cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
Pertumbuhan Ubi Jalar (Ipomoea batatas. L) Varietas Sari dan Beta 2 Akibat Aplikasi Kompos dan Pupuk KCl Linda Tri Wira Astuti; Hapsoh Hapsoh; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.911 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh varietas unggul, kompos, dan dosis pupuk K terhadap pertumbuhan ubi jalar.Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan, Sumatera Utara pada bulan Januari 2010 sampai dengan Agustus 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan petak-petak terpisah terdiri atas 3 (tiga) faktor dan 3 (tiga) ulangan. Petak utama adalah varietas ubi jalar (V) terdiri atas 2 taraf, yaitu: Varietas Sari dan Varietas Beta 2. Anak petak adalah Kompos terdiri atas 3 taraf, yaitu :  Tanpa Kompos, kompos jerami 12 ton/ha dan kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) 10 ton/ha. Anak-anak petak adalah Dosis Pupuk K terdiri atas 4 taraf, yaitu : 0 kg/ha KCl, 75 kg/ha KCl, 150 kg/ha KCl, dan 225 kg/ha KCl. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 225 kg/ha KCl menghasilkan pertumbuhan yang paling baik. Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dapat meningkatkan kadar C organik, dan Kdd dalam tanah. Kompos ini juga dapat meningkatkan bobot kering dan luas daun, tetapi tidak berbeda nyata dengan kompos jerami. Pertumbuhan, Varietas Sari lebih baik dibandingkan dengan Varietas Beta 2. Pertumbuhan yang terbaik adalah pada interaksi Varietas Sari, kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan 150 kg/ha KCl. Kata kunci: ubi jalar, kompos, pupuk K
Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Daun terhadap Aklimatisasi Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp) Sri Wardani; Hot Setiado; Syafruddin Ilyas
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tumbuh aklimatisasi dan jenis pupuk daun terhadap pertumbuhan pada proses aklimitasiasi anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang dimulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2009. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media tumbuh aklimatisasi (arang sekam, cocopeat, dan campuran antara arang sekam dan cocopeat). Faktor yang kedua adalah jenis pupuk daun (pupuk majemuk foliar I dan pupuk majemuk foliar II). Parameter yang diamati adalah persentase hidup, pertambahan tinggi planlet, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun, pertambahan berat total, saat muncul tunas, jumlah tunas, berat akar, volume akar dan jumlah klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis media tumbuh aklimatisasi dengan jenis pupuk daun berpengaruh nyata terhadap parameter saat muncul tunas dan jumlah tunas. Kata kunci: acclimitazation, orchid, Dendrobium sp
Perlakuan Perendaman Bibit Dengan Menggunakan Larutan Giberelin Pada Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jasmani Ginting
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.145 KB)

Abstract

Perlakuan perendaman bibit dua varietas kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap pertumbuhan dan produksi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Gurusinga Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang berada ±1.340 m dpl dari bulan Desember 2010 sampai Maret 2011 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri atas 2 varietas yaitu Varietas Granola dan Varietas Selek Tani, faktor kedua konsentrasi giberelin dengan 4 taraf yaitu 0 mg/Liter, 5 mg/Liter, 10 mg/Liter dan 15 mg/Liter. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, Jumlah batang, jumlah klorofil daun, Jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot dan produksi per hektar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Varietas Granola (G4) dan Varietas Selek Tani (G7)  berpengaruh nyata terhadap  parameter tinggi tanaman, jumlah batang , jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot, dan  produksi per hektar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah klorofil daun Giberelin  dengan konsentrasi 15 mg/l berpengaruh nyata meningkatkan jumlah batang hingga  22.7%, jumlah umbi per sampel hingga 30.89 %, bobot umbi per sampel hingga 18.65%, bobot umbi per plot hingga 17.45% , dan produksi per hektar hingga 19.53% tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah klorofil. Interaksi antar kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata untuk semua parameter yang diamati. Kata Kunci : varietas, giberelin, kentang.
Population Density of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) in Manik Rambung Ricefield, Simalungun-Sumatera Utara Ameilia Zuliyanti Siregar; Che Salmah Md. Rawi; Zulkifli Nasution
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.421 KB)

