cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 275 Documents
Studi Living Qur’an dalam Budidaya Tanaman Tin di Pondok Pesantren Al-Mubarak Sudiang Jabal Nur
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap Kritis Peserta Didik Terhadap Konten Keislaman di Media Sosial Tiktok Adelia Dian Keumalahayati; Ainul Yaqin; Hajar Nurma Wachidah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid flow of digital information, particularly through social media platforms such as TikTok, requires students to develop critical attitudes toward Islamic content circulating online. Not all religious information available originates from credible authorities, making it necessary to evaluate and filter such content wisely. This study aims to examine how students at SMKN 1 Mojoanyar access and respond to Islamic content on TikTok, as well as analyze the extent of their critical attitudes in assessing the validity of the content. This research employed a qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that most students access Islamic content via TikTok’s For You Page (FYP), yet they have not fully developed critical skills in evaluating both the source and the substance of the information. Although Islamic Education teachers have made efforts to instill critical thinking, continuous guidance is still needed to prevent students from being easily influenced by misleading content. The study concludes that students’ critical attitudes toward Islamic content on TikTok remain moderate and should be strengthened through digital literacy education and the cultivation of reflective and logical thinking skills. Pesatnya arus informasi digital, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, menuntut peserta didik memiliki sikap kritis terhadap konten keislaman yang beredar. Tidak semua informasi keagamaan yang tersedia bersumber dari otoritas yang kredibel, sehingga diperlukan kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring informasi tersebut secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik SMKN 1 Mojoanyar memperoleh dan menanggapi konten keislaman di TikTok, serta menganalisis sejauh mana sikap kritis mereka dalam menilai keabsahan konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memperoleh konten keislaman melalui fitur FYP (For You Page) TikTok, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber dan isi informasi yang diterima. Meskipun ada upaya dari guru Pendidikan Agama Islam untuk menanamkan sikap kritis, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap kritis peserta didik terhadap konten keislaman di TikTok masih tergolong sedang, dan perlu ditingkatkan melalui pendidikan literasi digital dan penguatan karakter berpikir reflektif serta logis.
Tradisi Mangampo We’re pada Ritual Kesyukuran dalam Prespektif Al-Qur’an di Kelurahan Unyi Kab. Bone (Kajian Living Qur’an) Muh. Tahir
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tradition of "mengampo were'" (were-gathering) is a form of local wisdom of the Bugis community in Unyi Village, passed down through generations as an expression of gratitude to Allah SWT for blessings, safety, or certain successes. This tradition not only contains religious values through communal prayer and recitation of verses from the Quran, but also social values through strengthening solidarity and fostering relationships among residents. However, modernization and shifting cultural values pose challenges to the preservation of this tradition. This study aims to describe the implementation, values, and relevance of the "mengampo were'" tradition in Unyi Village to modern society. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the "mengampo were'" tradition in Unyi Village is still routinely performed at certain moments such as a bumper harvest, a birth, a healing, or other successes. The values it embodies encompass religious, social, cultural, and economic values. Despite some simplifications in the ritual, the community strives to maintain its philosophical significance. The conclusion of this study is that the mengampo were' tradition in Unyi Village plays a crucial role in maintaining local cultural identity while strengthening social cohesion. Its preservation requires support from the younger generation and creative adaptation to remain relevant amidst social change. Tradisi mengampo were’ merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Bugis di Kelurahan Unyi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, keselamatan, atau keberhasilan tertentu. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai religius melalui doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga nilai sosial berupa penguatan solidaritas dan silaturahmi antarwarga. Namun, modernisasi dan pergeseran nilai budaya menimbulkan tantangan bagi pelestarian tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan, nilai-nilai yang terkandung, serta relevansi tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi dalam kehidupan masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi masih dilaksanakan secara rutin pada momen-momen tertentu seperti panen raya, kelahiran, kesembuhan, atau keberhasilan lainnya. Nilai-nilai yang terkandung meliputi nilai religius, sosial, budaya, dan ekonomi. Meskipun terjadi beberapa penyederhanaan dalam prosesi pelaksanaan, masyarakat tetap berupaya mempertahankan makna filosofisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi mengampo were’ di Kelurahan Unyi memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkuat kohesi sosial. Pelestariannya memerlukan dukungan generasi muda dan adaptasi kreatif agar tetap relevan di tengah perubahan sosial.
