cover
Contact Name
Noval Maliki
Contact Email
jieljurnal@gmail.com
Phone
6282258121509
Journal Mail Official
jieljurnal@gmail.com
Editorial Address
Blok Sumur Bata, RT/RW 02/02, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL)
Published by CV. Kalimasada Group
ISSN : -     EISSN : 30629853     DOI : 10.59966
Core Subject : Economy, Social,
Focus and Scope Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada kajian teoritis dan empiris seputar bisnis, keuangan, dan perbankan syariah. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah publikasi hasil penelitian, pemikiran kritis, serta inovasi dalam praktik bisnis berbasis syariah yang relevan dengan perkembangan zaman. Cakupan kajian (scope) jurnal ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Kajian tentang praktik usaha berbasis syariah, UMKM halal, model bisnis Islami, serta inovasi dalam kewirausahaan syariah. Perbankan dan Keuangan Syariah Studi tentang produk, layanan, sistem manajemen risiko, serta efisiensi dan keberlanjutan lembaga keuangan syariah. Manajemen dan Akuntansi Syariah Pembahasan mengenai pelaporan keuangan, akuntabilitas, dan sistem manajemen sesuai prinsip syariah. Ekonomi Islam Makro dan Mikro Kajian tentang distribusi kekayaan, pembangunan ekonomi berbasis syariah, serta teori dan kebijakan ekonomi Islam. Inovasi Digital dalam Keuangan Syariah Fintech syariah, sistem pembayaran digital, dan integrasi teknologi dalam layanan keuangan Islami. Etika Bisnis Islam dan Good Governance Nilai-nilai etika dan moral dalam praktik bisnis dan manajemen organisasi berbasis prinsip syariah. Investasi Syariah dan Pasar Modal Islam Penelitian terkait sukuk, saham syariah, indeks pasar syariah, dan portofolio investasi Islami. Hukum dan Regulasi Keuangan Syariah Analisis terhadap fatwa, peraturan, serta kebijakan hukum dalam pengelolaan bisnis dan keuangan syariah.
Articles 32 Documents
Strategi Pemasaran Menggunakan E-commerce Tokopedia untuk Meningkatkan Penjualan Maulana, Muhammad Diva; Hartini, Hartini
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.461

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka penjualan pada PT Kharisma Interplast Pratama dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang berhubungan dengan strategi pemasaran menggunakan e-commerce. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data dikumpulkan dengan metode library research dan field research. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang didapat dari penjualan dengan menggunakan e-commerce tersebut kurang lebih 901 pcs produk pembeli perbulan. Kelebihan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui angka penjualan dan potensi peningkatan penjualan menggunakan e-commerce Tokopedia. Adapun kekurangan dalam penelitian ini adalah tidak semua data penelitian ditampilkan dikarenakan ada beberapa data rahasia perusahaan.
Edukasi dan Promosi Produk Halal (Kajian Literatur) Hamka, Hamka; Siradjuddin, Siradjuddin; Efendi, Ahmad; Arifin, Asriadi
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.513

Abstract

The development of the world's sharia economy in the last few decades has not only made halal products an actual trend-send discourse as well as a policy reference in the local and even global sphere at this time. Indonesia is a country that has the largest Muslim population in the world, with statistics on the number of Indonesian Muslim population reaching 231.06 million people or representing 11.92% of the world's Muslim population. Estimated total spending on domestic halal products is considered to continue to grow to reach around USD 2.2 trillion. Based on the 2019/2020 State of Global Islamic Economy Report, Indonesia is now ranked 1st in the world as a consumer of halal food, 2nd in the world as a consumer of halal cosmetics, and 4th in the world as a consumer of halal medicines. To make Indonesia the mecca of world halal products, of course, one must be able to change consumptive habits to be productive. Therefore, to change these habits, several strategic actions are needed; namely promotion of halal products, education of halal products and no less important is the government improving the quality of halal product certification.
Landasan Hukum Syar’i dan Hukum Positif Halal Haram Industri Produk Halal Indonesia Efendi, Ahmad; Tawwab, M. Abdut; Siradjuddin, Siradjuddin; Arifin, Asriadi
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.514

