cover
Contact Name
Alfrida Semuel Ra’bung
Contact Email
alfridarabung@gmail.com
Phone
081342471820
Journal Mail Official
salandohealthjournal.81@gmail.com
Editorial Address
Jl. Vetran 5 Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Salando Health Journal
ISSN : -     EISSN : 30261821     DOI : https://doi.org/10.33860/shj
Core Subject : Health,
Salando Health Journal aims to disseminate research results in the health sector to academics, practitioners, students and individuals who have competence in these fields, including: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Environmental Health 4. Nutrition 5. Public Health 6. Reproductive Health 7. Health Education and Promotion.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Masalah Demam Thypoid Di Ruang Anyelir RSUD Mokopido Tolitoli Anjelina Buangsampuhi, Nogita; Rahayu, Sri
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4010

Abstract

Demam thypoid merupakan infeksi yang di tandai dengan peningkatan suhu tubuh >37,5º. Apabila suhu tubuh tidak segera di atasi akan mengakibatkan dehidrasi dan bila suhu tubuh >41℃ akan mengakibatkan kerusakan jaringan otak. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan batang otak, terjadinya kejang, koma sampai kelumpuhan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh yaitu dengan pemberian kompres bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya penurunan suhu tubuh setelah kompres bawang merah pada rsepondem pertama dan dan responden kedua dengan kasus demam Thypoid di Ruangan Anyelir RSUD Mokopido Tolitoli tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancanagan pre-test and post-test without control, yang dilakukan di Ruangan Anyelir RSUD Mokopido Tolitoli pada bulan Maret sampai Juni 2024. Sebanyak 20 anak dengan demam thypoid diajadikan sampel dalam penelitian ini. Tenik pengambilan sampel yaitu acidental sampling. Analisa data menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh sebelum intervensi adalah 38,5°C, sedangkan setelah pemberian kompres bawang merah menurun menjadi 37,4°C. Selisih rata-rata (mean difference) adalah -1,0°C, yang berarti terjadi penurunan suhu sebesar 1°C setelah intervensi. Sedangkan nilai p-value sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 yang artinya kompres bawang merah memiliki pengaruh nyata dalam menurunkan suhu tubuh. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan kompres bawang merah efektif dalam menurunkan suhu tubuh secara signifikan pada individu yang mengalami demam. Hal ini mendukung penggunaan bawang merah sebagai metode alami yang aman dan terjangkau untuk membantu menurunkan demam, terutama di masyarakat dengan akses terbatas pada obat-obatan modern.
Pengaruh Edukasi tentang BBLR terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang Suswinarto, Dwi Yogyo; Rahmawati, Rahmawati
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4011

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan lahir kurang dari 2500 gram. BBLR merupakan penyebab utama kematian pada masa prenatal. Di desa Malangga tiap tahun terdapat kasus BBLR dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu tentang pencegahan BBLR. Sehingga, peningkatan pengetahuan tentang BBLR melalui edukasi sangat penting untuk ibu hamil agar mereka dapat mencegah terjadinya BBLR. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang BBLR terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancanagan pre-test and post-test without control. Penelitian dilakukan di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang pada bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024. Variabel independen yaitu edukasi tentang BBLR dan variabel dependen yaitu peningkatan pengetahuan. Sampel penelitian yaitu seluruh ibu hamil yang ada di Desa Malangga yang diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 15 item pernyataan yang dibuat sendiri oleh peneliti dan telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan ibu hamil sebagian besar berada pada kategori kurang dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan berada pada kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan p value 0,001 < 0,05 yang artinya edukasi tentang BBLR berpengaruh secara statistik terhadap pengetahuan ibu hamil. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi tentang BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil.
Pengaruh Edukasi tentang PHBS terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 6 Tambun rusneni; Erlina
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4012

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di institusi pendidikan adalah hasil praktek bersama peserta didik, guru, dan masyarakat sekolah yang dilandaskan pada kesadaran dari pembelajaran. Dampak dari tidak melakukan PHBS di tatanan sekolah dapat mengurangi suasana nyaman saat belajar akibat lingkungan kelas yang kotor, menurunnya prestasi belajar, serta membuat citra sekolah yang buruk dan dapat terjangkit penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendidikan kesehatan tentang PHBS ditatanan sekolah dasar negeri 6 tambun. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest One Group Design dengan sampel yaitu siswa kelas 1 sebanyak 30 orang. Variabel independenpen yaitu pengaruh edukasi tentang PHBS dan variabel dependen yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala likerts. Analisa data Data menggunkan uji univariat dan bivariat menggungakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan sebagain besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori cukup yaitu 14 orang (45%) dan perilaku tidak sesuai 15 orang (50%) sebelum diberikan intervensi dan setelah intervensi sebagaian besar pengetahuan responden berada dalam kategori baik yaitu 18 orang (60%) dan berperilaku baik yaitu 18 orang (60%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value 0,001 < 0,05 yang artinya ada pengaruh edukasi tentang PHBS terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Hubungan Edukasi Konsumsi Tablet FE terhadap Pengetahuan dan pencegahan Anemia pada ibu Hamil di Desa Dadakitan Wilayah Kerja Puskesmas Baolan: Hubungan Edukasi Konsumsi Tablet FE terhadap Pengetahuan dan pencegahan Anemia pada ibu Hamil di Desa Dadakitan Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Saleng, Sri Rahayu; Nabila, Putri
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4013

Abstract

Tablet Fe adalah suplemen penting untuk pembentukan sel darah merah, namun pengetahuan ibu hamil di Desa Dadakitan mengenai manfaatnya masih rendah, yang berisiko menyebabkan anemia. Anemia pada ibu hamil berkontribusi pada tingginya angka mortalitas dan morbiditas ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara edukasi konsumsi tablet Fe dengan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Penelitian dilakukan secara cross-sectional di Puskesmas Baolan pada 96 ibu hamil. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan dan leaflet, sementara pengetahuan diukur dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa setelah edukasi, pengetahuan ibu hamil tentang anemia meningkat signifikan (p < 0,05). Sebanyak 70% ibu yang rutin mengonsumsi tablet Fe memiliki kadar Hb normal (> 11 g/dL), sedangkan 70% yang tidak rutin mengalami anemia ringan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi konsumsi tablet Fe efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan risiko anemia pada ibu hamil. Diperlukan peningkatan dalam pemberian informasi dan dukungan dari tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Baolan serta keluarga untuk meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet FE.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Ruangan Nifas RSUD Mokopido Tolitoli Enggar, Enggar; Rizkyanti, Fitri
Salando Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i2.4014

Abstract

Cakupan pemberian ASI pada bayi di RSUD Mokopido Tolitoli hanya sebesar 11,98% hal ini masih sangat jauh dengan target nasional yaitu sebesar 80%. Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI yaitu produksi ASI yang menurun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di RSUD Mokopido Tolitoli. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 60 ibu postpartum dibagi menjadi kelompok intervensi (pijat oksitosin) dan kelompok kontrol (perawatan standar). Pijat dilakukan selama 15-20 menit setiap hari hingga hari ke-5 postpartum, sementara produksi ASI diukur menggunakan pompa ASI. Data dianalisis dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan produksi ASI pada kelompok intervensi, dari 120 ml di hari ke-3 menjadi 180 ml di hari ke-5 (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol, peningkatan tidak signifikan. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di RSUD Mokopido Tolitoli. Diharapkan perawat/bidan yang ada di Ruangan Nifas agar dapat menerapkan pijat oksitosin pada ibu postpartum khususnya ibu yang pertama kali melahirkan dalam meningkatkan Produksi ASI.

Page 1 of 1 | Total Record : 5