Pengaruh Kompetensi dan koordinasi Terhadap Pengembangan Karir serta Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Reza Agustian; Nasir; Sari Sakarina
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the influence of competence and coordination on career development and their impact on employee performance at the Regional Secretariat of Penukal Abab Lematang Ilir Regency. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS), data were collected from 51 employees through a Likert-scale questionnaire. The results show that competence has a positive and significant effect on employee performance but does not significantly affect career development. Conversely, coordination has a very significant influence on both career development and employee performance. Additionally, career development is proven to significantly improve employee performance. These findings indicate that strengthening work coordination and career development are crucial aspects to support the improvement of employee performance in local government institutions. The implications of this study emphasize the need for human resource management strategies that prioritize enhancing competence, coordination, and career development to achieve professional governance and quality public services. This approach is essential to face organizational challenges in the digital era and to ensure improved work effectiveness and public service delivery. Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi dan koordinasi terhadap pengembangan karir serta dampaknya pada kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), data dikumpulkan dari 51 pegawai melalui kuesioner ber-skala Likert. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kompetensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir. Sebaliknya, koordinasi terbukti memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap pengembangan karir maupun kinerja pegawai. Selain itu, pengembangan karir juga terbukti mampu meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan koordinasi kerja dan pengembangan karir menjadi aspek yang sangat penting dalam menunjang peningkatan kinerja pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi perlunya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang menitikberatkan pada peningkatan ketiga aspek tersebut, yakni kompetensi, koordinasi, dan pengembangan karir, agar tercapai tata kelola pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas. Pendekatan ini penting untuk menghadapi tantangan perubahan organisasi di era digital dan memastikan peningkatan efektivitas kerja serta pelayanan kepada masyarakat.
Dakwah Multikultural Sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme Syahruddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores multicultural da’wah strategies in the digital era, emphasizing the importance of a dialogical, inclusive, and context-sensitive approach. In Indonesia’s pluralistic society, da’wah functions not only as a means of religious dissemination but also as a social instrument to strengthen the values of tolerance, justice, and humanity. Using a descriptive qualitative approach, this research examines relevant literature on the role of educational institutions, the challenges of digital da’wah, and the involvement of civil society in developing multicultural Islamic communication. The findings reveal that effective multicultural da’wah requires preachers to understand social and cultural diversity so that Islamic messages can be delivered peacefully and constructively. Moreover, digital media plays a vital role in broadening da’wah outreach by promoting messages of moderation and peace. Educational institutions and community organizations contribute significantly by instilling multicultural values through education and religious programs. Thus, multicultural da’wah in the digital age can serve as an effective medium to foster social harmony and reinforce an inclusive Islamic identity that embraces diversity. Penelitian ini membahas strategi dakwah multikultural di era digital dengan menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang dialogis, inklusif, dan kontekstual. Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan tentang peran lembaga pendidikan, tantangan dakwah digital, serta keterlibatan masyarakat sipil dalam mengembangkan dakwah multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah multikultural menuntut kemampuan da’i memahami keragaman sosial dan budaya masyarakat agar pesan Islam dapat diterima secara damai dan konstruktif. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas jangkauan dakwah melalui penyebaran pesan-pesan moderasi dan perdamaian. Lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat memiliki kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui pendidikan dan program keagamaan. Dengan demikian, dakwah multikultural di era digital dapat menjadi sarana efektif untuk membangun harmoni sosial dan memperkuat identitas keislaman yang terbuka terhadap perbedaan.
Dakwah Multikultural di Era Digital: Membingkai Keragaman dalam Algoritma Media Sosial Ariadi; Mahmuddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept and implementation of multicultural da’wah within the digital era, focusing on the dynamics of social media as a new arena for spreading Islamic values. The transformation of communication patterns due to technological advancement requires an adaptive approach to the cultural and social diversity of society. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach, analyzing relevant literature on Islamic propagation, multiculturalism, and digital communication. The results reveal that multicultural da’wah on social media functions not only as a means of religious dissemination but also as a medium for social reconciliation that strengthens tolerance and religious moderation. Effective strategies include the utilization of social media algorithms, inclusive message packaging, and cross-community collaboration. The main challenges identified involve misinformation, hate speech, and algorithmic bias. Therefore, strengthening digital religious literacy and Islamic communication ethics is essential to ensure that da’wah remains relevant, humanistic, and peaceful amid the complexity of the digital world Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi dakwah multikultural dalam konteks era digital, dengan menyoroti dinamika media sosial sebagai ruang baru penyebaran nilai-nilai keislaman. Perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi informasi menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan tentang dakwah, multikulturalisme, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen rekonsiliasi sosial yang memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama. Strategi efektif yang ditemukan meliputi pemanfaatan algoritma media sosial, pengemasan pesan yang inklusif, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun tantangan utama dakwah di ruang digital meliputi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan bias algoritmik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan etika komunikasi Islam agar dakwah tetap relevan, humanis, dan menyejukkan di tengah kompleksitas dunia digital.
