cover
Contact Name
Andita Nataria Fitri Ganda
Contact Email
anditaganda@unesa.ac.id
Phone
62 877-3683-6399
Journal Mail Official
terapan-manufaktur@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Ketintang Gedung K4, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, Jalan Raya ketintang, Kec Gayungan, Kota Surabaya (60231)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 2337828X     EISSN : 29887429     DOI : https://doi.org/10.26740/jrm.v9i03
The Journal of Mechanical Engineering (JRM) is published three times a year, in April, August, and December, by the Applied Bachelor Degree Program (D4) in Mechanical Engineering, Faculty of Vocational Studies, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). It serves as a medium of information and a forum for Development of Technology, Numerical Studies, Experimental Studies, and Applied Research in the field of Mechanical Engineering. The journal contains scientific papers, summaries of research results, literature reviews, and original critical ideas. The editorial team invites researchers, practitioners, and anyone interested in contributing articles that have not been published elsewhere. The themes of the articles include Machining Materials and Metallurgy Manufacturing Processes Mechanical Design Control Systems
Articles 288 Documents
RANCANG BANGUN ENGINE TRAINER YAMAHA MIO-J YMJET-FI ARIF SETIAWAN, MOH.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.13655

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin pesat khusunya dalam bidang Otomotif. Salah satu perkembangn teknologi otomotif yang sampai saat ini terus dikembangkan adalah sistem EFI (Electronic Fuel Injection), teknologi ini terus dikembangkan kerna teknologi ini lebih ramah lingkungan, campuran udara dan bahan bakar lebih optimal, lebih hemat bahan bakar hingga 30%, dan lebih responsif. Walaupun perkembangan dunia otomotif sangat pesat, namun dalam dunia pendidikan pembelajaran untuk teknologi-teknologi moderen seperti EFI kuhusnya pada sepeda motor kurang memadai, karena terbatasnya sarana dan prasarana yang ada. Dalam hal ini penulis bertujuan untuk membuat alat sebagai media pembelajaran/trainer praktik sepeda motor dan motor kecil, karena kurangnya media pembelajaran sistem EFI pada mata kuliah praktik sepeda motor dan motor kecil. Rancang Bangun Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-FI) adalah sebuah media pembelajaran untuk praktik sepeda motor dan motor kecil, yang dalam proses pengerjaannya meliputi: (1) mendesain alat, (2) pemilihan bahan, (3) pengukuran bahan, (4) pemotongan bahan, (5) pengelasan, (6) pengecatan, (7) perakitan dan (8) pengujian. Hasil pengujian getaran pada putaran idle 0,45 m/s² getaran cenderung mangalami peningkatan pada putaran mesin yang semakin tinggi, pada putaran full rpm getaran yang dihasilkan mencapai 11,67 m/s². perhitungan kekuatan kampuh las didapatkan hasil 0,24 N/mm² = 61,2 kg/cm², dari hasil perhitungan tegangan tekan trainer mampu menerima beban 120,4 kg, dari hasil tersebut tegangan tekan yang mampu diterima trainer lebih tinggi dari beban yang diterima trainer (motor Yamaha Mio-J). Kata Kunci: rancang bangun, engine trainer
PENGUJIAN SISTEM INJECTION ENGINE TRAINER YAMAHA MIO-J YMJET-FI NOVRIJAL, YUSUF
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.13656

