cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
PERBAIKAN METODE KERJA MELALUI TIME AND MOTION STUDY UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI ALUMINIUM FOIL Imam Zamrudi; Ellysa Nursanti; Heksa Galuh W
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2410

Abstract

PT. Supra Aluminium Industri merupakan perusahaan yang menghasilkan produk aluminium foil dengan berbagai macam ukuran ketebalan, panjang, dan lebar yang berbeda-beda sesuai permintaan. Permasalahan terbesar perusahaan adalah perusahaan tidak mampu mencapai target produksi, dimana perusahaan hanya mampu berproduksi sebanyak 7,7 ton/hari FR (Finish Roll) dengan jam kerja efektif 8 jam. Penelitian ini menggunakan metode Time and Motion Study untuk mengetahui kendala target produksi tidak tercapai agar perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi. Hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Time and Motion Study maka dapat disimpulkan waktu baku sebelum perbaikan metode kerja di mesin loewy I sebesar 77 menit, pada mesin doubler sebesar 97 menit, dan mesin loewy II sebesar 81 menit. Pada hasil perhitungan Time and Motion Study diketahui proses produksi yang terlambat terjadi di mesin duobler dengan identifikasi masalah kurang tenaga kerja pada area mesin doubler disarankan untuk menambah tenaga kerja 1 lagi pada mesin doubler atau ditambah asisten saat proses input material.
ANALISIS PRODUKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ALUMINIUM FOIL PADA PT. SUPRA ALUMINIUM INDUSTRI PANDAAN Achmad Jaenuri; ST.Salmia LA; sony Haryanto
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2438

Abstract

Didalam Perkembangan indutri saat ini mengalami perubahan yang sangat pesat serta diwarnai dengan persaingan ketat, produktivitas dan pemenuhan permintaan sebagai salah satu parameter untuk mengukur kinerja suatu perusahaan untuk meningkatkan profit. PT.Supra Aluminium Industri adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri logam khussusnya memproduksi aluminium foil.didalam porses produksinya terjadi kekurangan dalam pemenuhan permintaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara memenuhi permintaan konsumen. Dalam pengolahan datanya metode yang digunakan adalah metode peramalan berupa naïve, niving average, exponential smoothing untuk menentukan jumlah permintaan yang akan datang sehingga bisa menentukan tenaga kerja dan waktu produksi dengan efektif. Dari hasil pengolahan data didapatkan penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang untuk memenuhi permintaan konsumen
ANALISIS RISIKO PENYEBAB WASTE MENGGUNAKAN PENERAPAN LEAN MANUFACTURING PADA PROSES PRODUKSI DI PT. INDOKRETEK Anggray Ivie Sakara; Ellysa Nursanti; Heksa Galuh W
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2439

Abstract

PT. Indokretek merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi rokok kretek. Dimana pada proses produksinya ditemukan indikasi adanya waste. Oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan untuk menurunkan waste dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya waste serta mendapatkan waktu produksi menjadi lebih efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan penyebaran kuisioner untuk pembobotan 7 waste, Value Stream Mapping (VSM) untuk menggambarkan aliran produksi secara keseluruan. Pemborosan yang teridentifikasi dengan seven waste, kemudian dilakukan pemetaan secara detail dengan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Analisis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab kegagalan proses yang tejadi lalu menghitung nilai RPN tertinggi. Dari pengolahan data yang dilakukan, dapat diketahui waste terbesar ada pada defect sebesar 25,69% faktor penyebabnya adalah pekerja yang kurang konsentarsi. Sebelum perbaikan waktu keseluruhan aktivitas produksi sebesar 11 hari 14 jam, dimana value added 2 hari 8 jam dan lead time 9 hari 6 jam, setelah perbaikan proses waktu keseluruhan menjadi 10 hari 14 jam dimana value added 2 hari 8 jam dan lead time 8 hari 6 jam, menghemat lead time 1 hari. Dengan demikian waktu proses menjadi lebih efisien.
PERANCANGAN MEJA BELAJAR MULTIFUNGSI YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN QUALITY FUCTION DEPLOYMENT I Putu Ryan Antonius Suirta; Dayal Gustopo; Soemanto
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2440

