cover
Contact Name
Andita Nataria Fitri Ganda
Contact Email
anditaganda@unesa.ac.id
Phone
62 877-3683-6399
Journal Mail Official
terapan-manufaktur@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Ketintang Gedung K4, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, Jalan Raya ketintang, Kec Gayungan, Kota Surabaya (60231)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 2337828X     EISSN : 29887429     DOI : https://doi.org/10.26740/jrm.v9i03
The Journal of Mechanical Engineering (JRM) is published three times a year, in April, August, and December, by the Applied Bachelor Degree Program (D4) in Mechanical Engineering, Faculty of Vocational Studies, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). It serves as a medium of information and a forum for Development of Technology, Numerical Studies, Experimental Studies, and Applied Research in the field of Mechanical Engineering. The journal contains scientific papers, summaries of research results, literature reviews, and original critical ideas. The editorial team invites researchers, practitioners, and anyone interested in contributing articles that have not been published elsewhere. The themes of the articles include Machining Materials and Metallurgy Manufacturing Processes Mechanical Design Control Systems
Articles 288 Documents
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT LAUT SKALA UKM WIDYA MUDA PRADANA, EDO
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11131

Abstract

Abstrak Dewasa ini bidang agrobisnis memang merupakan idaman bagi masyarakat indonesia sebagai ladang usaha yang cukup lebih banyak memberikan prospek menjanjikan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa bidang ini ternyata dikuasai oleh industri kecil dan menengah skala industri rumah tangga yang biasa disebut UKM (Usaha Kecil Menengah). Selain itu dikarenakan makin sulitnya lapangan pekerjaan, sehingga menyebabkan tenaga kerja tidak lagi berharap untuk bekerja di pabrik-pabrik atau industri. Pada penanganan produk hasil pertanian, Agrobisnis rumput laut merupakan bisnis berbasis hasil pertanian lainnya yang memerlukan keterkaitan erat antara hulu (up stream) dan hilir (down stream). Hal ini dikarenakan pada tingkat hulu (petani atau nelayan) memiliki keahlian dan kemauan dalam berproduksi dan keterbatasan dalam mengakses pasar dan teknologi. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir (TA), yang mana pada tugas akhir ini akan membahas dan merancang tentang “Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Laut Skala UKM”Komponen dari mesin pencacah rumput laut ini adalah dengan spesifikasi pulley motor diameter 101.6 mm dan pulley poros 152.4 mm, poros diameter 30 mm dengan panjang 645 mm, v-belt jenis FM 5D, daya motor 220 Volt, 750 Watt, 1HP, 7.2 Ampere, 50Hz, kecepatan 1400 rpm, berat 20 kg, kecepatan putar mesin 933.33 rpm, tegangan yang diijinkan 9,25 kg/mm2, daya rencana mesin 0,144 KW, momen puntir 939.21 kg.mm, tegangan geser yang diijinkan 22.4 kg.mm, 30 buah pisau gerak dengan ukuran 118 mm x 30 mm, 20 buah pisau diam panjang 110 mm x 30 mm, 3 buah kipas pelontar ukuran 100 mm x 25 mm kecepatan sabuk 7.44 m/s, panjang keliling sabuk 383298.78 mm, ukuran rangka mesin 1070 mm x 620 mm x 450 mm, rangka menggunakan profil siku 50 x 50 mm dan Unp 50 x 35 mm. Kata Kunci : Rancang bangun, pencacah rumput laut skala UKM
RANCANG BANGUN PENGERING PAKAIAN KAPASITAS 10 KG BERDAYA 380 WATT SETYAWAN, BAGUS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11187

