cover
Contact Name
Alfrida Semuel Ra’bung
Contact Email
alfridarabung@gmail.com
Phone
081342471820
Journal Mail Official
salandohealthjournal.81@gmail.com
Editorial Address
Jl. Vetran 5 Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Salando Health Journal
ISSN : -     EISSN : 30261821     DOI : https://doi.org/10.33860/shj
Core Subject : Health,
Salando Health Journal aims to disseminate research results in the health sector to academics, practitioners, students and individuals who have competence in these fields, including: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Environmental Health 4. Nutrition 5. Public Health 6. Reproductive Health 7. Health Education and Promotion.
Articles 31 Documents
Hubungan Kompetensi Mahasiswa terhadap Praktik Laboratorium dan Praktik Klinik Pada Mata Kuliah Keperawatan Dasar Saman, Saman; Azwar, Azwar
Salando Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i1.1618

Abstract

Pendidikan keperawatan yang berkualitas harus memenuhi standar kompetensi yang harus dilalui oleh setiap calon perawat. Pembelajaran mahasiswa dapat diperoleh melalui 2 tahapan yaitu pembelajaran praktikum laboratorium dan pembelajaran praktikum klinik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kompetensi mahasiswa terhadap praktik laboratorium dan praktik klinik pada mata kuliah keperawatan dasar semester III prodi keperawatan Tolitoli poltekkes Palu. Metode penelitian adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling terhadap mahasiswa semester III yang telah melaksanakan praktik di laboratorium kampus dan juga telah melaksanakan praktik klinik di rumah sakit. Jumlah sampel sebanyak 55 orang. Hasil penelitian dari uji statistik yang digunakan adalah Spearman dengan nilai kemaknaan p < 0,05. Hasil ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi mahasiswa terhadap praktik laboratorium dan praktik klinik (p = 0,164). Karena nilai signifikan berada diantara kisaran nilai 0.00-0.25 , sehingga untuk kriteria tingkat hubungan (koefisien korelasi) antar variabel yaitu korelasi sangat lemah. Kesimpulan dari penelitiaan ini adalah tidak terdapat hubungan kompetensi mahasiswa terhadap praktik laboratorium dan praktik klinik pada mata kuliah keperawatan dasar semester III prodi keperawatan Tolitoli poltekkes Palu.
Hubungan Gaya Hidup dengan Terjadinya Hipertensi pada Lansia Di Puskesmas Talise Semuel Ra'bung, Alfrida; Tampake, Rina; Jurana, Jurana; Krisdianto, Dandi
Salando Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko kematian terbesar ketiga dan sering disebut sebagai "the silent killer”. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi faktor resiko meningkatnya kejadian hipertensi pada lansia. Perilaku ini termasuk mengonsumsi banyak garam, kurang olahgraga, merokok, dan kurang tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan terjadinya hipertensi pada lansia di Puskesmas Talise. Metode penelitian analitik dengan pendekatan case controll yang dilaksanakan pada bulan September 2022 di Puskesmas Talise. Variabel independent yaitu gaya hidup dan variabel dependen yaitu hipertensi pada lansia. Populasi yaitu semua lansia yang datang berobat di Puskesmas Talise. Besar sampel sebanyak 42 responden yang diperoleh melalui perhitungan menggunakan rumus Slovin diambil dengan teknik acidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 42 responden sebanyak 27 lansia mederita hipertensi dan 15 lansia tidak menderita hipertensi dan yang menajalani gaya hidup kurang baik sebanyak 30 orang (71%) dan gaya hidup baik 12 orang (29%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan hipeternsi pada lansia dengan p value = 0,043. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan gaya hidup dengan terjadinya hipertensi pada lansia di Puskesmas Talise.
Gambaran Pengetahuan Gaya Hidup Lansia yang Menderita Hipertensi di Puskesmas Talise Hasni, Hasni; Tampake, Rina; Kolomboy, Fajrillah; Sudarman, Yulianus; Mohamad Tohar, Andi
Salando Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i1.1637

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai The Silent Killer yang menyerang 22% penduduk dunia, dan mencapai 36% angka kejadian di Asia Tenggara, dan menjadi penyebab kematian dengan angka 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia. Hipertensi sering terjadi pada usia lanjut karena semakin bertambahnya usia semakin berkurang elastisitas pembuluh darahnya, sehingga tekanan darah di dalam tubuh akan mengalami kenaikan dan dapat melewati batas normal, selain itu hipertensi juga disebabkan oleh riwayat keluarga hipertensi, pola makan yang buruk dan tidak sehat, seperti sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, stress. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan gaya hidup lansia yang mengalami hipertensi di Puskesmas Talise. Penelitian ini metode deskriptif dengan acidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang datang berobat di Puskesmas Talise sebanyak 36 orang. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 15 (41,7%), dan berpengetahuan baik sebanyak 21 (58,3,7%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia di Pusekeas Talise berpengetahuan baik.
Analisis Perilaku, Deteksi Dini Risiko Kaki Diabetes Penderita DM Tipe2 di Tolitoli Azwar
Salando Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i1.1639

