cover
Contact Name
Bibi Suprianto
Contact Email
bibisuprianto78@gmail.com
Phone
+6285787083964
Journal Mail Official
bibisuprianto78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Danau Sentarum, Gg Haji Nawawi No. 64-66 Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Ngaji
ISSN : -     EISSN : 29646197     DOI : https://doi.org/10.24260/ngaji
Core Subject : Religion, Education,
NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam dengan ISSN 2964-6197 (media online) ini adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah hasil riset, baik riset lapangan maupun riset kepustakaan, dalam ruang lingkup pendidikan Islam yang diproses melalui peninjauan sebaya (peer review). NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat. Sabagai bagian dari organisasi PSPII, Pengurus Wilayah PSPII berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi PSPII yang dituangkan dalam salah satu program unggulan yang berupa piblikasi ilmiah hasil riset untuk kemajuan bidang ilmu pendidikan Islam. Anggota PSPII, khususnya dari Kalimantan barat, bersama para penulis lainya dapat menerbitkan artikel hasil risetnya di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Selain itu, para penulis di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, dari semua kalangan juga dapat mengirim naskahnya untuk diterbitkan di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Semua naskah yang diterima oleh dewan redaksi NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam akan diproses melalui peninjauan sebaya yang dilakukan oleh para pakar di bidang pendidikan Islam sehingga naskah yang terbit merupakan naskah yang layak menurut para pakar yang telah melakukan peninjauan sebaya tersebut. Untuk pengiriman naskah, silahkan layari bagian Pengiriman Naskah dan Petunjuk Untuk Penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 5 Documents clear
Peran Majelis Taklim Al-Fattah dalam Memahami Surah Al-Hajj Ayat 1- 10 di Desa Galagamba Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Muthoharoh, Muthoharoh; Ibrahim, Maulana
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.30

Abstract

The Al-Fattah Taklim Council focuses on studying Tafsir Jalalain, which is a yellow book in its understanding and requires basic nahwu and sharaf knowledge. The goal of this research was to find out how the Al-Fattah Taklim Council at the Al-Fattah Musala helped the congregation understand Surah Al-Hajj Verses 1-10. This study used a qualitative method with the following steps: observation, interview, and documentation. It is also analyzed by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The findings revealed that the Al-Fattah Taklim Council’s activities were divided into four categories: tahlil reading, rest, recitation of the Book of Tafsir Jalalain, and prayer readings. The congregation’s understanding has improved as a result of their participation in the Al-Fattah Taklim Council, as evidenced by increased knowledge, a sense of being closer to God, a commitment to carrying out religious rituals, and better behavior in daily life.   Abstrak: Majelis Taklim Al-Fattah berfokus terhadap pengajian kitab Tafsir Jalalain yang merupakan kitab kuning dalam pemahamannya membutuhkan pengetahuan dasar mengenai nahwu dan sharaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Majelis Taklim Al-Fattah di Musala Al-Fattah dalam meningkatkan pemahaman jama’ah terhadap Surah Al-Hajj Ayat 1-10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kegiatan Majelis Taklim Al-Fattah terbagi menjadi empat bagian yaitu: pembacaan tahlil, istirahat, pengajian Kitab Tafsir Jalalain, dan pembacaan doa. Pemahaman jemaah setelah mengikuti Majelis Taklim Al-Fattah mengalami peningkatan dapat dilihat dari indikator pemahaman yaitu: pengetahuan yang bertambah, merasa semakin dekat dengan Tuhan, komitmen dalam melaksanakan ritual keagamaan, dan perilaku kehidupan sehari-hari yang semakin baik. Kata Kunci: Majelis Taklim, Pemahaman, Surah Al-Hajj Ayat 1-10
Nilai-Nilai Pendidikan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habibburahman El Shiraz Sofyaningrum, Rosita; Nurdina, Alfi; Asngari, Muchtar
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.31

