cover
Contact Name
Anas Malik
Contact Email
anas84malik@gmail.com
Phone
+6281219114426
Journal Mail Official
sunaryanto@alhikmah.ac.id
Editorial Address
Jl. Bangka III-A No.25, RT.17/RW.3, Kel. Pela Mampang, Kec. Mampang Prapatan., Kota Jakarta Selatan 12720
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
El-Hikmah Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 19794967     EISSN : 26565749     DOI : 10.71287
El-Hikmah Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi merupakan jurnal peer-review, akses terbuka, dan jurnal unggulan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STID Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta. El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juni, dan menyediakan artikel akademis untuk kebutuhan profesional baik sarjana, peneliti, dan praktisi komunikasi Islam. Jurnal ini membantu mendorong penyebaran hasil penelitian empiris dan teoritis, pengembangan teori, dan pengenalan konsep baru mengenai komunikasi dan dakwah Islam, Jurnalisme berbasis Islam dan film berbasis Islam, Budaya dan media Islam, komunikasi politik Islam.
Articles 119 Documents
MENGENAL TAFSIR ISYARI SEBUAH TAFSIR BERCORAK TASAWUF Hermansyah
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Al Qur’an memiliki berbagai metode yang secara umum terbagi 2, yaitu tafsir bil matshur dan tafsir bir ro’yi. Tafsir bil matshur bersandarkan kepada riwayat, sehingga kita mengenal istilah tafsir Al Qur’an dengan Al Quran, tafsir Al Qur’an dengan Sunnah dan tafsir Al Qur’an dengan perkataan para shahabat dan tabi’iin. Semuanya itu disebut tafsir bil matshur. Sementara tafsir bir ro’yi tidak bersandarkan kepada riwayat, tetapi bersandarkan kepada ijtihad atau pendapat pribadi seorang mufassir tersebut. Para ulama membolehkan corak tafsir bir ra’yi selama tidak keluar dari makna yang zhahir seperti penafsiran berdasarkan unsur Bahasa. Tetapi ada jenis tafsir yang disebut tafsir isyari, dimana tafsir isyari ini juga berdasarkan pendapat pribadi si mufassir tetapi tetap berpegang kepada makna zhahir, karena karena kalau keluar dari makna zhahir akan menyebabkan menjadi tafsir bathini yang banyak ditentang oleh para ulama. Melalui tulisan ini peneliti ingin mengkaji tafsir isyari secara definisi, lalu landasan dan sejarah munculnya tafsir isyari serta contoh-contohnya. Karena sesungguhnya warisan tafsir isyari banyak sekali manfaatnya, dimana tafsir ini bercorak tafsir tasawuf. Sebuah pendekatan tafsir bercorak tasawuuf, dimana menekankan sisi spiritual dari ayat Al Qur’an dan juga
LIQO SEBAGAI METODE EFEKTIF DAKWAH KELUARGA Luqman
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak menjelaskan mengenai aktivitas liqo (halaqoh) sebagai metode efektif dakwah keluarga. Penelitian ini kemudian akan dijawab dengan 4 (empat) pembahasan yaitu prioritas dakwah keluarga, liqo sebagai metode dakwah Keluarga, mengokohkan ruhiyah keluarga, dan menjalian komunikasi intensif antar anggota keluarga. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan model interpretasi interpretasi menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini, pertama peran orang tua sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas komunikasi dengan keluarganya. Kedua, liqo keluarga ini sangat efektif untuk meningkatkan spiritualitas ruhiyah semua anggotanya. Ketiga, liqo efektif mencarikan kebekuan komunikasi akibat dari sikap individualisme yang diakibatkan intensitas interaksi dengan gadget dan lain-lain.
MEMAKNAI DAKWAH KEINDONESIAAN DAN NASIONALISME Ahmad Adnan
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak menjelaskan mengenai makna dakwah keindonesiaan dan makna nasionalime. Metode penelitian yang digunakan adalah hanya dengan studi pustaka (library research). Data penelitian seluruhnya digunakan berupa jurnal, hasil penelitian, buku, dan website yang relevan dengan tema penelitian. Kesimpulan penelitian adalah dakwah Islam juga dapat dibangun dalam bingkai yang lebih umum yaitu semangat nasionalisme keindonesiaan. Dalam bingkai nasionalisme keindonesiaan ini, Islam yang sering dinggap radikal akan mewujud menjadi rahmatan lil alamin. Dakwah Islam kemudian dapat dimaknai dengan cara mengajak dan menyeru kepada usaha membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat. Dengan ajakan membangun bangsa Indonesia ini, dakwah Islam kemudian bisa berkontribusi dalam usaha membangun kembali peradaban umat manusia.