Abstract

Penderita  Diabetes Melitus  berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal, luka atau ulkus pada kaki yang bisa mengakibatkan amputasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor perilaku (pengetahuan/knowledge, sikap/attitude, dan tindakan/practice) dan deteksi dini risiko kaki diabetes penderita DM tipe2. Metodologi penelitian adalah deskriptif observasional  dengan pendekatan kuantitatif. sampel  sebanyak 39 orang dengan menggunakan teknik total sampling, analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah faktor perilaku pengetahuan kurang 31 responden (79,5%), sikap kurang 23 responden  (59,0%), tindakan kurang 29 responden (74,4%) dan deteksi dini risiko kaki diabetes penderita DM  tipe 2 diwilayah kerja Puskesmas Kota Managaisaki Tolitoli dalam kategori risiko tinggi untuk mengalami luka kaki diabetes atau DFU sebanyak 24 responden (61,5%).Faktor perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan) penderita DM tipe2 diwilayah kerja Puskesmas Kota Managaisaki Tolitoli masih kurang sehingga beresiko tinggi mengalami luka pada kaki (DFU).
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Penderita Kusta di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli Evie, Sova; Saman, Saman; Fauziah, Fauziah
Salando Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i1.1649

Abstract

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae (ML), kusta dapat sangat progresif bila tidak ditangani dan dapat menyebabkan kurusakan pada kulit, saraf-saraf anggota gerak dan mata yang dapat mengakibatkan kecacatan permanen World Health Organization (WHO) menyatakan Ada 127.558 kasus kusta baru yang terdeteksi secara global pada tahun 2020, sedangkan di Sulawesi Tengah di akhir Tahun 2019 ada 3 Kabupaten/Kota yang angkanya masih termasuk dengan kategori angka kejadian kusta tertinggi dengan prevalensi belum mencapai target (<1:10.000 penduduk) yaitu Kabupaten Tolitoli dengan jumlah 1,27. Kabupaten Buol 1,97 dan Kota Palu dengan jumlah 1,25. Tujuan case study ini menerapkan asuhan keperawatan pada penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan format pengkajian keluarga. Ditemukan 5 masalah keperawatan yaitu gangguan kerusakan integritas kulit/jaringan, deficit pengetahuan tentang manajemen kusta, gangguan rasa nyaman, resiko penularan penyakit, pemeliharaan kesehatan tidak efektif. Penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga menderita kusta dilakukan melalui tahapan proses keperawatan yaitu pengkajian, merumuskan diagnose keperawatan, menyusun intervensi keperawatan, melaksanakan implementasi keperawatan dan selanjutnya dilakukan evaluasi. Disarankan kepada klien dan keluarga kiranya dapat mengenali kesehatan anggota keluarganya lebih dini, dan segera memeriksakan ke unit pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Dan petugas kesehatan dapat menindaklanjuti dengan kunjungan rumah.
GAMBARAN PENGETAHUAN GURU TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA DI BUMI SD NEGERI 2 TOLITOLI DAN SD ISLAM MUJAHIDIN TOLITOLI Silvika al maidah A; Hasni, Hasni; Evie, Sova
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2497

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas gempa bumi tinggi. Untuk itu diperlukan pendidikan kesiapsiagaan bencana agar upaya pengurangan resiko bencana dapat mencapai sasaran luas. Kesiapsiagaan perlu dilakukan di sekolah. Guru memiliki peran dalam membagikan pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki guru dapat mempengaruhi sikap siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis survey melalui pengisian kuesioner. Tingkat pengetahuan guru tentang kesiapsiagaan gempa bumi mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 15 orang (55,6%). Pengetahuan guru berdasarkan pengalaman mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 8 orang (29,6%). Pengetahuan guru berdasarkan sosial budaya mayoritas memiliki pengetahuan cukup sejumlah 10 orang (37%). Pengetahuan guru berdasarkan paparan informasi mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 9 orang (33,3%).
Mengungkap Pengetahuan dan Sikap Keluarga Terkait PHBS di Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ikwan, Moh.; Azwar, Azwar; Evie, Sova
Salando Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i1.2501