Strategi Dakwah Islam dengan Lagu Qur-any di Era Society 5.0 Siti Hesniyatul Jamila
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah's knowledge is very much, while the time given by Allah is very short, this is as the educational value of QS. 18: 10 and QS. 31: 27. In addition, in the song Qur-any contains Islamic teachings that are not directly expressed by the author in his interpretation, namely the teachings of Tauhid, the first Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah and Tauhid Dzat and His names, as well as the teachings of Sufism which are also contained in it, namely Khauf, Raja ', Syukur, Mahabbah, Wara' and Zuhud. Therefore, the researcher wants to describe how the strategy of Islamic da'wah with the song Qur-any in the era of society 5.0 and what are the titles of the songs Qur-any by Abah KH. Drs. M. Qoyim Ya'qub. This research method uses a qualitative approach with library research. The data sources are scientific texts analyzed using content analysis. Research results: The Qur-any song can be used as a medium for Islamic da'wah either directly or through social media access, for example, such as a YouTube account, and can be taught in educational institutions in Indonesia, both taught in the classroom learning process and in extracurricular activities because the Qur-any song is under the auspices of the national education foundation, the IMTAQ Educators Association (IPdI) Surabaya, SK MENKUMHAM: AHU-06844.50.10.2014 Jln. Gayung Kebonsari XV / 1, Surabaya, and the IPdI organization belongs to all educational institutions. There are 6 volumes of Quran songs including Vol I with 10 songs, namely This Life, Beware of Temptation, The World as a Means, The Greatest Blessing, Ulama’, Forgive the Layman, Knowledge that is Beneficial, Drugs, Become a Robbi Person, Yoo Ngaji Al-Qur’an. Vol II has 9 songs, namely Love Faith, Give Syafa’at, Your Name is God, Praise is Only for God, Yaa Rohman, Allah is the Ruler, In You God, Guide Us, Alif Lam Mim. Vol III has 9 songs, namely No Doubt, The Quran is a Guide, We are Afraid of Threats, I Take Refuge, O My Heart, Abu Lahab Perishes, When Help Comes, O infidels, Many Blessings. Vol IV has 11 songs, namely Struggle, What Are We, The Routine, The Miraculous, Our Bodies Strive, We Cultivate Hearts, Interpretation of the Quran, God’s Law, Four Kinds of Punishment, The Heaviest Punishment, Prayer. Vol V has 13 songs, namely Zakat, Fasting, Hajj, Haram Food, Inheritance, Business Prohibition, Approaching Adultery, Marriage, Don't Kill Children, Women, Hijab, Choose a Leader, Morals. Vol VI has 6 songs, namely Prioritize Morals, Avoid Finding Fault in People, Become a Ustadz, Heaven, Names of Prophets, Names of Angels. Ilmu Allah sangatlah banyak, sedangkan waktu yang diberikan Allah sangatlah sebentar, hal ini sebagaimana nilai pendidikan QS. 18: 10 dan QS. 31: 27. Selain itu, dalam lagu Qur-any mengandung tentang ajaran Islam yang tidak diungkapkan langsung oleh pengarang dalam penafsirannya yaitu adanya ajaran Tauhid, yang pertama Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah dan Tauhid Dzat dan nama-nama-Nya, serta ajaran Tasawuf yang juga terkandung di dalamnya yaitu Khauf, Raja’, Syukur, Mahabbah, Wara’ dan Zuhud. Oleh karena itu, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana strategi dakwah Islam dengan lagu Qur-any di era society 5.0 dan apa saja judul lagu Qur-any karya Abah KH. Drs. M. Qoyim Ya’qub. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Sumber datanya berupa teks-teks ilmiah yang dianalisis menggunakan content analisys. Hasil penelitian : Lagu Qur-any bisa dijadikan media dakwah Islam baik secara langsung maupun melalui akses media sosial misalnya seperti akun youtube, serta bisa diajarkan di lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, baik diajarkan dalam proses pembelajaran di kelas maupun pada kegiatan ekstrakurikuler karena lagu Qur-any berada di bawah naungan yayasan pendidikan nasional Ikatan Pendidik IMTAQ (IPdI) Surabaya SK MENKUMHAM: AHU-06844.50.10.2014 Jln. Gayung Kebonsari XV/1, Surabaya, dan organisasi IPdI milik semua lembaga pendidikan. Lagu Qur-any ada 6 Vol meliputi Vol I ada 10 lagu yaitu Hidup Ini, Waspada godaan, Dunia Tuk Sarana, Nikmat Paling Agung, Ulama’, Maafkan Orang Awam, Ilmu Yang Manfaat, Narkoba, Jadi Orangnya Robbi, Yoo Ngaji Al-Qur’an. Vol II ada 9 lagu yaitu Cintakan