cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
ESTIMASI SERAPAN GAS KARBON DIOKSIDA PADA VEGETASI MANGROVE DI AREA LAHAN BEKAS TAMBAK DESA BETUNG KECAMATAN KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Raafi, Muhammad; Syahdan, Muhammad; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11823

Abstract

Mangrove adalah tumbuhan yang tersebar di sepanjang pantai Indonesia dan memiliki kemampuan untuk hidup dan tumbuh di perairan asin serta daerah pasang surut yang ada di pesisir pantai. Produktivitas dari ekosistem mangrove lebih besar daripada produktivitas ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem ini berperan sebagai penahan arus laut, pencegah abrasi, penyerap gas karbon dioksida (CO2) serta penghasil oksigen (O2). Peranan ekosistem mangrove sangat penting dalam upaya mitigasi pemanasan global dengan mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer. Potensi mangrove sebagai penyangga karbon (stok karbon) dalam bentuk biomassa tercermin melalui nilai karbon yang terdapat dalam vegetasinya. Lokasi penelitian berada di vegetasi mangrove pada area lahan bekas tambak Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi serapan CO2 pada batang tegakan mangrove berdasarkan simpanan karbon dan kandungan biomassa. Perhitungan biomassa menggunakan volume pohon dan estimasi stok karbon biru adalah 47% dari total biomassa. Estimasi serapan CO2 didapat dari hasil kali nilai karbon biomassa pohon dengan faktor 3,67. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui total serapan CO2 pada vegetasi mangrove di lahan bekas tambak adalah sebesar 379,41 ton dalam luas 151,86 are.
ANALISIS MODEL DISTRIBUSI TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) PADA LAHAN REKLAMASI DI TANJUNG KEMUNING, KABUPATEN KOTABARU Hanggar Benny, Bimantara Phara Mahaesta; Dewi, Ira Puspita; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11819

Abstract

Tanjung Kemuning merupakan lokasi berada di utara Pulau Laut, dimana kondisi perairan wilayah ini dipengaruhi oleh dua selat yaitu Selat Laut/barat dan Selat Makassar/timur, pada perairan Kotabaru terdapat banyak sungai sehingga sumber masuknya TSS ke laut cukup besar, namuan di Tanjung Kemuning terdapat aktivitas reklamasi yang sedang berlangsung sehingga menjadi sumber lain masuknya TSS ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arus dan distribusi TSS pada lahan reklamasi menggunakan pendekatan model dengan software Mike 21 Flow Model FM. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola arus bergerak ke arah barat/Selat Laut menuju pasang dengan kecepatan 0,09 m/s dan ke arah timur/Selat Makassar menuju surut dengan kecepatan 0,15 m/s. Perubahan pola arus berdampak pada perubahan pola distribusi TSS, konsentrasi TSS pada area reklamasi 84 – 92 mg/l atau 0,084 – 0,092 kg/m3. Pada area reklamasi sumber TSS terbagi menjadi tiga sesuai dengan lokasi dumping material reklamasi, pola sebaran TSS pada titik dumping 1 TSS terdistribusi ke arah barat daya sedangkan pada lokasi dumping 2 dan 3 terdistribusi ke arah timur laut. Hal tersebut disebabkan perbedaan waktu dumping material sehingga pola arus antar lokasi dumping berbeda-beda.
ANALISIS KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA KOLOM PERMUKAAN AIR DI PERAIRAN PESISIR TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Ali, M; Tony, Frans; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11824

Abstract

Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun ada berbagai pendapat mengenai ukurannya, mikroplastik didefinisikan memiliki diameter yang kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis kelimpahan mikroplastik pada kolom permukaan air di perairan pesisir Takisung. Perairan pesisir Takisung memiliki nilai kelimpahan mikroplastik sebesar 7100 partikel/m3 yang menunjukan bahwa perairan ini sudah tercemar oleh adanya mikroplastik, didominasi mikroplastik jenis line dengan total kelimpahan 5100 partikel/m3, kemuadian film dengan total kelimpahan 1400 partikel/m3, dan yang paling rendah fragment dengan total kelimpahan 600 partikel/m3.
PEMETAAN GARIS PANTAI PESISIR TANJUNG KEMUNING KABUPATEN KOTABARU Attijani, Fatur Rahmat; Syahdan, Muhammad; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11820

