Articles
1,052 Documents
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas pada Karyawan Bagian Produksi
Febriyanti, Ainniya Berlin;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61274
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yang berjumlah 75 karyawan bagian produksi di CV X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua skala, yaitu skala budaya organisasi dan skala loyalitas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows . Dari hasil analisis data, ditemukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Nilai koefisien korelasi adalah 0,754 (r=0,754), menunjukkan korelasi yang kuat antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Semakin tinggi nilai budaya organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas karyawan pada bagian produksi. Sebaliknya, jika budaya organisasi rendah, maka loyalitas yang dimiliki karyawan di bagian produksi cenderung menurun.
Eksplorasi Regulasi Emosi Pada Generasi Z di Mojokerto
Pratama, Moch Wisnu;
Jannah, Miftakhul
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61279
Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dalam era teknologi digital dan memiliki cara berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Regulasi emosi memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana mereka menghadapi perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam hidup mereka Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi regulasi emosi pada Generasi Z di Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang dipakai selama proses penelitian adalah accidental sampling. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Generasi Z di Mojokerto. Instrumen regulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan skala regulasi emosi IERQ4S. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan regulasi emosi antara atlet pelajar laki-laki dan siswa perempuan. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa tingkat regulasi emosi yang dimiliki oleh Generasi Z di Mojokerto pada kategori sedang dan diikuti dengan kategori rendah. Hasil penelitian yang Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa regulasi emosi pada seseorang dengan jenis kelamin laki-laki lebih baik dan lebih mampu dalam pengelolaan emosi dibandingkan dengan perempuan.
Perbedaan Self Disclosure Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Remaja Awal
Lupitasari, Nabila Octavia;
Oktaviana, Mimbar
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61357
Menjalin hubungan baru dengan teman sebaya adalah salah satu tugas perkembangan remaja yang dapat dicapai melalui interaksi atau percakapan. Ketika seseorang terlibat dan membentuk hubungan dengan orang lain, salah satu keterampilan komunikasi yang sangat penting adalah self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan self disclosure antara remaja awal laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif komparatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 99 remaja awal di MTs ITTAQU Surabaya. Penelitian ini menggunakan Skala Keterbukaan diri yang dikembangkan oleh Haq (2019) berdasarkan pada aspek self disclosure yang dikemukakan oleh DeVito. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Independent Sample t-Test (uji t).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara self disclosure remaja awal laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sosialisasi gender, pola komunikasi, dan harapan sosial. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan pendidikan yang tepat, kita dapat membantu semua remaja untuk merasa lebih nyaman dan mampu dalam berbicara tentang perasaan dan pengalaman mereka, yang pada gilirannya akan mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka secara keseluruhan.
Hubungan antara Job Crafting dengan Work Engagement pada Karyawan Produksi PT X
Agindaris, Amjodti Laily;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61358
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 130 karyawan produksi. Pengumpulan data menggunakan skala work engagement dan skala job crafting. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisiensi sebesar 0,000 (Sig<0,05), yang memiliki arti terdapat hubungan signifikan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi. Nilai koefisien korelasi pearson product moment sebesar 0,831 (r=0,831) yang diartikan bahwa hubungan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi tergolong sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya job crafting pada karyawan, maka work engagement pada karyawan tersebut juga semakin meningkat.
Hubungan antara Knowledge Sharing dan Pemberdayaan Psikologis dengan Perilaku Inovatif pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
Hariyanti, Yusrina Dwi;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61359
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara knowledge sharing dan pemberdayaan psikologis dengan perilaku inovatif pada guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan subjek berjumlah 79 guru. Data diambil menggunakan skala psikologis yang dikembangkan oleh peneliti berupa skala perilaku inovatif yang mengacu teori dari De Jong dan Den Hartog (2010), skala knowledge sharing dari Hoof dan Ridder (2004), dan skala pemberdayaan psikologis dari Spreitzer (2008). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara knowledge sharing dengan perilaku inovatif sebesar 0,756, terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemberdayaan psikologis dengan perilaku inovatif sebesar 0,752, dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara knowledge sharing dan pemberdayan psikologis dengan perilaku inovatif sebesar 0,604 atau 64%. Peningkatan knowledge sharing dan pemberdayaan psikologis akan diikuti pula peningkatan pada perilaku inovatif yang ditunjukan oleh guru.
Hubungan antara Kepribadian Proaktif dengan Perilaku Inovatif pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
Anggraeni, Putri Wahyu;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61360
Guru mempunyai peranan penting di dunia pendidikan sebagai penggerak utama dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara kepribadian proaktif dengan perilaku inovatif pada guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan berupa sampel jenuh yang subjeknya terdiri dari 85 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologi dari variabel kepribadian proaktif dan variabel perilaku inovatif. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian berupa uji korelasi pearson product moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis data didapatkan bahwa taraf signifikansinya sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat dimaknai adanya korelasi yang signifikan antara variabel kepribadian proaktif dengan perilaku inovatif. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan yaitu 0,796 (r=0,796) yang artinya hubungan antara variabel kepribadian proaktif dengan variabel perilaku inovatif termasuk kategori yang kuat. Kepribadian proaktif yang semakin tinggi, maka perilaku inovatif yang ditampakkan guru akan tinggi juga, sebaliknya semakin rendah kepribadian proaktif, semakin rendah pula perilaku inovatif guru.
Hubungan antara Efikasi Diri dengan Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai
Sania, Agisha Puti;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61361
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan organizational citizenship behavior pada pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Penelitian ini melibatkan 70 pegawai yang bekerja di Badan X sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih dengan mempergunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan instrumen berupa skala psikologi. Skala psikologi terdiri dari efikasi diri dan organizational citizenship behavior. Analisis data dilaksanakan dengan uji korelasi pearson product moment mempergunakan perangkat lunak SPSS 25.0 for Windows. Hasil analisis data memperlihatkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan organizational citizenship behavior. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,790 (r=0,790) sehingga menandakan bahwa hubungan tersebut tergolong dalam kategori kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki pegawai, maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavior yang ditunjukkan. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri yang dimiliki pegawai, maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior yang ditunjukkan.
Hubungan Antara Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Divisi Furniture Kayu R
Irmadani, Moch. Eka;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61362
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja pada karyawan divisi furniture kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan analisis korelasional. Penelitian ini melibatkan karyawan divisi furniture kayu yang berjumlah 85 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa skala budaya organisasi dan skala kepuasan kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment dan penghitungan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 27.0 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0.000 (P<0.05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja. Dalam penelitian ini, koefisien korelasi product moment yang didapat sebesar 0,792 (r= 0,792) menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara budaya organisasi dan kepuasan kerja. Koefisien korelasi ini juga menunjukkan nilai yang positif yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel searah, jika variabel budaya organisasi memiliki nilai yang tinggi, maka variabel kepuasan kerja juga akan lebih tinggi.
Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Etos Kerja dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Bagian Produksi
Febriyanti, Arlinda;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61365
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan etos kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 110 karyawan tetap pada bagian produksi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan konsep teori kepuasan kerja, etos kerja dan komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil dari analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05) dan nilai taraf korelasi (r) sebesar 0,713. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima yakni terdapat hubungan antara variabel kepuasan kerja dan etos kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian produksi. Semakin tinggi kepuasan kerja dan etos kerja pada karyawan, maka komitmen organisasi yang dimilikinya juga akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja dan etos kerja pada karyawan, maka semakin rendah pula komitmen organisasi yang dimiliki karyawan.