PANDEMI, FITRAH MANUSIA DAN PERAN AGAMA Muhith
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah lebih dari satu tahun pandemi melanda dunia, mengungkapkan banyak hal mendasar tentang manusia. Kepanikan setelah hampir mencapai puncak kemajuan teknologi menjadi bukti kelemahan manusia. Kesempurnaan yang telah manusia capai dalam kehidupan ini adalah kesempurnaan relatif oleh manusia yang tetap terbatas kemampuan dan pengetahuannya. Pandemi ini juga mengungkapkan kelebihan manusia yang berfikir serius, meneliti, dan mencari solusi. Karunia akal fikiran menjadi sangat berarti. Pandemi tidak hanya mempengaruhi sektor ekonomi, sosial, politik, namun juga sangat berpengeruh bagi stabilitas psikis umat manusia. Goncangan akibat pandemi tidak bisa dihindari, sehingga peran agama menjadi sangat signifikan dalam menjaga stabilitas jiwa, meminimalisir kepanikan yang melanda umat manusia. Pilar-pilar agama tidak hanya menjadi penenang jiwa, tetapi lebih jauh dari itu diharapkan mampu menjadi peredam gejolak sosial. Iman yang bergelora, ibadah yang tekun, shalat, sedekah, dan amanah dalam bermuamalah menjadi banteng yang kuat.
POLA PENGEMBANGAN SDM DAKWAH DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAKWAH DI ERA GLOBALISASI Achmad Yaman
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pola pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan dakwah di era globalisasi. Masalah ini penting untuk dianalisis sebab globaliasi telah masuk pada seluruh ruang kehidupan umat Islam. Globaliasi telah membawa budaya Barat yang terkadang berbentuk liberal dan sekuluer. Dampak globalisasi tidak terbatas pada penyatuan pondasi ekonomi global, namun meluas ke perumusan sistem pemerintahan baru yang sebagian besar didasarkan pada demokrasi liberal dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Artikel ini hanya bersifat kualitatif menggunakan kajian pustaka (library research). Keseluruhan data hanya berdasarkan catatan Al-Qur’an, buku, jurnal, kitab hadits, dan lain-lain. Kesimpulan artikel ini adalah secara ideal da’i merupakan orang mukmin yang mendinkan Islam sebagai agamanya, Al-qur’an sebagai pedomannya, serta menjadikan Nabi Muhammad sebagai sebagai pemimpin dan teladan baginya, ia benar-benar mengamalkan dalam tingkah laku dan perjalanan hidupnya, kemudian menyampaikan Islam meliputi akidah, syari’ah dan akhlak kepada seluruh manusia.
ANALISIS TERHADAP TEKS-TEKS SURAT RASULULLAH SAW TINJAUAN KOMUNIKASI DAKWAH Misroji
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terhadap teks-teks surat Rasulullah SAW dalam tinjauan komunikasi dakwah. Manfat kajian ini adalah untuk mendapatkan teori baru mengenai bangunan komunikasi dakwah dalam teks-teks surat Rasulullah SAW. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis, yang berdasarkan hasil penelaahan informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa latar belakang pengiriman surat sebagai media komunikasi dakwah. Pertama, pasca Perjanjian Perdamaian Hudaibiyah, dimana Rasulullah saw. berhasil mengokohkan kekuatan barisan pengikut Islam di Madinah. Kedua, Rasulullah saw. ingin menunjukkan bahwa beliau adalah seorang Nabi dan Rasul penerus Nabi Isa a.s. Ketiga, mengajak para penguasa di berbagai negeri untuk mengikuti jalan Islam.
KONSEP JIHAD DALAM ISLAM Achmad Yaman
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 6, Juli (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak menganalisis mengenai konsep jihad dalam Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka. Data yang dianalisis berasal dari jurnal, buku, dan kitab ulama yang relevan dengan penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik mengalir dengan reduksi data, display ata, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian adalah jihad dalam Islam memiliki cakupan yang lebih luas daripada aktifitas perang. Ia meliputi perang dan membelanjakan hara dan segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah SWT, berjuang dalam menghadapi nafsu dan syaitan. Jihad bukan hanya sebatas melakukan peperangan atau kekerasan akan tetapi banyak cara yang telah Allah berikan untuk kita supaya berperan aktif dalam konteks ibadah satu ini. Jihad dilakukan dalam bentuk damai seperti berdakwah, menuntut ilmu, ikut andil dalam konferensi perdamaian merupakan jihad yang terkonsep secara indah yang akan meminimalisir adanya kerugian di antara kedua belah pihak khususnya umat Islam.