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang nomor 4 tahun 2011 tentang informasi geospasial, garis pantai terdiri atas garis pantai surut terendah (LAT), garis pantai pasang tertinggi (HAT) dan garis pantai tinggi muka air laut rata-rata (MSL). Berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022, Pesisir Tanjung Kemuning sedang dilakukan kegiatan reklamasi. Kegiatan reklamasi pantai ini pada dasarnya akan menyebabkan perubahan posisi garis pantai, sehingga mempengaruhi batas pengelolaan ruang darat dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedudukan garis pantai Tanjung Kemuning pada saat HAT, MSL dan LAT. Berdasarkan hasil analisis nilai muka air laut Perairan Tanjung Kemuning pada saat muka air laut rata-rata (MSL) sebesar 218,33 cm, pasang tertinggi (HAT) sebesar 361,85 cm atau 143,52 cm terhadap MSL, dan nilai LAT sebesar 74,80 cm atau -143,52 cm terhadap MSL. Posisi garis pantai di wilayah Timur penelitian pada saat HAT dengan MSL berkisar 140 – 170 meter, sedangkan beda jarak antara MSL dan LAT berkisar 160 – 200 meter. Kemudian posisi garis pantai di wilayah Barat penelitian pada saat HAT dengan MSL memiliki jarak sebesar 10 – 70 meter, sedangkan posisi garis pantai pada saat LAT terhadap MSL memiliki jarak sekitar 15 – 120 meter.  Adapun posisi garis pantai di area reklamasi dan jetty pada saat HAT memiliki selisih jarak sejauh 9 – 20 meter terhadap MSL, sedangkan perbedaan selisih jarak antara garis pantai pada saat MSL dan LAT yaitu sebesar 10 – 100 meter.
KONDISI MANGROVE DI DESA BUNATI, KECAMATAN ANGSANA, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Fatimah, Siti; Nursalam, Nursalam; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11825

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh pada wilayah di sekitar perairan laut, sungai, payau, dan terestrial. Terjadinya penyusutan luas dan menurunnya kualitas perairan kawasan mangrove merupakan ancaman serius terhadap suatu kawasan yang masyarakatnya memiliki ketergantungan terhadap sumberdaya yang tersedia di kawasan mangrove. Desa Bunati merupakan desa yang berada di Kecamatan Angsana, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Desa Bunati merupakan desa di Kecamatan Angsana terletak di kawasan pesisir menghadap ke laut lepas sehingga perairan Bunati dapat dikatakan sebagai perairan terbuka. Adanya aktivitas industri tambang batubara dan pelabuhan khusus yang digunakan sebagai tempat bongkar muat hasil industri tambang batubara, yang mana keadaan tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi vegetasi di sekitar salah satunya yaitu mangrove. Berdasarkan kondisi Desa Bunati yang telah dijabarkan sebelumnya perlu dilakukan penelitian mengenai kondisi mangrove di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan data vegetasi mangrove yang diperoleh dengan menggunakan metode transek kuadrat. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis vegetasi mangrove yang terdiri dari kerapatan jenis dan relatif, frekuensi jenis dan relatif, dominansi jenis dan relatif, serta indeks nilai penting. Tingkat kerapatan mangrove di Desa Bunati pada St 1 yaitu 966,67 ind/ha, St 2 1266,67 ind/ha, dan St 3 633,33 ind/ha berdasarkan nilai tersebut mengacu pada KEPMEN LH No. 201 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku  dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, kondisi mangrove di Desa Bunati tergolong dalam kategori rusak (jarang) dan baik (sedang).
POLA DISTRIBUSI PARTIKEL SEDIMEN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2 DAN MODEL MIKE 21 FLOW MODEL (FM) DI MUARA PERAIRAN SUNGAI BARITO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Widyanata, Dimas; Dewi, Ira Puspita; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11821