Abstract

Sebagai lokasi studi kasus yang dilakukan yaitu Usaha Kecil Menengah (UKM) Pandowo Meubel terletak di Jl. Ikan Piranha Atas No142 Malang, yang merupakan pekerjaan bergerak dalam industri dengan bahan kayu dimana produk yang dihasilkan salah satunya adalah meja belajar. Permasalahan terbesar perusahaan adalah terdapat keluhan pada konsumen saat penggunaan meja belajar dengan hasil scoring sebesar 65 yang artinya pada skala tersebut tingkat resiko yang akan terjadi dalam kategori “sedang” dimana adanya tindakan perbaikan terhadap meja belajar. Penelitian ini menggunakan metode Quality Fuction Deployment untuk merancang meja belajar yang ergononis. Hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Quality Fuction Deployment diperoleh hasil ukuran jangkauan tangan kedepan 37.99 cm, jangkauan kedua tangan kesamping 67.70 cm, tinggi siku saat duduk 21.24 cm serta atribut yang ditingkatkan adalah memiliki kesesuaian ukuran tinggi meja dengan keinginan konsumen.
PERBAIKAN MUTU PRODUKSI TAHU PADA HOME INDUSTRY MEKAR SARI DI DESA BABADAN-PATIANROWO – NGANJUK Fridi agus dwi prastyo; Nelly Budiharti; Kiswandono
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2441

Abstract

Permasalahan yang sedang dihadapi oleh home industry Mekar Sari saat ini adalah mutu produk tidak sesuai yang direncanakan, yaitu tekstur lembek, perubahan warna, dan adanya bau asam sebesar 4% sedangkan home industry Mekar Sari menetapkan batas cacat tidak lebih dari 3%. Dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah tindakan yang dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem produksi, dan memperbaiki proses produksi yang ada pada saat ini dengan sebuah metode yang tepat dalam mendukung pengendalian mutu, sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat kerusakan produk. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan jumlah kerusakan tekstur lembek sebanyak 357 biji atau 46,97%, jumlah kerusakan kedua perubahan warna sebanyak 219 biji atau 28,82%, dan jumlah kerusakan ketiga adanya bau asam sebanyak 184 biji atau 24,21%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan tekstur lembek berdasarkan diagram fishbone adalah manusia, mesin, bahan baku, dan metode. Setelah diketahui faktor yang berpengaruh pada masalah yang terjadi, maka untuk langkah perbaikan yang akan digunakan adalah merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengolahan tahu sehingga dapat diterapkan dan dievaluasi. Dari hasil pelaksanaan perbaikan didapatkan persentase cacat tekstur lembek mengalami penurunan dari 46,97% menjadi 11,97%, persentase perubahan warna dari 28,82% menjadi 0,00%, dan persentase adanya bau asam dari 24,21% menjadi 0,00%. Setelah semua tahap penelitian dilakukan dan implementasi SOP, maka dapat disimpulkan bahwa cacat tahu dapat diatasi dengan standarisasi bahan baku, standarisasi metode, standarisasi mesin, dan standarisasi manusia.
PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA UNTUK MENGOPTIMALKAN OUTPUT PRODUKSI COSMETIC DI CV. AURAKU CEMERLANG COSMECEUTICAL samudera Gustitama Vandira; salmia LA; Sri Indriani
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2442

Abstract

PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA UNTUK MENGOPTIMALKAN OUTPUT PRODUKSI COSMEIC DI CV. AURAKU CEMERLANG COSMECEUTICAL ABSTRAK Samudera Gustitama Vandira, Program Studi Teknik Industri S-1, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang, Januari 2020, Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Untuk Mengoptimalkan Output Produksi Cosmetic Di CV. Auraku Cemerlang Cosmeceutical. Dosen Pembimbing: Salmia dan Sri Indriani. Auraku Cemerlang Cosmeceutical adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi berbagai macam kosmetik. Pada proses produksi sering terjadinya output yang tidak mencapai target yang ditentukan perusahaan sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan pendistribusian. Penelitian ini bertujuan mengukur waktu standar untuk menghitung output standart produksi dan jumlah tenaga kerja yang optimal. CV. Auraku Cemerlang Cosmeceutical ini terbagi menjadi berbagai divisi, dari berbagai divisi tersebut peneliti akan melakukan penelitian di bagian divisi pengisian dan divisi packaging pada salah satu produksi kosmetik acne lotion, karena di divisi pengisian dan divisi packaging belum menerapkan pengukuran terhadap waktu standar untuk menghitung output standar produksi dan jumlah tenaga kerja Peneliti ini menggunakan metode Stopwatch Time Study, Pengolahan data yang digunakan meliputi uji keseragaman data, uji kecukupan data, menentukan performance rating, menentukan waktu normal, menentukan waktu standart, menentukan output standart, menentukan jumlah tenaga kerja, dan menentukan perbandingan antara penambahan tenaga kerja atau penambahan jam kerja lembur berdasarkan biaya upah tenaga kerja. Dari hasil pengolahan data menunjukan bahwa waktu standar proses pengisian kosmetik acne lotion selama 2,13 menit/unit dan waktu standar proses packaging kosmetik acne lotion selama 2,17 menit/unit. Jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk mencapai target output perhari perusahaan sebanyak 10 orang dengan penambahan 2 tenaga kerja yang terdiri dari 1 pekerja pada divisi pengisian dan 1 pekerja pada divisi packaging dari tenaga kerja yang sudah ada sebanyak 8 orang. Kata Kunci: Waktu Standar, Output Standar, Tenaga Kerja Optimal
PENGEMBANGAN PERANCANGAN ALAT MIXING SABUN CAIR YANG SESUAI KAIDAH ERGONOMI Paul Nelson Serarawani; Paul Nelson Serarawani
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2454