Abstract

Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) are NU-based educational values that benefit Muslims’ life in society, nation, and state. These values appear in literary works, one of which is from novels. This study aims to determine the values of Islamic education in Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The research method used is the descriptive qualitative method. The data used in this study is written data in the form of novel texts related to the character of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The data source in this study is the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy published by Republik second edition, in May 2017, with a total of 337 pages. The technique used to collect data in this study is the reading-note technique. The data analysis technique uses a character approach by looking at the contents and goals implied in literary works by interpreting the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). The results show that the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy include four attitudes. The first attitude is Tawasuth in doing justice and taking the middle way. The second attitude is Tawazun, balance in doing something (deliberation). The third attitude is Tasamuh, intolerance, mutual respect, and mutual respect for differences. And the fourth attitude is Amar Ma’ruf Nahi Munkar, in enjoining good deeds and forbidding bad deeds.   Abstrak: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan nilai-nilai pendidikan berbasis ke-NU-an yang bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut pun muncul dalam karya sastra, salah satunya di dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam dalam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang berhubungan dengan karakter Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Repuplika cetakan kedua, bulan Mei 2017, dengan jumlah 337 halaman. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik baca-catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan karakter dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat di dalam karya sastra dengan menginterpretasikan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy mencakup empat sikap. Sikap pertama adalah Tawasuth, dalam berbuat adil dan pengambilan jalan tengah. Sikap kedua adalah Tawazun, seimbang dalam bertindak (musyawarah). Sikap ketiga berupa Tasamuh, dalam tenggang rasa, saling menghormati, dan saling menghargai perbedaan. Dan sikap keempat adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, menyuruh perbuatan baik dan melarang perbuatan buruk. Kata Kunci: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), Bidadari Bermata Bening, Novel
Manajemen Mutu Pembelajaran dalam Rangka Optimalisasi Profesionalisme Tenaga Pendidik Di Madrasah/Sekolah Radiana, Usman; Tursina, Nani; Rudiansyah, Rudiansyah
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.34

Abstract

The learning process that occurs in the classroom so far still has many deficiencies that must and need to be addressed in the framework of improvement through quality. Educators are one of the most important factors in the success or failure of the educational goals that have been wanted to be achieved. The success of education lies in the competencies that must be mastered by teachers, one of which is professional competence. Teacher quality also needs to be continuously improved through various teacher professional development programs as a form of effort to improve the quality of learning which has so far not been optimal enough. In this study, researchers used library research which used library sources including literature books, e-book scientific journal articles, and report notes which included undergraduate theses, theses, dissertations, and other relevant documents. Learning quality management is very important to make learning quality/quality in optimizing the professionalism of education staff in schools/madrasas. As a group of professional educational staff, they can be optimized through several components such as planning the quality of learning and implementing the quality of learning to evaluation. In Islam, the attitude of professionalism has been found through His words, and His words as the people must be able to emulate what has been implemented by the Prophet Muhammad SAW. Thus, it can also be a solution to solve educational problems in this era.   Abstrak: Proses pembelajaran yang terjadi didalam kelas selama ini masih banyak kekurangan yang harus dan perlu dibenahi dalam rangka penyempurnaan melalui mutu. Tenaga pendidik menjadi salah satu faktor terpenting berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan yang selama ini ingin diraih. Keberhasilan pendidikan terletak pada kompetensi yang harus dikuasai guru salah satunya kompetensi profesionalisme. Kualitas guru juga perlu dibenahi berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan keprofesionalisme keguruan sebagai bentuk upaya meningkatkan mutu pembelajaran yang selama ini belum cukup optimal. penelitian ini peneliti menggunakan penelitian pustaka (library research) yang menggunakan sumber kepustakaan meliputi buku literatur, artikel jurnal ilmiah ebook, catatan laporan yang meliputi skripsi, tesis, disertasi serta dokumen lain yang relevan. Manajemen mutu pembelajaran sangat penting untuk menjadikan pembelajaran bermutu/berkualitas dalam optimalisasi keprofesionalisme tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Sebagai tenaga kependidikan keprofesionalannya dapat dioptimalkan melalui beberapa komponen seperti perencanaan mutu pembelajaran, pelaksanaan mutu pembelajaran hingga evaluasi. Dalam Islam sikap keprofesionalan sudah ditemukan melalui firman-Nya maupun sabda-Nya sebagai umatnya harus dapat meneladani yang sudah diimplementasikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, dapat juga menjadi solusi untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan di era ini. Kata Kunci: Manajemen, Mutu, Pembelajaran, Profesionalisme
Strategi Penanaman Nilai Moderasi Beragama Terhadap Pembelajaran Di Sekolah Tiwi, Pratiwi Amalia Putri
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.40

