cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
PENJADWALAN PRODUKSI VULKANISIR BAN MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND BOUND DAN CAMPBELL DUDECK SMITH DI CV. NUANSA BARU Nindya Oktarina K.S
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1497

Abstract

Pada saat ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dengan persaingan yang semakin lama semakin berat, mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pada sistem proses produksi yang efektif dan efisien di perusahaan. CV. Nuansa Baru merupakan salah satu perusahaan ban yang bergerak di bidang vulkanisir ban. Perusahaan ini belum memiliki ketentuan penjadwalan yang baik dan benar dimana penjadwalan proses produksi yang digunakan masih secara manual, dan pengurutan job hanya berdasarkan intuitif. Setiap jenis ban yang akan divulkanisir memiliki komponen penyusunan dan waktu proses operasi yang berbeda-beda. Adanya perbedaan waktu proses produksi tersebut, yang mengharuskan perusahaan untuk mampu menyusun jadwal produksi agar waktu penyelesaian semua pekerjaan (Makespan) yang dhasilkan minimal. Hal ini menyebabkan pembebanan (Loading) yang tidak seimbang. Sehingga menimbulkan banyak waktu yang terbuang untuk menunggu proses yang selanjutnya dan menyebabkan meningkatnya makespan proses produksi. Penjadwalan produksi untuk menghitung nilai makespan dengan menggunakan dua (2) metode antara lain Branch and Bound, dan Campbell Dudeck Smith. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai makespan pada penjadwalan produksi di CV. Nuansa Baru sebesar 832 menit atau sama dengan 13 jam,52 menit dengan urutan pengerjaan job job 1 – job 2. Dari perhitungan yang telah disampaikan didapatkan penjadwalan produksi dengan nilai makespan terkecil didapatkan menggunakan metode Campbell Dudeck Smithsebesar 432 menit atau sama dengan 7 jam, 12 menit.Perhitungan selisih antara metode perusahaan dengan metode usulan sebesar 400 menit atau sama dengan 6 jam,40 menit dan persentase sebesar 48,07 %.
PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA MESIN PRODUKSI OBAT-OBATAN[XYZ] Oka Rambuna
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1498

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan produktivitas dan penggunaan teknologi yang tinggi berupa mesin serta fasilitas produksi maka kebutuhan akan fungsi perawatan semakin bertambah besar. Pada XZ yang memproduksi Obat-Obatan dan Miniman Herbal Mix’s adanya permasalahan yang timbul khususnya terkait dengan kerusakan pada Mesin Filling, hal tersebut mengakibatkan jam berhenti (downtime) dan delay pada proses produksi sehingga kinerja mesin menjadi kurang efektif. Tujuan dilakukan penelitian yaitu dapat menentukan jadwal interval waktu perawatan dan mengetahui tindakan atau kegiatan perawatan yang harus dilakukan.Untuk mengatasi masalah tersebut dalam penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan perhitungan Failure Modes and Effect Analyze (FMEA). RCM didefinisikan sebuah proses yang digunakan untuk menentukkan apa yang harus dilakukan untuk perawatan mesin, sedangkan untuk FMEA diartikan sebagai metode untuk mengidentifikasikan bentuk kegagalan tertinggi pada setiap kerusakan mesin yang terjadi. Dari hasil perhitungan menggunakan FMEA dan RCM diperoleh hasil interval perawatan pada komponen Pompa Diafragma dengan interval perawatan selama 10,58 jam.
PERANCANGAN MESIN PEMBUAT MINUMAN KOPI YANG OTOMATIS DENGAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI Oktavianus Putra Bagus P
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1499