Abstract

Abstrak Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin modern khususnya di bidang otomotif. Yamaha dengan teknologinya Yamaha Mixture JET-FI terus mengembangkan teknologinya tersebut yang diterapkan pada kendaraan roda dua. Teknologi Yamaha Mixture JET-FI memiliki beberapa kelebihan yaitu emisi gas buang lebih ramah lingkungan, bahan bakar lebih efisien dan irit 30% dan responsif. Dalam hal ini penulis bertujuan untuk membuat engine trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI untuk dilakukan pengujian sistem injection, agar mahasiswa dapat mengetahui tentang sistem injection pada engine trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI, membantu meningkatkan pembelajaran pada mata kuliah praktik sepeda motor dan motor kecil, karena kurangnya media pembelajaran tentang sistem injection Yamaha Mio-J YMJET-FI. Pada konsep pengujian Yamaha Mio-J YMJET-FI Engine Trainer ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen sistem EFI pada Yamaha Mio-J YMJET-FI, prosedur penggunaan Diagnosis Tool Yamaha. Pengujian yang dilakukan pada Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI menggunakan Diagnostic Tool Yamaha adalah pengujian sistem injection. Hasil pengujian sistem injection Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-FI) menggunakan scan tool CStory (kerusakan yang pernah terjadi) pada sistem injection didapatkan hasil 0.0, karena pada sistem injection tidak pernah terjadi kerusakan pada motor Yamaha Mio-J YMJET-FI yang artinya injector masih dalam kondisi normal, karena pada saat pengujian menggunakan scan tool injector masih berbunyi 3 kali yang artinya injector menyemprotkan bahan bakar pada ruang bakar. Kata Kunci: Sistem Injection, Engine Trainer, Yamaha Mio-J YMJET-FI.
ANALISIS HASIL PENGUJIAN PERFORMA MESIN PENGGILING JANGGEL JAGUNG UNTUK BAHAN BAKU PAKAN TERNAK Wahyudi, Eko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.13815

Abstract

Abstrak Faktor utama penentu keberhasilan dalam usaha peternakan adalah penyediaan pakan. Salah satu penyediaan pakan bagi ternak adalah dengan pemanfaatan pakan asal sisa hasil pertanian, perkebunan maupun agroindustri. Salah satu sisa tanaman pangan dan perkebunan yang mempunyai potensi cukup besar adalah janggel jagung. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha peternakan dan pengolahan limbah jagung, maka perlu dilakukan rancang bangun mesin penggiling janggel jagung. Setelah mesin selesai dibuat mesin tersebut harus diuji performa/unjuk kerjanya apakah produktivitasnya sesuai dengan yang direncanakan dan apakah ukuran butiran produknya sudah sesuai dengan permintaan konsumen. Analisis dilakukan dengan variasi kecepatan putaran pada as poros yaitu: 1100 rpm, 880 rpm dan 629 rpm. Analisis yang dihasilkan pada penelitian ini adalah hasil pengujian performa mesin penggiling janggel jagung yang terdiri dari kapasitas produksi dan juga konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses penggilingan janggel jagung. Hasil akhir yang diinginkan adalah hasil pengujian mesin penggiling janggel jagung yang efektif dan effisien pada hasil produk yang palaing bagus. Pengujian dengan hasil maksimal didapat pada kecepatan putar 1100 rpm. Pada kecepatan 1100 rpm didapatkan kapasitas peroduksi sebesar 65 kg/jam dan konsumsi bahan bakar sebesar 2,64. Kata Kunci: Mesin Penggiling, Janggel Jagung
ANALISA KEBUTUHAN MATERIAL DAN JENIS PROSES PRODUKSIBERDASARKAN DESAIN MESIN PENIRIS DAN PENCAMPUR BUMBUMAKANAN RINGAN AINUL YAQIEN, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.13894

Abstract

Abstrak Home industri penghasil kacang goreng dan keripik saat ini masih banyak menggunakan metode penirisan dan pencampuran bumbu secara manual yaitu tenaga manusia sehingga keadaan tersebut membuat kurang efisien dan pengaruh kadar minyak dan bumbu tidak merata membuat waktu menjadi tersita dan produk yang kurang unggul dipasaran. Salah satu solusi untuk menambah efisiensi dan produktifitas yaitu dengan membuat mesin peniris dan pencampur bumbu menggunakan energi listrik dan juga kontrol kecepatan putar mesin yang mampu mengerjakan dua pekerjaan dalam satu mesin.Pembuatan mesin peniris dan pencampur bumbu ini dimulai dari mendapatkan gambar detail mesin peniris dan pencampur bumbu. Manufaktur dimulai dari unit produksi, unit penggerak, unit pengontrol kecepatan, dan perakitan rangka sebagai unit penyangga. Setelah pembuatan mesin, semua komponen dilakukan uji fungsi dan uji performa dengan cara menghidupkan motor penggerak dan mengatur kecepatan untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Dari hasil percobaan didapatkan pengaruh kadar minyak dan bumbu pada kacang dan keripik lebih kering dan bumbu tercampur dengan rata, kapasitas maksimal unit produksi yang dihasilkan sebesar 2kg untuk kacang tanah dan untuk keripik ½kg . Penggerak menggunakan motor sebesar ¼Hp. Kata Kunci : Material, Proses Produksi, Mesin Peniris, Mesin Pencampur Bumbu, Makanan Ringan.
MESIN PENGUPAS DAN PEMOTONG KENTANG SEMI OTOMATIS Aldrianto, Ageng
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.14012