Abstract

Indonesia is known as a country that has a pluralistic and diverse society with horizontal and vertical differences, either in ethnicity, language, race, culture, to religiosity. The diversity makes the Indonesian nation a great country and becomes a force if all its citizens unite to build diversity based on kebhinekaan. However, in reality, there are still people who are not harmonious. Therefore, the religious moderation program continues to be echoed by the Indonesian government. This paper aims to describe the strategies used in instilling the value of religious moderation in learning at school. This study uses a descriptive qualitative approach. The data obtained by library research through various literature has been filtered according to the topic to be discussed. Then, the data collection technique is done through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the strategy that can be carried out in instilling the value of religious moderation as an effort to develop an attitude of moderation in students is to insert moderation values into learning designs that cover from the planning stage to the evaluation stage, those it from the curriculum, educators, materials, strategies learning, learning methods, and learning evaluation.   Abstrak: Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat majemuk dan beraneka ragam dengan melahirkan perbedaan secara horizontal maupun vertikal, baik pada suku, bahasa, ras, budaya, hingga pada religiositas. Dari keberagaman itulah yang membuat bangsa Indonesia menjadi negara besar serta menjadi sebuah kekuatan apabila seluruh warga masyarakatnya bersatu membangun keberagaman dengan dilandasi kebihnekaan. Namun, pada realitasnya, masih saja terdapat masyarakatnya yang tidak harmonis. Oleh karenanya, progam moderasi beragama terus digaungkan oleh pemerintah Indonesia. Adapun tulisan ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi yang dilakukan dalam penanaman nilai moderasi beragama pada pembelajaran di sekolah. Kajian ini menggunakan upaya pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pemerolehan datanya didapatkan secara library research melalui berbagai literatur yang telah disaring sesuai dengan topik yang akan dibahas. Kemudian, teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan dalam penanaman nilai moderasi beragama sebagai upaya pengembangan sikap moderasi pada peserta didik adalah dengan menginsersi nilai-nilai moderasi ke dalam desain pembelajaran yang mencakupi dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi, yaitu dari kurikulum, pendidik, materi, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kata Kunci: Strategi, Moderasi Beragama, Pembelajaran, Sekolah
Penyelengaraan Akreditasi Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Garut Jawa Barat (2020-2021) Abdullah, Ayu Qurrota 'Ayun; Sanusi, Hary Priatna
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.43

Abstract

School accreditation is an effort to ensure school quality and achieve the expected quality of education. The purpose of this study is to compare data from two different years to determine school accreditation in Garut Regency, West Java in 2020 and 2021. This research uses a literature review approach. The data used is school accreditation tables available from the Central Bureau of Statistics, Regional Education Balance (NPD) for 2020 and 2021. The results show that the percentage of school accreditation in the Garut regency in 2020 and 2021 has various percentage figures. Namely in the Elementary School (SD) education unit and there has been an increase in schools that have not been accredited from 0.4% in 2020 to 0.45% in 2021, and High School (SMA) in 2020 at 3.2% while in 2021 shows a figure of 4.73%. And the decline in junior high school education units (SMP), in 2020 which have not been accredited at 6.2%, while in 2021 it is 5.82%. Vocational High Schools (SMK) in 2020 the figure is 15.3% while in 2021 it will be 9.01%. In the PAUD education unit in 79.6%, while in 2021 it will be 62.42%. And in PKBM in 2020 the figure is 95.7%, while in 2021 it will be 87.44%. Garut district school accreditation shows a different percentage in 2020/2021. In 2021 the percentage of schools that have not been accredited, namely at the SMP, SMK, PAUD, and PKBM levels, will experience a significant decrease, while the SD and SMA levels will increase. So, it can be said that school accreditation in Garut Regency guarantees the quality of education.   Abstrak: Akreditasi sekolah merupakan upaya untuk menjamin mutu sekolah dan tercapainya mutu pendidikan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan data dari dua tahun yang berbeda untuk menentukan akreditasi sekolah di Kabupaten Garut Jawa Barat tahun 2020 dan tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah tabel akreditasi sekolah yang tersedia dari Biro Pusat Statistika, Neraca Pendidikan Daerah (NPD) tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan angka persentase akreditasi sekolah di kabupaten Garut pada tahun 2020 dan 2021 memiliki angka persentase yang beragam. Yaitu pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan terjadi peningkatan sekolah yang belum terakreditasi dari angka 0,4% ditahun 2020 menjadi 0,45% ditahun 2021, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditahun 2020 pada angka 3,2% sedangkan pada tahun 2021 menunjukkan angka 4,73%. Dan penurunan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ditahun 2020 yang belum terakreditasi pada angka 6,2% sedangkan pada tahun 2021 5,82%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 2020 angka 15,3% sedangkan pada tahun 2021 pada angka 9,01%. Pada satuan pendidikan PAUD pada tahun pada angka 79,6% sedangkan pada tahun 2021 pada angka 62,42 %. Dan pada PKBM ditahun 2020 yang pada angka 95,7 %, sedangkan pada tahun 2021 pada angka 87,44%. Akreditasi sekolah kabupaten Garut menunjukkan persentase yang berbeda pada tahun 2020/2021. Pada tahun 2021 persentase sekolah yang belum terakreditasi yaitu pada tingkat SMP, SMK, PAUD dan PKBM mengalami penurunan yang cukup signifikan, sedangkan pada tingkat SD dan SMA mengalami peningkatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa akreditasi sekolah di Kabupaten Garut menjamin mutu pendidikan. Kata Kunci: Akreditas Sekolah, Mutu Pendidikan, Kabupaten Garut

Page 1 of 1 | Total Record : 5