DAKWAH USTADZAH ERIKA SURYANI DEWI DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN GENDER: PERSPEKTIF FENOMENOLOGI Ahmad Adnan; Ivon Kurniasih
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 6, Juli (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dakwah perempuan dalam mewujudkan keadilan gender yang dilakukan oleh ustadzah Erika Suryani Dewi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif (field research) dengan pendekatan fenemenologi dakwah. Fenomenologi dakwah merupakan metode dalam pendekatan ilmu sosial dan dakwah yang digunakan untuk memaknai peran dakwah yang dilakukan oleh da’i. Metode analisis data yang digunakan yaitu penafsiran dengan model interpretative Phenomenological Analisys (IPA). Informan dalam penelitian ini adalah Ustadzah Erika Suryani Dewi. Kesimpulan penelitian adalah Ustadzah Erika Suryani Dewi berpandangan perempuan boleh bekerja, berpolitik, dan berpendidikan tinggi. Namun, seluruh aktivitas tersebut tidak boleh melupakan dari tanggung jawabnya mengurus rumah tangga. Perempuan Muslimah yang beraktivitas di luar rumah juga menjadi bagian dari dakwah itu sendiri yang akan membantu kegiatan dakwah. Ustadzah Erika Suryani Dewi tidak setuju dengan pandangan gender dan feminisme Barat yang liberal. Sebab, gerakan gender dan feminisme ini tidak sesuai dengan syariat Islam.
ANALISIS METODOLOGI TAFSIR SYEKH MUTAWALLI ASY SYA’RAWI Hermansyah
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 6, Juli (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang latar belakang kemunculan, metode yang digunakan, dan penafsiran dalam tafsir Syekh Mutawalli Asy Syar’awi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan studi pustaka. Kesimpulan penelitian ini adalah Syekh Sya’rawi menggabungkan antara tafsir bil matsur dengan tafsir bir ra’yi, Tetapi penafsiran yang dilakukan adalah didominasi dengan tafsir bir ra’yi. Metode penafsiran yang digunakan oleh Syekh Sya’rawi yaitu memadukan antara metode tahlili dan muadhu’i, tetapi lebih dominan metode maudhu’i. Dari segi corak penafsiran tokoh ini menggunakan corak tarbawi dan corak hidai. Dari segi aliran fiqihnya beliau bermadzhab Syafi’i dalam fiqihnya. Karakteristik tokoh tafsir ini memiliki karekteristik yang spesial yaitu menggunakan contoh-contoh yang rasional dalam mendukung penafsirannya. Sementara menurut pandangan para ulama, Syekh Sya’rawi merupakan ulama yang rasional, moderat, dan sufistik.
MAQASHID AL-QUR’AN DAN KORELASINYA DENGAN ASBABUNNUZUL DALAM MENEGAKKAN KEADILAN DAN MEMBELA HAK YANG TERDZALIMI Luqman
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 6, Juli (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap korelasi maqashid Al-Qur’an dengan asbabunnuzul spesifik pada tema menegakkan keadilan dan membela hak yang terdzalimi. Penelitian ini akan dijawab melalui tiga pembahasan utama, maqashid Al-Qur’an mewujudkan maslahat hamba, asbabunnuzul sebagai perangkat wajib bagi seorang mufasir, dan korelasi maqashid Al-Qur’an dan asbabunnuzul dalam penegakan keadilan dan membela hak yang terdzalimi. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, menggali leteratur-literatur ilmu tafsir maqashid Al-Qur’an dan asbabunnuzul, kemudian dikorelasikan dan dikaji melalui interpretasi-interpretasi kitab-kitab tafsir secara mendalam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan mulia Allah menurunkan Al-Qur’an (al-maqashid Al-Qur’aniyah) sangat erat hubungannya dengan asbabunnuzul, terdapat lima point yang barkaitan dengan penegakan keadilan dan membela hak yang terdzalimi. Pertama menegakkan keadilan bagi para pengku jabatan, kedua menegakkan keadilan walaupun terhadap musuh sekalipun, ketiga menegakkan keadilan ketika terjadi benturan kepentingan, keempat membela hak yang terdzalimi walaupun non-muslim, dan kelima menegakkan keadilan walaupun menyakitkan.

Page 6 of 12 | Total Record : 119