Abstract

Abstrak Di Indonesia, keripik merupakan makanan ringan atau cemilan berupa irisan tipis yang sangat populer dikalangan masyarakat karena sifatnya yang renyah, gurih, tidak terlalu mengenyangkan serta tersedia dalam aneka rasa seperti asin, pedas dan manis. Keripik sangat praktis karena kering, sehingga lebih awet dan mudah disajikan kapan pun. Karena yang ada dipasaran saat ini hanya berupa mesin pengupasnya saja maka dari itu kami membuat “Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Semi Otomatis” yang menggabungkan piringan pengupas dan pemotonganya menjadi satu. untuk membantu dalam produksi rumah tangga dengan maksimal dan efektif.Dalam perencanaan mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis ini dimulai dari memperhitungkan perencanaan daya motor listrik, merancang sistem transmisi pada mesin, memperhitungkan sabuk V, Pulley, Bearing, Poros yang akan digunakan pada mesin. Berdasarkan perhitungan mesin yang didapat sebagai berikut : mesin menggunakan motor listrik 1 pk dengan merk Pedrolo dengan kecepatan putar 2900 rpm, daya yang dihasilkan motor listrik sebesar 0.89 kw, sistem transmisi memutar dengan kecepatan 302 rpm. Mesin menggunakan sabuk V dengan tipe B dengan ukuran diameter puli besar 304.8 mm, dan diameter puli kecil 31.75 mm, panjang keliling sabuk 1055.6 mm. Poros menggunakan bahan ST-42 dengan diameter 25 mm. Bantalan menggunakan JED F205 dengan diameter dalam 25mm. Kata kunci : Rancang bangun, Pengupas kentang , Pemotong kentang, nilai tambah.
ANALISIS MESIN PENGUPAS DAN PEMOTONG KENTANG SEMI OTOMATIS Waluyo Utomo, Nugroho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.14044

Abstract

Abstrak Pertumbuhan industri di era yang serba cepat sekarang ini secara langsung menuntut agar adanya sebuah inovasi teknologi. Dalam dunia pangan contohnya banyak usaha dibidang keripik kentang yang mempunyai aneka rasa, tetapi dalam prosesnya kentang masih dikupas secara manual yang sangat memakan waktu. Maka dalam perkembangannya diperlukan inovasi sebuah inovasi ini dibuktikan dengan suatu rancangan yang menggabungkan dua sistem yaitu piringan pengupas dan pisau pemotong dalam satu mesin. Pada akhirnya ditentukan bahwa penelitian Tugas Akhir (TA) ini membahas tentang “Analisis Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Semi Otomatis”. Dalam analisis hasil pengujian, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan tahap proses pembuatan mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis, sehingga dapat menganalisa hasil pengujian pada mesin tersebut sampai didapatkan variabel parameter yaitu : Parameter piringan pengupas diameter 300 mm kecepatan 500 rpm, parameter waktu pengupasan 24 detik/satuan kentang, parameter pulley diameter 300 mm kecepatan 500 rpm diameter 200 mm kecepatan 725 rpm diameter 150 mm kecepatan 1000 rpm, parameter waktu pemotongan 20 detik 15 detik 10detik. Hasil akhir yang didapatkan adalah hasil pengujian mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis lebih produktif dan efisien. Dalam perkembangannya untuk meningkatkan dan memperoleh variabel parameter yang maksimal dapat dilakukan perubahan diameter pulley 300 mm dan sabuk jenis FM 5D dengan putaran motor 5800 rpm, sehingga dapat diperoleh waktu 10 detik untuk pemotongan satu bahan kentang. Kata Kunci :Analisis mesin, pengupas dan pemotong kentang semi otomatis.
RANCANG BANGUN PENDINGIN RUANGAN PORTABLE DENGAN MEMANFAATKAN EFEK PERBEDAAN SUHU PADA THERMO ELECTRIC COOLER (TEC) AHSANI, MUNIB
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3 No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v3i01.14205

