cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 272 Documents
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital Restu Alfaris; Putri Alayda Nabilla; Siti Aisyah Gunawan; Riska Silviana Azzahra; Sri Yanti; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed various aspects of human life, including education. This condition requires Islamic education to adapt by developing a curriculum capable of addressing contemporary challenges while maintaining the fundamental values of Islamic teachings. This study aims to analyze the challenges faced by Islamic education in the digital era and examine relevant curriculum development strategies to respond to these changes. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scientific journals, articles, and other relevant literature discussing Islamic education curriculum development in the digital era. Data analysis was conducted descriptively through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the main challenges of Islamic education in the digital era include the rapid flow of information, low digital literacy, changes in students' learning patterns, and the need to improve teachers’ competencies. Curriculum development should focus on integrating technology into learning, strengthening character education, enhancing digital literacy, and improving educators’ competencies. Therefore, the Islamic education curriculum is expected to produce generations who are faithful, possess noble character, adapt to technological advancements, and are prepared to face global challenges. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk melakukan adaptasi melalui pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era digital serta mengkaji strategi pengembangan kurikulum yang relevan dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam di era digital meliputi derasnya arus informasi, rendahnya literasi digital, perubahan pola belajar peserta didik, serta tuntutan peningkatan kompetensi guru. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam perlu dilakukan melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, serta pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
Pelatihan, Pengembangan, dan Manajemen Karir Training Effectiveness - Career Path & Talent Development Juan Areza Fernanda; Singgih Puji Raharjo; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of technology and globalization has triggered significant disruptions in the skills required in the modern workforce, resulting in a widespread skills gap phenomenon. Amid organizational demands to continuously adapt and remain competitive, employees face psychological challenges such as anxiety, mental exhaustion, and fears of losing the relevance of their competencies. This conceptual article examines the urgency of strategically integrating training, development, and career management through a more humanistic and human-centered approach. Through a literature review and synthesis of contemporary Human Resource Management theories, this study explores key factors influencing training effectiveness, including the 70:20:10 Model, Andragogy Theory, and the Kirkpatrick-Phillips Evaluation Model, as well as the role of talent development through the 9-Box Matrix, Dual Career Paths, and Individual Development Plans (IDPs). The findings indicate that the effectiveness of human resource development can no longer be measured solely by financial Return on Investment (ROI); rather, it should be assessed by the extent to which organizations humanize their workforce through the alignment of strategic business objectives with employees' personal aspirations. Empathetic integration through Individual Development Plans (IDPs) is shown to serve as a vital bridge in developing resilient, adaptive talent with high levels of intrinsic satisfaction in a VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) environment. Kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat telah memicu gangguan yang signifikan dalam keterampilan yang dibutuhkan dalam tenaga kerja modern, mengakibatkan fenomena kesenjangan keterampilan yang meluas. Di tengah tuntutan organisasi untuk terus beradaptasi dan tetap kompetitif, karyawan menghadapi tantangan psikologis seperti kecemasan, kelelahan mental, dan ketakutan kehilangan relevansi kompetensi mereka. Artikel konseptual ini mengkaji urgensi mengintegrasikan pelatihan, pengembangan, dan manajemen karir secara strategis melalui pendekatan yang lebih humanistik dan berpusat pada manusia. Melalui tinjauan literatur dan sintesis teori Manajemen Sumber Daya Manusia kontemporer, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, termasuk Model 70:20:10, Teori Andragogi, dan Model Evaluasi Kirkpatrick-Phillips, serta peran pengembangan bakat melalui Matriks 9-Kotak, Jalur Karir Ganda, dan Rencana Pengembangan Individu (IDP). Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan sumber daya manusia tidak lagi dapat diukur hanya dengan Return on Investment (ROI) finansial; sebaliknya, itu harus dinilai dengan sejauh mana organisasi memanusiakan tenaga kerja mereka melalui penyelarasan tujuan bisnis strategis dengan aspirasi pribadi karyawan. Integrasi empati melalui Rencana Pengembangan Individu (IDP) terbukti berfungsi sebagai jembatan vital dalam mengembangkan talenta yang tangguh, adaptif dengan tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi dalam lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).