Abstract

ABSTRAK Paul Nelson Serarawani, Program Studi Teknik Industri S-1, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang, Februari 2020, Pengembangan Perancangan Alat Mixing Sabun Yang Sesuai Kaidah Ergonomi. Dosen Pembimbing: Ida Bagus Suardika dan Jr Heksa Galuh W. Sabun cair merupakan produk yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Dapat dikatakan kualitas dari produk sabun cair yang diberikan merupakan barometer penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh para pelaku usaha agar tetap eksis dalam persaingan yang sehat tentunya. Banyak sekali upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap aspek-aspek kualitas produk. Salah satunya adalah dengan memberikan pilihan berbagai alternatif produk terhadap pemenuhan kebutuhan dan permintaan konsumen. Riset dan pengembangan dalam internal usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat diperlukan dalam pengembangan mesin. Berikut ini merupakan mesin mixing sabun pencuci piring dengan waktu 29 menit yang dirancang oleh mahasiswa teknik industri itn malang, hasil skripsi (Haryono, 2019) untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada tahun 2019. Dari alat tersebut masih terdapat kendala atau masalah, waktu proses masih lama, daya masih besar, masih ada beban torsi 11lb, hasil mix belum maksimal masih ada endapan dan wadah yang mudah karatan sangat mempengaruhi kualitas produk. Yang mana masalah tersebut menjadi acuan dalam pengembangan alat tersebut melalui skripsi ini agar lebih baik kedepannya dalam menopang UMKM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau konsumen. Kata Kunci : Mixing Sabun Cair, Pengembangan Perancangan Alat, Sesuai Kaidah Ergonomi .
ANALISIS NORDIC BODY MAP TERHADAP PROSES PEKERJAAN PENJEMURAN KOPI OLEH PETANI KOPI Endow Bambang
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2455

Abstract

Abstrak: Proses penjemuran kopi merupakan salah satu elemen kerja yang penting dalam serangkaian proses pengolahan kopi pasca panen yang mana berperan menyiapkan biji kopi sebelum akhirnya bisa dilakukan proses roasting. Pada prakteknya proses penjemuran kopi masih dilakukan dengan pose kerja yang tidak ergonomis dan berbahaya untuk terus menerus dilakukan oleh petani kopi, hal ini diperkuat oleh keluhan-keluhan rasa sakit yang dialami oleh para petani kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis awal berupa identifikasi titik-titik bagian tubuh mana yang memang banyak dikeluhkan dirasakan sakit oleh para petani kopi ketika melakukan proses penjemuran kopi dengan metode menggaru. Dimulai dengan pembuatan kuisioner berupa tabel yang berisikan daftar anggota-anggota tubuh serta skala likert 1 sampai 4 untuk penilaian rasa sakitnya, kuisioner dibagikan kepada 30 responden petani kopi dan menunjukkan hasil rasa tidak sakit pada bagian pantat sebesar 70% responden, agak sakit pada bagian betis kiri dan kanan oleh 73,3,% responden, sakit pada bagian bahu kiri dan kanan oleh 50%, dan sangat sakit pada bagian punggung oleh 66% responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa benar jika proses penjemuran kopi dengan metode menggaru dengan alat bantu gantu adalah tidak ergonomis terbukti dengan mayoritas responden merasakan sakit pada bagian bagian tubuh tertentu.
Analisis Manfaat Hibah Kementerian Pertanian Terhadap Usaha Tani Kakao, Gumrih, Jembrana, Bali Made Danindra Adhikarisma; Sri Indriani; Ida Bagus Suardika
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2457