Abstract

Perkembangan teknologi telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan serta meringankan masalah yang ada seperti alat penyeduh minuman kopi, namun ada permasalahan yang terjadi yaitu pembuatan minuman kopi hitam yang membutuhkan waktu lama serta masih menggunakan mesin yang manual.Tujuan dalam pembuatan skripsi ini adalah untuk merancang dan membuat mesin minuman kopi dengan pengukuran antropometri serta merancang agar waktu yang dibutuhkan dalam membuat minuman kopi hitam tidak lama. Penulisan skripsi ini menggunakan metode antropometri dengan ukuran dimensi tubuh, menggunakan metode ini penulis mendapatkan hasil lebar bahu dijadikan untuk ukuran lebar mesin yaitu 30 cm, tinggi siku pada posisi berdiri digunakan untuk tinggi mesin yaitu 52 cm. Sedangkan dengan menggunakan metode stopwatch time study didapat waktu normal yang dihasilkan dengan mesin ini mencapai 1.03 menit/gelas sedangkan waktu baku yang dihasilkan adalah 1.11 menit/gelas.
PENGUKURAN WAKTU STANDARD DAN BEBAN KERJA UNTUK ALOKASI PENENTUAN JUMLAH PEKERJA HELPER DI PT. PJB UBJOM TUBAN R. Aditya Nurpratama
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1500

Abstract

PJB UBJOM Tuban adalah perusahaan pembangkit listrik dan anak perusahaan dari PT. PLN. Perusahaan ini memiliki 2 unit diantaranya terdiri dari mesin coal feeder yang berfungsi untuk menerima batubara dari silo dan mengontrol batubara yang dimasukkan ke mill atau pulverizer. Pada pekerja mesin coal feeder terdapat permasalahan yaitu kurangnya kebutuhan jumlah tenaga kerja dalam proses mengontrol jumlah batubara ke mill, sehingga mengakibatkan kehilangan daya beberapa mw jika terlalu lama pengerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode Time and Motion Study untuk mengukur waktu standard guna menentukan jumlah pekerja sehingga mengurangi jumlah daya yang hilang dan keterlambatan dalam proses mengontrol jumlah batubara ke mill atau pulverizer. Hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Time and Motion Study maka dapat disimpulkan target daya yang dihasilkan 323 mw/hari. Rata-rata daya yang hilang sebelum penambahan jumlah tenaga kerja sebesar 72,75 mw dengan waktu kerja rata-rata 24 menit. Dengan penambahan jumlah tenaga kerja sebanyak 3 orang jumlah daya yang hilang berkurang yaitu sebesar 43,95 mw dengan waktu kerja rata-rata yang lebih sedikit dari sebelumnya yaitu 14,5 menit.Berdasarkan Event Scoring pekerja Helper diketahui bahwa jumlah beban tertinggi terdapat pada semua aktivitas pekerjaandiketahui pekerja Helper pada aktivitas pekerjaan “Menurunkan Batubara” didapat beban kerja awal 161,4 yang dikerjakan 2 orang dengan rata-rata beban kerja 80,7, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 20,17 masuk dalam kategori ringan. Selanjutnya pada aktivitas pekerjaan “Mengeluarkan Batubara” didapat beban kerja awal 75,8 yang dikerjakan 1 orang dengan rata-rata beban kerja 75,8, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 37,9 masuk dalam kategori ringan. Kemudian pada aktivitas pekerjaan “Membersihkan mill” didapat beban kerja awal 68,1 yang dikerjakan 1 orang dengan rata-rata beban kerja 68,1, menurut analisis SWAT beban tersebut masih dalam kategori berat. Perlu penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang, maka rata-rata beban kerja pekerja Helper menjadi 34,05 masuk dalam kategori ringan.
PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI GUNA EFISIENSI KINERJA DI PT.SARANAJAYA SERBAGUNA MALANG Rachmad Basunanda
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1501

