonprofit ASEAN Foundation dalam Meningkatkan Kesadaran ASEAN Ashila Nafisaputri; Susie Perbawasari; Aat Ruchiat Nugraha
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Juli (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v2i2.1255

Abstract

ASEAN Foundation sebagai salahsatu entitas ASEAN diberikan mandat untuk mempromosikan Kesadaran ASEAN melalui edukasi, interaksi antar-warga, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan strategi komunikasi ASEAN Foundation dalam meningkatkan Kesadaran ASEAN. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian di lapangan menemukan bahwa ASEAN Foundation melandaskan rencana strategi komunikasi dengan mandat organisasi serta melakukan audit komunikasi turut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan strategi menjadi lebih efektif. Tahapan analisis situasi telah membantu organisasi dalam memaksimalkan sumber daya yang dimiliki serta meminimalisasi hambatan dan ancaman yang dapat menganggu strategi komunikasi dalam menargetkan pemuda ASEAN berusia 18-35 tahun sebagai audiens primer. Dalam tahap menyusun tujuan komunikasi, ASEAN Foundation menginginkan peningkatan kesadaran ASEAN di kalangan pemuda selama periode 2018-2025. Tahapan pengembangan pesan dilakukan menjelaskan bagaimana ASEAN dapat membantu orang dan memberikan manfaat bagi pemuda ASEAN, sehingga muncul kalimat kunci Think, Feel, and Be ASEAN untuk kemudian disebar di saluran media sosial dan konvensional. Pengukuran dan evaluasi dilakukan setiap akhir tahun dengan menggunakan Social Media Monitoring, Website Traffic Monitoring, Media Coverage, survei, dan FGD. Strategi komunikasi yang dimiliki ASEAN Foundation dapat dimaksimalkan kembali mengingat sumberdaya organisasi yang terbatas, terdapat beberapa tahapan yang belum optimal dalam upaya mencapai tujuan akhir organisasi sehingga beberapa pesan yang ingin disampaikan tidak sesuai dengan harapan.
Konstruksi Realitas Pindah Agama Selebriti di Media Online (Sebuah Studi Semiotika Sosial) Altobeli Lobodally
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Juli (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v2i2.1313

Abstract

Abstrak: Kasus pindah agama di kalangan selebriti merupakan realitas sosial yang menarik disajikan oleh media massa. Insertlive.com menyajikan kasus pindah agama yang dilakukan Dena Rachman dalam sebuah produk jurnalistik bertajuk: Mau Dinikahi Bule, Dena Rachman Pindah Agama ke Kristen. Dalam teks tersebut, kata dan kalimat yang digunakan jurnalis menghadirkan sebuah pemaknaan yang dapat menggiring kepada upaya merendahkan agama tertentu. Penelitian ini menggunakan Teori Kritis dan Semiotika Sosial dari M.A.K. Halliday. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma kritis yang menguraikan tiap kata dan kalimat dengan menggunakan tiga elemen analisis: medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Peneliti menemukan bahwa realitas pindah agama yang dilakukan oleh selebriti merupakan sebuah kesalahan. Bahkan isu tersebut lebih keliru ketimbang isu preferensi seksual yang berbeda dengan kodrat. Realitas pindah agama merupakan sebuah langkah labil yang diambil untuk menuju kebebasan. Hal tersebut dilakukan karena dasar nilai-nilai yang rapuh dan pemahaman bias mengenai agama.Kata Kunci: konstruksi, pindah agama, semiotika sosial, media online
Makna Tahun Represi Digital Dalam Cover Koran Tempo Edisi 21 Oktober 2020 Yudi Sudiana; Alfian Muhazir
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Juli (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v2i2.1336

Abstract

Freedom of expression often does not go hand in hand with rulers. This is what the October 21, 2020 edition of Koran Tempo wants to depict, entitled “The Year of Digital Repression”. Through this research, the writer wants to examine further the meaning of the year of digital repression in the cover of Koran Tempo through Peirce's semiotic analysis. The results of this study show that Koran Tempo's cover packs the meaning of the digital year of repression through two types of visual elements, namely typography, in the form of writing in the form of sentences and human illustrations that are identical to the visualization of the police, the man disguised as a meatball seller, the hooded man holding the hashtag. and someone running. Both symbols are packaged in detail so that they can give a strong message meaning. The existence of the visualization of the police is depicted as a representative of the authorities who are given the impression of being the party carrying out repression. The hooded man implies the existence of an anonymity account that is described as a buzzer in digital media. This figure plays an important role in building hashtags with potential trending topics. Meanwhile, the meatball vendor holding the handie talkie implies an extension of the police. On the other hand, the typographic elements in the cover contain message content that supports the illustration image. In short, all of these elements lead to the meaning that the swift criticism of the government in the digital realm has prompted increasingly stringent regulations.Keywords: Cover, Digital, Tempo Newspaper, Repression, Semiotics 

Page 1 of 1 | Total Record : 4