Abstract

Abstrak Pemanasan global yang melanda dunia akhir-akhir ini menyebabkan perubahan iklim serta musim di seluruh dunia. Salah satu dampak yang terasa adalah perubahan cuaca yang tiba-tiba yang bisa menyebabkan kerepotan jika hujan datang tiba-tiba. Permasalahan ini kerap dialami oleh penghuni kos-kosan maupun pemilik jasa laundry. Akibat dari permasalahan tersebut menyebabkan pakaian menjadi bau, kusut,dll. Pembuatan alat pengering pakaian didasarkan pada kebutuhan serta kapasitas cucian setiap kali mencuci. Atas permasalahan tersebut, saya ingin membuat alat pengering pakaian yang bisa digunakan dengan mudah serta tidak memakan tempat. Tujuan pembuatan alat tersebut adalah memberikan solusi media pengeringan selain mengandalkan proses pengeringan alam berupa bantuan sinar matahari maupun angin. Rancang bangun pembuatan alat ini menggunakan komponen yang disesuaikan dengan kebutuhan pengeringan setiap kali mencuci. Ukuran alat sebesar 75 x 60 x 124 cm menggunakan plat galvanis. Menggunakan kipas merk AKA dengan tegangan 44 watt,elemen pemanas merk SINTECH dengan tegangan 380 watt. Berdasarkan dari hasil uji coba menunjukkan bahwa alat bisa bekerja dengan baik pada proses pengeringan. Pemanasan bisa merata pada kotak pengering menggunakan kipas. Elemen pemanas sebagai sumber panas pada proses pengeringan. Alat pengering pakaian ini bisa memberikan solusi atas permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dalam menyediakan sebuah alat sederhana. Kapasitas alat sebesar 10 kg merupakan jumlah cucian yang sering digunakan pada setiap rumah tangga. Kata kunci : Pengering pakaian,Elemen pemanas,Kipas angin.
RANCANG BANGUN TRAINER SISTEM PGM-FI HONDA BEAT FI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK SEPEDA MOTOR DAN MOTOR KECIL FAYSAL ARIF, MOH.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11476

Abstract

Abstrak Teknologi yang semakin maju menuntut alat transportasi yang irit bahan bakar tanpa mengesampingkan performa mesin yang tinggi, keamanan dan kenyamanan dalam pemakaiannya. Untuk mendapatkan kendaraan yang hemat bahan bakar, sistem bahan bakar mulai disempurnakan yang sebelumnya menggunakan karburator (sistem bahan bakar konvensional) sekarang mulai menggunakan sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk merancang bangun trainer Honda Beat FI. Tujuan rancang bangun trainer Honda Beat FI ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja sistem PGM-FI Honda Beat FI, mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada pada trainer Honda Beat FI, mengetahui berapa hasil perhitungan kekuatan las rangka trainer Honda Beat FI, dan untuk mengetahui berapa getaran yang dihasilkan rangka trainer Honda Beat FI. Proses pembuatan trainer Honda Beat FI ini dimulai dari mendesain gambar rangka dengan software inventor 2012, dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan trainer serta pembuatan trainer itu sendiri. Tujuan ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen trainer. Trainer ini menggunakan komponen-komponen asli dari spare part Honda. Setelah diketahui komponen trainer, maka dilanjutkan dengan pemasangan komponen trainer yaitu meliputi ECM (Engine Control Module), speedometer, oxygen sensor, engine oil temperature, crankshaft position, alternator, throttle body, injector, fuel pump, wire harness, ignition coil, main switch dan spark plug. Analisis kekuatan rangka menggunakan perhitungan kekuatan kampuh las dan analisis getaran rangka pada trainer Honda Beat FI menggunakan alat vibration tester. Dari hasil pengujian trainer Honda Beat FI menunjukkan bahwa hasil perhitungan kekuatan kampuh las sebesar 4,6 N/mm2. Getaran rangka yang dihasilkan oleh trainer Honda Beat FI pada putaran 1000 - 1700 Rpm adalah acceleration 0,45 – 1,12 m/s2, velocity 0,193 - 0,315 cm/s, dan displacement 0,0247 - 0,0910 mm. Hasil pengujian getaran rangka trainer Honda Beat FI lebih tinggi jika dibandingkan dengan getaran rangka sepeda motor Honda Beat FI namun tidak signifikan. Oleh karena itu, perlu penambahan peredam agar getaran rangka trainer lebih kecil dari getaran rangka sepeda motor Honda Beat FI. Kata Kunci: Sistem PGM-FI Honda Beat FI, kekuatan kampuh las, dan getaran rangka.
REKAYASA RANCANG BANGUN TRAINER SISTEM KELISTRIKAN AC MOBIL DAIHATSU ZEBRA FAHMI, WILDAN
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11480