Abstract

Kakaoamerupakannsalahasatuuhasilkperkebunannyangnmenjadipandalan dalam membantu pendapatan nasional di Indonesia. Salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia, terletak di Kabuptaen Jembrana, Bali. Di Kabupaten Jembrana, terdapat Kelompok Usaha Tani yang bernama KUT Sari Bumi, sudah berhasil mengekspor kakao hingga ke 5 negara di Eropa dan Asia.pSetelah mendapat hibah dari pemerintah sebesar Rp 2.100.000.000, penelitian ini bermaksud menganalisa manfaat dari hibah terhadap KUT Sari Bumi, dengan tujuan dapat menghitung aspek ekonomi hasil kakao, mensimulasikan keuntungan yang didapat oleh KUT Sari Bumi dalam pemanfaatan hibah dan menghitung aspek sosial dampak hibah terhadap masyarakat sekitar KUT Sari Bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibah memiliki nilai positif terhadap aspek finansial KUT Sari Bumi,tdimana didapat BEP sebesar 63.868 kg, NPV bernilai Rp 1.160.319.580,00, nilai IRR sebesar 8,594% dan mengalami Payback period di tahun ke-4 di bulan ke-4 dan nilai ROI sebesar83,4%. Namun, jika pemanfaatan dan proses produksi dilakukan maksimal, hasil simulasi keuntungan peneliti terhadap KUT Sari Bumi mengalami peningkatan dimana KUT Sari Bumi akan mengalami BEP sebesar 36.317 kg, NPV sebesar Rp 2.920.821.600,00, IRR bernilai 8,77% dan mengalami periode pengembalian modal di tahun ke-3 dan bulan ke-3 dan mendapat nilai ROI sebesar 179%. Dampak aspek sosial dengan perhitungan benefit cost ratio analysis mengalami peningkatan, dimana saat ini, nilai BCRA sebesar 0,747 (negaitf) dan jika dapat memaksimalkan hasil produksi dan hibah sesuai dengan usulan peneliti, akan meningkat menjadi 1,138 dengan jalan meningkatkan jumlah pekerja dari lingkungan Desa Gumrih sebanyak 107 pekerja dalam menunjang peningkatan dampak sosial hibah terhadap masyarakat.
PENGENDALIAN MUTU PRODUK MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA PERUSAHAAN ANEKA TENUN PLASTIK PT. XYZ Muhammad Fauzi Nuruddin; Nelly Budiharti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2458

Abstract

Mutu atau kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur. Pada perusahaan ini permasalahan yang sering terjadi adalah terdapat produk cacat yang menyebabkan proses produksi tidak efisien. Pada bulan oktober 2019 produksi bale cover tipe SWL 250Kg sebanyak 29411 unit dan produk cacat sebanyak 1314 unit dengan persentase kecacatan 4,47%, tetapi perusahaan menetapkan produk cacat tidak boleh lebih dari 3%. Hasil yang diperoleh berdasarkan diagram sebab akibat (fishbone diagram) menyatakan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan produk cacat yaitu, manusia, mesin, material, dan metode. Faktor manusia menjadi penyebab paling dominan yang menyebabkan produk cacat. Diantaranya operator terburu-buru, operator salah settingan tebal tipis, tangan operator kotor, operator salah printing, operator salah jahit, dan salah setting ukuran. Berdasarkan p-chart masing-masing cacat tidak ada yang keluar dari batas kontrol atas akan tetapi perusahaan menginginkan kualitas produk yang lebih baik lagi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan sesuai dengan urutan yang diperoleh dari diagram pareto. Urutan macam cacat pertama adalah cacat kotor dengan persentase cacat 36%, urutan kedua jahitan dengan persentase 24%, urutan ketiga lubang dengan persentase 17%, urutan keempat terlalu panjang dengan persetase 14%, urutan kelima printingan terbalik dengan persentase sebesar 6%, dan yang terakhir tidak ada laminating dengan persentase 3%.