Abstract

Tingginya intensitas curah hujan pada musim hujan, akan menyebabkan volume limpasan dan debit yang tinggi. Volume limpasan yang tinggi menyebabkan terjadinya erosi di wilayah pembukaan lahan, hal ini dapat meningkatkan konsentrasi partikel sedimen tersuspensi. Debit yang tinggi akan mnyebabkan distribusi partikel sedimen tersuspensi semakin jauh ke arah laut. Rendahnya intensitas curah hujan pada musim kemarau akan menyebabkan volume limpasan dan debit yang lebih rendah. Kondisi ini akan membuat konsentrasinya menjadi lebih rendah dan hanya terdistribusi di wilayah muara karena didominasi pengaruh pasang surut. Sungai Barito merupakan sungai utama dari DAS Barito dengan total Panjang sekitar 900 km. Kondisi ini menyebabkan banyak bermuara sungai-sungai lainnya yang merupakan sub DAS Barito seperti Sungai Martapura, Sungai Kuin, Sungai Nagara dan Sungai Tapin. Sebagian besar DAS maupun sub DAS tersebut telah mengalami pembukaan lahan yang cukup intensif. Sungai Barito juga bermuara ke Laut Jawa sehingga memiliki jangkauan pengaruh pasang surut dan intrusi air laut sekitar 140 km dari muaranya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola distribusi partikel sedimen tersuspensi berdasaran pengukuran langsung, citra Sentinel-2 dan model MIKE 21 FM pada akhir musim hujan bulan Maret 2021 dan musim kemarau bulan Juni 2021 di Muara Perairan Sungai Barito. Hasil penelitian terlihat bahwa pola distribusi berdasarkan pengukuran langsung, citra Sentinel-2 dan model Mike 21 FM, menunjukkan pola distribusi yang sama dengan kisaran masing-masing pendekatan yaitu 12 mg/l – 46 mg/l pada saat musim hujan dan 1 mg/l – 65 mg/l saat musim kemarau dengan pengukuran langsung, 30 mg/l – 170 mg/l pada saat musim hujan dan 5 mg/l – 50 mg/l saat musim kemarau menggunakan citra sentinel-2 dan 12 mg/l – 78 mg/l pada saat musim hujan dan 12 – 52 mg/l saat musim kemarau dengan pendekatan model. Musim hujan konsentrasinya akan tinggi dan terdistribusi jauh ke arah laut karena pengaruh tingginya debit dan curah hujan, sedangkan musim kemarau konsentrasinya lebih rendah dan hanya terdistribusi di muara karena pengaruh debit dan pasang surut yang sama-sama kuat.
ANALISIS KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA IKAN PELAGIS DAN DEMERSAL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJAR RAYA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Amin, Muhammad Faisal; Syahdan, Muhammad; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11822

Abstract

Manfaat penelitian ini untuk mengetahui jumlah partikel, karakteristik yang meliputi bentuk dan warna mikroplastik dan mengetahui hubungan perbedaan jumlah partikel mikroplastik ikan pelagis dan ikan demersal, selain itu juga dapat mengetahui hubungan jumlah partikel mikroplastik dengan berat organ, bobot, dan panjang tubuh ikan pelagis dan demersal. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode simple random sampling dengan mengumpulkan sampel ikan dari nelayan yang mendaratkan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah partikel mikroplastik pada ikan pelagis sebanyak 250 partikel dengan rata-rata 8,3 partikel/individu. Sedangkan pada ikan demersal berjumlah 152 partikel dengan rata-rata 5,07 partikel/individu, tingkat pencemaran mikroplastik tergolong sedang. Karakteristik bentuk mikroplastik yaitu fiber, film dan fragmen dengan film mendominasi seluruh sampel. Karakteristik warna dominan mikroplastik secara berurutan didominasi oleh warna transparan, hitam, merah dan biru. Hubungan perbedaan jumlah mikroplastik pada ikan pelagis dan demersal menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan.  Adapun Hubungan pengaruh jumlah mikroplastik dengan berat organ, bobot dan panjang tubuh ikan diketahui tidak terdapat pengaruh hubungan yang signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7