Abstract

This paper will discuss Islamic Law in regulating the Halal Product Industry and how positive Law supports and covers Islamic Law so that it can support the consistent and straight growth of the Halal Product Industry. The type of research used in this study is library research with a qualitative approach, namely research whose object of study uses library data in the form of books as a data source. This research was conducted by reading, studying and analyzing various existing literature, in the form of books, journals, news and research results. Of course, the references that are the main references in this research are all references related to the legal basis of syar'i, the positive legal basis of the halal industry in Indonesia. The conclusion shows that the Islamic Ummah has a position as a mediating group (ummatan wasathan), neither too right nor too left, fair and balanced according to the word of Allah SWT., in QS. Al-Baqarah: 143. Therefore, Allah SWT., that the Muslim Ummah is the best people born for humans, according to what Allah SWT said, in QS. Ali Imran: 110. There are two aspects that can be reviewed regarding the Halal and Haram Halal Product Industry in Indonesia, namely in terms of the concept of Islamic law and the basis of positive law. All aspects that underlie the Halal Product Industry in Indonesia must comply with Islamic law and be protected by legislation.
A STUDI KOMPARATIF HAK WARIS ANAK LUAR NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA: STUDI KOMPARATIF HAK WARIS ANAK LUAR NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA Fathor, Rozy; Izzuddin, Ahmad
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.632

Abstract

This research is driven by the fact that in Islamic inheritance law and civil law there are quite a lot of differences. This study aims to find out how the law of inheritance of legal children out of wedlock between Islamic inheritance law and civil law. This research uses a qualitative approach with library research data collection techniques, namely using books, journals, papers, theses, articles, and literature related to related problems that aim to underlie the theoretical basis of writing this journal. The results of the conclusions in this study, it was found that the first factor in terms of the rate of distribution of heirs from extramarital children; Then the second factor is to discuss inheritance rights if the child out of wedlock dies; And the third factor in Article 873 of the Law, an out-of-wedlock child is entitled to inherit the entire inheritance if one of the blood relatives dies. Keywords : Islamic law, inheritance rights, civil law
Transpormasi Digital Fintech Peer To Peer Lending (Pinjaman Manis Bermuka Bengis) Siti Qurotul; As, Enjang
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.822

Abstract

Pinjaman online yang tengah bersabahat di masyarakat Indonesia dinikmati sebagai langkah memenuhi kebutuhannya secara instan, kegiatan ini menjamur hingga meluluhlantahkan ekonomi mereka. Namun fenomena yang terjadi membuat sebagian besar mereka tidak dapat melunasinya, hingga memicu mereka melakukan gali lobang tutup lobang dari pinjol yang satu ke pinjol yang lain. Keyakinan terhadap pinjol sebagai solusi kemerosatan finansial mereka terpatahkan dengan kondisi yang membuat mereka semakin terpuruk. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah namun pinjaman online ilegal kian berdatangan secara terus menerus
ANALISIS YURIDIS PERJANJIAN NOMINEE TERHADAP BUKTI KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN Apriansyah
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 2 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i2.964

Abstract

Pemerintah menerapkan pembatasan terhadap kepemilikan tanah di Indonesia. Pemerintah melarang badan hukum, kecuali badan hukum tertentu yang dinyatakan oleh peraturan perundang-undangan, untuk memiliki tanah dengan status Hak milik yang merupakan status  hak  tertinggi dalam kepemilikan tanah di Indonesia. Dalam transaksi yang terkait dengan pertanahan, tidak jarang dijumpai badan hukum (yang tidak ditunjuk Pemerintah) yang mengupayakan agar dapat memperoleh tanah dengan status Hak Milik. Mekanisme yang digunakan biasanya adalah dengan cara melakukan perjanjian nominee. Status Hak Milik atas tanah ini lebih disukai badan hukum ketimbang status Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, ataupun Hak Pakai, mengingat bahwa status Hak Milik atas tanah adalah turun-temurun, terkuat, dan terpenuh. Perjanjian nominee dimungkinkan berdasarkan ketentuan pada Buku III KUHPerdata, sepanjang memenuhi syarat-syarat sahnya suatu perjanjian. Penelitian ini bersifat deskriptis analitis dengan metode pendekatan yuridis normatif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perjanjian nominee (nominee agreement) merupakan salah satu jenis perjanjian inominaat. Perjanjian inominaat atau disebut juga perjanjian yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu merupakan suatu perjanjian yang tidak dikenal atau diatur dalam KUH Perdata. Namun demikian perjanjian  inominaat timbul, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat karena masyarakat membutuhkannya. Berdasarkan Pasal 1319 KUHPerdata, perjanjian nominee harus tunduk pada ketentuan-ketentuan umum hukum perjanjian yang termuat   dalam   buku   III   KUH Perdata, termasuk diantaranya adalah ketentuan mengenai syarat-syarat sahnya perjanjian.
Saksi Nikah yang Adil Menurut Kitab an-Nikah dan Kitab al-Mughni HARUM; Anwar Hafidzi; Hadi Rahman, Ibnu; Tiya Husaen, Mazena
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 2 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i2.967