Abstract

PT Saranajaya Serbaguna Malangmemproduksi berupa marset (flap) ban dalam motor dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk dapat bersaing secara baik di pasaran, baik dilingkup domestik maupun internasional. Agara dapat bersaing dan unggul, maka salah satu solusi yang harus dilakukan perusahaan adalah menerapkan praktek pengolahan operasi perusahaan dengan baik. Dengan proses pembuatan dilakukan oleh manusia dengan dibantu mesin. Dalam aliran produksi tersebut terlihat adanya suatu lintasan produksi pada operasi kerja dalam stasiun kerja tidak seimbang karena adanya beberapa stasiun kerja mengalami penumpukkan (bottleneck) material dibeberapa stasiun kerja sehingga dapat menimbulkan keterlambatan pada lintasan produksi guna mengurangi penumpukan material agar sesuai dengan target produksi. Seperti pada data survey yang menunjukkan pada stasiun kerja 2 dan 5 mengalami waktu proses yang paling lama hanya dapat memproduksi 14 unit. Untuk mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi tersebut pada PT Saranajaya Serbaguna Malanag, maka akan dilakukan penelitian untuk menyeimbangkan lintasan produksi guna mengurangi penumpukan material agar sesuai dengan target produksi. Metode yang digunakan adalah Rank Position Weight yang dan Metode Region Approach. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini berupa usulan pemilihan solusi terbaik dalam mengatasi masalah keseimbangan lintasan produksi pada PT Saranajaya Serbaguna Malang. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa metode yang paling ideal adalah Region Approach dipilih sebagai metode yang balance delay sangat kecil mencapai 23% dengan efisiensi sistem 77% dengan output produksi 27 unit/bulan hanya dengan 5 stasiun kerja, meskipun outout produksi sama menggunakan metode Rank position weight mencapai 27 unit/bulan hanya dengan 6 stasiun kerja karena balance delay Region Approach sangat kecil. Dari uraian tersebut menjelaskan bahwasannya menggunakan metode Region Approach merupakan usulan terbaik dalam menangani masalah keseimbanganh lintasan produksi pada PT Saranajaya Serbaguna Malang karena memiliki balance delay terkecil.
EVALUASI RANTAI PASOK MENGGUNAKAN PERHITUNGAN BULLWHIP EFFECT PADA PRODUK SPRINGBED DI RITEL ARDHIE PUTRA FURNITURE Rachmatia Bestariani
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1502

Abstract

RitelArdhie Putra Furniture menjual berbagai macam produk rumah tangga terutama springbed dengan berbagai merek seperti Kyodo, Bigland, Central, American, Elite dan Indohome. Permasalahan yang terjadi pada Ritel Ardhie Putra Furniture adalah terjadinya distorsi informasi pada data order ke distributor dan data penjualan ke konsumen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar nilai tertinggi bullwhip effect yang terjadi. Dari hasil perhitungan didapatkan nilaibullwhip effect tertinggi pada setiap produk springbed yaitu Kyodo (1,2736), Bigland (1,3287), Central (5,1863), American (2,0942), Elite (2,8507), Indohome (1,7119). Hasil analisis faktor penyebab bullwhip effectimeliputi demand fluctuation, order batching dan price fluctuation. Serta usulan perbaikan guna mengatasi bullwhip effect adalah pengurangan lead time, menciptakan stabilitas harga, information sharing.
MADIUN JAWA TIMUR STRATEGI PENJADWALAN PRODUKSI SIRUP MIMOSA DI HOME INDUSTRI KOTA Rizky Gilang Darmawan
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1904

Abstract

Home Industri Sirup Mimosa merupakan Home Industri yang memproduksi sirup dengan varian rasa. Sirup Mimosa rasa lemon squash merupakan merupakan produk andalan dari Home Industri Sirup Mimosa. Permasalahan yang terjadi yaitu seringnya terjadi kekurangan pada jumlah produksi akhir sirup mimosa rasa lemon squash, sehingga mengakibatkan jumlah permintaan sirup tidak dapat terpenuhi. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan perencanaan penjadwalan produksi dengan menggunakan Strategi Perencanaan Agregat dengan harapan dapat menambah jumlah produksi akhir sirup mimosa rasa lemon squash dan dapat memenuhi permintaan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Strategi Perencanaan Agregat yang terpilih adalah strategi over time, dikarenakan pada strategi over time jumlah produksi akhir sirup mimosa rasa lemon squash dapat memenuhi jumlah permintaan yang ada yaitu sebesar 18.084 liter, serta memiliki biaya produksi paling kecil daripada strategi yang lain yaitu sebesar Rp 401.211.140. Strategi over time juga menambah kapasitas produksi yang tersedia, sehingga kapasitas produksi yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE DANNENBRING DI PT. SINAR SOSRO Septian Dwi Pamungkas
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1906