Abstract

Abstrak Sistem pendingin ruangan yang umum digunakan sekarang adalah Air Conditioner (AC), yang mana penggunaan zat kimia seperti gas freon atau zat refrigran tidak ramah lingkungan dapat merusak lapisan ozon di atmosfer bumi yang berdampak terhadap pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan alternatif/terobosan baru dari sistem pendingin yang tidak menggunakan zat kimia sehingga ramah lingkungan yaitu menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC) yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC). Thermo Electric Cooler (TEC) ketika disupply tegangan DC (arus searah) salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin, untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC) harus diturunkan serendah mungkin dengan menggunakan kipas(fan), heat sink dan Thermal pasta(Thermal grease). Dimensi ruangan yang didinginkan Panjang 55 cm, Lebar 45 cm dan Tinggi 40 cm. Jumlah Thermo Electric Cooler (TEC) 8 buah bertegangan 12 volt, arus 6 Ampere, dimensi 40 x 40 mm dan tebal 4 mm. Thermo Electric Cooler (TEC) disusun secara paraler dan kelistrikan disusun secara seri. Jumlah kipas(fan) 3 buah (2 buah kipas sisi panas dan 1 buah kipas sisi dingin) dan komponen sistem pendingin ruangan ini meliputi Power supply, Thermo Electric Cooler (TEC), Heat sink, Kipas(fan), Junction terminal, Sterofoam/Isolator dan Thermal pasta(Thermal grease). Sistem pendingin ini membutuhkan daya 277,2 Watt. Pengerjaan pada sistem pendingin ruangan ini meliputi proses perancangan desain alat, pemilihan material, perakitan komponen, perakitan kelistrikan dan memasang unit sistem pendingin dengan ruang pendingin. Setelah tahap pemasangan komponen selesai maka dilakukan tahap pengujian. Pengujian variabel tahap pertama dilakukan dengan kedua kipas menghembuskan udara ke arah heat sink sisi panas didapat hasil 24,6LC dan pengujian variabel tahap kedua dilakukan kedua kipas menarik udara panas dari heat sink sisi panas didapat hasil 24,8LC pengujian dilakukan selama 30 menit dengan temperatur awal ruangan 30,8LC, semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan, untuk pengembangan Thermo Electric Cooler (TEC) pada sistem pendingin ruangan selanjutnya bisa difokuskan menurunkan panas serendah mungkin pada heat sink sisi panas. Hasil pengujian menghasilkan suhu ruangan sesuai dengan yang diinginkan, maka pembuatan alat sistem pendingin berhasil dibuat dan siap digunakan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Air Conditioner (AC), Thermo Electric Cooler (TEC), komponen sistem pendingin.
ANALISIS PERHITUNGAN OUTPUT RPM DENGAN VARIASI PERBANDINGAN PULLEY DAN SPROKET PADA MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK KAPASITAS 5KG FAKHRUDIN, ARIF
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4 No 01 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v4i01.18613

Abstract

Abstrak Perkembangan industri pangan skala kecil dan menengah terus mengalami perkembangan. Dan akan terus berkembang seiring masyarakat untuk menjadi pengusaha dalam bidang pangan melalui UKM. Pada umumnya di UKM-UKM kebanyakan memakai peralatan manual atau masih menggunakan tenaga manusia (bukan mesin). Penggunaan peralatan manual tentu akan membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih. Seperti halnya pada UKM kerupuk. Pada proses pengadukan adonan kerupuk masih menggunakan alat manual dengan cara ditekan dan diaduk mengunakan tangan. Dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Analisis Perhitungan Output Rpm Dengan Variasi Perbandingan Pulley Dan Sproket Pada Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk Kapasitas 5 Kg”. Proses pembuatan mesin dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, perhitungan komponen mesin antara lain adalah daya motor, momen puntir, daya rencana mesin, tegangan yang diijinkan, tegangan geser, diameter poros, panjang keliling sabuk, kecepatan sabuk, besar sudut kontak, pasak, setelah itu perakitan mesin, dan diakhiri dengan pengujian mesin. Dengan adanya mesin ini, memudahkan dan mempercepat proses pengadukan adonan kerupuk. Spesifikasi mesin pengaduk adonan kerupuk adalah kerangka menggunakan profil kanal U sebagai pondasi utama, motor listrik AC dengan daya 1 HP, daya rencana 0,895 KW, kecepatan putar mesin 175 rpm, momen puntir 4981,31 kg.mm, tegangan yang diijinkan 5,558 kg.mm2, tegangan geser yang diijinkan 5,558 kg.mm2, diameter poros 34,9 mm, diameter pulley 50 mm dan 400 mm, panjang keliling sabuk 1674,55 mm, kecepatan sabuk 3,66 m/s, besar sudut kontak 134,3º, pasak 47,70 mm. Kata kunci : Analisis perhitungan, pengaduk adonan.
APLIKASI PENDINGIN ELEKTRIK TEC1-12706 DENGAN WATER COOLING PADACOOLER BOX BERBASIS SEMIKONDUKTOR PERMANA AGUNG SEDAYU, BAGAS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4 No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v4i02.20827