Abstract

Abstrak Salah satu sistem kenyamanan yang diberikan pada suatu kendaraan adalah terdapatnya suatu sistem pengkondisian udara yang dapat diatur sesuai tingkat kenyamanan oleh si pengguna. AC (air conditioner) ini semakin dibutuhkan bagi penumpang kendaraan, dimana ketika udara yang semakin panas dan polusi yang semakin parah dari tiap tahunnya. Tujuan dari pembuatan “Rekayasa Rancang Bangun Trainer Sistem Kelistrikan Ac Mobil Daihatsu Zebra” adalah untuk mengetahui bagaimana desain trainer media pembelajaran AC (air conditioner) mobil Daihatsu Zebra dan untuk mengetahui komponen-komponen kelistrikan yang diperlukan pada trainer AC mobil. Pada trainer media pembelajaran sistem kelistrikan AC (air conditioner) mobil Daihatsu Zebra ini terdapat alat ukur yang berupa ampere meter dan volt meter pada papan panel trainer yang digunakan untuk mengetahui besaran arus dan tegangan yang terdapat pada sistem AC (air conditioner) ketika sistem sedang bekerja. Dari hasil pengujian pada trainer sistem kelistrikan AC (air conditioner) semua komponen pada sistem dapat bekerja dengan baik, mulai dari kopling magnit pada kompresor, kipas (extra fan) dan blower yang meliputi pemeriksaan ampere, volt dan resistansinya. Kata Kunci: AC (air conditioner), refrigerant, sistem kelistrikan AC mobil,
RANCANG BANGUN MESIN PENGEROL PLAT BERGELOMBANG CHOBIBUR ROHIM, MOHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11545

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari pembuatan mesin pengerol plat bergelombang ini adalah untuk membantu UKM yang menggunakan plat bergelombang sebagai bahan utama untuk membuat cetakan roti atau pisau untuk pengiris acar. Tahapan dalam pembuatan mesin pengerol plat bergelombang ini dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, kemudian merancang produk yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar skets menjadi benda teknik. Dalam pembuatan mesin ini yang dilakukan pertama adalah membuat dokumen produk berupa desain gambar kerja. Setelah mesin selesai dibuat dilakukan uji fungsi sampai mesin yang dihasilkan mempunyai fungsi yang optimal. Spesifikasi mesin yang dibuat panjang 850 mm, lebar 600 mm, tinggi 104 mm, motor listrik 1 PK dan roda gigi pengerol berdiameter 75 mm, panjang 350mm dengan jumlah gigi 23. Kapasitas plat yang dapat diroll tebal 0,5 mm, lebar 300 mm dan panjang sesuai kebutuhan. Sistem transmisi mengunakan speed reducer/gear box dengan perbandingan 1: 50, gear sprocket ukuran 14 gigi dengan diameter 60 mm, gear sprocket 18 gigi diameter 78 mm, dan rantai dengan panjang dalam jumlah mata rantai 56, No.50 yang menghasilkan putaran akhir pada roda gigi pengerol 21 rpm. Kata Kunci: Rancang bangun, mesin pengerol plat bergelombang
RANCANG BANGUN TRAINER HONDA VARIO 125 PGM-FI SUHARIANTO, FITRA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i02.11710

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin modern khususnya dibidang otomotif. Banyaknya teknologi – teknologi canggih merupakan bukti nyata bahwa perkembangan di dunia otomotif berkembang dengan pesat. Tingginya polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang menjadi alasan utama Honda menciptakan sistim programmed fuel injection (PGM-FI). Walaupun banyak kendaraan yang berteknologi modern di Indonesia namun dalam dunia pendidikan media pembelajaran untuk teknologi–teknologi modern khususnya pada sepeda motor kurang memadai karena keterbatasan sarana dan prasarana.Rancang bangun Trainer Honda vario 125 PGM-FI adalah membuat media pembelajaran yang menggunakan komponen – komponen asli Honda dengan bantuan motor listrik berkecepatan 1000–2500 rpm dan membahas sistim injeksi bahan bakar. Pengujian sistim injeksi bahan bakar menggunakan metode besar derajat bukaan throttle valve berbanding waktu yang dibutuhkan injector untuk melakukan penginjeksian. Hasil pengujian sistim injeksi pada trainer Honda vario 125 PGM-FI cenderung mengalami peningkatan dari 10o (5 mS), 20o (7.24 mS), 30o (7.71 mS), 40o (8.09 mS), 50o (8.47 mS), 60o (8.67 mS), 70o (8.95 mS), 77.5o (9.14 mS). Hal tersebut dikarenakan semakin besar derajat bukaan throttle valve maka waktu yang dibutuuhkan injector untuk menyemprotkan bahan bakar akan semakin lama. Kata kunci: Sistim injeksi, PGM-FI, rancang bangun trainer.
RANCANG BANGUN TRAINER HONDA VARIO 125 ISS (IDLING STOP SYSTEM) IRFANDI PELU, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i03.12083

