cover
Contact Name
Siti Tatmainul Qulub
Contact Email
tatmainulqulub@uinsa.ac.id
Phone
+6285290373455
Journal Mail Official
prodifalak@gmail.com
Editorial Address
Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel, Jl. Jend. A. Yani No. 117 Surabaya 60237. Telp. (031) 8417198. E-mail: prodifalak@gmail.com
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy
ISSN : 27758206     EISSN : 27747719     DOI : https://doi.org/10.15642/azimuth.2020.1.1
Azimuth Journal of Islamic Astronomy merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini memuat artikel tentang ilmu falak dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): Juli" : 5 Documents clear
Desain Pengembangan Kurikulum Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya Berbasis Integrated Twin Towers Qulub, Siti Tatmainul
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v1i1.887

Abstract

Abstrak: Artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui integrasi antara Ilmu Falak dan astronomi dalam kurikulum Ilmu Falak, dan mendesain pengembangan kurikulum Ilmu Falak di UIN Sunan Ampel Surabaya yang berbasis integrated twin towers. Integrasi ilmu falak dan astronomi pada prodi studi ilmu falak sudah tampak pada level materi. Sebaran mata kuliah yang diberikan dalam pembelajaran di prodi ilmu falak memasukkan rumpun ulmu ilmu falak dan ilmu astronomi. Rumpun ilmu falak seperti Pengantar Ilmu Falak, Fiqh Mawaqit, Tafsir Ayat Hukum Falak, Hadis Hukum Falak, Sistem Penanggalan, Hisab Arah Kiblat & Waktu Shalat, Hisab Awal Bulan Qamariyah, Hisab Gerhana Bulan, Hisab Gerhana Matahari, Perangkat Rukyat Non-Optik, Perangkat Rukyat Optik, Kajian Teks Kitab Ilmu Falak, Praktikum Falak, dan Praktik Hisab dan Rukyah. Adapun rumpun ilmu astronomi meliputi; Dasar-Dasar Astronomi, Astronomi, Dasar-Dasar Astronomi Bola, Astronomi Bola, Dasar-Dasar Astrofisika, Astrofisika, Matematika, Studi Hisab dan Rukyat di Pelbagai Negara, Astronomi dan Kebudayaan. Adapun pada level filosofis dan strategi pembelajaran, integrasi keilmuan tidak terlalu tampak. Kedua, Desain kurikulum prodi ilmu falak dalam paradigma integrated twin towers diupayakan pada level materi dan metode pembelajaran. Level materi dan pembelajaran berjalan secara beriring. Kata Kunci: Ilmu Falak, Astronomi, Kurikulum Berbasis Integrated Twin Towers Abstract: This article was intended to determine the integration between Falak Science and astronomy in the Falak Science curriculum, and design the development of the Falak Science curriculum at UIN Sunan Ampel Surabaya based on integrated twin towers. The integration of falak and astronomy in astronomy study programs appeared at the material level. The distribution of courses given in learning at the astronomy study program includes the ul clump of astronomy and astronomy. Falak clusters such as Introduction to Falak Science, Mawaqit Fiqh, Falaf Law Interpretation, Falak Law Hadith, Calendar System, Reckoning of Qibla Direction & Prayer Times, Preliminary Reckoning of Qamariyah, Reckoning of Moon Eclipse, Reckoning of Sun Eclipse, Non-Optic Ruling Hadith, Calendar System, Reckoning of Qibla Direction & Prayer Times, Preliminary Reckoning of Qamariyah, Reckoning of Moon Eclipse, Reckoning of Solar Eclipse, Non-Optic Ruling Hadith, Devices Rukyat Optik, Text Study of the Book of Falak Science, Falak Practicum, and Hisab and Rukyah Practices. The astronomy family includes; Basics of Astronomy, Astronomy, Basics of Ball Astronomy, Ball Astronomy, Basics of Astrophysics, Astrophysics, Mathematics, Hisab and Rukyat Studies in Various Countries, Astronomy and Culture. As for the philosophical and learning strategy levels, scientific integration is not very visible. Second, the curriculum design of the celestial study program in the integrated twin towers paradigm is pursued at the level of material and learning methods. Material and learning levels go hand in hand. Keywords: Falak Science, Astronomy, Integrated Twin Towers Curriculum
Perhitungan Arah Kiblat dengan Rumus Analogi Napier Solikin, Agus
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v1i2.1008