Abstract

Abstrak Pembuatan cooler box semikonduktor ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menyimpan bahanmakanan atau minuman pada saat mereka berada dalam perjalanan. Selain itu, pembuatan cooler box inijuga dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk menciptakan mesin pengganti lemari pendinginkonvensional yang menggunakan refrigran yang dapat merusak lapisan ozon.Tahapan dalam pembuatancooler box semikonduktor ini dari ide rancangan dan survei lapangan, kemudian proses perencanaan coolerbox yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar sketsa cooler box menjadi sebuahmesin atau benda teknik. Dalam pembuatan cooler box semikonduktor ini dapat menghasilkan pembuatandokumen produk berupa desain gambar kerja, dan langkah terakhir adalah pengujian kinerja alat kemudianmenyimpulkan hasil dari alat tersebut. Spesifikasi cooler box semikonduktor dapat mencapai suhu terendah11?C dalam waktu 30 menit. Ukuran box yaitu 50x35x64 cm, menggunakan TEC jenis TEC1-12706berkuran 4x4 cm dengan pendingin cairan, memiliki tegangan DC 12V. Kata Kunci: Pendingin Peltier, TEC, Cooler Box, Semikonduktor, Termoelektrik.
RANCANG BANGUN TRAINER RADIATOR PADA TOYOTA AVANZA 1500CC 4 SILINDER SYAHIDAH HUMAIRO, LULU
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4 No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v4i02.20831

Abstract

AbstrakKendaraan merupakan alat transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Dalam perkembangankendaraan bermotor diperlukan sistem pendinginan yang lebih baik dalam hal mendinginkan mesinsupaya tidak terjadi overheating. Maka dirancang sistem pendingin mesin seperti adanya radiator untukmenunjang peforma mesin supaya pendinginan pada mesin tetap terjaga. Jenis penelitian ini merupakanpenelitian yang berbentuk rancang bangun berbasis eksperimen (experimental research). Penelitian inidimaksudkan untuk mengetahui performa pendinginan yang dihasilkan oleh radiator Toyota Avanza.Peneitian ini bertujuan untuk megetahui seberapa besar kapasitas panas radiator yang di hasilkan olehradiator dan seberapa besar pengaruh nilai temperatur masuk terhadap nilai kapasitas radiator. Hasil daripengujian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat diketahui bahwa pada setiap variasi kecepatan (RPM)memiliki nilai kapasitas radiator yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh pelepasan temperatur padafluida yang akan dilepaskan pada media perantara yaitu radiator. Juga dipengaruhi oleh faktor laju aliranyang berpengaruh dalam pelepasan temperatur yang terdapat pada fluida yang akan dilepaskan padamedia perantara yaitu water cooler. Pada RPM 3000 radiator memiliki nilai temperatur masuk 55,6 oCdan menghasilkan kapasitas radiator 6,102 Kj/s sedangkan pada RPM 5000 dengan nilai temperaturmasuk 82,2 oC menghasilkan nilai kapasitas radiator 18,375 Kj/s, dimana dapat diartikan bahwa radiatorToyota Avanza memiliki performa yang baik dalam mendinginkan mesin mobil dan nilai temperatursangat berpengaruh dalam nilai kapasitas radiator yang dihasilkan pada setiap putaran mesin. Semakintinggi nilai temperatur masuk, maka semakin semakin besar pula nilai kapasitas radiator yang dihasilkanuntuk mendinginkan mesin mobil.Kata Kunci : Sistem pendingin, water cooler, radiator single ply, dan kapasitas perpindahan panas

Page 8 of 29 | Total Record : 288