cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 275 Documents
Genealogi dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an di Nusantara: Dari Abad Ke-17 Hingga Era KontemporerGenealogi dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an di Nusantara: Dari Abad Ke-17 Hingga Era Kontemporer Muh.Suwandi Halim
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the history and dynamics of Qur’anic exegesis (tafsir) in the Malay Archipelago (Nusantara), spanning from the 17th century to the contemporary era. It traces the genealogy of exegetes, starting with classical figures like ‘Abd al-Ra’uf Singkel and Nawawi al-Bantani, extending to modern scholars such as Hasbi Ash-Shiddieqy and Quraish Shihab. A specific focus is placed on the phenomenon of vernacularization—the process of interpreting the Qur’an into local languages—with particular emphasis on the Bugis tafsir tradition in South Sulawesi. Using a historical-sociological approach, this paper elucidates how Bugis scholars, from KH. Muhammad As‘ad to the South Sulawesi MUI team, utilized Lontara script and the Bugis language as instruments of cultural da’wah. The findings indicate that the writing of local tafsir was driven by three main motives: scholarly responsibility (warasat al-anbiya), the need to provide practical understanding for laypeople, and the preservation of regional linguistic identity. Furthermore, the study reveals an evolution in Bugis tafsir methodology from a global (ijmali) style to a more analytical (tahlili) and rational approach, reflecting a harmonious dialogue between the authority of the sacred text and local cultural wisdom. Artikel ini mengkaji sejarah dan dinamika perkembangan tafsir Al-Qur’an di Nusantara, mulai dari abad ke-17 hingga era kontemporer. Penelitian ini menelusuri genealogi mufasir, diawali oleh tokoh klasik seperti ‘Abd al-Ra’uf Singkel dan Nawawi al-Bantani, berlanjut ke mufasir modern seperti Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab. Fokus spesifik tulisan ini menyoroti fenomena vernakularisasi, yakni proses pembahasaan Al-Qur’an ke dalam bahasa lokal, dengan penekanan khusus pada tradisi tafsir Bugis di Sulawesi Selatan. Melalui pendekatan historis-sosiologis, tulisan ini menguraikan bagaimana ulama Bugis, mulai dari KH. Muhammad As‘ad hingga tim MUI Sulsel, memanfaatkan aksara Lontara dan bahasa Bugis sebagai instrumen dakwah kultural. Temuan studi ini menunjukkan bahwa penulisan tafsir lokal didorong oleh tiga motif utama: tanggung jawab keulamaan (warasat al-anbiya), kebutuhan menghadirkan pemahaman praktis bagi masyarakat awam, dan upaya pelestarian identitas bahasa daerah. Selain itu, terungkap adanya evolusi metodologi tafsir Bugis dari corak ijmali (global) menuju pendekatan yang lebih analitis (tahlili) dan rasional, yang merefleksikan dialog harmonis antara otoritas teks suci dan kearifan budaya lokal.
Internalisasi Nilai Qur’ani dalam Konsep Parenting Studi Kasus Pada Keluarga TKI di Kecamatan Raba Kota Bima News Roman Ukuran 12 Muhamad Yusril
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the internalization of Qur'anic values in parenting concepts among Indonesian Migrant Worker (TKI) families in Raba District, Bima City, West Nusa Tenggara. The background of this research is based on concerns about the sustainability of children's religious education in families where parents work abroad. This condition raises differing views among Islamic scholars and education experts. Some argue that ideal parenting should be carried out directly by parents as it greatly influences the formation of children's morals, while another view emphasizes the importance of being adaptive to socio-economic realities as long as basic Islamic values are maintained. Based on these differing views, this research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation of TKI parents, substitute caregivers, TKI children, religious leaders, community leaders, and village officials. The informant selection technique used snowball sampling. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that TKI families have a fairly good religious understanding of the importance of internalizing Qur'anic values in parenting. Internalization is understood as an effort to instill religious values so that they become habits and behaviors of children in daily life. Forms of internalization of Qur'anic values include the values of monotheism, trust and responsibility, affection, and exemplary and habituation. The internalization process is carried out adaptively through long-distance parenting and is collaborative between parents, substitute caregivers, and the social environment. The main challenges faced include the physical absence of parents, differences in parenting styles, environmental and digital media influences, and children's psychological conditions. This research offers the concept of adaptive, collaborative, and value-based long-distance Qur'anic parenting as an alternative for TKI family parenting. The implications of this research indicate that parenting in TKI families requires an adaptive and collaborative Qur'anic parenting approach, involving extended family, religious leaders, and village government. Theoretically, this research enriches the concept of Prophetic Parenting in the context of migrant families. Practically, the results of this research can be a reference in formulating sustainable religious guidance and mentoring programs for TKI children. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai Qur’ani dalam konsep parenting pada keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Raba Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap keberlangsungan pendidikan agama anak dalam keluarga yang orang tuanya bekerja di luar negeri. Kondisi ini memunculkan perbedaan pandangan di kalangan ulama dan pakar pendidikan Islam. Sebagian menilai bahwa pengasuhan ideal harus dilakukan secara langsung oleh orang tua karena berpengaruh besar terhadap pembentukan akhlak anak, sementara pandangan lain menekankan pentingnya sikap adaptif terhadap realitas sosial-ekonomi selama nilai-nilai dasar Islam tetap terjaga. Berdasarkan perbedaan pandangan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua TKI, pengasuh pengganti, anak TKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Teknik pemilihan informan menggunakan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga TKI memiliki pemahaman religius yang cukup baik tentang pentingnya internalisasi nilai Qur’ani dalam pengasuhan anak. Internalisasi dipahami sebagai upaya menanamkan nilai agama agar menjadi kebiasaan dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk internalisasi nilai Qur’ani meliputi nilai tauhid, amanah dan tanggung jawab, kasih sayang, serta keteladanan dan pembiasaan. Proses internalisasi dilakukan secara adaptif melalui pengasuhan jarak jauh dan bersifat kolaboratif antara orang tua, pengasuh pengganti, dan lingkungan sosial. Adapun tantangan yang paling utama dihadapi meliputi ketidakhadiran fisik orang tua, perbedaan pola asuh, pengaruh lingkungan dan media digital, serta kondisi psikologis anak. Penelitian ini menawarkan konsep parenting Qur’ani jarak jauh yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai sebagai alternatif pengasuhan keluarga TKI. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak dalam keluarga TKI memerlukan pendekatan parenting Qurani yang adaptif dan kolaboratif, dengan melibatkan keluarga besar, tokoh agama, dan pemerintah desa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya konsep Prophetic Parenting dalam konteks keluarga migran. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan program pembinaan keagamaan dan pendampingan anak TKI yang berkelanjutan.
Efektivitas Kalender Pendidikan Terhadap Kegiatan Pembelajaran Siswa di MI Ma’arif Kandangan Isti Faiyah; Muhammad Aji Nugroho
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The education system in Indonesia is regulated by an education curriculum that applies to all levels of education. The learning activities contained in the curriculum are then synchronized into the education calendar. The education calendar contains the academic and non-academic activities of the education unit for one school year. Broadly speaking, the education calendar regulates effective learning time, vacation time, and effective learning implementation. The object of this research is MI Ma'arif Kandangan, the problem experienced in it is that there are still activities that occur outside the education calendar and hinder student learning activities. As a result, effective learning activities cannot run properly and the amount of effective learning time is reduced. The purpose of the research was to find a solution to the obstacles in the implementation of the education calendar that are hampered by activities outside of planning. This research was conducted using descriptive qualitative methods, using secondary data and primary data. Secondary data was obtained from a literature study of the education calendar and lesson plans of MI Ma'arif Kandangan. Primary data was obtained from observations, interviews and documentation. The results of the study state that all obstacles that occur in the implementation of learning based on the education calendar have found the right solution, and are implemented by MI Ma'arif Kandangan educators. Reduced number of effective weeks. Sistem pendidikan di Indonesia diatur dalam kurikulum pendidikan yang berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan. Kegiatan pembelajaran yang dimuat dalam kurikulum kemudian disinkronisasikan ke dalam kalender pendidikan. Kalender pendidikan memuat kegiatan akademik dan non akademik satuan pendidikan selama satu tahun ajaran. Secara garis besar kalender pendidikan mengatur tentang waktu efektif belajar, waktu libur, dan pelaksanaan pembelajaran efektif. Objek penelitian ini adalah MI Ma’arif Kandangan, permasalahan yang dialami di dalamnya adalah masih adanya kegiatan yang terjadi diluar kalender pendidikan dan menghambat kegiatan belajar siswa. Akibatnya kegiatan pembelajaran efektif tidak dapat berjalan dengan semestinya dan jumlah waktu efektif belajar berkurang. Tujuan dari pelaksanaan penelitian adalah menemukan solusi atas kendala pelaksanaan kalender pendidikan yang terhambat oleh kegiatan diluar perencanaan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan terhadap kalender pendidikan dan rancangan pelaksanaan pembelajaran MI Ma’arif Kandangan. Data primer diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh kendala yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran berdasar kalender pendidikan telah ditemukan solusi yang tepat, dan dilaksanakan oleh tenaga pendidik MI Ma’arif Kandangan. Berkurangnya jumlah minggu efektif pembelajaran kemudian diganti dengan pembelajaran tambahan diluar jadwal pelajaran untuk memenuhi penyampaian materi pembelajaran.