Abstract

Abstrak:        Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu untuk menggambarkan proses pengembangan lembar kerja mahasiswa (LKM) dalam perkuliahan matematika di prodi ilmu falak UINSA pada pokok kajian perhitungan arah kiblat dengan menggunakan rumus analogi Napier. Tujuan kedua yaitu untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap LKM yang telah disusun. Berkenaan dengan hal itu, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berbasis eksperimen dengan data berasal dari literatur terkait dengan fokus dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh bahwa langkah-langkah pengembangan LKM dalam perkuliahan matematika di prodi ilmu falak UINSA pada pokok kajian perhitungan arah kiblat dengan menggunakan rumus analogi Napier ini dapat dilakukan dengan melakukan kajian terlebih dahulu tentang langkah-langkah perhitungan arah kiblat dengan analogi Napier dan selanjutnya dirumuskan dalam sebuah lembar kerja perhitungan. Sedanngkan respon mahasiswa terhadap LKM yang telah disusun yaitu 92,1% mahasiswa menyatakan LKM tersebut membuat perhitungan arah kiblat dengan Analogi Napier lebih mudah untuk dipahami. Kata Kunci:  Arah kiblat, analogi Napier, mahasiswa, matematika.   Abstract:       This research has two objectives, namely to describe the process of developing student worksheets (MFIs) in mathematics lectures in the UINSA Falak study program on the subject of the study of calculating the direction of Qibla using the Napier analogy formula. The second purpose is to find out the response of students to the MFIs that have been prepared. In this regard, this research is an experiment-based qualitative research with data derived from literature related to the focus of this study. Based on the research that has been done, it can be obtained that, the steps for MFI development in mathematics lectures in the UINSA Falak study program on the subject of the study of Qibla direction calculation using the Napier analogy formula can be done by conducting a study first about the steps for calculating the Qibla direction with the Napier Analogy and then formulated in a calculation worksheet. As a result of the student response to the MFI that has been compiled, 92.1% of students stated that the MFI makes the calculation of the direction of Qibla with the Napier Analogy easier to understand. Keywords:              Qibla direction, Napier analogy, student, mathematics.
Dinamika Usaha Penyatuan Penetapan Awal Bulan Kamariah Pada Masa Menteri Agama H.A. Mukti Ali (1971-1978) Sari , Indah Ayu; Niam, M Ihtirozun
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v1i2.1550

Abstract

Penetapan awal bulan Kamariah merupakan persoalan krusial bagi umat Islam karena mengandung waktu ibadah yang harus ditentukan secara hati-hati agar pelaksanaan ibadah pada bulan tersabut berlangsung tepat pada waktunya. Oleh karenanya, setiap pejabat pemerintahan yang menduduki kursi Menteri Agama dituntut untuk dapat mampu menetralisir perselisihan yang diakibatkan oleh penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia. Seperti halnya Menteri Agama H. A. Mukti Ali yang dilantik menjadi Menteri Agama pada saat masa Orde Baru sehingga menyebabkan banyak sekali permasalah terkait pelaksanaan keagamaan maupun peribadatan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan memberikan gambaran terhadap upaya-upaya apa saja yang dilakukan pada masa H. A. Mukti Ali dalam menjembatani dan mendialogkan persoalan-persoalan yang ada di Indonesia. Penelitian menggunakan penelitian kepustakaan atau library research sehingga mampu menelaah secara jauh ke belakang mengenai penetapan awal bulan Kamariah yang terjadi pada masa H. A. Mukti Ali. Dari penelitian ini ditemukan banyak kebijakan-kebijakan Menteri Agama H. A. Mukti Ali yang kemaslahatannya masih dapat dirasakan hingga saat ini, seperti terbentuknya organisasi Badan Hisab dan Rukyat (BHR), dibuatnya buku “Ephemeris Hisab dan Rukyat”, hingga diberlakukannya kriteria MABIMS. Kata Kunci:  Bulan, Kamariah, hisab, rukyat, Menteri Agama.   Abstract:       Determining the beginning lunar month is a crucial issue for Muslims because it contains a time of worship that must be determined carefully so that the implementation of worship in that month takes place on time. Therefore, every government official who occupies the position of Minister of Religion is required to be able to neutralize disputes caused by the initial determination of the lunar month in Indonesia. Like the Minister of Religion H. A. Mukti Ali who was appointed Minister of Religion during the New Order era, causing a lot of problems related to the implementation of religion and worship. This study aims to describe and provide an overview of the efforts made during H. A. Mukti Ali's era in bridging and dialogue on problems in Indonesia. The research uses library research or library research so that it can be examined far back regarding the determination of the beginning of the lunar month that occurred during the time of H. A. Mukti Ali. There are many policies whose benefits can still be felt today, such as the formation of the ‘Badan Hisab dan Rukyat’ (BHR) organization, the creation of the book "Ephemeris Hisab and Rukyat", and the enactment of the MABIMS criteria. Keywords:    Month, Kamariah, hisab, rukyat, Minister of Religion.  
Keberagaman Kriteria Hisab Rukyat ORMAS di Indonesia Adji, Bayu Krisna
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v1i2.1610

