cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
HADIS TENTANG LAPANG REZEKI DAN PANJANG UMUR DENGAN SHILATURRAHIM Rahayu, Sri Ulfa
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9776

Abstract

AbstrakHadis adalah sumber kedua ajaran Islam setelah Alquran. Ada Hadis yang mengatakan bahwa lapang rezeki dan panjang umur dengan shilaturrahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hadis-hadis tentang lapang rezeki dan panjang umur dengan shilaturrahim. Ini dilakukan dengan pendekatan kewahyuan yaitu mencari pada Alquran dan Hadis lalu melihat juga apakah Hadis tersebut bertentangan atau tidak dengan Alquran. Kemudian apakah ada kaitannya antara  lapang rezeki dan panjang umur dengan shilaturrahim apabila dilihat dari kehidupan sosial.  Hasilnya bahwa hadis tentang panjang umur dan shilaturrahim banyak terdapat pada kitab-kitab Hadis terutama kutub at-Tis’ah dan tidak bertentangan dengan Alquran. Temuan ini dapat dijadikan sumber bacaan demi menambah wawasan keislaman.Kata Kunci: Rezeki, Shilaturrahim, Umur
EKSISTENSI METODE TAFSIR TAHLILI DALAM PENAFSIRAN ALQUR’AN Akhyar, Sayed
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9775

Abstract

Abstrak Alquran adalah kitab Allah yang tidak diragukan isinya dari pemalsuan atau perubahan yang mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil yang tidak bertanggung-jawab, karena Allah sendirilah yang senantiasa menjaga kemurnian dan kesuciannya. Sementara Tafsir sangat diperlukan karena setiap orang mengemukakan pikiran dengan cara menyampaikan   serangkaian   kalimat   yang   kadang-kadang   tidak   dapat dimengerti maksud dan tujuannya dengan jelas tanpa  disusul dengan kalimat-kalimat yang bersifat menjelaskan. Penafsiran al-Qur'an berperan untuk membantu manusia menangkap rahasia-rahasia  Allah  s.w.t  dan   alam   semesta,  baik  yang  tampak maupun yang tersembunyi.Al-Qur’an bagaikan lautan yang keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis dan kecintaan kepadanya tidak pernah lapuk dari zaman, adalah sesuatu yang dapat dipahami jika terdapat ragam metode untuk menafsirkannya. Kitab-kitab tafsir yang ada sekarang merupakan indikasi kuat yang memperlihatkan perhatian para ulama untuk menjelaskan ungkapan-ungkapan Al-Qur’an dan menerjemah misi-misinya. Studi atas hasil karya penafsiran para ulama sekarang ini, secara umum, menunjukkan bahwa mereka menggunakan metode-metode penafsiran yang diantaranya adalah metode tahlili, ijmali, muqaran, dan metode maudhu’i. Sementara metode tafsir tahlili merupakan metode yang paling mampu menjelaskan isi Al-Quran secara terperinci, mengingat pentingnya metode ini untuk diketahui dan dipelajari oleh siapa saja yang hendak menafsirkan Al-Qur’an.Kata Kunci : Al-Qur’an. Tafsir, Tafsir Tahlili.
ANALISIS SENGKETA HARTA WARISAN MENURUT AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH (Studi Putusan Pengadilan Agama Kisaran Studi Kasus No.353/Pdt./2010/PA.Kis) Nurwandi, Andri; Syam, Nur Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9785

Abstract

ABSTRACTFaraidh law if implemented honestly and correctly, then the fear of the negative impact of the influence of the property left behind by the dead can be minimized. Faraidh law, in addition to the right of inheritance can be returned properly to those who have the right, also very basic is to make the family concerned live peacefully as before. The purpose of this study is to determine the concept of inheritance according to the Qur'an and As-Sunnah, to find out the basic considerations of the judges of the Kisaran Religious Court in deciding cases and how to settle inheritance No.353/Pdt.G/2010/PA.Kis. The author's research method by collecting data through the existing literature is in accordance with this research study, that the research conducted is library research. Furthermore, the author uses qualitative methods and data analysis, meaning that the problem will be presented qualitatively and then analyzed and in this thesis the author analyzes the judge's decision. From the results of the study the authors found that the problem in this case is the inheritance dispute caused by the remaining assets (tirkah) and grants. In the case of mal waris inheritance, the judge must really consider whether the conditions specified in the Qur'an, the Sunnah, the Shari'a and the law are appropriate or not, the reasons that cause the mal heir inheritance dispute must also be considered. This can be done in the examination in the trial and also in the evidentiary process.Keywords: dispute, inheritance, al-qur'an and as-sunnah
DAMPAK DARING DALAM MENGHAFAL QURAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SD PLUS JABAL RAHMAH MULIA KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN Datmi, Muhammad Akbar Rosyidi; Sumantri, Yogi; Kumala, Kirani; Muharaini, Desi
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9778

