cover
Contact Name
Alin Fithor
Contact Email
afithor@gmail.com
Phone
082324970400
Journal Mail Official
sintasan@upstegal.ac.id
Editorial Address
Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal Jalan. Halmahera Km. 1 Tegal Timur, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 52181
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JOURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PERAIRAN (SINTASAN)
ISSN : -     EISSN : 29867843     DOI : prefix 10.24905
The Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) is a scientific research journal that aims to increase interest in writing for academics, practitioners and the general public, especially in the field of aquaculture. In addition, this journal aims to promote theories, practices, innovations, engineering and management as well as socio-economic relevant to the field of aquaculture. The scope of this journal includes cultivation fisheries technology, aquaculture engineering, aquaculture management, geographic fisheries information systems, and fisheries management and business.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1: April 2025" : 5 Documents clear
PENGARUH PAKAN MAGGOT TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE ( Clarias SP ) Muluk, Ridlo Maulana Akhsanul; Umi Hartanti, Ninik; Farkha Dina, Karina
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1: April 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.58

Abstract

Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam perkembangan kegiatan budidaya yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan pada kegiatan budidaya umumnya menggunakan pakan komer- sial yang menghabiskan sekitar 60-70% dari total biaya produksi yang dikeluarkan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya biaya pakan komersial dalam budidaya ikan lele, sehingga diperlukan alternatif pakan yang lebih ekonomis dan tetap mendukung pertumbuhan ikan. Maggot (Hermetia illucens) memiliki kandungan protein tinggi yang berpotensi sebagai pakan alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan pakan: (A) 100% pakan komersial, (B) 70% pakan komersial + 30% maggot, (C) 50% pakan komersial + 50% maggot, dan (D) 100% maggot. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pakan, serta tingkat kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C (50% pakan komersial + 50% maggot) memberikan pertumbuhan panjang dan bobot tertinggi, dengan FCR optimal dan efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 100%. Kualitas air selama penelitian pada kisaran yang layak untuk kelangsungan hidup ikan lele.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DAN PAKAN ALAMI JENIS (Azolla microphylla) DAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOAN (Ctenopharyodon idella) Wijayanti, Sinnariya Puspa; Nurjanah; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1: April 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.60

Abstract

Ikan Koan (Ctenopharyngodon idella) adalah ikan herbivora yang dapat mengonsumsi tumbuhan air seperti Azolla microphylla dan gceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dan pakan alami terhadap laju pertumbuhan benih ikan Koan. Penelitian dilakukan di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu (K) pakan komersial, (A) Azolla microphylla, (B) Eceng Gondok, dan (C) campuran Azolla microphylla dan Eceng Gondok, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot individu mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan laju pertumbuhan harian 0,159 gram/hari, diikuti perlakuan C (0,144 gram/hari). Pertumbuhan bobot mutlak terbaik ditemukan pada perlakuan K (4,8 gram), diikuti C (4,33 gram). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan K (100%). FCR terbaik ditemukan pada perlakuan B (2,5). Secara keseluruhan, kombinasi Azolla microphylla dan eceng gondok dapat menjadi alternatif pakan yang mendukung pertumbuhan ikan Koan dengan efisiensi yang baik.
PENGARUH JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH YANG DIPELIHARA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA RANDUSANGA WETAN Fatriyoko, Swi Juli Angga; Suyono; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1: April 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.61

Abstract

Budidaya ikan kakap putih telah menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan, karena pertumbuhannya yang relatif cepat, mudah dipelihara dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh jenis pakan yang berbeda dan mengetahui jenis pakan manakah yang paling optimal terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) di Desa Randusanga Wetan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan data kuantitatif dengan model eksperimen untuk mengetahui akibat dari sebuah perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian jenis pakan A (ikan rucah), B (keong sawah), C (pakan buatan) dan K (pellet komersil) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer). Uji tukey menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan tertinggi pada benih ikan kakap putih terdapat pada perlakuan A (pakan ikan rucah) dibandingkan dengan perlakuan B (pakan keong sawah), C (pakan buatan), dan K (pakan pellet komersil). Kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan benih kakap putih (Lates carcarifer). Hasil uji anova, menunjukkan nilai Sig. 0,012 < 0,05, sehingga data hasil perlakuan A, B, C dan K terdapat perbedaan yang nyata ( p< 0,05).
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PAKAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp) Mina Persila Rumfabe; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1: April 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.62

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp) merupakan pakan alami alternatif yang dapat dikembangkan. Cacing sutra dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan karena mengandung nutrisi yang tinggi. pertumbuhan cacing sutra (Tubifex Sp) memerlukan nutrisi dan media hidup yang cocok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan limbah sawi, ampas tahu dan dedak padi sebagai media budidaya terhadap pertumbuhan dan populasi cacing sutra (Tubifex sp). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: cacing sutra, EM4, limbah sawi. dedak padi, dan ampas tahu. Alat : box plastik, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 gram cacing sutra. Sebagai perlakuan pemberian pakan organik cacing sutra. dengan dosis A (limbah sawi 50%, ampas tahu 15% dedak padi 35% ), B (limbah sawi 50%, ampas tahu 25% dedak padi 25%), C (limbah sawi 50%, ampas tahu 35% dedak padi 15%) dan D (kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan populasi. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan bobot 16,45 gr dan populasi cacing sutra sebesar 3,757 gr, disusul perlakuan B dengan pertumbuhan bobot sebesar 13,13 gr dan populasi 3,126 ind/gr, kemudian perlakuan A dengan pertumbuhan sebesar 9,66 gr dan populasi 3,010 gr, dan perlakuan terendah D dengan pertumbuhan sebesar 7,24 gr dan populasi 2,965 ind/gr. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan cacing sutra (Tubifex sp).
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN CADMIUM (CD) PADA IKAN LAYANG (Decapterus Russelli) DI PERAIRAN LOSARI KOTA MAKASSAR Ricky Indriawan Saputra; Nurjanah; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1: April 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.63

Abstract

Kota Makassar adalah kota yang mempunyai beberapa pantai salah satunya adalah Pantai Losari. Letak Pantai Losari berada di Kecamatan Ujung Pandang di sebelah barat kota Makassar. Padatnya pemukiman dan aktivitas indsutri ataupun pergudangan membawa ciptakan di limbah sehingga pantai mengalami terjadinya pencemaran. Tujuan dari studi ini guna menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) yang terkandung pada ikan layang di Pantai Losari kota Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan purphosif sampling pada dua Lokasi dan uji laboratorium kandungan logam berat dilakukan dengan metode SSA. Studi ini merupakan penelitian deskriptif. Data penelitian di analisa menggunakan Standar Baku Mutu SNI 2009. Hasil studi mengindikasikan bahwasanya kadar Pb pada tubuh ikan layang di Lokasi 1 dan Lokasi 2 sebesar 0.385 mg/kg, sementara kadar Cd pada tubuhnya sebesar 0,026 mg/l. Kadar dari Pb dan Cd di kedua lokasi tersebut masih di bawah nilai ambang batas Standar Nasional Indonesia yaitu 2.0 mg/kg, maka aman untuk dikonsumsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5