Abstract

Pada saat ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dengan persaingan yang semakin lama semakin berat, mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pada sistem proses produksi yang efektif dan efisien di perusahaan. PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dengan produk berupa teh siap minum dalam kemasan botol. Dalam proses produksi, suatu perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi tersebut, maka diperlukan penjadwalan proses produksi yang baik sesuai dengan jumlah permintaan produksi pada kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu penentuan penjadwalan sangat dibutuhkan saat akan melakukan suatu proses produksi. Penjadwalan produksi untuk menghitung nilai makespan dengan menggunakan metode Dannenbring. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai makespan pada penjadwalan produksi di PT. Sinar Sosro sebesar 1.403,0 jam dengan urutan pengerjaan job TBS - FT - ST - TB. Dari perhitungan yang telah disampaikan didapatkan penjadwalan produksi dengan nilai makespan terkecil didapatkan menggunakan metode Dannenbring sebesar 1.327,9 jam dengan urutan pengerjaan job FT – TB – ST – TBS. Perhitungan selisih antara metode perusahaan dengan metode usulan sebesar 75,1 jam.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA ITN MALANG Subianto Surya Ardyansyah
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penggunaan smartphone, laptop, dan proyektor terhadap motivasi belajar mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S-1 ITN Malang. Variabel gadget dengan sub variabel seperti smartphone, laptop, dan proyektor merupakan media atau pun piranti yang dapat digunakan mahasiswa untuk motivasi belajar dalam mengikuti perkuliahan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada 100 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S-1 Angkatan 2015 ITN Malang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25. Pengolahan data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linier berganda, uji F, dan uji T.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan smartphone, laptop, dan proyektor terhadap motivasi belajar mahasiswa mempunyai pengaruh dan dapat dijelaskan dengan hasil 0,806 (80,6%), dan sisanya di pengaruhi oleh indikator lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dapat juga diketahui variabel yang paling dominan penggunaan smartphone dengan tingkat signifikan 0,000 dan R square 0,786 (78,6%).
ANALISA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN SERVICE QUALITY DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BATU Titis Intan Permatasari
Jurnal Valtech Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v2i2.1908

Abstract

Perusahaan Daerah Kota Batu yang memanfaatkan sumber daya air untuk layanan air bersih pada masyarakat adalah PDAM Kota Batu. Permasalahan yang terjadi pada PDAM Kota Batu adalah terjadinya keluhan dari pelanggan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas pelayanan yang diterima masyarakat karena ada beberapa pengaduan dari masyarakat. Selanjutnya menentukan strategi mutu PDAM Kota Batu dalam melayani konsumen (masyarakat) Kota Batu. Pengukuran kualitas pelayanan jasa diukur menggunakan metode service quality menggunakan lima dimensi yaitu: tangibles (bukti nyata), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati) dengan menggunakan skala likert. Dan menentukan strategi mutu untuk peningkatan kualitas pelayanan dengan metode SWOT. Dari hasil perhitungan service quality dengan diukur GAP didapatkan bahwa pada dimensi tangibles (-0,16), reliability (-0,096), responsiveness (-0,1375) dan assurance (-0,0175)­ yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna tidak berkualitas dan pada dimensi emphaty memiliki nilai service quality/gap sebesar 0,236 yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna sangat berkualitas. Hasil analisis SWOT meliputi meningkatkan kualitas air bersih, lebih meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan meningkatkan kecepatan respon petugas PDAM Kota batu untuk selalu bersedia membantu pelanggan terhadap keluhan yang dialami.

Page 11 of 39 | Total Record : 385