Abstract

Abstrak Saat ini teknologi otomotif mengalami perkembangan yang sangat pesat khususnya pada kendaraan bermotor. Salah satunya teknologi yang dapat mematikan mesin secara sementara setelah motor berhenti dalam waktu 3 detik. Fitur ini berguna untuk menghemat bahan bakar terutama ketika melintas pada jalanan yang macet. Teknologi tersebut diberi nama oleh produsen Honda dengan teknologi ISS. Semakin banyak teknologi-teknologi canggih pada kendaraan bermotor maka masyarakat perlu pengetahuan tentang teknologi tersebut melalui sebuah media pengetahuan/pembelajaran agar masyarakat lebih memahami tentang teknologi yang ada. Tujuan perancangan ini adalah untuk mengetahui perancangan trainer ISS serta komponen-komponen yang digunakan serta bahan apa saja yang diperlukan dalam perancangan trainer Honda Vario 125 ISS, serta mengetahui kinerja dari ISS. Metode yang digunakan dalam pembuatan trainer Honda Vario 125 ISS menggunakan metode rekayasa dan konsep rancang bangun yang menfokuskan pada bagian sistem kerja komponen dan juga biaya dalam membuat media pembelajaran. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan trainer Honda Vario 125 ISS yang dijadikan sebuah media pembelajaran yang tidak jauh berbeda dengan sistem yang aslinya pada kendaraan Honda Vario 125 ISS. ISS pada temperatur 600C – 750C dapat bekerja. Kata kunci : Idling Stop System, temperature, trainer Honda Vario 125 ISS.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT NANAS SEMI OTOMATIS DZULQORNAINI, ACHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i03.12694

Abstract

Abstrak Selama ini industri keripik dan selai nanas yang mempergunakan nanas sebagai bahan baku utamanya menggunakan pengupasan nanas dengan metode tradisional yakni mengupas dengan pisau secara manual. Pengupasan dengan cara ini membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit/buah. Ini sangat tidak efektif dan efisien bila buah nanas sebagai bahan utama produksi. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan hasil produksinya tersebut, salah satunya dengan membuat mesin pengupas kulit nanas semi otomatis. Peneliti akan membahas dan merancang tentang “Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Nanas Semi Otomatis”. Menggunakan nanas queen dari daerah Blitar dengan diameter ± 65 mm yang dipakai dalam proses rancang bangun pengupas kulit nanas karena mudah ditemukan varietas nanas jenis ini di pasaran. Tahapan dari pembuatan mesin pengupas kulit nanas otomatis ini terdiri dari ide rancangan, pengumpulan data, perhitungan yang antara lain adalah daya motor, kecepatan putar mesin, tegangan yang diijinkan, daya rencana, momen puntir, tegangan geser yang diijinkan, diameter poros, pasak, kecepatan sabuk, panjang keliling sabuk dan besar sudut kontak yang kemudian adalah merancang produk yang membuat pengembangan konsep berupa gambar sketsa menjadi benda teknik. Kapasitas mesin pengupas kulit nanas semi otomatis ini akan bisa mengupas kulit nanas ± 10 buah/menit, jadi untuk pengupasan 1 buah kulit nanas membutuhkan waktu 6 detik/buah. Spesifikasi dari mesin pengupas kulit nanas semi otomatis ini adalah dengan spesifikasi pulley diameter 30 mm dan 382 mm, v-belt jenis A 73, daya motor 220 Volt, 3/4 HP, 50 Hz, kecepatan 1400 rpm, berat 3 kg, kecepatan putar mesin 110 rpm, tegangan yang diijinkan 4,83 kg/mm2, daya rencana mesin 0,38 KW, momen puntir kg.mm, diameter poros 27 mm, pasak 8 mm x 10 mm, panjang keliling sabuk 1776,84 mm, Kecepatan Sabuk 2,198 m/s, besar sudut kontak 144,5o, jumlah sabuk yang digunakan 2 buah, rangka menggunakan profil profil kanal U dengan ukuran 195 x 135 mm dan plat siku ukuran 700 x 700 mm. Kata Kunci : Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Nanas Semi Otomatis.
SISTEM PENGGERAK PADA MEDIA PEMBELAJARAN MESIN MOTOR 4 LANGKAH IMAM MASHUDI, MOH
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i03.12900