Abstract

The objective of this research was to study effect and correlation of physics-chemistries with density of A. femina. The method using Mark Release Recapture with 8 stations in Manik Rambung Village, Simalungun District. The result showed 2351 individuals of A. femina, consist of male 1345 individuals and female 1006 individuals. Comparison of male and female were 87% and 13%, while score of Lincoln’s indices highest calculated in twelve sampling were 451 individuals. The result of analysis correlation showed humidity given effects on population of density A. femina recapture were 0.432. Keyswords : Density, damselfly, Agriocnemis femina, rice field, Simalungun.
Uji Patogenesis Jamur Metarhizium anisopliae dan Jamur Cordyceps militaris Terhadap Larva Penggerek Pucuk Kelapa Sawit (Oryctes rhinoceros) (Coleoptera: Scarabaeidae) di Laboratorium Marheni Marheni; Hasanuddin Hasanuddin; Pinde Pinde; Wirda Suziani
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.265 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji patogenitas dari jamur entomopatogen M. anisopliae dan C. militaris terhadap larva O. rhinoceros di laboratorium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan yaitu A0 (kontrol), A1, A2, A3 (diaplikasikan jamur M. anisopliae pada masing – masing 10, 15, dan 20 gr media jagung), A4, A5, A6 (diaplikasikan jamur C. militaris  pada masing – masing 10, 15, dan 20 gr media jagung). Hasil penelitian menunjukkan persentase mortalitas larva tertinggi terdapat pada perlakuan A3 (diaplikasikan jamur M. anisopliae pada 20 gr media jagung) sebesar 100,00% dan terendah pada perlakuan A4 (diapliakasikan jamur C. militaris pada 10 gr media jagung) sebesar 70,00%. Persentase waktu munculnya koloni jamur uji pada larva yang terinfeksi tertinggi terdapat pada perlakuan A3 (diaplikasikan  jamur M. anisopliae pada 20 gr media jagung) sebesar 100,00% dan terendah pada perlakuan A4 (diaplikasi jamur C. militaris pada 10 gr media jagung) sebesar 55,00%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamur entomopatogen M. anisopliae lebih efektif digunakan dalam mengendalikan larva O. rhinoceros dibandingkan dengan jamur C. militaris, tetapi keduanya dapat digunakan untuk mengendalikan larva O. rhinoceros yang ramah lingkungan. Kata Kunci : Oryctes rhinoceros, Metarhizium anisopliae, Cordyceps militaris.
Studi Karakteristik Fisiologi Fotosintetik Tanaman Kedelai Toleran Terhadap Naungan Nerty Soverda
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.059 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan produksi kedelai yang ditanam sebagai tanaman sela, diperlukan perhatian terhadap pengembangan varietas kedelai yang toleran terhadap naungan dan berproduksi tinggi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan informasi tentang mekanisme toleransi terutama tentang karakteristik fisiologi fotosintetik pada varietas yang toleran dan peka terhadap naungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter fisiologi fotosintetik yang berpengaruh pada toleransi tanaman kedelai terhadap naungan adalah kandungan klorofil (a dan b) dan kandungan karotenoid. Peningkatan kandungan klorofil dan  karotenoid pada tanaman toleran lebih tinggi dari pada tanaman yang peka naungan. Pada naungan 50% penurunan hasil pada varietas toleran lebih kecil dibandingkan yang peka, varietas toleran mengalami penurunan hasil 23,11% sedangkan varietas peka mengalami penurunan hasil 27,63%. Keadaan ini didukung oleh jumlah polong hampa yang lebih sedikit pada varietas toleran. Mekanisme toleransi tanaman toleran naungan dicirikan dengan peningkatan kandungan klorofil dan kandungan karotenoid. Kata kunci : kedelai, karakter fisiologi fotosintetik, naungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6