Abstract

ABSTRACTThe Covid-19 virus pandemic that has shocked the world affects all aspects of life, whether political, economic, social and educational. During this pandemic, many schools were forced to close and were forced to go online. In the era of the New Normal life order, several schools and education-based foundations were opened and carried out offline and online learning. One of them is SD Plus Jabal Rahmah Mulia Medan. SD Plus Jabal Rahmah Mulia Medan is an educational foundation based on Tahfizhul Quran and Akhlakul Karimah. At the beginning of the pandemic, the foundation took a policy (holidaying students as an effort to prevent the spread of the virus and carry out online learning then the foundation issued a policy due to several considerations, namely by carrying out offline and online learning by observing health protocols. The purpose of this study was to find out how the impact of the pandemic for students in memorizing the quran to create a generation of people who are qurani and have good morals. The method used in this study is a qualitative method with interviews, observations and distributing questionnaires through the homeroom teacher to be sent to class VI students via online, namely class Abu Bakar, Umar bin Khattab, Uthman bin Affan and Ali bin Abi Talib. This report is descriptive in nature, namely explaining the problem of the questionnaire that has been distributed to students and interviews with several sources. The results of this study are to find problems from the impact of the limited pandemic What are the memorizers of the Quran at SD Plus Jabal Rahmah Mulia and the things that hinder students from memorizing the Koran.Keywords: Online and Offline, Tahfizhul Quran, Covid 19, Pandemic Impact 
Al-Khabar Al-Shadiq dalam Epistemologi Islam Darta, Ali
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9774

Abstract

AbstraksMelihat kondisi kaum muslimin di berbagai belahan dunia sekarang ini penulis menilai bahwa kaum muslimin terbelakang jika dibandingkan dengan kaum lain, itu terlihat pada pertumbuhan ekonomi, teknologi, produk yang dihasilkan dan lain lain. tidak bisa dipungkiri bahwa penyebab utama kemajuan dan kemunduran sebuah kaum ditentukan oleh tingkat ilmu pengetahuannya. satu hal mendasar yang membedakan antara kaum muslimin dengan kaum lain dalam kajian sumber ilmu pengetahuan adalah: sumber utama ilmu pengetahuan yang diyakini dalam ajaran islam adalah Al-Khabaru Al-Shadiq (wahyu). Dengan menganalisa literatur dari berbagai disiplin ilmu ke-islaman, seperti Ushul Fiqh, Ulum Al-Hadits, Ulum Al-Qur’an dan lain lain. penulis ingin membuktikan bahwa dalam epistemologi islam Khabar Shadiq (wahyu) adalah sumber ilmu pengetahuan dan memiliki pendekatan yang berbeda dengan disiplin ilmu lainnya.Menurut penulis, ilmu pada Al-Khabar Shadiq (Al-Qur’an, Hadis, Atsar Shahabah) ada dua macam, yaitu: satu, Ilmu yang terkandung dalam teks dan  ilmu yang diisyaratkan teks. ilmu dalam teks seperti ilmu tentang Ibadah, mu’amalah, jinayah, etika, adab akhlak dll. Pendekatan yang digunakan untuk jenis ilmu ini adalah ditentukan oleh tujuan  apa yang akan dihasilkan, jika berkaitan dengan Fiqih maka metode yang digunakan adalah ushul fiqh dan jika berkenaan dengan Tafsir maka metode pendekatan yang digunakan adalah Tafsir. Dua, Ilmu yang diisyaratan oleh teks, yaitu umur ad-dunya, seperti cara bercocok tanam, meneliti minyak bumi, cuaca dan lain lain. Pendekatan yang duganakan untuk jenis ilmu ini juga ditentukan oleh objek yang akan diteliti, jika objeknya sejarah maka metode yang digunakan adalah pendekatan sejarah, dan begitu seterusnya.
ANALISIS DAN STUDI KRITIS TERHADAP SYUBHAT NUZUL ISA AL-MASIH DALAM PRESPEKTIF HADIS Is, Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9780

Abstract

ABSTRACT            Prophet Isa alaihissalam is an apostle who was sent by Allah before the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wasallam to the Jews by bringing the holy book of the Bible. The people of the Children of Israel wanted to kill and crucify him, but Allah protected him and raised him to the sky. In the Qur'an and Hadith it is stated that among the great signs of the Day of Judgment, namely Allah will send Prophet Isa al Masih back to earth to fight Dajjal with Imam Mahdi.            Hadiths that explain the descent of Prophet Isa are numerous, even some scholars classify this hadith as mutawatir, while others consider the hadith ahad as Sahih. However, among contemporary scholars, such as Muhammad Abduh, Hasan Abdullah at-Turabi, Mahmud Shaltut, there are doubts about the quality of the hadith that was revealed by Prophet Isa. Among the arguments they mention, that the quality of this hadith is ahad, mudtharib, the meaning of which is contrary to reason, contradicts the Koran and so on. After analyzing the matan, sanad, opinions of classical and contemporary scholars, the hadith that was revealed by Isa al Masih is an authentic hadith that must be believed by a Muslim.

Page 1 of 1 | Total Record : 6