Abstract

Abstract: This research examines the two marriage witnesses who witnessed the marriage contract procession taking place must fulfill certain pillars and conditions, one of which must be fair, so that this becomes a difference contained in Kitab an-Nikah by Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari and Kitab al-Mughni by Ibn Qudamah which specifically defines fair witnesses in marriage variously. This study aims to determine the differences in the meaning of a fair witness in Kitab an-Nikah and al-Mughni. This research is library research, which examines the main ideas of Muhammad Arsyad al-Banjari in the book of an-Nikah and Ibn Qudamah in the book of al-Mughni about fair marriage witnesses. This research is content analysis which is used to obtain information from the two books. The results of the study that in the Book of an-Nikah has a relationship with the opinion of Imam Syafi'i in al-Mughni which states that the witness must be fair based on the meaning of the Hadith about two witnesses must be fair even though the fairness is only at the time of the marriage contract. Meanwhile, according to Imam Hanafi in al-Mughni that justice is not a condition of a witness, which means that a just person or a wicked person does not affect the validity of witnessing a marriage contract. Ulama in requiring fair witnesses vary, so that the statement can take whichever opinion is chosen regarding the requirements for a witness in marriage, as well as a form of prudence by referring to the Hadith about fair witnesses even when the status is only in the marriage contract. In the current era, the procedure for determining a fair marriage witness is by looking at the physical zahirnya (outside). This fair concept is also difficult to apply in society, because the average human being is inseparable from committing small and big sins. Then there is an option before carrying out the marriage contract so that the witnesses and attendees present in one place read istighfar and shahada three times so that their faith is renewed. Keywords: Al-Mughni; Fairness; Kitab an-Nikah; Nikah Witnesses Abstrak:Penelitian ini meneliti terhadap dua orang saksi nikah yang menyaksikan prosesi akad nikah dilangsungkan harus memenuhi rukun dan syaratnya tertentu yaitu salah satunya harus adil, sehingga hal ini menjadi perbedaan yang termuat dalam Kitab an-Nikah karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan kitab al-Mughni karya Ibnu Qudamah yang secara spesifik mendefinisikan saksi yang adil dalam pernikahan dengan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari pemaknaan saksi yang adil dalam Kitab an-Nikah dan al-Mughni. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengkaji pokok pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari dalam kitab an-Nikah dan Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni tentang saksi nikah yang adil. Penelitian ini bersifat analisis isi (content analysis) yang digunakan untuk memperoleh keterangan dari kedua kitab. Hasil penelitian bahwa dalam Kitab an-Nikah memiliki relasi dengan pendapat Imam Syafi’i dalam kitab al-Mughni yang menyatakan bahwa saksi itu harus adil berdasarkan makna Hadis tentang dua orang saksi harus adil yang meskipun adilnya itu hanya pada waktu akad nikah saja. Sedangkan menurut Imam Hanafi dalam al-Mughni bahwa keadilan bukanlah syarat dari suatu persaksian, yang berarti orang adil maupun orang fasik tidak mempengaruhi sahnya persaksian akad nikah. Ulama dalam mensyaratkan saksi yang adil dengan beragam, sehingga adanya pernyataan tersebut dapat mengambil pendapat mana yang dipilih berkenaan dengan syarat seorang saksi dalam pernikahan, juga sebagai bentuk kehati-hatian dengan merujuk kepada Hadis tentang saksi yang adil meskipun ketika statusnya dalam akad nikah saja. Di era sekarang juga dalam prosedur penentuan saksi nikah yang adil yaitu dengan melihat kepada zahirnya (luar) fisiknya. Konsep adil ini juga sulit diaplikasikan di tengah masyarakat, karena rata-rata manusia tidak terlepas dari melakukan dosa kecil maupun besar. Kemudian adanya opsi sebelum melangsungkan akad nikah itu agar saksi maupun hadirin yang hadir pada satu tempat tersebut membaca istighfar dan syahadat sebanyak tiga kali agar imannya terperbaharui. Kata Kunci: Saksi Nikah, Adil, Kitab an-Nikah, al-Mughni
Analisis Investasi Online Perspektif Ekonomi Syariah Syamsuddin; Abbas, Ngatmin
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 2 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i2.1112