Keimanan, Beri Syafa’at, Nama-Mu Tuhan, Pujian Hanya Tuk Tuhan, Yaa Rohman, Allah Penguasa, Pada-Mu Tuhan, Bimbing Kami, Alif Lam Mim. Vol III ada 9 lagu yaitu Tiada ragu, Qur’an Petunjuk, Kita Takut Ancaman, Kuberlindung, Wahai Hatiku, Binasa Abu Lahab, Bila Datang Pertolongan, Hai kafir, Nikmat yang Banyak. Vol IV ada 11 lagu yaitu Berjuang, Apa Kita, Yang Rutin, Yang Ajaib, Jasad Kita Berusaha, Kita Membina Hati, Tafsir Qur’an, Hukum Tuhan, Empat Macam Hukuman, Hukuman Terberat, Sholat. Vol V ada 13 lagu yaitu Zakat, Puasa, Haji, Makanan Haram, Waris, Larangan Bisnis, Mendekati Zina, Menikah, Jangan Bunuh Anak, Wanita, Jilbab, Pilih Pemimpin, Akhlak. Vol VI ada 6 lagu yaitu Dulukan Akhlak, Hindari Cari Salah Orang, Jadi Ustadz, Surga, Nama-Nama Nabi, Nama-Nama Malaikat.
Kalimat Larangan: Kajian Struktur dan Fungsinya dalam Penafsiran Al-Qur’an Andi Putri Aunillah Filayati; Mohamad Harjum; Andi Miswar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Pendampingan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal UMKM Desa Sukosari untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Lokal Hittotun Nahdiyah; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the national economy, yet many business owners in Sukosari Village face significant challenges regarding business legality and halal product assurance, which hinders their competitiveness. This community service activity aims to provide comprehensive education and technical assistance to MSME owners in obtaining Business Identification Numbers (NIB) and registering for halal certification through the self-declare scheme. The methods implemented included a persuasive approach via door-to-door socialization, operational assistance with the Online Single Submission (OSS) system, and field verification to ensure the halal status of raw materials. The results of the assistance showed a significant increase in digital literacy and administrative compliance, where out of the 10 identified business owners, all (100%) successfully issued their NIB as a fundamental legal requirement. Furthermore, two business owners successfully obtained official halal certificates from the Halal Product Assurance Organizing Body (BPJPH), while other participants are currently awaiting the final verification process from the relevant agencies. This program also succeeded in transforming the community's negative perception of licensing bureaucracy, proving that the legality process can be carried out easily, free of charge, and transparently. It is concluded that strategic collaboration between academics and the village government is capable of overcoming administrative barriers while simultaneously strengthening legal legitimacy and consumer trust in local economic products. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran vital dalam perekonomian nasional, namun banyak pelaku usaha di Desa Sukosari menghadapi kendala dalam kepemilikan legalitas usaha dan jaminan kehalalan produk yang menghambat daya saing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif serta pendampingan teknis kepada pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendaftaran sertifikasi halal melalui skema self-declare. Metode yang diterapkan meliputi pendekatan persuasif melalui sosialisasi door-to-door, pendampingan operasional sistem Online Single Submission (OSS), serta verifikasi lapangan untuk memastikan kehalalan bahan baku. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital dan kepatuhan administrasi, di mana dari 10 pelaku usaha yang teridentifikasi, seluruhnya (100%) berhasil menerbitkan NIB sebagai legalitas dasar. Lebih lanjut, dua pelaku usaha telah sukses memperoleh sertifikat halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sedangkan peserta lainnya sedang menunggu proses verifikasi akhir dari instansi terkait. Program ini juga berhasil mengubah persepsi negatif masyarakat mengenai birokrasi perizinan, membuktikan bahwa proses legalitas dapat dilakukan dengan mudah, gratis, dan transparan. Disimpulkan bahwa kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah desa mampu mengatasi hambatan administratif sekaligus memperkuat legitimasi hukum dan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi lokal.
Musyawarah Kitab sebagai Upaya Menumbuhkan Edukasi dalam Public Speaking dan Critical Thinking Agus Nuril Anwar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract