cover
Contact Name
I Gusti Kadek Agus Dwi Putra
Contact Email
agusdwiputra212@gmail.com
Phone
+6281936090966
Journal Mail Official
lppm.advaita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perkutut No. 25 Pasekan Belodan, Tabanan, Bali
Location
Kab. tabanan,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Mahosada
ISSN : -     EISSN : 29853036     DOI : https://doi.org/10.54107/abdimahosada.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal Abdi Mahosada memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan perkembangan ilmu kesehatan masyarakat, kesehatan ibu dan anak, keperawatan, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan, farmakologi dan terapi komplementer. Penulis artikel tidak dibatasi pada civitas akademika STIKES Advaita Medika Tabanan, tetapi terbuka juga bagi masyarakat umum yang memiliki artikel ilmiah di bidang tersebut. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan.
Articles 53 Documents
Strategi Penyuluhan Pra-Nikah Berbasis Komunitas : Membangun Generasi Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi Cica Kusumadewi, Ni Luh
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v4i1.446

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan periode rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, termasuk perilaku seksual pranikah, infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan tidak diinginkan yang memberikan dampak medis, psikologis dan sosial ekonomi signifikan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi pra-nikah pada remaja calon pengantin, khususnya terkait peningkatan pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis remaja, risiko perilaku seksual pranikah dan kehamilan remaja, cara menjaga kesehatan reproduksi dan perilaku sehat pra-nikah. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Penebel, Tabanan dengan melibatkan 35 orang peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif partisipatif menggunakan media presentasi powerpoint, pre-post test, diskusi dan tanya jawab kepada remaja usia 15–24 tahun. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang persiapan pra-nikah dan kesehatan reproduksi pada remaja kegiatan penyuluhan berhasil menyediakan ruang belajar yang aman bagi remaja untuk memahami isu kesehatan reproduksi, dibuktikan dengan partisipasi aktif dan respons positif peserta. Pengabdian ini berkontribusi pada upaya pencegahan kehamilan remaja dan pernikahan dini, serta mendukung perilaku sehat pra-nikah sesuai rekomendasi regulasi nasional Indonesia. Kata kunci: pencegahan kehamilan, penyuluhan kesehatan reproduksi, perilaku sehat, remaja calon pengantin, seks pranikah Abstract Adolescence is a vulnerable period for reproductive health issues, including premarital sexual behavior, sexually transmitted infections (STIs), and unwanted pregnancies, which have significant medical, psychological, and socioeconomic impacts. This community service program aims to provide premarital reproductive health education to prospective young couples, specifically related to increasing knowledge about physical and psychological changes in adolescents, the risks of premarital sexual behavior and teenage pregnancy, how to maintain reproductive health, and healthy premarital behaviors. This activity was conducted in Penebel District, Tabanan, involving 35 participants. The method used was health education with a participatory educational approach using PowerPoint presentations, pre- and post-tests, discussions, and questions and answers for adolescents aged 15–24. The results showed an increase in participants' knowledge about premarital preparation and reproductive health. The education program successfully provided a safe learning space for adolescents to understand reproductive health issues, as evidenced by the participants' active participation and positive responses. This community service program contributes to efforts to prevent teenage pregnancy and early marriage, and supports healthy premarital behaviors in accordance with recommendations from Indonesian national regulations. Keywords: pregnancy prevention, reproductive health education, teenage brides-to-be, healthy behavior, premarital sex
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PEKERJA TERHADAP MANAJEMEN HIPERTENSI ni made sekar sari; Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati; Dewa Ayu Anggi Gharbelasari
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v4i2.479

Abstract

Kelompok pekerja, baik di sektor formal maupun informal wilayah perkotaan, memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat stres kerja, jam kerja panjang, gangguan pola tidur, gaya hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, serta rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja, peningkatan absensi, serta risiko terjadinya komplikasi kesehatan jangka panjang. Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan, Denpasar, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk usia produktif yang sebagian besar bekerja dan masih memiliki tingkat kesadaran rendah terhadap pengelolaan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pekerja terhadap deteksi dini serta pengelolaan tekanan darah secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 melalui pendidikan kesehatan tentang hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah secara individual. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal (≤126 mg/dl). Berdasarkan kategori tekanan darah, mayoritas peserta berada pada kategori prehipertensi (120–139/80–89 mmHg). Peserta dengan hasil tekanan darah di atas normal diberikan edukasi tambahan serta dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi efektivitas edukasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, dengan rata-rata skor meningkat dari 56,4 ± 9,8 menjadi 82,1 ± 7,6. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik juga meningkat secara signifikan setelah pemberian edukasi. Kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan produktivitas kerja.
Abhinaya Wreda: Bersama Membangun Lansia Sehat dan Mandiri Putu Adi Cahya Dewi
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v4i2.494

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menuntut adanya upaya promotif dan preventif untuk mempertahankan kesehatan serta kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi mengenai self-care yang bertujuan meningkatkan kemampuan lansia dalam merawat diri secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi lansia dalam menerapkan self-care sebagai bagian dari upaya mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2026 di Sada Jiwa Senior Living, Kabupaten Badung, Bali, dengan melibatkan 18 orang lansia sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya self-care, diskusi interaktif, senam lansia, permainan edukatif (games), serta kegiatan kebersamaan yang mendorong interaksi sosial antar peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama kegiatan, keaktifan dalam sesi tanya jawab, dan kemampuan peserta menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif. Lansia mampu memahami pentingnya penerapan self-care dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan peningkatan motivasi untuk menjaga kesehatan secara mandiri, serta berpartisipasi aktif dalam aktivitas fisik dan sosial yang dilaksanakan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap semangat, kebersamaan, dan interaksi sosial antar lansia. Program Abhinaya Wreda menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung terciptanya lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berpusat pada kebutuhan lansia.