Abstract

Online investment has gained popularity in the digital age, but a major challenge is ensuring that such investments comply with Islamic economic principles. Islamic economics emphasizes the prohibition of riba (interest), gharar (excessive uncertainty), and maysir (gambling) in all forms of investment. This study aims to analyze the extent to which online investments adhere to Islamic economic principles and to provide practical guidance for Muslim investors in selecting compliant investment products. The research employs a library research method by gathering data from various literature sources relevant to Islamic economic principles and online investment practices. The collected data is analyzed to evaluate the compliance of online investments with Sharia principles. The findings reveal that while online investments offer convenience and flexibility, many investment products do not fully comply with Sharia principles. This study discusses key elements such as transparency, fairness, and risk, and provides guidance for choosing investments that align with Islamic economic principles. The study identifies that online investments must be free from riba, gharar, and maysir to be considered Sharia-compliant. Additionally, it is crucial for investors to verify legality, monitor transparency, and consult with Sharia experts.
PERSPEKTIF ISLAM DALAM PENGELOLAAN SDA YANG EFEKTIF Lili Ramahdani; Anisa Ramadhani
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 1 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i1.1123

Abstract

Background Natural resources must remain available in order to sustain and support human life. Human need and dependence on natural resources is real, meaning that human life depends on the carrying capacity of natural resources. field research with a descriptive qualitative approach, data collection in this research is through observation, interviews, and documentation. Utilization of natural resources with an Islamic perspective, namely in utilizing natural resources, not over-exploiting which can cause damage. Basically, Al -The Qur'an has provided an ideal concept in managing natural resources. By returning humans to the noble values ​​contained in their respective religious scriptures, it is hoped that they will be more careful and responsible when they want to interact with the environment and manage natural resources.
PENGGUNAAN SHOPEE PAYLATER DI ERA SOCIETY 5.0 PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Apriansyah; Umar, Muhammad Abdullah
Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Vol. 1 No. 2 (2024): JIEL : Journal of Islamic Economic and Law
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jiel.v1i2.1182

Abstract

Salah satu ciri perkembangan teknologi di era society 5.0 ini adalah mengenai pemanfaatkan teknologi digital untuk transaksi online. Transaksi online dilakukan dengan cara menjual dan atau membeli suatu barang/jasa melalui sebuah aplikasi atau situs online yang disebut dengan e-commerce atau marketplace dengan metode pembayaran yang beragam. Shopee adalah aplikasi mobile yang merupakan tempat pembelanjaan online yang berfokus pada platform mobile sehingga memungkinkan orang untuk mencari, membeli, dan menjual langsung dari ponselnya saja. Platform ini menawarkan berbagai macam produk dengan metode pembayaran yang aman, layanan pengiriman terintegritas dan fitur sosial yang inovatif untuk membuat jual beli lebih menyenangkan, aman dan praktis. Penggunan Shopee PayLater termasuk ke dalam akad qardh. namun, menurut beberapa pendapat hukum Shopee PayLater ini bisa dikatakan riba ketika adanya unsur ziyadah atau tambahan yang disyaratkan di muka oleh pihak penerbit paylater kepada konsumennya. Termasuk dalam jenis riba utang yang diharamkan. Namun, jika Shopee PayLater membebankan biaya tambahan maka bukan termasuk riba. Asalkan biaya tambahan tersebut dihitung sebagai jasa atau ijarah.

Page 1 of 4 | Total Record : 32