Abstract

Abstrak Dunia pendidikan teknik mesin khususnya dibidang Dunia pendidikan teknik mesin khususnya dibidang otomotif, tentunya membutuhkan pembelajaran yang berkualitas diantaranya penggabungan antara dasar teori dan praktik langsung menggunakan modul pembelajaran. Pembelajaran praktik merupakan suatu proses untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dengan menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan keterampilan yang diberikan dan peralatan yang digunakan. Selain itu, pembelajaran praktik merupakan suatu proses pendidikan yang berfungsi membimbing peserta didik secara sistematis dan terarah untuk dapat melakukan suatu ketrampilan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, diantaranya dengan adanya trainer media pembelajaran mesin motor 4 langkah hal tersebut akan mempermudah mahasiswa untuk memahaminya, berhubung komponen mesin motor itu bergerak untuk menghasilkan tenaga maka diperlukan juga sistem penggerak yang tepat dan sesuai untuk diterapkan pada trainer media pembelajaran tersebut. Untuk upaya memenuhi kebutuhan trainer media pembelajaran mesin motor 4 langkah yang berkualitas, jelas, dan dapat dimengerti maka diperlukan rekayasa pada sistem penggerak untuk menghasilkan kecepatan yang bervariasi, sehingga pada proses pelaksanaan media pembelajaran mesin 4 langkah ini mendapatkan kecepatan yang ideal. Kata kunci : Sistem Penggerak, Media Pembelajaran, Mesin Motor 4 Langkah
PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN ALAT PENGUJI KAPASITAS OIL COOLER DARMA SETIAWAN, TRI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i03.12902

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat saat ini, baik dalam segi kemajuan teknologi maupun keragaman produk yang dihasilkan. Sehingga mahasiswa harus bisa mengikuti perkembangan yang telah terjadi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas. Oleh sebab itu dari permasalahan di atas, studi ini hanya mengangkat permasalahan mengenai kebutuhan perkembangan teknologi yang berupa trainer alat penguji kapasitas oil cooler.Hasil pengujian yang dilakukan denganmengukur menggunakan temperature 40?C, 50?C, 60?C, 70?C, 80?C, 90?C serta temperature luar (temperature ruangan) sebesar T∞ = 300C dengan tekanan 1 atm dan sistem pemanas yang menggunakan 2 buah heater dengan daya 600 watt, pengambilan dilakukan sebanyak 3 kali dengan jeda waktu sebanyak 1 hari, hasil dari kerja sistem pemanas didapatkan data kenaikan temperature beserta waktu yang dibutuhkan. pertama kenaikan suhu 40?C membutuhkan waktu sebanyak 3 menit 26 detik, kedua kenaikan suhu 50?C membutuhkan waktu sebanyak 3 menit 74 detik, yang ketiga kenaikan suhu 60?C diperlukan waktu sebanyak 6 menit 4 detik, yang keempat kenaikan suhu 70?C diperlukan waktu sebanyak 3 menit 81 detik, yang kelima kenaikan suhu 80?Cmembutuhkan waktu 3 menit 41 detik, yang keenam kenaikan suhu 90?C membutuhkan waktu 3 menit 48 detik. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan setting thermocontrolyang telah dilakukan pada saat pemanas diperoleh bahwa perilaku terhadap temperaturcontrol meningkat dengan seiring waktu yang menuju titik SV (setting Value) yang ditetapkan pada pengaturan yang diinginkan. Kata Kunci: Heater, Tangki Fluida, Thermocontrol, Thermocouple

Page 6 of 29 | Total Record : 288