KH. Abdurrohman Wahid (Gus Dur) Pluralisme Isti Faiyah; Mukh Nursikin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Penilaian Kinerja Berbasis Green HRM dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Keberlanjutan Organisasi Aryo Alamsyah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of Green Human Resource Management (Green HRM)-based performance appraisal in improving employee performance and organizational sustainability in the Indonesian banking sector. The study employed a qualitative method using literature review and case study approaches on several national banks, namely Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, and Bank Central Asia (BCA). Data were collected from scientific journals, corporate sustainability reports, and related documents on Green HRM implementation. The findings indicate that Green HRM-based performance appraisal through indicators such as energy efficiency, operational digitalization, paperless systems, and employee involvement in sustainability programs can improve productivity, employee engagement, and pro-environmental work behavior. Furthermore, Green HRM implementation contributes to operational efficiency, the strengthening of sustainable organizational culture, and corporate reputation enhancement. Therefore, Green HRM serves as an important strategy in supporting digital transformation and organizational sustainability in the era of Environmental, Social, and Governance (ESG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penilaian kinerja berbasis Green Human Resource Management (Green HRM) dalam meningkatkan kinerja karyawan dan keberlanjutan organisasi pada sektor perbankan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan studi kasus pada beberapa bank nasional, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Central Asia (BCA). Data diperoleh melalui jurnal ilmiah, laporan keberlanjutan perusahaan, serta dokumen terkait implementasi Green HRM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian kinerja berbasis Green HRM melalui indikator efisiensi energi, digitalisasi operasional, pengurangan penggunaan kertas, dan keterlibatan dalam program sustainability mampu meningkatkan produktivitas, employee engagement, serta perilaku kerja pro-lingkungan. Selain itu, implementasi Green HRM juga berkontribusi terhadap efisiensi operasional, penguatan budaya organisasi berkelanjutan, dan peningkatan reputasi perusahaan. Dengan demikian, Green HRM menjadi strategi penting dalam mendukung transformasi digital dan keberlanjutan organisasi perbankan di era Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pelembagaan Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hak Perempuan dan Anak di Indonesia Hasbi Umar; Husin Bafadhal; Umi Salamah; Novi Dian Pratiwi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The institutionalization of Islamic family law in Indonesia constitutes a transformation of Sharia norms into a formal and binding state legal framework. This research is grounded in the significant urgency of protecting vulnerable groups, particularly women and children, who frequently experience imbalanced rights in family life due to limited legal literacy and suboptimal enforcement of existing regulations. The institutionalization of Islamic family law holds a strategic position as an instrument to ensure these fundamental rights are fulfilled through official, standardized, and enforceable legal mechanisms. This study aims to analyze the concrete forms of Islamic family law institutionalization and examine its implications for the protection of the rights of women and children. A normative legal research method was employed, incorporating statutory and conceptual approaches. Data were collected through a comprehensive literature review of primary and secondary legal sources, including the Marriage Law, the Compilation of Islamic Law, and relevant scholarly works. The findings reveal that institutionalization proceeds through three main channels: formal legislation, the religious court system, and state administrative mechanisms. This institutionalization positively impacts women and children, though implementation challenges persist, including unregistered marriages and interpretive bias in legal application. Pelembagaan hukum keluarga Islam di Indonesia merupakan transformasi norma-norma syariat ke dalam kerangka hukum negara yang bersifat formal dan mengikat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikannya urgensi perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, yang kerap mengalami ketimpangan hak dalam praktik kehidupan keluarga sebagai dampak rendahnya literasi hukum masyarakat dan belum optimalnya implementasi regulasi yang ada. Pelembagaan hukum keluarga Islam menempati posisi strategis sebagai instrumen untuk memastikan terpenuhinya hak-hak fundamental tersebut melalui mekanisme hukum yang resmi, terstandarisasi, dan memiliki daya paksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis wujud pelembagaan hukum keluarga Islam serta mengkaji dampaknya bagi perlindungan hak perempuan dan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dihimpun melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum primer dan sekunder, meliputi Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelembagaan hukum keluarga Islam diwujudkan melalui tiga jalur utama, yakni regulasi formal, lembaga peradilan agama, dan sistem administrasi kenegaraan. Pelembagaan ini memberi dampak positif bagi perempuan dan anak, namun masih menghadapi kendala implementatif seperti perkawinan tidak tercatat dan bias penafsiran hukum.
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM Terhadap Peningkatan Kompetensi Karyawan Perbankan di Indonesia Aryo Alamsyah; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Training and human resource development are important factors in improving the competence of banking employees in Indonesia, especially amid digital transformation and increasing competition in the financial industry. This study aims to analyze the effect of training and human resource development on improving the competence of banking employees using a qualitative method with a literature review approach. The data were obtained from various scientific journals and relevant previous studies. The results indicate that training and human resource development have a positive effect on improving technical skills, service quality, technological adaptability, and employee productivity in the banking sector. Therefore, banking companies need to continuously improve sustainable human resource development programs. Pelatihan dan pengembangan SDM merupakan faktor penting dalam meningkatkan kompetensi karyawan perbankan di Indonesia, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan persaingan industri keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap peningkatan kompetensi karyawan perbankan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan teknis, pelayanan, adaptasi teknologi, dan produktivitas kerja karyawan perbankan. Oleh karena itu, perusahaan perbankan perlu terus meningkatkan program pengembangan SDM secara berkelanjutan.
Aswaja Sebagai Jalan Tengah: Rekonstruksi Moderasi Beragama dalam Menghadapi Radikalisme dan Liberalisme di Era Transformasi Digital Shoimatul Mubarridah; Syaifuddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.