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)merupakan kunci utama dalam mencegah penularan virus dan kuman. Meskipun demikian, data awal menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di RT 1 RW 4 Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, cenderung kurang memperhatikan kebersihan sekitar, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan adanya kebiasaan merokok di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang pengetahuan dan sikap keluarga terkait PHBS di wilayah tersebut. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan mengambil sampel sebanyak 32 keluarga melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang PHBS. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan lebih banyak responden yang berusia antara 36-40 tahun yaitu sebanyak 10 orang (31%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 31 orang (97%)dan lebih banyak yang berpendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 15 orang (47%)serta sebagian besar bekerja sebagai IRT yaitu 27 orang (84%)Pengetahuan keluarga tentang PHBS sebagaian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 24 orang (75%)dan sebagian besar keluarga memiliki sikap positif tentang PHBS yaitu sebanyak 22 orang (69%). Pengetahuan keluarga tentnag PHBS sebaguan besar baik dan keluarga memiliki sikap positif terhadap PHBS. Namun, masih terdapat beberapa keluarga yang memiliki pengetahuan cukup dan sikap yang negatif. Sehinga disarankan kepada petugas puskesmas atau perawat keluarga untuk memberikan edukasi tentang PHBS untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi keluarga melului edukasi. Dengan meningkatnya pengetahuan kesadaran dan motivasi keluarga terhadap PHBS akan menciptakan fondasi yang kokoh untuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh
Gambaran Pemberian Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ildayanti; Evie, Sova; Saman, Saman
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2677

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang apabila menemukan korban yang membutuhkannya seperti pasien dengan henti jantung atau cardiac arrest. Secara global kejadian henti jantung diluar rumah sakit atau Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) rata-rata di antara orang dewasa sebesar 55 OHCA per 100.000 orang/tahun. Henti jantung akan berakhir dengan kematian jika pertolongan tidak cepat diberikan, karena tenaga medis tidak selalu ada di tempat kejadian, orang atau masyarakat awam yang terlatih diwajibkan untuk melakukan BHD. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan untuk henti jantung, oleh karena itu penting adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bantuan hidup dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan pada 30 responden dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan rumus mean.Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan edukasi mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 20 orang (66,7%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (57%), setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat meningkat menjadi pengetahuan baik yaitu 28 orang (93,3%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (92,1%).kesimpulan yang dapat ditarik adalah hasil penelitian ini mengambarkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan. Puskesmas diharapkan dapat melakukan program khusus untuk kegiatan penyuluhan atau pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan rutin ikut edukasi atau pelatihan yang ada.
Analisis Pengetahuan Pasien tentang Hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang Munirah, Munirah; Ra'bung, Alfrida Semuel; Hasni, Hasni
Salando Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i1.2687

Abstract

Dampak dari hipertensi mengakibatkan morbiditas yang memerlukan penanganan serius, dan moralitas yang cukup tinggi. Gejala yang muncul pada penderita yaitu pengelihatan kabur karena kerusakan retina, nyeri pada kepala, mual muntah akibat meningkatnya tekanan intra kranial, edema dependen, adanya pembengkakan akibat adanya peningkatan kapiler. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey, dengan sampel penelitian sebanyak 33 responden yang dijumlah dengan menggunakan rumus slovin. Vairabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi. Data anlisa menggunakan analisa univariat. Penyajian data dalam bentuk table dan narasikan Hasil dari penelitian yaitu sebgian besar responden di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Galang berpengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi dengan jumlah responden sebanyak 17 oang (51,52%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu gambaran pengetahuan pada kliwn tentang penyakit hipertensi hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang, maka dapat ditarik simpulan yaitu sebagian besar responden di Dusun Bonto Buaya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang penyakit hipertensi. Diharapkan dalam penelitian ini pasien yang menderita penyakithipertensi diharapkan agar lebih memperluas informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakit hipertensi.
Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan ARNI; yogyo, Dwi; Hasni
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2732

Abstract

Penelitian dengan judul Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan memiliki tujuan untuk mengetahui Gambaran penerapan strategi pelaksanaan halusinasi pendengaran kepada pasien dan keluarga. penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan study kasus, subjek penelitian yaitu satu orang klien halusinasi dan keluarganya, teknik pengumpulan data teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan di Desa Buntuna Wilayah Kerja Puskesmas Baolan , 8 kali pertemuan. Data dianalisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian yang dilakukan penerapan strategi pelaksanaan Tn.J dan keluarga, didapatkan Tn.J dapat menerapakan SP 1 mengenal halusinasi dan mampu menghardik, SP 2 mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain, SP 3 mampu mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas yang biasa dilakukan dirumah yaitu menyapu ruangan dan merapikan barang, SP 4 belum mampu diterapkan. Pada keluarga didapatkan keluarga dapat menerapkan SP 1 mengenal halusinasi yang dialami Tn.J, SP 2 mampu diterapkan sebagian yaitu memperaktekkan secara langsung kepada Tn.J dan belum mampu menerapkan pemberian obat pada Tn,J. Kesimpulan penerapan SP pasien halusinasi sebagian besar mampu diterapkan dalam 5 pertemuan dan penerapan SP keluarga sebagian besar mampu diterapkan 1 kali pertemuan.

Page 1 of 4 | Total Record : 31