Abstract

Artikel ini membahas keberagaman kriteria hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Qomariyah oleh berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan LDII. Perbedaan metode dan interpretasi terhadap ayat dan hadis tentang hilal menjadi penyebab utama terjadinya polemik penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Meskipun terdapat perbedaan, pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan sebagai otoritas tunggal yang mengeluarkan fatwa dan menyatukan berbagai kriteria melalui pendekatan Imkan Rukyat. Fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 dijadikan acuan nasional dalam menentukan awal bulan Qomariyah dengan menggabungkan pendekatan hisab dan rukyat. Artikel ini menekankan pentingnya koordinasi antara ormas dan pemerintah demi mewujudkan kalender Islam nasional yang seragam di Indonesia.Kata kunci: Hisab, Rukyat, Hilal, Ormas. Abstract: This article discusses the diversity of criteria for hisab and rukyat in determining the beginning of the month of Qomariyah by various Islamic community organizations (CSOs) in Indonesia, such as Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, and LDII. Differences in methods and interpretations of verses and hadiths about the new moon are the main cause of the polemic over the determination of the beginning of the months of Ramadan, Shawwal, and Dzulhijjah. Despite the differences, the government through the Indonesian Ulema Council (MUI) plays the role of the sole authority that issues fatwas and unifies various criteria through the Imkan Rukyat approach. MUI Fatwa No. 2 of 2004 was used as a national reference in determining the beginning of the month of Qomariyah by combining the approach of hisab and rukyat. This article emphasizes the importance of coordination between CSOs and the government in order to realize a uniform national Islamic calendar in Indonesia.Keywords: Hisab, Rukyat, Hilal, CSOs.
Fiqh Mawaqit Hilal Nahdlatul Ulama Indayati, Wiwik
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v1i2.1707

Abstract

Hilal merupakan fenomena bulan sabit yang nampak dari permukaan Bumi setelah ijtimak. Munculnya hilal adalah hal yang pasti terjadi setelah adanya peristiwa ijtimak Matahari dan Bulan dalam satu garis bujur astronomis yang sama setiap akhir bulan menjelang awal bulan. Hal ini memunculkan beberapa perspektif di kalangan para ahli, apakah hilal sudah tampak dan bisa dilihat atau belum. Tak jarang timbul kontroversi antara satu sama lain karena belum menemukan kesepakatan dalam hal penafsiran hilal. Dua organisasi Islam di Indonesia yang tidak luput dari adanya perbedaan pendapat mengenai hal ini adalah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang keduanya memiliki penafsiran masing-masing mengenai penetapan hilal dengan cara menggunakannya.Kata kunci: fiqh, NU, hilal, rukyat. Abstract: Hilal is the visible crescent phenomenon that appears from the Earth's surface after the ijtima. The appearance of the hilal is inevitable after the ijtima event of the Sun and Moon in one astronomical longitude at each end of the month toward the beginning of the month. This raises some perspectives among experts, whether the hilal is visible and can be seen or not. It is not uncommon controversy for each other because they have not found agreement in the interpretation of the hilal. Two Islamic organizations in Indonesia that are not escape from differences of opinion on this matter are Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah, both of which have their own interpretations regarding the determination of the hilal by how to use it.Keywords: fiqh, NU, hilal, rukyat.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5